
...Sedikit apapun memori yang pernah tercipta, Pasti tidak akan pernah terlupa meski hanya sekedar kata...
...🍁...
Denis sengaja mengemudi kan mobilnya dengan pelan untuk bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama Mahira, karena sudah dapat di pastikan ketika sudah bersama sang Bos Besar maka waktu Denis akan habis untuk pekerjaan.
Suasana terasa hening karena baik Mahira maupun Denis hanya saling terdiam.
"Ohya ada sesuatu yang ingin kau beli, atau ada tempat yang ingin kau kunjungi" Tanya Denis memecah kesunyian diantara keduanya.
Mahira tampak mendongakkan kepala menatap sekilas sosok yang duduk di sampingnya.
"Tidak ada" Jawab Mahira dengan gelengan kepala
Denis tampak menghela nafas dalam, menyadari usahanya untuk mengambil hati Mahira gagal. Namun tidak berhenti di sini saja, Denis tetap membakar semangatnya untuk terus memperjuangkan rasa yang ada di dalam dada.
"Baiklah, kita pulang sekarang" jawab Denis penuh semangat.
Menempuh perjalanan beberapa saat, akhirnya mobil yang di kemudian oleh Denis telah terparkir rapi di halaman rumah Abi Hanif.
"Ka Denis masuk dulu, Abi dan Ummi pasti sudah menunggu di dalam untuk makan siang" Ucap Mahira dengan menundukkan wajah.
Meski merasa sungkan, Denis menjawab dengan anggukan kepala, dan setelahnya mengekor langkah kaki Mahira.
Benar saja di meja makan keduanya telah di tunggu oleh Abi hanif dan Ummi Maya, untuk makan siang bersama.
Bi Minah telah menyiapkan beberapa menu sederhana untuk makan siang seluruh keluarga.
***
Ditempat lain
Tama yang telah menjalin hubungan baik dengan Reza , siang ini berkunjung ke Kantor sahabatnya.
"Tumben Tam Lo kesini" Ucap Reza pada Tama yang tengah duduk di sofa
"Nggak, udah lama aja kayaknya nggak ngobrol sama Lo" Jawab Tama dengan memainkan Smartphone di tangannya.
"Nggak ada angin nggak ada hujan, seorang Tama datang ke sini, pasti ada Udang dibalik bakwan Eh.. Batu" Ucap Reza
"Lo emang paling tau Za " ucap Tama singkat.
Selain untuk mengunjungi Reza , tujuan Tama datang juga karena ada beberapa hal yang ingin dia tanyakan dan akan dia ceritakan pada Reza.
"Za Lo ingat dulu di kampus sempat viral ada cewek yang nembak gue, tapi gue tolak " Ucap Tama seketika.
Ucapan Tama yang seketika membuyarkan konsentrasi Reza.
__ADS_1
"Em" jawab Reza dengan pandangan serius menghadap Tama.
"Kayaknya gue mulai jatuh cinta sama dia" Ucap Tama. Reza tampak menautkan kedua alisnya dengan rasa penasaran.
"Weh pujangga dimabuk cinta nih" Goda Reza
"Tapi gue seneng sih, jadi gue gak perlu khawatir Lo nguber bini gue" celetuk Reza kemudian
"Lo pikir ayam di Uber " Sergah Tama dengan gelak tawa diantara keduanya
"Emang siapa ?" Tanya Reza kemudian.
"Gue malah udah gak ingat siapa yang udah nembak Lo" Tukas Reza lagi.
"Mahira " jawab Tama kemudian
"Apa !" ucap Reza dengan tatapan melongo dan rasa tidak percaya
"CK. kayaknya dunia Lo sama gue sempit amat " Cela Reza kemudian.
"Maksut Lo ?" Tanya Tama dengan dahi mengerut.
"Nggak , dia dulu pernah hampir nikah sama gue, tapi gak jadi" ucap. Reza dengan suara datar
Tama tampak memicingkan matanya, meneliti kebenaran dari ucapan Reza.
