PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
81. Tangisan Tasya


__ADS_3

"Kau sendiri yang datang ke sini tanpa di undang !" Ucap Reza lagi


"Haruskah aku menyambut mu ?, dan ohya.. Sambutan seperti apa yang seharusnya aku berikan ?" Tukas Reza kemudian dengan suara dingin penuh penekanan.


Tasya tampak berdiri memaku mendengar suara Reza yang sama sekali tidak memperdulikannya, justru terlihat acuh dan tidak suka dengan kedatanganya.


Masih teringat jelas oleh ingatan Tasya , Reza akan sangat senang jika dirinya datang ke kantor dan bermanja-manja dengannya.


Namun kali ini sungguh dia rasakan perbedaan sikap dari Reza.


"Katakan ! aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni mu !" ucap Reza dengan nada suara ketus.


Mendengar hal itu Tasya merasa geram karena merasa di abaikan oleh Reza.


Namun Tasya tetap mencoba tenang dan mengontrol emosinya


Tanpa permisi Tasya dengan cepat melangkah maju, menghambur kearah Reza yang berdiri di depan didinding kaca ruangan tersebut, dan seketika Tasya melingkarkan tangannya memeluk tubuh kekar Reza dari belakang.


Seketika keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing.


Tasya tengah menikmati aroma maskulin dari tubuh mantan suaminya tersebut, beberapa kali terdengar tarikan nafas dalam dari hidung Tasya yang memenuhi rongga hidungnya dengan aroma wangi dari tubuh Reza.


"Kau tidak berubah" Ucap Tasya dengan menenggelamkan wajahnya di punggung kekar Reza.


"Aku sangat merindukanmu sayang " Ucap Tasya kemudian, dengan suara selembut mungkin


"Bisakah kita kembali seperti dulu lagi" Pinta Tasya pada Reza yang hanya terdiam.


Melihat sikap Reza yang tetap diam dan dingin terhadapnya, Tasya tidak tinggal diam.


Tasya semakin mengeratkan pelukannya, hingga mengikis jarak diantara keduanya. Hingga bagian dada Tasya menempel sempurna pada bagian punggung Reza.


Hal itu seketika membuat Reza merasa takjub, pasalnya tidak pernah Tasya sebelumnya melakukan hal itu kepadanya saat mereka masih menjadi suami dan istri.


Namun Reza tetap diam tak bergeming dan hanya melemparkan senyuman nyalang pada Mantan istrinya tersebut.


Tasya semakin mengeratkan pelukannya, melihat Reza tetap diam.


"Kau pun juga tidak berubah" Ucap Reza dengan suara dingin, pada wanita yang tengah berdiri tanpa jarak di belakangnya dengan melingkarkan kedua tangannya.


Tasya tampak tersenyum bahagia mendengar ucapan Reza.

__ADS_1


"Tentu saja sayang " ucap Tasya dengan suara mendayu.


"Aku masih tetap sama, Aku masih Tasya yang kau cintai dulu Sayang" ucap Tasya dengan suara merdu.


Reza hanya terkekeh kecil dengan penuturan Tasya


"Bukan , Bukan itu Maksutku " Ucap Reza kemudian


"Lalu?" Tanya Tasya dengan memainkan jari telunjuknya di dada bidang Reza yang terlihat beberapa petak roti sobek disana.


Reza hanya mengamati tingkah Tasya yang semakin berani terhadap dirinya.


"Sayang ..Lalu apa maksudmu dengan aku yang tidak berubah ?" Tanya Tasya dengan suara manja


Reza tetap bergeming.


Melihat Reza yang tetap diam, Tasya pun semakin berani memainkan jari jemarinya menyusup kedalam jas yang tengah di kenakan Reza.


"Ya. Kau Masih Sama , Sama-sama memalukan nya dengan yang ku kenal dulu !" Ucap Reza pelan dengan suara menekan


Seketika mendengar ucapan Reza Tasya membulatkan kedua matanya dan melepaskan tangannya dari tubuh kekar Reza .


Tasya tampak terkejut dan sangat marah dengan ucapan Reza yang baru saja dia dengar.


"Ya.. ! Kenapa ?" Tanya Reza kemudian


"Apa kau pikir aku akan tergoda dengan rayuan mu itu ?" Tanya Reza dengan membalik badanya menghadap Tasya yang berdiri tepat di belakangnya.


Tasya tampak semakin geram dengan wajah yang telah merah padam.


"Dan aku tegaskan ! Aku Tidak pernah mencintaimu Saat ini dan kapanpun " Ucap Reza tegas


"Mungkin jika dulu aku mencintaimu, itulah kesalahan terbesarku , dalam hidup " Ucap Reza dengan sorot mata tajam menusuk.


"Aku tidak ingin mengotori mulutku dengan berkata kasar lagi, yang tentu saja itu akan menyakitkan bagimu, Jadi pergilah dari sini sekarang juga !" Ucap Reza dengan suara tegas dengan sorot mata tajam pada Tasya.


"Tidak ! Tidak ! Tidak ! Ini Tidak mungkin" Ucap Tasya dengan gagap, dan suara bergetar.


"Kau pasti hanya sedang bercanda kan ?" Kau sangat mencintaiku sayang" Ucap Tasya kemudian dengan suara lantang.


Reza hanya tersenyum getir dengan beberapa kali menggelengkan kepala, mendengar penuturan dan sikap Tasya padanya.

__ADS_1


"Kau hanya sedang marah sayang, kau .. kau .. tidak mungkin Begitu saja melupakanku " Ucap Tasya dengan suara gagap.


"Aku tau kau pasti marah, karena aku meninggalkanmu, Jadi kau berkata begitu !" Ucap Tasya dengan melangkah maju kearah Reza berdiri


Tasya tampak meraih tangan Reza dan menggenggamnya dengan erat.


"Katakan Sayang, Katakan Kau mencintaiku bukan ?" ucap Tasya dengan suara memelas dan sorot mata yang mulai berembun.


Reza hanya bergeming dan membuang pandanganya kearah lain.


"Katakan sayang, Kau masih sangat mencintaiku bukan !" Ucap Tasya lagi dengan suara sedikit lebih tinggi.


Reza hanya bergeming dengan sosok di hadapannya.


Tanpa di sadari Tasya meneteskan beberapa bulir bening di sudut matanya dengan menggoyangkan tangan Reza yang masih saja diam memaku.


"Sayang, Aku sangat mencintaimu, Maafkan aku " ucap Tasya dengan suara melemah "


Mendengar Isak tangis Tasya Reza sedikit merasa iba, pasalnya dia sangat tidak menyukai melihat wanita menitihkan air mata di hadapannya.


"Pergilah" Ucap Reza dengan suara dingin dengan melepaskan genggaman tangan Tasya.


Bukannya melepaskan, Tasya semakin mengeratkan genggaman tangannya pada lengan Reza.


Seolah Tasya tidak lagi ingin pergi dari Reza dan meninggalkannya


"Aku mohon pergilah!" Ucap Reza lagi.


"Tidak sayang, tidak !, Tidak ! aku tidak akan pergi " Ucap Tasya


"Aku mencintaimu !" ucap Tasya lagi dengan suara serak, dengan tatapan mata nanar.


"Tapi Aku tidak mencintaimu ! , Dalam hatiku telah ada cinta disana" Ucap Reza kemudian


"Cinta yang sesungguhnya " Ucap Reza dengan suara tegas


Melihat raut wajah Tasya Reza semakin tidak ingin melihatnya dan berurusan dengan wanita tersebut.


***


Bersambung

__ADS_1


***


__ADS_2