
Setelah beberapa saat, Reza mengajak ketiganya untuk masuk kedalam.
Mengingat hari sudah semakin petang dan waktunya sholat magrib akan segera tiba.
"Kita kedalam sekarang, Sebentar lagi magrib" Ucap Reza dengan senyum manis di wajahnya
Segera Reza beranjak dari duduknya, dan meraih pegangan kursi roda nenek Halimah kemudian mendorongnya masuk kedalam
Sementara Maryam membawa tas dan Jas milik Reza.
Disusul kakek Amar yang berjalan bersampingan dengan Maryam di belakang Reza.
Tidak lupa Reza mengantar nenek Halimah sampai ke kamar nya terlebih dahulu.
Melihat Reza yang fokus pada kakek Amar dan nenek Halimah, Maryam memilih untuk langsung ke kamarnya untuk menyiapkan keperluan Reza
Maryam segera menyiapkan air untuk Reza mandi dan menyiapkan baju yang akan di kenakan suaminya.
Tidak lama, Reza pun telah berada di kamar. Melihat Maryam yang fokus dengan beberapa pakaiannya Reza segera mendekat dan memeluk Maryam dari belakang.
"Mas, emm ... ngagetin aja sih" Ucap Maryam
"Mas mandi dulu, airnya sudah Maryam siapkan" Ucap Maryam lagi.
Bukan menuruti ucapan Maryam, Reza hanya bergeming , dengan semakin erat melingkarkan kedua tangan kekarnya di pinggang Maryam
Sejenak Reza berfikir untuk menceritakan pertemuan dirinya dengan Tasya di kantor tadi, hanya saja Reza urung untuk mengatakan
"Mas!" Ucap Maryam lagi yang melihat suaminya tetap diam.
"Emm... " Ucap Reza dengan gagap
"Mas Reza melamun ?" Tanya Maryana kemudian
"e enggak sayang, aku hanya sedikit lelah hari ini" Ucap Reza kemudian.
"Lelah ?" Tanya Maryam kemudian. Reza hanya mengangguk di celekuk leher Maryam dengan tenang. Dengan sesekali menghirup aroma Shampo dari rambut Maryam yang Ter ikat sekenanya.
Ada sedikit perasaan aneh yang Maryam rasakan, namun ia urung untuk menanyakan.
"Harum sekali sayang" Ucap Reza dengan suara lirih.
"Mas, Mandi dulu ya, setelah itu kita sholat magrib" Ucap Maryam lembut dengan senyum manis di bibirnya.
Mendengar penuturan Maryam, Reza bergegas mengembalikan fokus dirinya yang sempat menghilang sebelumnya entah kemana.
__ADS_1
Keduanya lantas melakukan aktifitas masing-masing, Reza dengan kegiatan membersihkan diri dan Maryam mempersiapkan sajadah untuk keduanya sholat berjamaah
Tak berselang lama Reza telah selesai dan telah siap dengan wudhu dan baju Koko Kurta yang telah dia kenakan juga sarung yang telah rapi melingkar di pinggang.
Maryam pun telah siap pula menunggu imamnya di atas sajadah.
Keduanya lantas melaksanakan sholat berjamaah, terlihat khusyuk diantara keduanya melaksanakan sholat berjamaah.
Begitu juga dengan Reza yang semakin banyak menghafal Surah Al-Qur'an.
Tekatnya untuk belajar dan berubah menjadi lebih baik selalu dia lakukan, hal ini tidak lepas dari bantuan ustadz Hamzah yang dia dapuk menjadi guru pribadinya dalam belajar agama sekaligus penasihatnya.
Reza sangat meningkat sebuah nasihat yang di sampaikan oleh ustadz Hamzah, ketika dirinya tengah berkunjung untuk belajar mengenai beberapa hal dalam Islam yang belum Reza ketahui.
Menjadi suami dan bapak ideal dalam rumah tangga? Tentu ini dambaan setiap lelaki, khususnya yang beriman kepada Allah Ta’ala dan hari akhir. Dan tentu saja ini tidak mudah kecuali bagi orang-orang yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala.
Sosok kepala rumah tangga ideal yang sejati, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:
«خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى»
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluargaku”1.