"Serius lah, Lo kenal gue kan, beberapa hari terahir kayaknya otak gue di isi sama dia" Ucap Tama dengan santai. Reza tampak menganggukkan kepala.
"Oke" Jawab Reza singkat.
"Kok oke sih, Bantu kek , dia kan kakak ipar Lo" tukas Tama kemudian.
"Eits.. kalau soal begituan gue gak ikut campur bro" Ucap Reza kemudian
"Ohya satu lagi, kayaknya Lo bakal bersaing sama Denis" Tukas Reza kemudian
"Denis ?, Denis asisten kepercayaan Lo itu?" ucap Tama. Reza menjawab dengan anggukan kepala.
Reza Abizar El Shirazy
Dokter Tama
__ADS_1
Denis
***
Seperti biasa sore itu Maryam menanti kepulangan sang suami dari kantor, menyiapkan beberapa perlengkapan untuk Reza seperti air jangan dan baju bersih.
Tak berselang lama akhirnya mobil yang di kemudian oleh Reza terparkir rapi di halaman, Maryam sekilas melongok ke arah jendela untuk memastikan jika itu betul sang suami.
"Mas " ucap Maryam dengan meraih tangan sang suami kemudian mencium punggung tangan Reza dengan takzim.
"Bagaimana Junior hari ini, apa dia merepotkan mu ?" Tanya Reza dengan menautkan kedua tangannya di bahu Maryam. Maryam menggelengkan kepala.
"Alhamdulillah mas " Jawab Mahira singkat.
Setelah bermanja-manja, Reza segera membersihkan diri, karena sebentar lagi tiba waktunya untuk sholat magrib.
Maryam pun bersiap untuk menyiapkan sajadah untuk melaksanakan sholat.
Tak butuh waktu lama Reza telah selesai dengan ritual mandi dan bersiap untuk menjadi imam sholat bagi Maryam.
Seperti biasa rutinitas setelah sholat mereka akan saling berbincang, membicarakan kegiatan hari ini, dan mencurahkan segala keluh kesah yang di rasakan.
Hal itu Reza dan Maryam lakukan untuk semakin mengeratkan hubungan diantara keduanya, terlebih semenjak kehadiran junior dalam perut Maryam, Reza merasa lebih dan lebih mencintai sang istri
"Sayang " Ucap Reza
"Em" jawab Maryam singkat, dengan menyandarkan kepalanya di bahu kekar Reza.
"Jadilah teman ceritaku, teman marahku , Teman Bercandaku, teman berjuang ku , dan jadilah satu satunya teman dalam hidupku, karena aku sudah siap untuk bersama selamanya " Ucap Reza dengan mendaratkan sebuah kecupan di puncak kepala Maryam.
Mendengar ucapan dari sang suami, Maryam mendadak ber semu merah, wajahnya seketika menghangat, merasakan sebuah rasa bahagia.
***
Suasana siang di kediaman Abi Hanif di warnai dengan obrolan antara Denis dan Abi Hanif, Abi Hanif merupakan sosok yang tidak pernah memilih dalam bersosialisasi, sekalipun terhadap sosok yang memiliki keyakinan berbeda dengan dirinya.
Setelah selesai dengan makan siangnya Denis bergegas untuk bersiap kembali ke kota. Mengemas beberapa barang bawaannya yang masih tertinggal di dalam kamar tamu
Setelah berpamitan pada Abi Hanif dan ummi Maya Denis bergegas untuk meninggalkan kediaman Abi Hanif.
Di teras rumah berdiri Abi Hanif, Ummi Maya dan juga Mahira yang mengantarkan kepulangan Denis.
Tidak ada ucapan perpisahan atau kata lainya antara Denis dan Mahira, hanya tatapan mata yang saling mengunci dan beradu mesra , antara dua insan yang tengah dalam suasana hati yang tak di mengerti.
***
Bersambung
__ADS_1
***