PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
154. Tak Terduga


__ADS_3

Nissa telah tiba di tempat tujuan, berjalan dengan sedikit berlari untuk menuju pintu utama.


Nissa memang sedikit telat, karena sebelumnya Nissa harus memastikan Jika Ali telah sampai rumah dengan selamat. Baru dia merasa tenang.


Bukan hanya itu saja, beberapa kali juga Nissa memastikan pada sang ummi, untuk menanyakan apakah Ali telah sampai di pesantren atau belum


"Silahkan Nona, Anda sudah di tunggu didalam" ucap seorang pelayan dengan mengulas senyum ramah.


"Oh, Baiklah, terima kasih " Ucap Nissa dengan sopan.


Ini mungkin merupakan pertemuan pertama nya setelah beberapa tahun silam, atau dapat di katakan pertemuan keduanya setelah kejadian di tanah suci saat itu.


Tok tok tok


Nissa mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk, bukan tanpa alasan dia hanya tidak ingin berlaku lancang sebelum di persilahkan masuk oleh seseorang yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Sayang" Ucap seorang wanita paru baya yang menyambut kedatanganya. Berdiri tepat di ambang pintu dengan senyum manis.


Masih sama manisnya dengan beberapa tahun yang lalu, dimana saat itu juga pertemuan pertamanya dengan beliau.


"Assalamualaikum Tante" Sapa Nissa sopan dengan meraih tangan sosok di hadapannya kemudian mencium punggung tangan tersebut dengan takzim


"Masuk yuk "


"Sini tanya kenalin sama Anak Tante "


Nissa pun menurut dengan mengikuti langkah kaki wanita tersebut.


"Tam ! " panggil Bu Siska pada sang putra yang sedari tadi sibuk dengan smartphone miliknya.


"Tama ! Kenalin ini Nissa " ucap Bu Siska dengan sedikit meninggikan suaranya. Kesal dengan respon sang putra yang masih Menundukkan wajahnya.


Mendengar nama Nissa yang di sebut oleh sang mama, sontak Tama pun mendongakkan wajahnya.


"Nissa !" kaget Tama dengan beranjak dari duduknya.


"Dokter Tama !" ucap Nissa juga tidak kalah kaget setelah melihat sosok di hadapannya merupakan Tama.


Tama begitu sangat terkejut melihat kedatangan Nissa di tempat tersebut, dan terlihat begitu akrab dengan sang mama. Begitu juga dengan Nissa yang juga tidak kalah kaget melihat Tama telah duduk manis di tempat tersebut.


Namun seketika Nissa pun menyadari jika Tama merupakan bagian dari keluarga Bu Siska dan pak fajar.


"Jadi " Ucap Nissa dan Tama Bersamaan


Melihat kedua sejoli yang ada di depannya Bu Siska sempat dilanda rasa heran.

__ADS_1


"Kalian sudah saling kenal ?" tanya Bu Siska penuh selidik.


"Ma , Jadi Nissa yang mau mama kenalkan pada Tama ?" tanya Tama penuh antusias.


Bukan menjawab pertanyaan sang mama, Tama justru ikut bertanya.


"Iya . Nissa yang mau mama kenalkan sama kamu tam " jawab Bu Siska masih dengan wajah penuh keheranan.


Mendengar jawaban sang mama, seketika Tama pun menghambur pada bu siska, memeluk erat sang mama dengan penuh cinta dan kasih sayang.


"Tam !, Stop !" Ucap Bu Siska dengan suara memekik.


"Tam !, kamu bisa menyakiti mama " ucap pak fajar juga yang melihat sang putra begitu bersemangat memeluk mama nya.


Menyadari hal itu, Tama segera melepaskan pelukannya "Maaf. Maaf. Tama ---" Ucap Tama menggantung


"Kamu ini kenapa sih tam , Aneh deh" ucap Bu Siska kesal pada sang putra.


"Enggak ma, Tama seneng aja " Jawab Tama dengan menggaruk belakang kepala yang tidak terasa gatal.


Melihat tingkah bu Siska dan Tama, Nissa hanya dapat tersenyum. Namun ada rasa bahagia yang entah datang dari mana.


