PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
84. Kemarahan Tasya


__ADS_3

Seorang wanita tengah berada pada puncak kemarahan, dengan emosi yang meledak -ledak, tangan yang senantiasa mengepal dan rahang yang mengeras menahan segala rasa dalam dada.


Tasya yang tengah berada di apartment mewah miliknya, dengan perasaan dan hati yang tengah bercampur aduk.


Merasa dirinya di abaikan oleh mantan suaminya yang dulu sangat tergila-gila dengannya. Bahkan Tasya merasa sangat frustasi dengan dirinya sendiri.


"Arghhh"


Teriakan Tasya , menghambur benda apa pun yang ada di sekitarnya.


Pecahan kaca yang berhambur dimana-mana, kamar yang semula bersih dan rapi mendadak bagai di terjang badai angin.


Tasya yang malam ini begitu kesal dengan Reza juga dengan dirinya sendiri mengamuk membabi buta, berteriak menangis dan meraung.


Rasa sesal bercampur kemarahan menjadi satu dalam dada, menyesali semua yang telah terjadi, dengan begitu mudahnya meninggalkan seseorang yang dianggap aset baginya.


Bagaimana tidak Tasya menganggap Reza sebagai aset, Reza yang sangat memanjakannya dan akan selalu memenuhi segala keinginan dan permintaanya.


Tidak pernah sekalipun mengatakan tidak pada Tasya. Reza yang selalu mengutamakan dan me nomer satukan Tasya.


Hal itu membuat Tasya Hampir-hampir tidak percaya dengan ucapan yang baru saja, siang tadi dia dengar langsung dari mulut mantan suaminya.


Terlebih mengingat masa-masa kuliahnya dulu, bahkan Reza rela berdebat dengan sahabat nya Tama, hanya untuk memperebutkan dirinya.


Rela beradu mulut hingga beradu jotos hanya untuk mendapatkan cinta dari Tasya.


Tapi melihat Reza yang sekarang sungguh jauh berbeda dengan yang dia kenal dulu.


Reza yang selalu mencintai dan mengutamakan dirinya.


Hal itu sangat membuat Tasya merasa geram dan tidak rela jika Reza berpaling darinya dan melupakan dirinya begitu saja.


"Jika kau tidak bisa menjadi milikku maka tidak satu orangpun akan memilikimu Reza" Gumam Tasya dengan rahang yang mengeras.


Tasya lantas meraih ponsel nya yang dia letakkan diatas nakas samping tempat tidurnya.


Segera Tasya menghubungi seseorang disana. Terlihat Tasya menawarkan sejumlah uang untuk melakukan beberapa tugas dan pekerjaan yang akan di perintahkan.


Tidak berselang lama Tasya memberikan instruksi untuk mencari informasi tentang kehidupan mantan suaminya saat ini.


Terutama mencari informasi tentang seseorang yang saat ini tengah dekat dengan sosok mantan suami.


***


Berbeda dengan Tasya yang tengah di bakar api cemburu. dengan perasaan yang tidak menentu.

__ADS_1


Reza dan Maryam justru sedang menikmati indahnya madu Asmara.


Dimalam yang sunyi dan sepi , dibawah temaram lampu kamar, sayup-sayup terdengar suara ******* lembut dari sepasang insan yang tengah dimabuk asmara. Menikmati indahnya surga dunia yang tiada Tara.


Menghabiskan sisa malam berdua dengan indahnya surga dunia. Memberikan dan mencurahkan segala rasa cinta dan kasih diantara keduanya diatas peraduan dibalik selimut tebal yang menutupi.


Hingga beberapa saat keduanya habiskan untuk kegiatan yang menguras tenaga, untuk mencurahkan segala rasa yang ada di dalam dada.


Beberapa kali penyatuan yang keduanya lakukan membuat suasana malam semakin indah dibawah sinar temaram lampu.


Dengan nafas yang tersengal-sengal Reza membaringkan tubuh kekarnya di samping Maryam. Bersamaan dengan seluruh peluh-peluh yang menetes.


Tidak lupa Reza memberikan kecupan mesra diatas puncak kepala Maryam, sebagai wujud rasa terima kasih atas segala cinta dan kenikmatan yang diberikan.


"Terima kasih sayang" Ucap Reza dengan suara parau dengan nafas yang masing terengah.


Maryam tersenyum manis dengan menganggukkan kepala.


