
"Mas , Kok ngomongnya gitu sih" Ucap Maryam dengan nada kesal, dan dahi yang mengerut.
"Kenapa mas tanya sesuatu yang mas Reza sendiri tahu jawabannya" Ucap Maryam dengan memajukan bibirnya.
Bagaimana tidak Maryam merasa sangat lelah dan kelaparan,pasalnya Reza benar benar perkasa dan tidak sedikitpun memberi jeda pada Maryam untuk beristirahat sebentar saja.
Bahkan meski setelah beberapa kali penyatuan, Maryam merasa tenaga Reza tidak sedikitpun berkurang, hingga hal itu membuat dirinya merasa sangat Kelelahan, dan sudah pasti Maryam merasa sangat kelaparan.
"Oke oke sayang, maafkan aku" Ucap Reza masih dengan tawa yang menghiasi bibirnya
Merasa Reza selalu mentertawakan dirinya, Maryam merasa sangat kesal. Dan segera Maryam beranjak dari duduknya untuk keluar dari kamar.
Maryam berencana ke dapur untuk membuat makanan sebagai pengganjal perutnya yang kini sudah tidak lagi bisa diajak kompromi.
"Mau kemana ?" Tanya Reza sebelum Maryam beranjak dengan menarik pergelangan tangan Maryam.
"Ke dapur lah mas!" Ucap Maryam dengan nada ketus.
"Kenapa tidak minta pelayan saja siapkan , kau tinggal pencet tombol ini saja, mereka akan menyiapkan apa mau mu" Ucap Reza dengan suara santai
"Mas ! apa karena kau telah menggaji mereka lantas kita memperlakukan mereka semua hati kita ?" Ucap Maryam dengan dahi berkerut yang penuh tanya di kepala.
"Mereka juga butuh istirahat mas, setelah seharian bekerja di rumah besar mas Reza ini " Ucap Maryam kemudian
"Tapi memang itu pekerjaan mereka bukan ?, memang Meraka digaji untuk itu" Jawab Reza ringan dengan wajah tanpa rasa bersalah.
"Mas, Maryam tau mas Reza memiliki segalanya, Tapi tindakan yang seperti itu Maryam rasa kurang pas !" Ucap Maryam dengan lembut namun terkesan menekan.
Reza hanya terdiam mendengar penuturan Maryam, sedikit merasa tersentil dengan ucapan dari sang istri. Namun Reza hanya terdiam tanpa kata.
Maryam bergegas bangkit dan keluar dari kamar untuk menuju Dapur, segera Maryam melihat bahan makanan yang ada di dalam lemari pendingin, berfikir sejenak apa yang dia bisa dia buat untuk mengganjal perutnya saat itu.
Maryam menemukan ada udang disana , segera saja Maryam mengambilnya. Pilihan Maryam saat ini adalah membuat nasi goreng udang telur, yang dia rasa tidak akan butuh waktu lama untuk membuatnya.
Bergegas Maryam menyiapkan segala bumbu yang di butuhkan dan segera meng eksekusi semua yang telah dia siapkan sebelumnya.
"Sempurna" beberapa saat berlalu Maryam telah selesai dengan kegiatannya memasaknya.
"Astaghfirullah haladzim" Ucap Maryam sedikit berteriak tatkala melihat Reza telah melingkarkan kedua tangan kekarnya di pinggang ramping Maryam.
Entah sejak kapan Reza telah berada di sana, Maryam pun tidak menyadari hal itu. Hingga tiba-tiba muncul tepat di belakangnya.
"Mas kok ngagetin sih" Ucap Maryam dengan memajukan bibirnya.
"Apa kau benar-benar membuatnya sendiri?" tanya Reza kemudian.
Maryam hanya dapat menarik nafas dalam. "Apa mas Reza melihat orang lain disini ?" Tanya Maryam kemudian dengan suara kesal.
"Tidak sih" Ucap Reza dengan nada cengingisan.
__ADS_1
"Udah ah mas Maryam mau makan nih" ucap Maryam penuh permohonan, Dangan tangan yang telah mengangkat piring berisi seporsi besar nasi goreng udang.
Maryam segera menuju meja makan tatkala Reza telah melepaskan tangannya yang melingkar pada pinggang rampingnya.
Reza yang mengamati betapa nikmat Maryam memasukan suapan demi Suapan nasi goreng kemulutnya, hingga beberapa kali Reza harus menelan salivanya.
"Apa kau hanya membuat satu saja ?" Tanya Reza dengan wajah memelas.
Maryam membelalakkan kedua bola matanya menyadari Reza pun menginginkan makanan yang dia buat.
"Apa mas Reza juga lapar ?" Tanya Maryam begitu saja
"Tentu saja !" ucap Reza cepat
"Yah , gimana dong, Maryam cuma buat satu saja, Maryam pikir mas Reza nggak mau " Ucap Maryam dengan tawa renyah di bibirnya.
