PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
64. Reza dan Mahira


__ADS_3

Ada sedikit keraguan di wajah Reza mendapati Maryam yang seolah bukan menangis karena rasa bahagia, namun sebaliknya.


***


Setelahnya Reza meraih tangan Maryam dan mengajaknya untuk beranjak dari taman, dan meninggalkan Mahira sendiri di sana.


Melihat kemesraan Maryam dan Reza, Mahira semakin merasa menyesal, telah menolak Reza sebelumnya.


Bahkan sebelum dia mengetahui siapa sosok Reza sebenarnya. Beberapa kali Mahira mendengus kesal dengan dirinya sendiri yang begitu bodoh


"Mas Butuh sesuatu ?" Tanya Maryam lembut ketika Reza meraih pundaknya dan mengajak Maryam berlalu.


"Aku lapar" Ucap Reza singkat dengan nada suara manja


Maryam tersenyum melihat tingkah suaminya yang sudah seperti anak kecil


"Aku akan buatkan sesuatu untuk mas Reza " Ucap Maryam dengan senyum sumringah


"Benarkah ?" Ucap Reza girang


"Tentu saja "Jawab Maryam


Keduanya telah sampai di dapur, benar saja Bi Minah belum membuat makan siang karena harus ke rumah sakit menemui Abi dan Ummi.


Akhirnya dengan sigap, tangan terampil Maryam menyiapkan beberapa bahan makanan, Isi lemari pendingin saat itu terlihat sangat Full, karena memang baru saja di isi oleh BI Minah, jadi Maryam tidak kesulitan untuk mencari bahan-bahan yang di butuhkan.


Reza memilih untuk menemani Maryam di dapur, namun dirinya hanya menunggu di meja makan dengan menyibukkan diri membuka beberapa email pekerjaan yang telah di kirim oleh Asisten nya.


Meski berada di dapur, Reza tampak tetap fokus Jika dengan pekerjaan.


Beberapa proyek besar seperti pembuatan jalan tol, peresmian jembatan, pembukaan jalan baru, dan lainnya sepertinya sudah sangat menunggu Reza, namun Reza merasa tidak bisa meninggalkan Maryam sendiri.


Terlebih Reza merasa tidak bisa semenit pun tidak memandang wajah cantik istrinya tersebut, Reza pun menyadari keanehan yang dia rasakan, semenjak bersama dengan maryam dirinya lebih bucin, Bahkan dia pun merasa jiwa ABG nya bangkit kembali.


Ayam Woku, Balado Kentang, Dan Sup Jamur Telah siap Maryam hidangkan , Tidak lupa Maryam membuatkan perasan lemon hangat bercampur dengan madu dan daun mint untuk Reza.


" Terima kasih sayang " Ucap Reza dengan senyuman manis


"Emmm... Aku sudah tidak sabar" Ucap Reza dengan liur sudah menumpuk di rongga mulutnya. Maryam tersenyum


"Segini cukup ? " Maryam menunjuk pada nasi yang telah di letakkan di piring. Reza mengangguk.


Setelahnya Maryam memberikan piring nasi tersebut, membiarkan Reza memilih sendiri menu yang ingin dia cicipi.


"Mas " Ucap Maryam di sela-sela makan siang keduanya.


"Iya" Jawab Reza


"Maryam panggil kak Ira dulu ya, Kasian" Ucap Maryam dengan nada lembut.


Reza hanya menatap lekat Maryam.


"Tidak perlu ! dia sudah besar, Kalau dia lapar dia juga akan kesini" Ucap Reza datar dengan masih mengunyah makanan di mulutnya.


Mendengar jawaban dari Reza Maryam hanya menurut perintah suaminya.

__ADS_1


"Lagi pula kau membuat cukup banyak, dia tidak akan kelaparan" Ucap Reza lagi. Maryam tersenyum


Beberapa saat keduanya fokus dengan makanan mereka, hingga seluruh makanan berpindah ke lambung masing-masing.


Tap tap tap. Terdengar suara heels Mahira menggema di seluruh ruangan


"Kak Ira mau kemana ?, Tidak makan dulu ?" Tanya Maryam kepada Mahira


Mahira hanya menatap acuh pada Maryam


"Aku tidak akan Kabur, Jadi kau tidak perlu se khawatir itu !!" jawab Mahira angkuh.


Setelahnya Mahira berlalu dari hadapan Reza dan Maryam yang masih berada di meja makan.


Mahira pergi dengan menggunakan jasa Taksi online yang telah di pesan sebelumnya.


