
Ceklek ...
"Ada apa Bi" Ucap Maryam masih dengan jantung yang berdebar kencang.
"Maaf Ning, Ning Maryam mau di masakin pa untuk makan siang" Ucap Bi Minah sopan.
"Ohh... Kirain ada apa Bi" Ucap Maryam merasa lega.
"Apa saja Bi, Yang penting ada sayur, Boleh tumis boleh yang berkuah" Ucap Maryam kemudian.
"Baik, Bibi permisi dulu Ning" Ucap Bi Minah seraya berlalu.
Setelah Bi Minah pergi Maryam merasa canggung, Ingin rasanya dia segera keluar dadi kamar tersebut , untuk menghindari rasa malunya kepada Reza.
Maryam masih berdiri mematung di ambang pintu kamarnya.
"Ya Allah.. Gimana ya, Keluar aja lah, Bantuin Bi Minah" gumam Maryam pelan
Maryam bergegas melangkah keluar untuk menyusul asisten rumah tangganya tersebut.
"Maryam" Ucap Reza
Yang ternyata telah berada tepat di belakangnya dan Menarik tangan Maryam yang akan keluar kamar tanpa permisi.
"Mau kemana ? " Ucap Reza dengan nada menggoda.
"Emm Maa Mau bantuin Bi Minah masak mas " Ucap Maryam terbata.
Maryam masih berdiri di ambang pintu dengan posisi membelakangi Reza, Kakinya semakin lemas hingga untuk melangkah pun rasanya sudah tidak kuat lagi.
Maryam sudah tidak kuat dengan shock terapi yang mungkin akan di berikan Reza lagi.
Maryam masih dengan kepanikannya dan satu tangan berada di genggaman Reza. tiba tiba Maryam merasa tubuhnya melayang diudara. Reza yang tanpa Aba-aba telah mengangkat tubuh ramping Maryam bak bridal style.
Reza membaringkan tubuh ramping Maryam di atas tempat tidur empuk tersebut dengan sangat hati-hati. Seketika Reza mengikis jarak diantara keduanya. Mendekatkan tubuh diantara mereka.
Maryam hanya mampu menurunkan pandangan matanya, tidak berani sedikitpun menatap Reza yang tepat berada diatas tubuh mungilnya, Maryam merasa sangat gugup dengan entah apa yang akan dilakukan oleh Reza.
"Mas..." Ucap Maryam dengan nada Gemetar
"Emm...." Jawab Reza pelan dengan tatapan intens pada kedua manik mata Maryam yang indah.
"Mmaass.." ucap Maryam semakin gugub dan takut
Maryam berusaha memberitahu Reza jika pintu kamar belum di tutup, namun sulit sekali untuk Maryam ucapkan
"Katakan Maryam" Ucap Reza, dengan usapan lembut di pipi mulus Maryam
__ADS_1
"Ya Allah ... !! Astagfirullah haladzim.. !! Ya Allah...!! Ya Allah...!! Ucap Bi Minah dengan Tergagap gagap.
"Ya Allah Siang Ning, Ehh... Ya Allah Siang.. Ehh Ya ya Kelepasan !! Ucap Bi Minah gagap dengan beberapa kali memukul bibirnya sendiri.
"Maaf Ning , Maaf Bibi gak liat apa-apa" Ucap Bi Minah lagi dengan menutup mata menggunakan sebelah tangannya.
Maryam yang mendapati Asisten rumah tangganya tersebut berdiri tepat di depan pintu kamarnya. Seketika Maryam mendorong keras tubuh Reza hingga Reza yang tanpa persiapan terhuyung jatuh hingga kelantai.
Maryam langsung bangkit dan berdiri untuk mengurai rasa malunya. tanpa menghiraukan Reza yang tubuhnya mendarat sempurna di lantai.
Karena sangking terkejut dengan adegan sebelumnya, bi minah masih berdiri mematung di depan pintu kamar Maryam.
"Yaa Allah Ning .. Ya Allah... Itu itu.. mas Reza nya Kejungkal Ning , Ya Allah Ning kasian Ning, ya Allah... " Lagi Ucapan Bi Minah semakin membuat Maryam gugup dan Malu.
Dengan perasaan malu dan mulut meracau yang tidak bisa lagi di kontrol, Bi Minah segera berlari menjauh dari kedua majikannya tersebut.
Segera Maryam membalikan badanya dan Menundukkan kepalanya, benar saja Reza masih duduk di lantai dengan wajah meringis kesakitan.