"Nissa, Duduk sini dekat Tante" Ajak Bu Siska pada Nissa yang memang sedari tadi masih berdiri.


"Apa kabar Nissa ?" tanya pak Fajar


"Alhamdulillah om, Nissa baik, om sama Tante apa kabar?" Tanya Nissa kemudian.


"Seperti yang kamu lihat, om dan Tante sangat sehat" Jawab pak fajar dengan mengulas senyuman di wajahnya


"Alhamdulillah" Jawab Nissa singkat


Tak henti hentinya Tama memandang wajah cantik Nissa yang duduk tepat di samping sang mama, meski masih merasa tidak percaya, namun apa lah itu, Tama merasa sangat bahagia.


Setelahnya mereka saling mengobrol, sembari menunggu makanan datang.


Tidak lupa Tama pun menceritakan pada orang tuanya jika Nissa lah orang yang rencananya juga akan Tama kenalkan pada keduanya, sebagai sosok pilihan Tama.


Dunia terasa begitu sempit, pucuk i cinta Ulam Pun Tiba begitu mungkin kata pepatah.


"Mama ini kenal Nissa waktu haji Tam" Ucap Bu Siska menjelaskan.


Tama menganggukkan kepala, mendengarkan cerita sang mama, karena bagi Tama sesuatu yang menyangkut Nissa sangat menarik baginya.


"Terus selama itu mama masih komunikasi sama Nissa ?" tanya Tama

__ADS_1


"Iya lah, Mama sudah suka sama Nissa dari awal kita ketemu" Jawab Bu Siska dengan menatap lekat wajah Nissa


Nissa yang menjadi bahan pembicaraan pun hanya dapat tersenyum malu dengan menundukkan wajahnya.


"Ma " Panggil Tama pada sang mama.


"Em" Jawab Bu Siska singkat.


"Kalau ini pilihan mama sih, Tama setuju ma, Di nikahin besok juga Tama setuju" Ucap Tama nyleneh


"Hemm.. Tuh kan pah " Ucap Bu Siska dengan sindiran.


"Giliran deh, udah ketemu yang pas aja, minta buru buru nikah" Sindir Bu Siska


"Coba aja tadi bilangnya apa !" ketus Bu Siska mengingatkan putranya.


"Ya kan Tama sebelumnya nggak tau ma" Jawab Tama dengan malu-malu tapi mau.


Masih begitu segar di ingatan Bu Siska dan pak fajar , Diman sebelumnya Tama begitu menolak keras untuk di jodohkan, bahkan Tama pun menolak mentah-mentah meski sebelum bertemu dengan seseorang yang ingin mama nya kenalkan.


Namun reaksi saat ini berbanding terbalik dengan sikap Tama sebelumnya.


Bu Siska pun hanya dapat menggelengkan kepala, melihat perubahan sang putra yang 360⁰ sangat berbanding terbalik.


Sementara itu Nissa pun semakin tertunduk malu dengan perbincangan orang orang di depannya tersebut.Bagaimana tidak bahasan diantara mereka hanya seputar dirinya.


"Sudah sudah kita makan dulu, nanti kita bahas lagi hal ini setelah selesai makan siang" Ucap pak Fajar yang merasa jengah dengan ibu dan anak di depannya itu.


Bagaimana pak fajar tidak kesal, sementara dirinya harus menahan lapar sedari tadi.


"Oh iya ya, Upss.. Apa kan laper " Jawab Bu Sinta dengan tawa cekikikan


Melihat reaksi sang istri, pak fajar pun hanya mendengus kesal.


Sementara Tama dan Nissa hanya memandang dengan menggelengkan kepala, melihat tingkah dua orang yang tidak lagi muda tersebut.


Setelah itu mereka kembali fokus pada piring masing-masing, dengan makanan yang telah di siapkan oleh pelayan restoran sebelumnya.


"Makan yang banyak ya Nissa " Ucap Bu Siska ramah


"Baik Tante " Ucap Nissa Dengan menganggukkan kepala, tidak lupa mengulas senyum manis di wajah cantiknya.


Takdir memang begitu indah, bagaimana cara Allah mempertemukan keduanya, begitu indah dan sangat tidak terduga.


***

__ADS_1


__ADS_2