
Reza segera menyadari jika Maryam telah menunggunya cukup lama, hingga dirinya tertidur diatas Sofa.
Dengan langkah pelan Reza mendekati Maryam yang tengah tertidur pulas, dengan kepala berada di ambang sofa tersebut.
Beberapa kali kepala Maryam hampir terjatuh karena posisi tidur yang tidak nyaman, namun dengan sigap Reza berusaha membetulkan kembali kepala Maryam, hal itu terjadi berulang kali hingga beberapa kali Reza menahan rasa ingin tertawa.
Reza leluasa menatap wajah Maryam, meski hanya terlihat bagian mata yang terpejam dan sedikit jidatnya yang terlihat, karena Maryam tertidur masih mengenakan cadar miliknya. dan belum sempat dia lepas karena rasa kantuknya.
Beberapa kali Reza mengusap lembut pipi Maryam, yang seketika membuat Maryam menggeliat, namun Maryam tidak sampai terjaga dari tidurnya.
"Aku sungguh beruntung" Batin Reza
" Kebaikan apa yang telah ku lakukan , sehingga aku mendapatkan bidadari sepertimu" Gumam Reza lirih dengan pandangan tertuju pada Maryam.
Setelah puas memandangi Maryam, Terlihat Jelas wajah lelah Maryam, segera Reza bergegas untuk mengangkat tubuh ramping tersebut.
Dengan sangat pelan dan hati-hati Reza membopong Maryam, dan membaringkannya di atas Kasur Berukuran king size, kasur yang belum pernah sekalipun Maryam rasakan sebelumnya.
Meski Maryam menikah dengan Reza hampir dua bulan, namun sekalipun Maryam belum pernah merasakan nyamannya tidur diatas kasur berukuran king size tersebut. Hal itu lantaran memang Reza yang tidak memperbolehkannya.
Merasa tubuhnya tiba-tiba melayang dan serasa kulitnya menyentuh kapas, Bedcover Yang terasa sangat lembut di kulit Maryam, hingga terasa seolah menyentuh kapas. Maryam segera membuka matanya, beberapa kali mengerjab kan mata, menyadari ternyata dirinya tengah berbaring diatas kasur milik Reza
"Astaghfirullah.. Maaf mas " Ucap Maryam panik
Maryam segera bangkit dan Turun dari tempat tidur tersebut.
"Maaf mas, Maryam Benar-benar tidak tahu" Ucap Maryam lagi.
"Kenapa kau harus minta maaf" Ucap Reza
Maryam merasa bingung, hingga dia memutuskan untuk segera berlalu, dan kemudian masuk kedalam ruang kerja Reza, dimana disana terdapat tempat tidur, yang di gunakan Maryam sebelumnya.
"Permisi mas" Ucap Maryam sambil berlalu
"Kau mau tidur dimana ?" Ucap Reza Dengan berteriak, karena jarak mereka cukup jauh.
"Maryam akan tidur di sini mas" Jawab Maryam dengan Sedikit berteriak.
Maryam kemudiaan masuk, dan betapa kagetnya dia, ternyata Tempat tidur yang dia gunakan sebelumnya, sebelum dirinya pulang Kerumah Abi Hanif sudah tidak ada lagi disana
"Dimana Kasurnya, Kenapa nggak ada" Gumam Maryam pelan
"Lalu aku tidur dimana" Ucap Maryam pelan dengan mendengus kesal.
Maryam masih sibuk dengan pikirannya, dimana dia akan tidur dan Memikirkan kemana perginya kasur tersebut.
Tanpa di sadari Reza telah dengan sigap memeluk tubuh Maryam dari belakang, sontak Maryam merasa kaget dengan kedatangan Reza yang tiba-tiba.
"Mas..." Ucap Maryam
__ADS_1
"Emm...." Jawab Reza dengan memiringkan kepala, memposisikan Dagunya pada Celekuk leher Maryam.
Maryam merasa geli dan sedikit tidak nyaman, hingga beberapa kali dirinya menggeliat untuk melepaskan tangan Reza.
"Kau mencari Kasur itu ?" Tanya Reza
"Emm Ii iya mas.. " Jawab Maryam terbata.
"Sayangnya Kasur itu sudah tidak ada " Goda Reza dengan memajukan bibirnya dan Menghembuskan nafas.
Maryam pun merasa Frustasi dan beberapa kali Mendengus membuang nafas dengan kasar.
"Aku rasa tidak mungkin kasur itu berjalan sendirian " Ucap Reza
"Mungkin kakek yang memindahkannya, karena aku juga tidak tau kemana perginya" Ucap Reza dengan seolah-olah dirinya juga kesal.
Maryam semakin frustasi
"Mungkin Lebih baik Kita membiasakan diri untuk Tidur bersama " Ucap Reza lembut, berbisik tepat di telinga Maryam.
