
"Mas kok gitu sih" Ucap Maryam kesal. Reza hanya terkekeh.
"Lalu kapan ini akan hilang?" Tanya Maryam penuh selidik
"Entah lah" Ucap Reza sembari menganggap kedua tangannya.
***
Setelah mengenakan baju ya Maryam bergegas menuju tempat tidur, Bermaksud untuk membereskan selimut ya dan sempai yang telah berantakan entah karena seberapa brutal kegiatan panas keduanya semalam.
Maryam tampak tercengang mendapati tanda bercak merah di dana, Maryam segera menutup kembali seprai menggunakan selimut yang ada.
Reza menyadari perubahan sikap istrinya
"Apa kau malu ?" Tanya Reza kemudian , dengan melingkarkan kedua tangganya di pinggang Maryam .
Maryam hanya terdiam dengan senyum getir.
"Tidak perlu malu, aku sudah melihatnya sejak sebelum kita sholat subuh tadi" Ucap Reza berbisik tepat di telinga Maryam.
"Benarkah?" Tanya Maryam. Reza menganggukkan kepalanya yang bersandar mesra di bahu Maryam.
"Mas Maryam malu" Ucap Maryam seketika dan menutupi wajah dengan kedua tangannya.
"Kenapa harus malu? , Aku justru bahagia melihatnya" Ucap Reza dengan nada penuh ketulusan
"Malu lah mas, kalau di lihat para pelayan nanti" Ucap Maryam dengan nada lirih
Maryam segera melepas tangan Reza yang berada di pinggangnya, kemudian mengangkat Seprai yang terkena noda darah.
Setelahnya Maryam menuju kamar mandi.
"Sayang ! Kau mau kemana ?" tanya Reza spontan, yang mendapati istrinya berlalu dari hadapannya.
"Aku akan mencucinya sendiri mas " Ucap Maryam kemudian
"Kau tidak harus mencucinya, biarkan para pelayan yang melakukan sayang" Ucap Reza santai dengan mengekor langkah kaki Maryam yang menuju kamar mandi.
"Mas ! , Apa mas akan membiarkan orang lain melihat semua ini?" Ucap Maryam
"Melihat tanda kesucian ku yang telah tanggal ?" Ucap Maryam dengan sangat malu mengatakannya pada sang suami seraya menundukkan kepalanya menahan rasa malu.
Reza hanya tersenyum dan meraih tubuh Maryam , kemudian menenggelamkannya pada dada bidangnya.
"Terima kasih sayang " Ucap Reza seketika.
"Untuk ?" tanya Maryam
"Karna kau telah menjaganya, sampai saat aku yang menanggalkan kesucian tersebut" Ucap Reza dengan usapan lembut pada punggung Maryam
__ADS_1
Maryam tersenyum di dalam dekapan hangat sang suami.
"Tentu saja mas, sudah kewajiban Maryam untuk selalu menjaganya, dan hanya memberikannya pada kekasih halal Maryam" Ucap Maryam lembut.
Setelah ya Reza meraih Seprai dari tangan Maryam dan membawanya masuk kedalam kamar mandi
"Mas ?, Mau di bawa kemana ?" Tanya Maryam tampak kaget
"Cucu lah sayang!" Jawab Reza singkat dengan berlalu
"Tidak perlu mas, Maryam bisa melakukanya sendiri" Ucap Maryam kemudian
"Apa aku akan membiarkan istriku yang cantik ini lelehan mencuci ? Padahal noda ini adalah karena ulahku ?" Ucap Reza dengan senyum lebar di pipinya
Maryam tampak malu-malu dan menundukkan kepalanya .
"yuk kita cuci bareng kalau gitu " Ucap Maryam dengan suara lembut. Reza menganggukkan kepala.
Setelah itu keduanya bersama-sama mencuci dan membersihkan sisa noda yang menempel, dengan celotehan dan canda tawa dari keduanya.
Mencuci merupakan kegiatan yang baru pertama kali Reza lakukan, karena sebelumnya Reza selalu mengandalkan pada pelayan di rumahnya untuk memudahkan setiap pekerjaannya.
***
Keduanya telah selesai dengan acara cuci mencuci sisa kegiatan panas keduanya semalam, dan telah siap dengan pakaian masing masing, dengan Maryam yang telah siap juga dengan cadar yang kembali menutupi wajah cantiknya.
Keduanya terlihat berjalan beriringan dengan Reza yang selalu menggenggam erat tangan istrinya.
Reza hanya terkekeh mendengar penuturan istrinya. Pasalnya entah kenapa Reza hanya ingin selalu dekat dengan Maryam.
