
..."Menanti jodoh itu mesti berbahagia. Jangan biarkan ia datang dan melihatmu dalam duka."...
...🍁...
"Assalamualaikum Tuan " Ucap Denis sopan dengan membungkukkan badan.
Reza sedikit terkejut, Mendengar kata salam yang terucap dari mulut asisten pribadinya, Namun setelahnya mengurai sebuah senyuman manis di wajahnya.
"Waalaikumsalam" Jawab Reza ramah.
Reza pun meminta Denis untuk duduk di bangku tepat di hadapannya.
"Katakan " Ucap Reza tanpa basa-basi. Karena tidak mungkin Denis datang tanpa sebuah alasan dan tujuan yang dia bawa.
Meski sudah cukup lama Denis bekerja pada Reza, namun Denis selalu merasa takut ketika berhadapan dengan bos besarnya tersebut.
Sejujurnya Reza merupakan orang yang baik, namun pembawaan tegas dan terkesan menakutkan yang ada pada dirinya, terkadang membuat lawan bicaranya merasa ciut dan takut.
"Saya Ingin melamar Mahira T-tuan" ucap Denis dengan menundukkan wajah.
Reza mengerutkan dahi, menatap sekilas Denis yang duduk tepat di hadapannya.
Menghela nafas panjang dan menghembuskan perlahan "Kau serius ?" Tanya Reza penuh selidik.
Denis hanya terdiam, dan setelahnya menganggukkan kepala.
"Em. Maksud ku, kau yang lebih tahu bagaimana dia sebelum nya" ucap Reza mengingatkan.
Denis tersenyum, dan lagi-lagi menganggukkan kepala.
"Saya tahu Tuan " Ucapnya kemudian
Reza tampak mengangguk anggukan kepala, dengan mengusap dagu nya.
Mendengar jawaban dari Denis, Reza pun meletakkan pena mahal yang sebelumnya dia pegang, dan membenarkan posisi duduknya.
"Aku hanya mengingatkan, dan aku tidak ingin kau salah langkah" Ucap Reza
"Namun jika kau telah siap, it's okay " Ucap Reza dengan mengangkat kedua bahunya.
Denis menganggukkan kepala "Dan saya ingin meminta bantuan tuan " Ucap Denis kemudian.
Reza tampak mengerutkan dahi. Kemudian fokus dengan sosok di hadapannya, mengamati apa yang akan di bicarakan setelah nya.
"Katakan" Ucap Reza dengan meneguk air putih yang ada di meja nya.
"Saya ingin meminta bantuan tuan untuk melamar Mahira". ucap Denis.
Uhukk . Seketika Reza tersedak oleh air yang baru saja dia minum "Apa !" Ucapnya kemudian.
"Kau bercanda ?" Tanya Reza tak percaya.
"Tidak tuan" Jawab Denis cepat.
Reza semakin terkejut mendengar jawaban dari asisten pribadinya tersebut. Bagaimana dia bisa memenuhi permintaan Denis.
Sesuatu yang sangat enggan dia lakukan, meski Reza telah memaafkan Mahira namun tetap saja ini terkesan aneh bagi Reza.
Dimana dirinya diminta melamar seorang wanita yang mana, merupakan Calon mantan istrinya dulu, untuk menjadi istri dari orang kepercayaannya.
Reza hanya menghela nafas dalam, ingin menolak, namun rasanya berat, mengingat mungkin saja tidak ada orang lain, selain dirinya yang menjadi harapan bagi Denis.
"Baiklah" Ucap Reza singkat.
__ADS_1
Denis pun berbinar mendengar persetujuan dari Reza
"Terima kasih tuan" Ucapnya kemudian.
"Aku pun akan meminta kakek untuk mengantarkan, kau tidak perlu khawatir" Ucap Reza dengan suara dingin.
Denis semakin bahagia mendengar hal itu. Beberapa kali bahkan terlihat Denis berterima kasih pada Reza.
***
Di waktu yang sama namun tempat yang berbeda.
Mahira tengah sibuk dengan segala persiapan launching minuman kemasan yang akan siap dia produksi dalam waktu dekat.
Dibantu oleh Ummi Maya dan Abi hanif yang selalu siap mendampingi sang putri dalam perjalanan hijrahnya.
"Mahira " Panggil Abi Hanif dengan suara lembut.
"Iya Abi " Jawabnya dengan sopan.
Keduanya tengah berada di pabrik baru yang akan memproduksi minuman kemasan yang memiliki bahan dasar teh hijau. Dan bahan baku nya sendiri berasal dari pabrik yang di kelola oleh Abi Hanif.
Tidak heran dalam waktu dekat ini, Mahira dan Abi Hanif akan semakin sering menjalankan bisnis bersama.
"Apa kau sudah memikirkan soal jawaban yang akan kau sampaikan pada nak Denis nak ? " tanya Abi Hanif
"InshaAllah sudah Bi" Jawab Mahira dengan menundukkan wajah.
"Syukurlah " Ucap Abi Hanif lega.
Menjadi Ucapannya dan menghela nafas panjang, "Abi hanya berharap semoga Keputusan yang Mahira Ambil akan membawa pada kebaikan" Ucap Abi Hanif.