"Astaghfirullah, Mas Reza !! " Ucap Maryam panik.
"Ya Allah, mas Reza ngapain duduk di lantai?" Ucap Maryam yang tanpa rasa bersalah.
Mendengar pertanyaan Maryam yang spontan, Reza hanya memicingkan mata dan tersenyum kecut kearah Maryam.
Maryam segera membantu Reza untuk bangkit. dan menuntun Reza duduk di sofa
"Ya Allah mas itu siku mas Reza berdarah lagi" ucap Maryam panik.
Benar saja setelah di lihat, ternyata siku Reza yang sebelumnya terluka akibat jatuh di kebun , tenyata mengeluarkan darah segar lagi.
Maryam bergegas mencari kotak P3K miliknya yang selalu siap di kamarnya. Setelah mendapatkannya, Maryam segera mengobati Luka pada siku Reza yang masih saja mengeluarkan darah.
"Akh.." Suara Reza memekik menahan rasa perih karena cairan NaCl yang digunakan Maryam untuk membersihkan lukanya.
"Tahan mas, Perih sebentar" Ucap Maryam pelan dengan fokus kepada luka di siku Reza.
Sesekali Maryam meniup luka tersebut untuk mengurangi rasa sakit yang di rasakan Reza.
"Mas Reza Giman ceritanya bisa jatuh ?, lukanya berdarah lagi kan ! " ucap Maryam lagi dengan tanpa rasa bersalah namun pandangan masih tetap fokus kearah luka di siku Reza sembari sesekali meniup luka tersebut.
"Kau benar-benar bertanya bagaimana aku barusan jatuh?" tanya Reza dengan mata memicing.
Maryam yang belum menyadari semua karena ulahnya pun hanya mengerutkan dahinya.
Dengan polosnya Maryam menggelengkan kepala tanpa dosa.
Tingkah konyol Maryam seketika mengundang gelak tawa Reza. Meski menahan rasa sakit Reza tetap tertawa melihat tingkah lucu istrinya tersebut.
__ADS_1
Maryam mencoba mengingat kembali apa yang sebelumnya terjadi.
Seketika Maryam membekap mulutnya dengan kedua tangganya, menyadari apa yang telah dia lakukan pada Reza sebelumnya.
"Ya Allah... Maaf mas, Maryam tidak sengaja" Ucap Maryam dengan nada memelas.
Maryam semakin menundukkan pandangannya merasa sangat malu terhadap suaminya.
Begitu pula Reza yang mencoba menahan rasa ingin tertawanya, untuk menjaga perasaan istrinya. Namun hal itu sangat sulit dia lakukan.
Melihat Maryam yang semakin menundukkan pandangan Reza semakin merasa sangat geli.
"Sudah Tidak perlu malu..." Ucap Reza mencoba mencairkan suasana.
Cup.
Satu kecupan mesra mendarat sempurna di puncak kepala Maryam yang tertutup kerudung tersebut.
Merasakan kecupan mesra dari Reza seketika hati Maryam menghangat, sedikit mengurai rasa canggung dan malu yang sedari tadi dia rasakan.
Pandangan mata keduanya seketika beradu mesra penuh damba.
Cup.
Sekali lagi Reza mendaratkan kecupan mesra di pipi mulus Maryam, yang seketika membuat Maryam semakin meleleh dibuatnya.
Maryam masih bengong termenung menyaksikan Shock terapi yang baru saja diberikan oleh reza. Maryam merasa hatinya meleleh saat itu juga
Melihat Maryam yang masih saja bengong, Reza lantas meniup wajah imut tersebut dengan Nafas lembut.
Seketika Tiupan angin yang berbau sangat segar tersebut membuyarkan lamunan Maryam.
Maryam yang menyadari mulai salah tingkah kembali. dan bingung dengan apa yang di lakukan.
"Obati lukaku dengan baik Maryam" Ucap Reza lembut
Maryam masih saja terdiam, namun kali ini Maryam sudah sepenuhnya sadar dan kembali mengobati Luka Reza yang sebelumnya dibiarkan terbengkalai
Kembali Maryam mengobati dan memberikan sentuhan lembut pada luka tersebut.
Dengan telaten Maryam membalut kembali luka yang sebelumnya sudah hampir mengering tersebut.
***
Bersambung
***
__ADS_1
Mohon Dukunganya ya untuk Karya author 🥰🙏