
Reza tetap bergeming dengan pertanyaan Maryam, dan hanya terus melangkah menuju kamar keduanya.
Semakin lama semakin Reza tidak dapat mengontrol dirinya , rasanya adrenalin dalam dirinya semakin meningkat tak terkendali.
***
Beberapa saat keduanya sampai di kamar, tempat peraduan keduanya untuk memulai bahtera rumah tangga, menikmati petualangan untuk yang pertama kalinya, segera Reza membaringkan Maryam dengan lembut di tempat tidur berukuran king'Size tersebut.
Tatapan keduanya seketika beradu mesra tatkala Reza mengunci tubuh Maryam dengan kedua tangan kekarnya.
Reza menatap Maryam dengan tatapan penuh damba dan nafas memburu. Rasanya sudah tidak bisa lagi Reza untuk menahan rasa dalam dirinya yang sudah sangat memuncak.
"Tidak, Tidak bisa, Malam ini harus menjadi malam paling istimewa, Malam dimana aku dan Maryam akan berpetualang, menyusuri indah nya bahtera rumah tangga" gumam Reza dalam hati.
Malam dimana akan menjadi saksi kesempurnaan Ibadan suami dan istri.
Masih jelas teringat oleh Reza , malam-malam sebelumnya Reza harus menahan hasrat terhadap istrinya, karena beberapa gangguan yang tiba-tiba saja datang.
Tatapan Reza pada Maryam yang semakin lama semakin dalam, hingga Maryam merasakan debaran yang sangat kencang di dadanya.
"Mas" Ucap Maryam membuyarkan Fokus Reza.
Tampak Reza menarik nafas dalam dan menghembuskan perlahan dengan mata
terpejam, menahan gejolak dari adik kecilnya yang sudah ingin berpetualang.
"Emm" Jawab Reza singkat dengan suara parau menahan rasa di dada.
"Mas Reza ...Tidak lupa bukan tata cara berpetualang yang baik ?" Ucap Maryam dengan mengedipkan mata dan senyum sumringah di wajahnya. Senyuman yang Maryam lakukan untuk menutupi rasa gugup dan cemas yang tiba-tiba muncul.
Meski tampak kesal Reza tetap tersenyum getir, Sejenak Reza terdiam dan setelahnya segera beranjak dari atas tubuh ramping Maryam yang sedari beberapa menit lalu berada dalam kukunganya.
"Mas kita sholat dulu yuk" Ucap Maryam ketika keduanya telah duduk di pinggiran tempat tidur. Reza mengangguk pasrah dengan ajakan Maryam.
Beberapa kali Reza memejamkan mata, berusaha menguasai dirinya dari hasrat yang telah memuncak.
Maryam segera berlalu dari hadapan Reza menuju kamar mandi dan mengambil wudhu.
Setelahnya diikuti Reza yang mengekor langkah Maryam menuju kamar mandi.
Maryam telah siap dengan mukena yang dia kenakan, dan menyiapkan baju Koko Kurta berwarna putih dan juga sarung, untuk Reza yang masih berada di dalam kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Reza keluar dadi kamar mandi dengan wajah yang sudah tenang, dan nafas yang sudah normal, setelah sebelumnya berusaha keras, sekuat tenaga menidurkan kembali si Otong miliknya yang telah siap untuk berpetualang.
***
Keduanya melaksanakan sholat Sunah dua rakaat dengan begitu khusyuk. Dengan Maryam yang berdiri tepat di belakang Reza sebagai makmum shalat.
Beberapa saat berlalu keduanya telah menyelesaikan sholat sunah.
Reza berbalik badan menghadap Maryam dengan tatapan mesra penuh cinta, begitu juga Maryam yang segera meraih tangan Reza dan mencium punggung tangan suaminya dengan lembut. Seketika Reza mendaratkan sebuah kecupan mesra di puncak kepala Maryam.
Segera Reza membuka mukena yang di kenakan Maryam perlahan, gerakan tangan yang sangat lembut, dan senyum manis terukir di wajah keduanya.
