PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
63. Maryam dan Mahira


__ADS_3

Reza tampak biasa saja dengan kedatangan Mahira yang lancang masuk kedalam kamar Maryam tanpa permisi.


Berbeda dengan Reza, Maryam merasa sangat gugup dan malu, Lagi-lagi untuk yang kedua kalinya hal ini terjadi.


***


Begitu juga dengan Mahira yang tampak shock dengan apa yang baru saja dia lihat, ada rasa tidak percaya , namun itu lah kenyataan yang dia dapati.


Beberapa saat pandangan Maryam dan Mahira beradu. Namun segera Maryam menguasai dirinya.


"Mas, Sebaiknya mandi dulu ya, Air untuk mandi juga baju sudah Maryam siapkan" Ucap Maryam dengan nada sopan dan suara lirih.


"Sepertinya ada sesuatu yang ingin ka Ira bicarakan dengan Maryam" Tukas Maryam kemudian


"Baiklah" Ucap Reza sembari berlalu meninggalkan Maryam dan Mahira yang masih berdiri di ambang pintu kamar Maryam.


"Kak Ira butuh sesuatu ?" Tanya Maryam sopan pada kakaknya tersebut


Mahira memandang Maryam dari atas sampai bawah tanpa berkedip, sorot mata Mahira kembali menangkap sesuatu yang sangat luar biasa menurutnya.


"Kalung berlian dengan liontin Permata biru ? " Gumam Mahira dalam hati.


"Sungguh beruntung kau Maryam " Gumam Mahira lagi


Kesadaran Mahira sebelumnya seolah hilang saat, kini telah kembali sepenuhnya, dan memandang Maryam dengan senyuman kecut.


Maryam merasa aneh dengan sikap kakaknya.


"Apa kak Ira baik-baik saja ?" Tanya Maryam kemudian setelah tidak mendapatkan jawaban dari Mahira


"Ohh.. Iya , Tidak, Maksut ku aku hanya ingin bicara denganmu" Ucap Mahira kemudian.


"Baiklah kak, Tunggu sebentar" Ucap Maryam kemudian


"Ya, aku menunggumu di taman " Ucap Mahira datar, seraya berlalu dari kamar Maryam.


Segera Maryam mengenakan kembali Kerudungnya meski dia tidak mengenakan cadar, namun tetap selalu dia bawa di saku gamisnya.


Hal itu Maryam lakukan memang karena di rumah hanya ada dirinya, Reza, Mahira, juga bi Minah saja.


Beberapa saat kemudian Maryam mendapati Mahira tengah duduk di gazebo taman dengan tatapan sendu.


Bergegas Maryam menghampiri Mahira, mendekat dan duduk mensejajarkan tubuhnya dengan Mahira.


"Kak Ira ?" panggil Maryam dengan usapan lembut di bahu Mahira yang saat itu terlihat sedang melamun.


Maryam tersenyum lebar kepada kakaknya.Mendapati sang kakak telah kembali ke dalam keluarganya.


"Maryam sangat merindukan kakak" Ucap Maryam penuh haru dan rasa bahagia.


"Bagaimana keadaan kakak ?" Tanya Maryam kemudian


"Seperti yang kau lihat" Ucap Mahira dengan nada ketus.


"Alhamdulillah " Ucap Maryam


"Ohya kak, Emm maaf.. Bagaimana keadaan Calon keponakan Maryam?" Tanya Maryam memberanikan diri bertanya pada Mahira.


Mendengar pertanyaan dari Maryam, Mahira seolah tersulut emosi dan seketika memandang Maryam dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Apa kau sungguh menanyakannya ?" Tanya Mahira kemudian


"Tentu saja kak" Jawab Maryam kemudian.


"Dia akan menjadi keponakan Maryam" Ucap maryam lagi dengan suara lembut


"Dia telah mati!!" Jawab Mahira dengan suara lirih dan wajah sendu.


Maryam tampak kaget dengan Ucapan Mahira yang baru saja dia dengar.


FLASHBACK ON


Kepergian Mahira dua hari sebelum pernikahannya dengan Reza. -


Mahira sangat menolak keras pernikahan dirinya dengan seseorang yang telah berstatus Duda. Status Reza yang seorang duda membuat Mahira merasa ilfil.


Berbeda dengan ketika bersama rendy, Mahira merasa sangat bahagia, saat ini dirinya tengah bersama dengan laki-lali yang sangat dia cintai dan sangat mencintainya.


Terlebih setelah Mahira tahu jika saat ini dirinya tengah mengandung, dan Rendy merupakan ayah dari anak yang ada di kandungannya..


"Sayang" Panggil Rendy


"Emm.." Jawab Mahira singkat dengan bersandar pada bahu kekar Randy.


"Aku ingin kita tetap bersama selamanya, bagaimana jika kau batalkan saja pernikahanmu dengan duda tersebut ?" Bujuk Rendy pada Mahira.


"Aku akan Menjagamu dan anak kita, aku akan menyayangi kalian berdua" Ucap Rendy lagi meyakinkan Mahira yang tampak masih ragu.


Sejenak berfikir Mahira akhirnya menyetujui rencana kekasihnya tersebut dengan memilih untuk pergi bersama dengannya, meninggalkan orang tua dan rencana pernikahannya bersama Reza.


