
Setelah menyelesaikan sarapan pagi, Reza berencana kembali ke kamarnya. untuk kembali mengecek beberapa email yang belum terbaca.
Dengan jeli dan teliti Reza membaca setiap laporan yang di kirim oleh Asisten Pribadinya. Meski hanya menggunakan smartphone, Reza begitu terampil dalam memantau semua pekerjaannya.
Hal itu sering Reza lakukan ketika dia berada di luar kota ataupun di luar negri, Reza akan selalu memantau bisnisnya dengan baik.
Begitu juga Abi Hanif, yang telah lama meninggalkan pabrik dan perkebunan, Beliau berencana segera kembali ke rutinitasnya.
"Abi.. Umi Boleh ikut ke perkebunan?" pinta Ummi Maya.
"Tapi Ummi masih harus banyak beristirahat" Jawab Abi Hanif kemudian
"Ummi merasa sangat bosan bi" Ucap ummi Maya lagi.
"Maryam rasa juga tidak masalah bi, Ummi ikut ke perkebunan, Udara sejuk dan suasana tenang akan membuat Ummi lebih rileks" Ucap Maryam
"Baiklah jika memang itu mau Ummi, Ummi siap-siap dulu Abi akan tunggu di luar" Jawab Abi Hanif
Beberapa saat ummi telah siap untuk pergi ke perkebunan bersama Abi Hanif. Mobil yang di gunakan Abi Hanif dan Ummi Maya telah berlalu dari hadapan Maryam.
"Ning, Bibi Pergi ke pasar dulu ya Ning, Bibi titip rumah... " Ucap Bi Minah pada Maryam
"Ada beberapa keperluan dapur yang habis, dan tukang sayur yang lewat tidak membawa nya" Tukas Bu Minah
"Baik Bi, apa perlu diantarkan Pak darman bi? Jawab Maryam
"Tidak perlu Ning, Bibi Sendiri saja" Ucap Bi Minah
"Titip rumah ya Ning." Ucap Bi Minah lagi.
Setelahnya Bi Minah berpamitan, dan berlalu segera berangkat ke pasar menggunakan jasa ojek yang telah di panggil sebelumnya.
Maryam segera masuk kedalam rumah untuk menyelesaikan beberapa hal yang perlu di kerjakan.
"Kenapa Rumah sangat sepi? " Tanya Reza yang seketika mengagetkan Maryam.
"Ummi dan Abi Ke Kebun , Bi Minah Pergi ke pasar katanya mau belanja beberapa barang" Ucap Maryam dengan sopan.
"Mas Reza butuh apa, biar Maryam ambilkan" ucap Maryam kemudian
"Kamu!" Jawab Reza spontan
Mendengar hal itu Maryam merasa terkejut dan segera Menghindar dari Reza. Sedikit berlari menuju dapur.
"Hey...Aku hanya bercanda" Ucap Reza segera menyusul Maryam yang telah lebih dulu berjalan.
"Bisa ambilkan aku minum" Ucap Reza lagi, dengan senyum menggoda.
"Baiklah, Mas Reza tunggu saja di kamar Maryam akan bawa kesana" Ucap Maryam kemudian.
Udara pagi ini sangat sejuk, Maryam berencana membuatkan Reza Lemon Tea Hangat dengan sedikit madu. Maryam bergegas untuk menyiapkan bahan-bahan, tidak lupa Maryam membawakan juga beberapa makanan ringan untuk Reza.
"Assalamualaikum" Ucap Maryam ketika melangkah masuk kedalam kamar
"Waalaikumsalam" Jawab Reza masih dengan pandangan fokus dengan pekerjaannya.
__ADS_1
Maryam segera meletakkan nampan berisi minuman dan makanan diatas meja.
Reza masih tetap fokus dengan beberapa pekerjaan yang belum selesai.
"Teh Nya Mas " Ucap Maryam pelan.
"Hemm" Jawab Reza singkat
Setelah melayani Reza, Maryam berencana untuk membuka beberapa materi kuliahnya. Maryam teringat jika kuliah Dokter Tama akan mengadakan praktikum.
Maryam segera duduk di meja belajarnya dan fokus dengan materi yang ada di laptop miliknya.
Beberapa saat kemudian Reza telah menyelesaikan Pekerjaan miliknya, Beberapa kali Reza menyesap Lemon Tea hangat yang di buatkan Maryam untuknya
Terasa begitu nikmat dan menyegarkan, cocok dengan selera Reza juga dengan udara dingin pagi ini, Lemon Tea hangat terasa pas.
Reza Memandang Maryam dengan tatapan intens, dengan sesekali menyesap Lemon Tea yang ada tangannya.
"Semakin dilihat kenapa semakin cantik, Jauh berbeda dari apa yang dulu ku pikirkan" Batin Reza dengan mengerutkan dahi
"Bahkan dia tidak pernah sedikitpun menyimpan dendam atas perlakuanku, Begitu Luar biasa pesona mu Maryam" Batin Reza dengan senyum simpul dan tatapan intens ke arah Maryam
"Pantas saja Tama Menyukaimu " Gumam Reza
Reza merasa setiap kebaikan yang di lakukan Maryam terhadap dirinya, merupakan sesuatu yang baru dia rasakan. Sesuatu yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya bersama istri pertamanya.