"Amin " Ucap Mahira dengan mengulas sebuah senyuman.
Dering telepon terdengar di sela-sela obrolan Mahira dan Abi hanif
"Maryam" Gumam Mahira lirih.
Segera Mahira menggeser ikon tanda hijau disana.
"Assalamualaikum Maryam" Ucap Mahira ketika telah berada dalam sambungan telepon.
"Waalaikumsalam ka Ira" jawab Maryam dengan suara lembut.
"Kakak sedang sibuk ?" Tanya Maryam
"Tidak Maryam, kakak sedang bersama Abi" Ucap Mahira
"Ka , apa benar Kak Denis sudah melamar ka Ira ?" Tanya Maryam lirih.
Mahirapun mengulas sebuah senyum meski tak dapat di lihat oleh Maryam"Iya Maryam, Alhamdulillah " Jawabnya singkat.
"Lalu apakah Kaka sudah menjawabnya ?" tanya Maryam lagi.
Mahira menggeleng "Belum, Kakak belum memberikan jawaban pada mas Denis " Ucap Mahira.
"Maryam lega ka, semoga langkah ka Ira selalu di beri kemudahan dan kelancaran" ucap Maryam dengan Bahagia.
"Maryam, Kakak sangat berterima kasih padamu, mau selalu mendukung dan membimbing kakak dalam langkah hijrah kakak, dan harapan kakak siapapun jodoh kakak, dapat menerima kakak apa adanya" Ucap Mahira dengan lirih.
"Amin " Jawab Maryam
Setelahnya Maryam menceritakan pada Mahira, jika dirinya dan Reza telah mendapatkan kabar dari Denis yang akan secepatnya melamar sang kakak.
__ADS_1
Maryam pun mengatakan jika Reza dan Kakek Amar lah yang akan mengantar Denis untuk melakukan lamaran secara resmi.
Deg.
Mahira merasa sangat terkejut mendapatkan kabar tersebut dari Maryam. Meski sudah memiliki jawaban atas pinangan Denis , namun Mahira merasa sangat terkejut dengan kata segera yang Maryam ucapkan.
"Maryam" panggil Mahira lirih melalui sambungan teleponnya
"Ya ka " Jawab Maryam singkat
"Apa menurutmu kakak pantas bersanding dengan mas Denis ?" tanya Mahira
"Dan apakah Mas Denis Merupakan jodoh kakak ?" Tanya nya lagi
Terdengar Maryam yang menghela nafas dalam kemudian menghembuskan perlahan.
"Pelajaran pertama dalam cinta adalah bersabar dan ikhlas. Karena Jodoh itu adalah takdir yang diusahakan bukan takdir yang ditentukan ka Ira"
" Jodoh bisa datang dengan cara yang tak terduga bagi mereka yang sabar menantinya" Ucap Maryam.
"Tentang jodoh ada yang sudah dipertemukan, ada yang masih mencari, ada yang masih menanti. Semua memiliki waktunya masing-masing, dan Maryam kira inilah saat dan waktu yang tepat bagi ka Ira " Ucap Maryam lagi.
"Tapi kakak tidak sempurna Maryam" Ucap Mahira lirih dengan wajah sendu
"Ka. Perlu ka Ira tahu, jika Allah tidak memberikan kita jodoh yang sempurna, tapi Allah memberikan jodoh yang akan menyempurnakan kita." ucap Maryam dengan suara lembut.
"Perjalanan cinta seseorang berbeda-beda ka, Allah sudah mengatur yang terbaik untuk kita. Percayalah, jodoh pasti akan datang di waktu yang tepat." ucap Maryam lagi.
Jodoh menurut Islam adalah salah satu misteri, sebab hanya Allah SWT yang mengetahui dan menentukan jodoh untuk setiap hamba-Nya.
Apakah seseorang sudah bertemu dengan jodohnya atau belum, selalu ada rahasia Allah SWT di baliknya.
Bagi umat Islam, diyakini bahwa saat berdoa untuk mendapatkan jodoh dan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik, maka akan didatangkan jodoh dari Allah SWT pada waktu yang tepat.
وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir,” (QS Ar-Rum: 21).
أَرۡسَلۡنَا أَرۡسَلۡنَا رُسُلٗا مِّن قَبۡلِكَ وَجَعَلۡنَا لَهُمۡ أَزۡوَٰجٗا وَذُرِّيَّةٗۚ
Artinya:
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri istri dan keturunan…,” (QS Ar-Rad: 38).
وَاَنَّهٗ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰى
Artinya:
“Dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan,” (QS An-Najm:45).
"Percayalah ka, Bukan ka denis yang serta-merta menginginkan kakak, Tapi Allah lah yang telah menggerakkan hatinya nya untuk memilih kakak" ucap Maryam.
"Dan satu hal lagi "
"Jodoh bukanlah siapa cepat dia dapat, namun jodoh adalah siapa yang datang di waktu yang tepat" Ucap Maryam dengan lembut.
Mendengar banyak penjelasan yang Maryam sampaikan, serta nasihat dari sosok adik yang pernah begitu dia sakiti, namun dengan sabar Maryam menguatkan hati Mahira. Mahirapun merasa sangat bahagia.
***
__ADS_1