"Boleh kah aku meminta hak ku, atas dirimu malam ini?" Ucap Reza lembut dengan tatapan penuh damba.
Maryam tersenyum dan menganggukkan kepala, isyarat hati, Maryam siap memberikan seluruh Hak Reza atas dirinya, dengan sepenuh jiwa dan raganya.
"Tunggu mas !" ucap Maryam
Reza kembali harus menarik nafas dalam dan menghembuskan pelan.
__ADS_1
"Ya" Jawab Reza singkat dengan senyum getir.
"Tunggu Mas, Maryam ingin ke kamar mandi sebentar" Ucap Maryam lembut, dengan perasaan tidak enak hati
"Kenapa harus ke kamar mandi lagi Sayang ?" Ucap Reza dengan nada kesal.
"Sebentar saja! " ucap Maryam dengan nada memohon.
"Apakah ini akan tertunda lagi ?, seperti sebelumnya ?" Tanya Reza tampak kesal
Maryam terkekeh kecil melihat tingkah suaminya yang cemberut. Sudah seperti anak kecil yang meminta di belikan permen.
"Tidak, Ini hanya sebentar saja mas" Ucap Maryam meyakinkan dengan usapan lembut pada pipi Reza.
"Baiklah, hanya sebentar saja!" ucap Reza memeringati.
Setelah mendapatkan izin dari suaminya, Maryam bergegas menuju Walk in closet, Maryam mengambil beberapa perlengkapan untuk berpetualang.
Maryam begitu ingin menyambut suaminya dengan sebaik mungkin, Maryam ingin menyenangkan laki-laki yang telah halal baginya.
Segera Maryam mengganti pakaian sebelumnya dengan sebuah lingerie berwarna merah marun, tidak lupa Maryam menggunakan wewangian yang sangat di sukai Reza ketika dirinya Menggunakannya.
Maryam juga menyisir rambutnya dengan rapi, dan menyingkapnya ke salah satu sisi lehernya, dengan memperlihatkan sisi lain lehernya yang jenjang, agak memudahkan Reza dalam menciumnya,
Menyemprotkan Parfum di beberapa spot yang dirasa Reza akan menyukainya. Maryam menyemprotkan parfum di area dada, perut, leher, tengkuk, belakang telinga, dan juga Bagian kewanitaannya, hal itu Maryam lakukan untuk menyenangkan hati suaminya.
Tidak lupa Maryam menambahkan sedikit riasan di wajahnya, meski tanpa riasan pun Maryam sangat cantik, namun malam ini Maryam ingin tampil beda di hadapan suaminya, Maryam sangat ingin membuat hati Reza bahagia.
Setelah di rasa semua ritualnya selesai, Maryam segera keluar dari kamar mandi, menghampiri Reza yang sedari tadi telah menunggunya dengan hati penuh damba.
Ceklek
Reza terus terdiam memaku, hingga saat Maryam berdiri tepat di hadapannya, dan memberikan usapan lembut pada pipinya dan turun ke bagian dada bidangnya.
"Mas ?" Ucap Maryam lembut. Beberapa kali Reza mengerjakan matanya, mengembalikan fokus dalam dirinya.
Tidak menunggu lama dan tanpa aba-aba Reza segera meraih Maryam istrinya dengan lembut.
"Kau sudah siap memulai petualangan ini ?" Tanya Reza dengan nafas memburu. Maryam menganggukkan kepala dengan senyuman manis di wajahnya.
"Mas" Ucap Maryam kemudian
"Apa lagi sayang?" Ucap Reza sedikit kesal.
Reza sangat khawatir jika akan ada gangguan lagi saat ini.
Maryam meraih kepala Reza "Jangan lupa berdoa" Ucap Maryam tepat di telinga Reza dengan nada berbisik.
Terlihat senyum lebar di wajah Reza "Tentu saja sayang" Ucap Reza seketika.
بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa (anak) yang akan engkau rezekikan kepada kami."
