
Melihat pertikaian diantara keduanya Reza hanya tersenyum getir dengan menggelengkan kepala. Menyaksikan setiap umpatan-umpatan yang keluar langsung dari mulut Mahira yang juga di balas umpatan oleh kekasihnya.
Beberapa saat Reza bergegas menerjang kerumunan yang ada di sekitar Mahira dan Randy, tatkala Randy dengan berani mengangkat tangan dan melayangkan satu tam*Aran ke pipi Mahira, dan mengangkat tangan lagi untuk melayangkan tamparan ke dua, namun segera tangan tersebut di tepis oleh Reza.
***
Reza berdiri tepat di antara keduanya, Mahira dan Randy, Menutupi Mahira dari serangan Randy , dengan tubuh kekarnya, Reza menatap Dengan sorotan tajam ke arah Randy.
Tatapan bagai mata elang yang akan membidik mangsanya dari kejauhan.
"Apa begini Cara mu menyelesaikan Masalah" Tanya Reza pada Randy yang tampak sudah merasa ketakutan Dengan datangnya reza di hadapannya.
Seketika tubuh Rendy bergetar hebat, karena debaran jantung yang sudah tidak dapat di kontrol.
Pasalnya Randy pun juga sangat mengenal sosok Reza, Baru beberapa bulan yang lalu ayahnya memperkenalkan dirinya pada Reza, sebagai manager pemasaran yang baru di perusahaan cabang miliknya.
Randy tidak ingin kehilangan harga diri dan pekerjaannya di hadapan Reza , seketika dirinya menundukkan pandangan dan Mengucapkan Maaf pada Reza dengan membungkukkan badan.
Randy merasa sangat sungkan terhadap Reza, hingga dirinya tidak berani mengangkat wajahnya, dan menatap Reza.
"Maaf Tu Tuan Reza" Ucap Randy dengan tergagap.
Reza hanya acuh dan membuang pandanganya ke arah lain.
Beberapa saat kemudian kerumunan pun di bubarkan oleh manager Cafe, menyisakan Reza, Mahira, Randy, dan juga Denis yang berdiri sedikit menjauh.
Denis tetap berdiri di tempatnya semula, memperhatikan setiap gerak-gerik orang yang berada di hadapan Bos besarnya tersebut.
Selain Lian , Denis juga merupakan orang kepercayaan Reza , Keduanya akan siap dan sigap untuk melindungi Reza dadi ancaman apapun.
Beberapa saat, Ketiganya berdiri saling berhadapan Reza , Mahira dan Randy, setelahnya Reza menatap Randy dengan tatapan sinis, kemudian menatap Mahira dengan tatapan Acuh dan senyum nyalang.
"Aku rasa masih ada tempat lain untuk kalian menyelesaikan masalah" ucap Reza.
Keduanya hanya menundukkan kepala tanpa memberikan jawaban apa pun.
"Di tempat ini !!, Kalian tidak hanya mempermalukan diri kalian sendiri, tapi juga kalian mengganggu pengunjung lain" Tukas Reza dengan nada tegas.
"Masih untung kalian tidak di seret keluar okeh pemilik cafe" Ucap Reza dengan nada sinis.
"Memalukan!!" Tukas Reza kemudian dengan tatapan nyalang kepada keduanya.
"Maaf Tuan " Ucap Randy dengan nada sungkan terhadap Bos Besarnya tersebut.
"Saya sungguh menyesal..!" Ucap Rendi lagi, kepada Reza yang hanya bergeming dengan ucapannya.
__ADS_1
Mahira menyadari Ketidak berdayakan Randy, seketika muncul ide dalam pikirannya.
Mahira mencoba memanfaatkan suasana tersebut dengan mengkambing hitamkan Randy.
"Mas !" Ucap Mahira manja dengan meraih tangan Reza.
Seketika Reza kaget dengan Tindakan Mahira yang lancang menyentuhnya, Begitu juga dengan Randy yang tampak shock, melihat kekasihnya begitu dekat dengan sosok bos besarnya.
Mahira memperlihatkan waja polosnya untuk mengelabuhi Reza.
"Dia selalu mengancam ku" Ucap Mahira dengan raut wajah Sayu, Terlihat bulir bening menetes dari sudut mata nya.
Randy semakin di buat shock dengan ucapan Mahira, yang seolah memojokkan dirinya.
Randy sampai tidak habis pikir dengan ucapan Mahira, namun dirinya tidak bisa berbuat apa pun ketika di hadapkan dengan sosok bos besar di hadapannya.
"Tii tidak tuan , ini tidak seperti yang dia ucapkan" Ucap Reza menyanggah perkataan Mahira sebelumnya.
Reza tampak bergeming mendengar perdebatan antara Mahira dan Randy.