Karena kalau bukan kepada anggota keluarganya seseorang berbuat baik, maka kepada siapa lagi dia akan berbuat baik? Bukankah mereka yang paling berhak mendapatkan kebaikan dan kasih sayang dari suami dan bapak mereka karena kelemahan dan ketergantungan mereka kepadanya?2. Kalau bukan kepada orang-orang yang terdekat dan dicintainya seorang kepala rumah tangga bersabar menghadapi perlakuan buruk, maka kepada siapa lagi dia bersabar?.
Imam al-Munawi berkata: “Dalam hadits ini terdapat argumentasi yang menunjukkan (wajibnya) bergaul dengan baik terhadap istri dan anak-anak, terlebih lagi anak-anak perempuan, (dengan) bersabar menghadapi perlakuan buruk, akhlak kurang sopan dan kelemahan akal mereka, serta (berusaha selalu) menyayangi mereka
Terlihat Reza telah menyelesaikan doa dan dzikirnya dan berbalik badan menghadap sosok wanita yang tengah menjadi makmum sholatnya.
Senyum Reza mengembang tatkala melihat mata Maryam yang tengah terpejam dengan bacaan dzikir yang selalu terucap dari bibirnya.
Reza merasa sangat beruntung memiliki sosok Maryam dalam hidupnya saat ini, betapa sosok di hadapannya itu telah menjadi pelengkap dari segala kekurangannya
Semakin dalam Reza memandang semakin besar rasa cinta yang tumbuh di sana, desiran jantung yang bergejolak menatap wajah ayu dari sang istri, yang masih sibuk dengan doa dan dzikir nya.
Saking Khusyuk Maryam dalam dzikir hingga tidak menyadari Reza telah menatap dirinya beberapa saat.
Setelah selesai dengan ritual doa dan dzikirnya Maryam segera membuka mata. Hal pertama yang di lakukan tatkala itu adalah tersenyum lebar pada sosok suami di hadapannya yang dengan sabar telah menunggu dirinya menyelesaikan ritual sholatnya.
Maryam segera meraih punggung tangan Reza dan menciumnya dengan takzim.
Setelah itu Reza pun membingkai wajah Maryam dan mendaratkan sebuah kecupan manis di puncak kepala Maryam.
Kemudian Reza meraih tubuh ramping Maryam dan mendekapnya penuh erat. Serasa tidak ingin jauh dari sang istri.
"Aku merindukanmu sayang" Ucap Reza spontan dengan melingkarkan pelukan di tubuh ramping Maryam.
__ADS_1
"Ohya?" Jawab Maryam kemudian
"Tentu saja, bahkan aku di kantor tidak bisa fokus" Jawab Reza dengan memajukan bibirnya
Maryam terkekeh mendengar jawaban dari Reza.
"Rasanya ingin cepat pulang dan mengurung Mu di tempat ini sepanjang hari" Ucap Reza lagi.
Maryam hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan Reza yang sangat lucu.
"Pantas saja kakek bilang mas Reza akhir-akhir ini pulang lebih awal" Ucap Maryam kemudian
"Tentu saja, mana mungkin aku melewatkan pesona istriku ini" Ucap Reza dengan nada congkak.
Maryam semakin geli di buatnya
"Sudah-sudah, kita sudah di tunggu kakek dan nenek di meja makan" Ucap Maryam dengan suara lembut
Reza masih betah, dan enggan beranjak, masih ingin menghabiskan waktu lebih lama bersama Maryam
"Mas " panggil Maryam lagi
"Emm" ucap Reza singkat dengan semakin mengeratkan pelukannya
"Ayoo.. Kita sudah di tunggu mas, kasihan Kakek dan nenek" Ucap Maryam lagi.
"Sebentar lagi, aku masih ingin seperti ini" Jawab Reza sekenanya. Maryam merasa kesal dengan ucapan Reza
Maryam merasa tidak enak hati jika harus membuat dua orang tua kakek dan neneknya menunggu lebih lama untuk makan malam.
"Mas kita bisa lanjutkan nanti lagi" Ucap Maryam dengan memajukan bibirnya, merasa kesal dengan Reza
"Benarkah ?" Sergah Reza kemudian.
"Tentu saja mas, kita masih punya banyak waktu" ucap Maryam kemudian.
"Baiklah" Ucap Reza penuh semangat.
Setelah kegiatan drama kedua nya , akhirnya Reza dan Maryam bergegas menemui kakek dan nenek Halimah di meja makan.
Benar saja keduanya telah menunggu sepasang suami istri yang sedang di mabuk asmara tersebut.
***
Bersambung
__ADS_1
***
Peluk jauh dari author buat para reader yang setia Membaca karya author 🥰