Tujuan doa ini supaya Allah memberikan rezeki berupa keturunan dari hubungan intim suami istri. Serta diharapkan anak keturunan bisa dijauhkan dari setan dan terhindar dari hal-hal buruk.
Reza memulai aksinya mulai dari puncak kepala, kening, pipi, hingga ke bibir ranum Maryam dengan lembut dan perasaan penuh cinta.
Tak lupa tangan Reza yang begitu aktif menyusup di balik lingerie tipis Maryam, menyentuh dan mengusap lembut dua gundukan besar di sana.
__ADS_1
"Emez.." Sebuah des*han lolos begitu saja dari mulut manis Maryam, yang seketika membuat Reza semakin bergairah.
"Buka matamu sayang" Ucap Reza lirih, tatkala melihat Maryam begitu rapat menutup kedua bola matanya.
Maryam memejamkan matanya untuk mengurai rasa malu dan debaran rasa di dada.
Setelahnya Reza melanjutkan dengan mencium leher kemudian turun ke dada, memberikan beberapa tanda kepemilikan di sana.
"Maaf kan aku jika ini akan sedikit terasa sakit" ucap Reza lirih di telinga Maryam dan di akhiri dengan kecupan mesra.
Maryam menganggukkan kepala pasrah dengan kalimat yang baru saja Reza utarakan.
Dengan langkah pasti Reza mendorong bagian inti tubuhnya kedalam inti tubuh Maryam.
"Akh" Terdengar suara Maryam yang memekik menahan rasa sakit
Terlihat buliran bening menetes dari sudut mata Maryam, Reza menyadari hal itu pun berusaha menguasai dirinya dan ingin menyudahi aksi nya.
Namun Maryam segera mencegahnya, "Jangan berhenti mas, Lakukan" Ucap Maryam lirih dengan suara parau di sela *******-******* manja
"Apa begitu sangat sakit ?" Ucap Reza lirih . Dan seketika Maryam menganggukkan kepala dengan buliran bening menetes di sudut matanya.
"Mas, Maryam melakukannya bukan hanya untuk menyenangkan suami Maryam, namun juga Maryam melakukanya karena ini merupakan ibadah seorang istri" Ucap Maryam dengan suara parau.
Setelahnya Reza melakukan dengan sangat hati-hati dan lembut, Berusaha membuat Maryam merasa nyaman dan mengurangi rasa sakit di sana.
Reza menyadari ini merupakan pengalaman pertama bagi istrinya, berbeda dengan Reza yang telah melakukan hal ini sebelumnya.
Beberapa saat berlalu, Maryam mulai dapat merasakan kenikmatan dari aksi petualangan keduanya malam Ini, Terdengar suara des*han dari keduanya yang saling bersahutan, ditengah gelapnya kamar malam ini.
Beberapa kali Reza menenggelamkan kepalanya di celekuk d*da Maryam, diantara dua gund*kan besar di sana, begitu juga gerakan refleks Maryam yang mencengkeram erat punggung suaminya, memberikan sedikit rasa sakit, namun juga menambah gair*h pada Reza.
"Sayang! Sayang! Uehhh" Des*han dari mulut Reza, merasa hasr*t yang sudah memuncak dan tidak dapat lagi dia tahan.
Beberapa kali mengguncang tubuh Maryam dengan hentakan lembut disana.
Reza segera mengucapkan doa ketika, cairan-cairan kehidupan itu menyembur sempurna di inti tubuh Maryam.
اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً
"Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah".
Artinya: Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh)
Reza mempercepat gerakan nya, beberapa kali memberikan hentakan di inti tubuh Maryam, yang membuat Maryam mengeluarkan suara des*han dengan hebat.
"Emhhh" suara des*han Maryam yang lolos begitu saja di tengah aksi Reza saat itu.
Segera Reza mengucapkan doa, tatkala keduanya telah selesai dengan seluruh petualangan malam yang mengantarkan kepada kesempurnaan separuh dari ibadah keduanya.
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا
Tulisan latin: "Alhamdu lillaahi dzdzii khalaqa minal maa i basyaraa".
Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).
***
Bersambung
***
__ADS_1