Bahkan hal itu di anggap Reza hanya sebuah hiburan, begitu lucu tingkah keduanya yang mencari kebenaran dari mulut masing-masing.
"Aku tidak perduli, dan itu buka Urusanku" Jawab Reza acuh dengan mengibaskan tangannya dari genggaman Mahira.
Setelahnya Reza menyilangkaan kedua tangannya di dada, dan berlalu dari hadapan Mahira dan Randy. Reza pun menginstruksikan Denis untuk meninggalkannya.
Setelahnya suasana dirasa lebih kondusif , Denis segera undur diri, sesuai instruksi Bos besarnya tersebut.
"Tuan Tuan maafkan saya, Saya mohon jangan pecat saya ! " ucap Randy dengan mengejar Reza , ketika mendapati Bos Besarnya itu berlalu dari hadapannya.
Mahira pun segera mengambil langkah seribu , mengejar Reza dan mengikuti langkah kaki Reza.
Mahira dan Randy mengikuti Langkah Reza dengan sedikit berlari.
Mendapati langkah kaki Reza yang begitu lebar. Reza memang terbiasa cepat dan tepat dalam segala hal, termasuk dalam berjalan pun dia tidak pernah lamban.
Beberapa kali Randy mengatakan hal yang sama pada Reza, kata maaf yang selalu Randy ucapkan, dan Reza hanya bergeming.
Tidak Lelah Randy mengejar Reza hingga ke parkiran. Menyadari hal itu Reza berhenti dan menatap tajam ke arah Randy.
"Kita lihat saja nanti!! , Lagi pula Aku tidak akan memecat seseorang hanya karena permasalahan pribadi" Jawab Reza tegas.
Mendengar penuturan Reza baru saja, Randy tampak lega mendengarnya.
Setidaknya dirinya tidak akan di pecat begitu saja, hanya karena permasalahan dan perdebatan yang baru saja terjadi antara dirinya dengan Mahira.
__ADS_1
"Terima kasih tuan" Ucap Randy kemudian dengan membungkukkan badan.
Terlihat beberapa kali Randy membungkukkan badan dan mengucapkan kata terima kasih. Namun Reza tetap hanya bergeming dengan ucapan terima kasih dari Randy, Reza memilih segera masuk kedalam mobil mewahnya.
Reza merasa sudah sangat lama meninggalkan Maryam sendiri, dia sudah merasa teramat sangat rindu dengan Sosok istri solihah nya tersebut.
Namun tidak di sangka, Mahira dengan sigap membuka pintu mobil bagian depan, dan langsung duduk di sana tanpa aba-aba dan tanpa permisi kepada sang pemilik mobil.
Menyisakan Randy dengan tatapan tidak percaya, dengan tingkah kekasihnya yang baru saja dia lihat.
"Ada hubungan apa mereka ?, Mati lah aku jika Mahira berkata macam-macam" Gumam Randy
Reza hanya memandang Mahira dengan tatapan nyalang, melihat sikap Mahira yang jauh berbeda dengan istrinya.
Setelahnya Reza mengemudikan mobilnya, dan berlalu dari hadapan Randy yang masih berdiri mematung di sana.
Mahira tampak puas, melihat Randy yang sangat terkejut dengan kedekatannya dengan Reza. .
Mahira merasa sangat bahagia bagai diatas awan, Reza telah membelanya dihadapan banyak orang. Juga melihat sikap Reza yang tidak mempermasalahkan dirinya yang duduk di sampingnya saat ini.
Terlihat beberapa kali Mahira tersenyum Manis ke arah Reza. Mengagumi keindahan didalam wajah Reza.
Berbeda dengan Mahira yang terlihat sangat bahagia, Reza tampak acuh pada Mahira yang sedang duduk di sampingnya dan memilih untuk tetap fokus ke jalan.
Betapa hatinya sangat berbunga-bunga saat ini, duduk di samping seseorang yang sangat di kagumi banyak kaum hawa. Mahira tersenyum puas.
"Nyaman sekali duduk di sini " Gimana Mahira dalam hati, dengan tatapan bangga.
"Turun!" Ucap Reza dengan nada dingin.
"Maksut Mas Reza ?" Tanya Mahira dengan tatapan bingung.
"Turun !" Ucap Reza lagi.
"Apa kau sungguh-sungguh?" Tanya Mahira tampak memelas
"Jangan pernah beraninya kau duduk di situ, Pindah ke belakang!!" Ucap Reza lantang.
"Tapi mas !" sergah Mahira. Reza menatap tajam pada Mahira.
Melihat tatapan tajam Reza , nyali mahira pun seketika menciut.
***
Bersambung
__ADS_1
***
Jangan lupa Dukunganya ya untuk author 🥰