PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
50. Kuliah Dokter Tama


__ADS_3

Reza bergegas untuk mengganti pakaiannya dengan baju yang baru saja dia beli.


Meski merasa sedikit aneh tapi Reza tetap melakukannya. pasalnya Reza tidak pernah sebelumnya menggunakan pakaian biasa ketika berada di lingkungan kantor.


"Lia!" Panggil Reza melalui Ext. di ruang kerja Reza


"Lian Tuan! " Protes Lian ada Bos besarnya tersebut


"Saya Tahu!" Jawab Reza ketus, segera siapkan Mobil sekarang juga!! "Titah Reza.


"Dan pastikan Kau telah mengganti pakaianmu !!" Ucap Reza dengan nada tinggi.


"Baik Tuan " Jawab Lian kemudian


Beberapa saat kemudian Lian telah siap dengan sebuah Mobil Mewah, menunggu Reza di Pintu utama kantor.


Beberapa karyawan yang melihat Reza menggunakan Baju biasa merasa kagum, pasalnya Bos besarnya tersebut jarang sekali terlihat mengenakan baju biasa.


"Tuan Reza tampan sekali .." bisik-bisik para karyawan yang melihat Reza tanpa berkedip.


Beberapa wanita yang di lewati Reza memberikan pujian pada Bosnya bahkan dengan terang-terangan mengaguminya.


Melihat hal itu Reza hanya cuek dan terkesan acuh.


Tampak Lian telah siap membukakan pintu mobil untuk Reza.


Segera Reza masuk kedalam mobilnya, beberapa saat kemudian keduanya beliau meninggalkan kantor.


Suasana didalam mobil menjadi hening


"Kita akan kemana Tuan?" Tanya Lian memecah kesunyian di dalam mobil tersebut.


"Kita ke kampus Maryam" Jawab Reza singkat


Seketika Lian merasa bingung dengan ucapan Reza, beberapa kali mencoba untuk memahami maksut dan tujuan Bos nya ke kampus tersebut.


Namun Meski penasaran Lian tetap diam, urung dia untuk menanyakan tujuan Reza kesana, sudah pasti Bos nya itu akan Ngomel lagi jika dirinya banyak bertanya.


Suasana jalan lumayan padat, membuat Lian mengemudikan mobilnya dengan lumayan pelan.


Reza terlihat semakin Tidak nyaman, sangat terlihat saat itu jika Reza sedang gusar, entah apa yang sedang di pikirkannya.


Beberapa saat mobil berlalu di jalanan yang cukup ramai.


Akhirnya Bos dan asisten tersebut tiba di tempat tujuan mereka.Sebuah Fakultas dadi Universitas Kenamaan di kotanya.


Terlihat oleh beberapa pasang mata yang melihat mobil mewah Reza terparkir di halaman Fakultas, beberapa diantara Mahasiswa disana cukup terkejut, pasalnya di kampus mereka tidak ada mahasiswa yang membawa jenis mobil seperti yang dikenakan Reza.


Sehingga hal itu cukup menyita perhatian beberapa orang disana.


Lian bergegas untuk membuka kan Pintu mobil, dan setelahnya Reza keluar dari mobil dengan langkah jenjangnya.


Tubuh Tegap , dada bidang, wajah tampan, Rahang yang berbatas tegas serta kulit putih yang menambah Pesona Reza saat itu.


Tidak hanya Reza yang menyita perhatian Para gadis di sana, namun Lian pun juga sama, mendadak menjadi idola para gadis yang terang -terangan memuji ketampanannya, tubuh tegap dan tinggi ,kulit putih serta senyum ramahnya.


Bagaimana keduanya tidak menyita perhatian banyak orang disana, tidak sedikit dari mereka mengenal sosok Reza, Seorang CEO yang sebelumnya Berstatus duda kaya raya.


"Kau merasa bahagia ?" Ucap Reza pada asisten pribadinya tersebut. Lian tersenyum malu


"Kau boleh mendekati satu dari mereka,tapi setelah tugas dariku selesai" Tukas Reza kemudian


" Emm.. Baik tuan " Jawab Lian dengan terus mengikuti langkah kaki Reza

__ADS_1


Meski bingung apa yang akan di lakukan Bos nya , Lian tetap menurut saja.


Reza sebelumnya memang beberapa kali di undang oleh kampus untuk menjadi pembicara berkaitan dengan dunia bisnis, namun Reza selalu mengenakan Jas formal ketika mengisi acara, Tidak seperti saat ini Bosnya mengenakan Pakaian biasa.


Tidak heran banyak mahasiswa disana menganggap keduanya mahasiswa baru.


Reza berdiri tepat di ambang pintu masuk sebuah ruangan besar berjajar banyak bangku di sana.


"Uwauuu" Ucap beberapa orang mahasiswa


Sontak kehadiran Reza di sana mengundang banyak perhatian dari orang-orang yang ada di ruangan tersebut. Tak terkecuali Maryam yang saat itu merasa sangat terkejut dengan kedatangan suaminya.


"Mas" Gumam Maryam dengan membelalakkan kedua matanya.


Banyak mahasiswi yang dengan terang-terangan mengagumi Suami Maryam.


Ada juga yang mengakui bahwa mereka merupakan Fans berat sang CEO.


"Ehh tapi katanya dia udah nikah lho" Bisik mahasiswa lain .