Ditengah rasa sakit pada bagian inti tubuh Maryam , dan rasa lemas yang mendera, Maryam segera menyibak selimut tebal yang keduanya gunakan untuk menutupi tubuh satu sama lain.


Bergegas Maryam mencari lingerie yang dia kenakan sebelumnya dan beranjak dari tempat tidur.


Sebelum Maryam beranjak Reza telah lebih dulu memegang tangan Maryam, hingga membuat tubuh Maryam terhuyung.


"Mau kemana ?" Tanya Reza dengan suara serak.


"Kenapa tidak istirahat dulu, apa kau tidak lelah ?" ucap Reza kemudian


"Mas Reza istirahat saja dulu, Maryam akan ke kamar mandi dulu " Ucap Maryam


Bergegas Maryam bangkit dan berjalan dengan langkah yang tertatih menahan sakit di bagian inti tubuhnya, akibat di dera senjata yang hampir berkali-kali tanpa ampun.


Melihat hal itu Reza merasa kasihan, dan tanpa aba-aba Reza segera beranjak dari tidurnya dan segera mengangkat tubuh ramping istrinya menuju ke kamar mandi.


Maryam tampak kaget dengan tindakan spontan yang di lakukan Reza. Hingga Maryam merasa sangat kaget.


"Mas " Ucap Maryam


"Emm" Jawab Reza singkat.


"Bukanya tadi mau istirahat?" Tanya Maryam kemudian


"Mana mungkin aku membiarkan istriku ini kesakitan akibat ulahku" Jawab Reza dengan senyum nyengir


Maryam merasa sangat malu bercampur bahagia dengan perlakuan yang di berikan oleh Reza. Bagaimana tidak seorang wanita akan merasa senang jika dirinya di perlakukan dengan sangat baik dan lembut, terlebih dari suaminya sendiri.

__ADS_1


"Apa kau bahagia" Ucap Reza ketika menggosok lembut punggung Maryam


Maryam hanya tersipu dengan anggukan kepala, dan senyum manis yang senantiasa menghiasi wajah cantiknya.


"Aku pun juga merasa sangat bahagia, Sangat bahagia, sungguh aku tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya" ucap Reza lembut dengan penuh kejujuran.


Maryam hanya terdiam mendengar penuturan dari suaminya.


"Aku mungkin sangat berkuasa berhasil dalam mengembangkan berbagai bisnis, dan sangat disegani oleh banyak orang" Ucap Reza kemudian.


"Termasuk saat itu istri yang dianggap sangat sempurna bagi banyak laki-laki di luaran sana, wajah cantik dan tubuh yang molek" Tutur Reza pada Maryam yang mendengarkan ceritanya dengan seksama.


"Namun ternyata Kekuasaan dan pendamping yang dianggap sempurna saat itu, tidak juga dapat melengkapi kekosongan hatiku" Ucap Reza dengan suara pelan.


"Bahkan ternyata aku pun tidak mendapatkan cinta yang tulus setelah apa yang aku berikan dan korbankan, Hingga..." Ucap Reza kemudian, namun segera dia menghentikan ucapannya.


Maryam merasa penasaran dengan ucapan Reza yang tidak dia selesaikan


"Hingga ?.. Hingga apa mas ?" Tanya Maryam kemudian dengan rasa penasaran.


Sejenak suasana menjadi hening tanpa suara dan kata dari keduanya.


Maryam yang enggan untuk menelisik lebih jauh pun juga terpaksa tetap diam, menunggu suaminya berkenan untuk menceritakan meski dirinya merasa sangat penasaran.


Tak berselang lama keduanya telah selesai dengan ritual mandi besar, waktu menunjukan pukul 03.15 dini hari, dan Maryam merasa sangat lapar.


"Mas" ucap Maryam dengan suara lembut


"Emm" Jawab Reza singkat


"Aku lapar " Ucap Maryam dengan memajukan bibirnya. dengan wajah memelas


Reza terkekeh geli mendengar ucapan istrinya yang sangat lucu menurutnya.


"Apa kau benar-benar sangat lelah, melayaniku malam ini ? hingga kau merasa lapar di jam seperti ini sayang" Ucap Reza dengan suara menggoda, dan senyum nyengir yang menampakkan barisan gigi putihnya.


Mendengar jawaban Reza , Maryam sedikit merasa kesal, bagaimana Reza bisa berfikir begitu


***


Bersambung


***


Peluk jauh untuk para reader ku yang baik hati.

__ADS_1


sehat dan bahagia selalu 🥰


__ADS_2