Beruntung hari ini adalah weekend dan Reza telah melibur kan seluruh karyawannya hingga dia tetap dapat bermesraan dengan sang istri meski di luar kamar.
Reza tidak dapat lagi mengontrol hasratnya untuk selalu dekat dengan Maryam, Reza menyadari dirinya sangat bucin terhadap kekasih halalnya tersebut.
Bahkan Reza sedikit heran, pasalnya sebelum dengan Maryam, dalam pernikahan pertamanya Reza tidak pernah merasa se bucin ini.
Maryam segera menyiapkan beberapa bahan makanan yang nantinya akan dia olah.
Seperti biasa tangan tangan cekatan Maryam akan dengan sigap membuat beberapa menu masakan
Karena tidak ingin mengganggu, Reza hanya mengamati istrinya dari meja makan. Dengan sesekali memainkan Smartphone milik ya.
Beberapa saat kemudian Maryam telah siap dengan berbagai macam masakan tentunya Maryam akan mendahulukan selera suaminya.
Udang Asam manis, Cakalang suwir, Cha Tauge, dan Telur dadar telah siap.
Maryam hanya membuat dalam porsi porsi kecil , mengingat hanya mereka berdua saja yang memakannya. Tidak ingin menyisakan makanan yang nantinya akan Mubasir.
Maryam segera menyiapkan makanan yang telah dia buat, dan menghidangkan di meja makan, dimana Reza telah menunggunya sedari tadi.
__ADS_1
Tidak lupa Maryam membuat Dua gelas lemon hangat dengan campuran sedikit madu dan daun mint.
"Tradaaa...." Ucap Maryam ketika memperlihatkan hasil masakannya kepada sang suami.
"Emmm... Sepertinya sangat Menggiurkan" ucap Reza seketika tatkala melihat beberapa menu yang di siapkan oleh Maryam
Tidak menunggu lama Maryam segera menyiapkan nasi dalam piring untuk dirinya dan Reza.
"Mas, Segini Cukup?" Ucap Maryam . Reza pun menganggukkan kepala.
"Ini apa sayang ?" Tanya Reza pada mangkuk berisi Cha Tauge.
Pasalnya para pelayang yang bertugas di dapur tidak pernah membuat menu masakan itu sebelumnya.
"Ohh ini namanya Cha Tauge mas" Ucap Maryam dengan senyum manis.
"Emm.." Ucap Reza dengan menganggukkan kepala
"Ini sangat bagus untukmu lho mas !" Ucap Maryam seketika
"Ohya benarkah?" Tanya Reza tampak semangat
"Tentu saja " jawab Maryam singkat.
"Memang apa.saja manfaatnya" tanya Reza di sela-sela aktifitasnya mengambil beberapa menu masakan Maryam
"Emm... Ini em , manfaatnya untuk meningkatkan kesuburan, dan memperbaiki kwalitas sp*rma mas"
Ucap Maryam dengan menundukkan wajahnya, entah kenapa Maryam merasa sangat malu jika membahas tentang hal itu. Mengingat semalam dirinya dan Reza menghabiskan malam indah berdua.
Reza tampak sedikit tercengang dengan penjelasan dari Maryam, pasalnya Maryam sudah berfikir lebih jauh dari dirinya.
Maryam tampak sangat malu dengan Reza, Maryam berfikir mungkin saja Reza akan berfikir jika Maryam sudah sangat ingin mengandung benih-benih kehidupan di dalam rahimnya.
"Apa kau sudah sangat ingin memilikinya ?" goda Reza kemudian
"Oh.. Em , Bukan begitu mas, Tapi " Ucap Maryam terbata.
"Tapi apa ?" Segah Reza kemudian dengan suara menggoda.
"Emm.. Itu, ya sudah lah biar Maryam saja yang memakannya, Lagipula ini rasanya memnag sedikit aneh, Jadi mas tidak perlu memakainya kalau tidak ingin" Ucap Maryam masih dengan menundukkan wajahnya karena rasa malu.
"Ehh... Siapa juga yang bilang nggak mau sayang" Reza meraih kembali mangkuk berisi Cha Tauge dari tangan Maryam
Segera Reza mengambil dan memakannya, hal itu dia lakukan untuk menyenangkan hati istrinya, terlebih dengan manfaat yang sangat baik.
Meski sedikit aneh rasanya , Reza tetap memakannya dengan lahap, sama halnya dengan Maryam yang mungkin menginginkan segera memiliki keturunan Reza pun juga berpikir demikian.
***
__ADS_1
Bersambung
***