"Kalau gue mah Jadi selingkuhan ya juga mau kali" Ucap lainya


"Astagfirullah " Gumam Maryam dengan menggelengkan Kepala


Maryam hanya bergeming mendengar bisik-bisik dari teman-temannya.


"Mas Reza?" Gumam Maryam pelan masih dengan rasa tidak percaya nya melihat sang suami.


Reza tersenyum manis pada Maryam yang sedari tadi Menatapnya.


Maryam yang duduk di barisan depan, jadi dengan mudah Reza menemukannya diantara banyaknya mahasiswa saat itu.


Tidak ingin lebih membuat gaduh, Reza segera mencari bangku yang dirasa nyaman untuk dirinya dan Lian duduk.


Lian merasa sedikit tidak nyaman dengan pandangan para mahasiswa disana, yang tidak berhenti melihat mereka dengan tatapan penuh tanya.


"Diamlah..!" Ucap Reza dingin


"Tapi tuan!" Ucap Lian lagi.


Seketika pandangan mata Reza tertuju pada Lian, tatapan mata yang menusuk tajam, hingga membuat nyali Lian seketika ciut.


"Baik Tuan" Ucap Lian dengan senyum kecut


"Sudah lah Lian, asal tidak di potong saja gaji mu , Ikuti saja mau Bos Mu yang menyebalkan ini" Batin Lian


Tidak berselang lama Tama yang merupakan Salah satu dosen di Universitas tersebut masuk kedalam kelas.


"Selamat Siang Saudara-saudara?" Ucap Tama


"Siang Pak" Jawab para mahasiswa serentak


"Bagaimana sudah siap untuk praktikum hari ini ?" Tanya Tama


"Siap Dok!" Ucap beberapa mahasiswa disana


"Praktikum ?, Apa ini ? , Ohh Tuhan , Rencana apa ini " Ucap Lian panik berada di ruangan yang entah untuk apa dirinya disana.


Reza tetap duduk santai dengan tatapan elangnya. Melihat bagaimana Tama bersikap pada istrinya.


๐Ÿ’Œ Mas. Ngapain di sini ?


Sebuah Pesan masuk ke ponsel Reza.

__ADS_1


๐Ÿ’ŒTenang saja aku tidak akan mengganggumu , Tapi ingat kau dalam pengawasanku


Jawab Reza melalui pesan singkat yang di kirim pada Maryam


Beberapa kali tertangkap oleh sorot mata Reza, dimana Tama menatap istrinya dengan tatapan yang mengisyaratkan cinta.


Hal itu sangat membuat Reza menjadi geram, Namun Reza tetap diam dan hanya mengamati dari jauh.


Reza tidak ingin jika Maryam merasa malu, Sehingga Reza memilih untuk mengontrol emosinya.


Namun Reza tetap berencana akan membuat perhitungan pada taman setelah ini.


***


Beberapa saat berlalu, Tama melanjutkan pembelajarannya dengan memberikan materi kuliah.


Terdengar Beberapa kali di telinga Tama, dering telepon dari salah satu mahasiswanya.


Setelah beberapa saat mengamati ternyata suara tersebut datang dari ponsel milik Lian. Namun Tama merasa jika wajah Lian asing baginya.


Tidak lama Tama menyadari ternyata Reza pun ada di sana duduk bersebelahan dengan Lian. Memandang Reza dengan senyuman kecut.


Beberapa saat pandangan Reza dan Tama beradu Dengan tajam, memandang dengan penuh amarah dan rasa tidak suka.


"Kamu!!" Panggil Tama


"Kamu , Yang duduk paling pojok, siapa yang Mengijinkan mu bermain Handphone di kelas saya " Tanya Tama dengan suara keras dan tatapan tajam


Sontak semua mata melihat arah yang di tunjuk Oleh dosenya


Semua mata tertuju pada Lian , Yang seketika berusaha menyembunyikan Ponsel miliknya.


"Tuan bagai mana ini, Saya hanya membuka email pekerjaan yang dikirim oleh Denis" Bisik Lian pada Reza


Reza bergeming.


"Tenang saja , Dia tidak akan membunuhmu hanya karena itu" Tukas Reza


"Maju!!" Ucap Tama pada Lian .


Dengan langkah gontai Lian Maju kedepan.


"Nasip " Gumam Lian pelan meratapi nasibnya


"Saya tau kamu tidak memperhatikan kelas saya, dan saya rasa jika saya beri tugas pun kamu juga tidak akan paham!!, Berdiri di sana sampai Kuliah saya selesai !! Ucap Tama memberi peringatan


Lian menurut saja, dirinya sudah seperti anak SD yang di hukum gurunya karena membuat kegaduhan.


Hal ini merupakan pemandangan pertama bagi mahasiswa disana , melihat Tama yang sedang menghukum seseorang.


Pasalnya sebelum ini, tidak pernah Tama menghukum mahasiswanya.


Namun hal itu justru disadari oleh Reza yang sedari tadi menatap Tama dengan tatapan tajam menusuk. Tama Sengaja melakukanya hanya untuk membuat Reza merasa jera.


Melihat Tama melampiaskan kekesalannya pada Asisten pribadinya, Reza merasa geli, dan tersenyum kecut pada Tama


***


Bersambung


***


Jangan lupa untuk selalu dukung karya Author ya ka ๐Ÿค— terima kasih

__ADS_1


__ADS_2