Keduanya kemudian kabur bersama, dengan Mahira yang hanya meninggalkan sepucuk surat untuk kedua orang tuanya.


Semua tampak normal dan baik- baik saja, Keduanya terlihat harmonis dan bahagia, meski tidak ada ikatan pernikahan diantara keduanya.


Sampai sebelum Mahira kehilangan bayinya akibat Terpeleset ketika berada di kamar mandi.


Kejadian yang membuat kehidupan Mahira berubah 190⁰ setelah kehilangan bayinya.


Setelah mengetahui Mahira mengalami keguguran, Randy merasa murka , terlebih hal itu terjadi akibat kecerobohan Mahira, hingga mengakibatkan calon anaknya meninggal.


semakin hari Randy semakin kasar terhadap Mahira, tidak hanya melalui ucapan , tidak jarang Randy juga memukul Mahira yang juga merasa sangat kehilangan bayinya.


Mahira semakin meras terpukul dengan kenyataan dirinya kehilangan bayi yang di kandungnya, juga dengan perubahan sikap Rendy


Mahira merasa sudah sangat tidak kuat bertahan dengan Randy , dengan segala siksaan dan perlakuan kasar dari Randy.


Mahira memutuskan untuk Kabur dari Randy dan kembali ke rumah orang tuanya.


FLASHBACK OFF


Mendengar pernyataan yang di sampaikan Mahira Maryam merasa sangat sedih, mendapati takdir yang di alami kakaknya.


Beberapa kali Maryam mengusap lembut bahu kakaknya tersebut, namun Mahira tampak selalu saja acuh dengan dirinya.


Mahira hanya menghembuskan nafas kasar dengan pandangan lurus kedepan.


"Apa kau bahagia?" ucap Mahira kemudian


"Maksut kakak ?" Jawab Maryam merasa sedikit bingung dengan pertanyaan Mahira.

__ADS_1


"Ya. Pernikahanmu dengan Reza , apa kau bahagia ?" tanya Mahira lagi.


"Tentu saja kak, mas Reza adalah suami Maryam, Tentu saja Maryam Bahagia" Ucap Maryam dengan suara lembut.


"Kau sungguh beruntung" Ucap Mahira dengan memicingkan matanya.


"Alhamdulillah kak " Jawab Maryam singkat di iringi senyum simpul di bibirnya.


"Tapi kau menikah dengannya bukan atas dasar cinta bukan?, Benarkah kau bahagia ?, atau ! kau hanya ingin hartanya?" Ucap Mahira lagi.


Deg.


Mendengar ucapan sang kakak, seketika membuat hati Maryam tercabik cabik bagai di tusuk ribuan belati.


"Kak Ira, Jaga Ucapan kakak" Ucap Maryam dengan mata yang sudah berembun.


Maryam merasa sangat sakit, mendapati kakaknya mengatakan hal yang demikian, sungguh Maryam pun melewati masa sulit sebelum dan setelah menikah dengan Reza. Tak jaran pula dirinya menitihkan air mata atas sikap kasar dan arogan suaminya.


Masa-masa sulit maryam yang terjadi Sebelum Reza benar-benar berubah saat ini.


"Kau tidak perlu menangis Maryam " Ucap Mahira dengan suara Datar.


"Bukankah seharusnya aku yang menjadi Nyonya Abizar El Shirazy?" Tanya Mahira pelan namun penuh penekanan, tersirat rasa iri dengki dalam nada bicara Mahira.


"Bahkan kau pun tidak akan menikah dengan Reza kalau aku tidak pergi" Ucap Mahira lagi dengan penuh penekanan.


Maryam semakin bingung dengan ucapan Mahira yang seolah memojokkannya.


"Lalu , Apa sebenarnya mau kak Ira ?" Tanya Maryam dengan tubuh bergetar


Mahira hanya bergeming mendengar pertanyaan dari Maryam.


"Sayang..!" Terdengar suara Reza yang memanggil Maryam


Mendapati Reza yang berjalan ke arahnya, Maryam bergegas segera menghapus sisa-sisa air mata yang terlanjur membasahi pipinya.


"Apa kau menangis ?" Tanya Reza setelah keduanya saling berhadapan


Mahira hanya memandang keduanya dengan tatapan acuh, masih dengan posisi dirinya yang duduk di gazebo.


Maryam tersenyum kepada Reza, dan meraih tangan Reza dengan lembut.


"Tidak mas... Maryam hanya sangat bahagia, bisa mengobrol dengan kak Ira , Rasanya sudah cukup lama Tidak Maryam lakukan " Ucap Maryam menutupi kenyataan Pahit yang baru saja dia terima.


"Benarkah ?" Ucap Reza menelisik


"Tentu saja mas " jawab Maryam dengan senyum sumringah, meski masih terdapat sisa-sisa embun di wajahnya.


"Ohya mas Reza butuh sesuatu ?, Maryam akan siapkan ?" Ucap Maryam kemudian mengalihkan pembicaraan


"Ahh Tidak, aku hanya mencari mu " Jawab Reza singkat.


Ada sedikit keraguan di wajah Reza mendapati Maryam yang seolah bukan menangis karena rasa bahagia, namun sebaliknya.


***


Bersambung


***

__ADS_1


Jangan lupa Dukunganya ya ka 🤗


__ADS_2