Seeerrr.... Jantung Maryam seketika berdesir kencang.
Reza semakin mengeratkan Tangannya, memeluk Maryam, Hingga tangan tersebut melingkar sempurna di perut ramping Maryam.
"Maaf mas, Maryam tidak nyaman" Ucap Maryam sembari melepaskan tangan Reza
"Aku akan membuatmu Terbiasa, Supaya kau lebih nyaman" Ucap Reza lagi pelan.
Maryam merasa oksigen di ruangan tersebut habis, hingga membuat dadanya terasa sesak, dengan desiran dadi jantung Maryam.
"Tapi mas..Maryam... " Ucap Maryam dan seketika di Potong oleh Reza
"Sutttt..." jawab Reza dengan meletakkan satu telunjuknya di bibir Maryam.
Merasakan debaran jantung Maryam yang sudah tidak menentu, Reza segera melonggarkan Pelukannya dan membalikan badan Maryam.
Saat ini posisi mereka saling berhadapan dengan Maryam yang menundukkan pandangan.
Melihat Maryam yang sangat gugup, seketika Reza meraup Tubuh Maryam dan menenggelamkannya di dada bidang Reza.
Aroma Maskulin dari tubuh kekar dan Parfum yang wangi namun tidak menusuk hidung, Sangat terasa jika itu merupakan parfum mahal.
Seketika Maryam terbius oleh Aroma maskulin dari tubuh Reza yang menyeruak di seluruh hidung Maryam.
Beberapa kali menghirup aroma tersebut, hingga tanpa di sadari Maryam semakin dalam menghirup Aroma tersebut, Begitu nikmat hingga Maryam memejamkan mata.
Reza sedikit menurunkan Pandangan matanya, melihat dari sisi samping wajah Maryam, yang terlihat sangat menikmati, kenyamanan berada dalam pelukan Reza dengan sesekali menghirup dalam dalam aroma maskulin dari tubuh Reza
"Wangi sekali bukan ?" Bisik Reza pelan di telinga Maryam
__ADS_1
Seketika Maryam mendongakkan kepalanya melihat Reza yang menundukkan pandangan dan menatap kearahnya.
Maryam merasa sangat malu dengan dirinya sendiri.
"Ya Allah. Astaghfirullah.. Maaf mas " Ucap Maryam dengan sedikit mendorong dada bidang Reza.
Namun tidak mudah bagi Maryam untuk menggeser tubuh kekar tersebut.
Reza menurunkan tangannya dan meletakkannya di bahu Maryam.
Menggenggam erat Tangan Maryam dan menuntunnya kearah tempat tidur berukuran king size tersebut.
"Duduklah" Ucap Reza lembut.
Maryam duduk di ambang tempat tidur berukuran king size tersebut, sementara Reza duduk dengan melipat lututnya di lantai, mensejajarkan tubuhnya dengan Maryam, kemudian memegang erat kedua tangan istrinya tersebut.
"Maryam" Ucap Reza.
Maryam hanya memandang manik mata Reza
"Aku ingin memulai rumah tangga kita dari awal, Aku tidak akan memaksamu, Tapi aku harap kau mulai membiasakan diri dengan kehadiranku"
Ucap Reza pelan dengan sesekali mengecup tangan Maryam yang terasa lebih dingin dari biasanya
"Aku yang dulu memang telah banyak melakukan kesalahan, Tapi kumohon Belajarlah untuk membuka lagi hatimu, Seperti yang pernah kalau lakukan Pada Malam pengantin Kita dulu" Ucap Reza dengan nada lembut
"Aku akan menunggu untuk itu" Ucap Reza
"Aku tidak akan memaksamu"
"Dan, aku akan dengan sabar Menunggu hari dimana Kau yang akan menyerahkan Seluruh Hak KU atas Dirimu" Ucap Reza dengan nada lembut terlihat ketulusan di dalam ucapan Reza.
Maryam hanya memperhatikan setiap ucapan yang keluar dari mulut Reza, dengan harapan apa yang di sampaikan Reza adalah sebuah kebenaran yang dapat dia percayai.
Hati Maryam sudah cukup merasa sakit, jika mengingat Kejadian pada malam pengantinnya.
"Aku Akan Berusaha Mas " Jawab Maryam pelan , Namun sangat jelas terdengar oleh kedua pasang telinga Reza.
"Aku harap mas Reza Bersabar" Tukas Maryam kemudian.
Reza tersenyum mendengar jawaban dari Maryam.
"Aku tahu, Kau pasti butuh waktu untuk itu, Tapi Aku harap Hari itu tidak akan Lama" Ucap Reza dengan nada berbisik.
***
Bersambung
***
__ADS_1
Mohon dukungan untuk author ya ka 🤗
Terima kasih 🥰🙏