Bagaimana tidak, bersama dengan istri pertamanya dulu, jangankan menyiapkan minuman, makanan atau pakaian, Sekedar bangun tidur di pagi hari saja dia tidak akan bangun jika bukan Reza yang membangunkan.
Selalu berlagak seperti nyonya besar, dan hal itulah salah satunya yang membuat Nenek Haliman Sangat marah dan Kecewa dengan Reza, atas keputusannya menikahi Tasya.
Melihat Maryam yang begitu fokus dengan laptop miliknya, terbersit Ide Jahil di pikiran Reza
"Maryam " Panggil Reza
"Iya mas ? , Apa mas Reza butuh sesuatu " Tanya Maryam dengan nada lembut
"Bisa Ambilkan tissue untuk ku " ucap Reza datar dengan pandangan ke arah handphone miliknya. Seolah-olah sedang sibuk dengan segala pekerjaannya.
"Baiklah, " Jawab Maryam
Segera Maryam mengambilkan tissue untuk Reza dan memberikannya, setelah itu Maryam kembali lagi berkutat dan duduk manis di meja belajarnya.
"Maryam " Panggil Reza lagi.
"Iya Mas ?" Jawab Maryam lagi
"Bisa ambilkan aku minuman, Habis" Ucap Reza lagi dengan menunjukan jika gelas sebelumnya telah kosong.
"Iya, tunggu sebentar " Jawab Maryam sembari berlalu
Segera Maryam keluar dari kamar dan bergegas membuatkan minuman yang sama untuk suaminya. Setelah selesai Maryam segera memberikannya pada Reza, dan kembali pada kegiatan sebelumnya.
"Maryam" Panggil Reza lagi
"Iya Mas Reza!" Jawab Maryam dengan nada sedikit menekan.
__ADS_1
"Bisa kau ambilkan aku charger?" Ucap Reza lagi tanpa melihat kearah Maryam yang sudah mulai kesal
Segera Maryam bangkit dan mengambilkan charger yang ada di sebelah Reza duduk, dan menyerahkan kepada Reza.
Setelah memenuhi permintaan Reza , Maryam bergegas untuk kembali menyibukkan diri dengan segala materinya.
Maryam sedikit merasa aneh dengan permintaan Reza yang tidak biasanya, terkesan aneh bagi Maryam, namun Maryam urung untuk memikirkannya.
"Maryam " Panggil Reza lagi dengan menahan tawanya
"Iya mas ?, Apa yang mas butuhkan lagi? , Tidak bisakah Mas Reza katakan langsung semua keinginan Mas Reza ?" Ucap Maryam dengan nada kesal dengan bibir yang sudah manyun
Reza tidak lagi menjawab ataupun Meminta tolong untuk diambilkan sesuatu.
Reza segera bangkit dari duduknya, berjalan pelan kearah Maryam yang sedang duduk di kursi belajar menghadap dirinya.
Seketika Maryam merasa sangat gugup dan Mulai meremas ujung Kerudung yang dia kenakan.
Maryam takut jika Reza akan memarahinya lagi.
"Ada apa ?" Tanya Maryam terbata
Reza hanya terus berjalan dengan tatapan dingin mendekati Maryam tanpa mengatakan apapun.
Setelah berada tepat di hadapan Maryam, Reza membungkukkan badanya dan "Aku hanya ingin kamu " Ucap Reza berbisik tepat di telinga Maryam
Kalimat yang seketika membuat Maryam menjadi bergidik.
Reza menyentuh dagu runcing Maryam dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Maryam.
Terdengar Derap Jantung Maryam yang sudah tak menentu, bahkan Reza yang tepat berada di depannya dapat mendengar dengan jelas Detak jantung Maryam, seketika kaki Maryam menjadi Lemas.
Maryam mencoba tetap tenang, dengan beberapa kali mengedipkan matanya, untuk mengurai kepanikan dalam dirinya.
Reza semakin mengikis jarak diantara keduanya. Semakin lama semakin dekat , Hingga kedua hidung mancung itu saling bersentuhan, Reza memiringkan wajahnya dan mulai mengecup bibir ranum Maryam.
Tok tok tok
"Ning Maryam !!" Ucap Bi Minah dadi balik pintu.
Maryam merasa sangat terkejut dengan shock terapi yang di berikan Reza baru saja , Juga ketukan pintu yang tiba-tiba terdengar, Maryam segera mendorong tubuh kekar Reza agar menjauhinya.
Maryam tidak nyaman jika tiba-tiba Bu Minah masuk dan melihat adegan mereka sebelumnya.
Reza hanya tersenyum kecut melihat Maryam yang salah tingkah.
"Iya Bi..., Tunggu sebentar"
Maryam bergegas berlalu dari hadapan Reza dan membukakan pintu kamar untuk Bi Minah.
***
Bersambung
***
__ADS_1
Jangan Lupa dukungannya ya 🥰🙏