Reza tertunduk lesu, dan hanya terdiam mendengar ucapan Maryam, dengan alis yang mengerut menjadi satu.
Reza tampak berfikir apakah Maryam sengaja menggodanya untuk membalas perlakuannya tadi di tempat peraduan keduanya.
Menyadari raut wajah Reza yang memelas, dan berubah masam. Maryam merasa sangat gemas dan ingin sekali mencubit pipi mulus Reza yang sedikit di tumbuhi bulu halus.
"Kasihan sekali suamiku ini, Aaaaaa" Ucap Maryam dengan menyodorkan sendok berisi nasi goreng buatannya.
Dengan cepat Reza menyambar sendok berisi nasi goreng yang mengarah ke mulutnya, Reza sudah seperti anak kecil yang mendapatkan suapan makanan dari orang tuanya.
Bagaimana tidak, Maryam yang belum selesai mengunyah, Reza telah dua kali membuka mulutnya untuk meminta suapan nasi goreng lagi dan lagi.
Namun hal itu justru membuat Maryam merasa senang karena Reza sangat menikmati masakan buatannya.
Setelahnya Maryam makan dan beberapa kali memberikan suapan ada Reza , hingga keduanya merasa kenyang, dan seporsi besar nasi goreng telah berpindah ke lambung masing-masing.
"Kau sangat pandai dalam membuat makanan" Puji Reza pada masakan Maryam
Maryam hanya tersenyum simpul mendengar pujian dari suaminya.
"Kenapa setiap makanan yang kau buat selalu cocok dengan lidahku" Ucap Reza lagi tampak berfikir
"Bukan karena cocok mungkin mas, lebih tepatnya karena mas Reza lapar" Ucap Maryam dengan nada menggoda dan tawa menghiasi bibirnya
Reza hanya tersenyum nyengir dengan menggaruk tengkuknya yang terasa meremang.
Maryam segera beranjak dari duduknya dan mencuci miring yang baru saja dia kenakan bersama Reza untuk makan.
"Tidak usah di cuci, besok juga akan di cuci sama pelayan" Ucap Reza santai.
"Ini cuma satu mas, kenapa harus nunggu besok" Ucap Maryam kemudian.
Reza hanya menarik nafas mendengar penuturan Maryam,. namun tetap saja Reza menunggui Maryam dengan setia hingga semua pekerjaan Maryam selesai.
__ADS_1
"Mas , Nggak usah di tungguin, Mas ke kamar saja dulu" Ucap Maryam dengan meletakkan piring dan sendok yang telah di cuci, untuk diletakkan pada tempatnya.
"Memang tidak boleh, aku menunggu istriku" Jawab Reza sekenanya.
"Bukan begitu, mas kan bisa nunggu Maryam di kamar sembari beristirahat, dan menunggu datangnya adzan subuh" Ucap Maryam kemudian
Reza hanya terdiam mendengar jawaban Maryam
Maryam telah selesai dengan semua pekerjaannya, bergegas Maryam menuju kamarnya lagi. Hingga satu titik Maryam merasa tubuhnya melayang di udara.
Benar saja Reza Telah sigap membopong tubuh ramping istrinya menuju kamar keduanya.
"Mas!" Ucap Maryam yang kaget dengan sedikit pukulan lembut di bagian dada bidang suaminya.
"Mas malu ah kalau di lihat orang" Ucap Maryam dengan berontak merasa tidak nyaman.
"Sudah, diam dan nikmati saja" Ucap Reza santai
"Kau bilang mereka beristirahat di jam segini, jadi tidak akan ada yang melihat kita bukan ?" tanya Reza membalikkan perkataan Maryam sebelumnya.
"Iihh... Mas, Udah ahh , turunin Dong" Ucap Maryam memohon.
"Ini kan salah kamu " Ucap Reza kemudian.
"Loh kok salah Maryam, maksutnya apa mas ?" Ucap Maryam tampak penasaran.
"Kamu kan yang buat aku makan banyak malam-malam, Ya mau nggak mau aku harus bakar kalori lagi dong" Ucap Reza dengan nada menggoda.
Seketika Maryam melotot mendengar penuturan dari mulut Reza yang terkesan asal.
"Mas !" ucap Maryam tampak tidak percaya dengan ucapan suaminya.
Maryam tentu sangat paham dengan maksut Reza membuang kalori.
Sudah pasti Reza akan mengajaknya lagi untuk senam di pagi hari ini.
"Tunggu.. tunggu...tunggu... Please mas nggak aneh-aneh deh" ucap Maryam kemudian dengan nada kesal.
Reza terkekeh mendengar ucapan Maryam dan merasa lucu dengan wajah istrinya yang mendadak panik.
***
Bersambung
***
Mohon maaf atas segala kekurangan ya kakak Reader
Peluk cium dari jauh buat para reader setia semuanya. 🥰🥰🤗🙏
__ADS_1