***


Reza terlihat kembali sibuk dengan beberapa email yang di kirim oleh Denis. Begitu juga Maryam yang menyibukkan diri dengan membereskan makanan dan peralatan makan yang baru saja di gunakan.


Mencuci dan meletakkannya kembali pada tempatnya.


"Maryam" panggil Reza dengan melingkarkan tangan di pinggang ramping Maryam


"Iya mas?" Jawab Maryam, masih dengan tangan yang memegang spons dan sabun nya.


"Aku akan keluar sebentar, Denis Telah menungguku di cafe, Ada beberapa berkas yang perlu aku tanda tangani" Ucap Reza lembut pada Maryam, dengan semakin erat melingkarkan kedua tangannya di pinggang Maryam.


"Emm... Iya mas" Jawab Maryam masih dengan mencuci beberapa peralatan makan.


"Apa kau tidak ingin menemaniku ?" ajak Reza dengan nada manja-manja pada Maryam. Maryam tersenyum melihat tingkah suaminya.


"Emm... Tidak juga, hanya jika kau tidak sibuk, Aku ingin kau ikut bersamaku" ucap Reza kemudian


"Maryam sangat senang sebetulnya, mas Reza mengajak Maryam turut serta, Tapi Maryam ingin membuatkan Abi minuman herbal, untuk kita bawa nanti sore" Ucap Maryam memberi penjelasan pada suaminya..


"Baiklah" Ucap Reza dengan nafas berat merasa tidak rela jika meninggalkan Maryam sendiri


"Kau tidak masalah sendirian ?" Ucap Reza lagi


"Aku di rumah mas, bukan di hutan, InshaAllah Aman" Jawab Maryam dengan senyum sumringah.


"Sudah mas Reza segera bersiap, Kasian Denis jika menunggu mas Reza terlalu lama" Ucap Maryam menyemangati suaminya yang terlihat masih manja-manja dengannya.


Setelah beberapa saat Reza telah siap meski tidak mengenakan stelan jas, tapi Reza tampak terlihat formal dan tetap tampan dengan kemeja hitam. Maryam segera meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangannya dengan takzim.


Segera Reza berlalu dari kediaman Abi Hanif untuk bertemu Denis yang telah menunggunya.


***


"Selamat Siang tuan" Sapa Denis dengan sopan.


Reza bergeming dan hanya menganggukkan kepala.


Reza tidak memerintahkan Lian, karena Reza sebelumnya menginstruksi Lian untuk meninjau sebuah proyek pembangunan jalan tol di luar Kota.

__ADS_1


"Mana yang perlu ku tanda tangani" Ucap Reza singkat tanpa basa-basi , dan tidak ingin berlama-lama.


"Baik tuan" Jawab Denis


Segera Denis menyiapkan beberapa berkas yang lumayan banyak untuk Reza tanda tangani.


Denis mengarahkan dimana Reza harus membubuhkan tandatangannya.


Meski harus bekerja cepat, Reza tipikal orang yang sangat jeli dan teliti, dia tetap akan membaca setiap lembar berkas yang harus dia tandatangani.


Setelah beberapa saat akhirnya seluruh berkas telah di koreksi dan terdapat tandatangan Reza di sana.


Denis telah memesankan secangkir kopi sebelumnya untuk Reza, jadi setelah semua pekerjaan selesai Denis tidak perlu memesan menunggu pesanannya datang.


"Silahkan Tuan" Ucap Denis dengan menyodorkan Secangkir kopi yang telah dia pesan sebelumnya. Reza menerima dengan anggukan kepala.


"Bagaimana Kantor ?" Ucap Reza dingin dengan sesekali menyesap Kopi yang ada di cangkirnya.


"Semua berjalan normal Tuan" ucap Denis


"Proyek pembangunan jembatan yang ada di Luar kota akan selesai kurang dari tiga Minggu lagi" Ucap Denis memberikan laporan .


"Baik, tetap awasi setiap kinerja karyawan" Jawab Reza menginstruksi Denis .


"Baik tuan" Jawab Denis kemudian


Terdengar keributan dari sudut lain cafe, seorang laki-laki yang tengah bertengkar dengan seorang wanita.


Biasanya Reza selalu acuh dengan urusan orang lain, tapi kali ini Reza tampak mengenal suara orang yang tengah bertikai tersebut.


Sejenak Reza menajamkan pendengarannya. "Mahira?" Gumam Reza.


"Ada apa tuan" Tanya Denis ketika seolah mendengar bos besarnya berbicara.


"Tidak, aku hanya seperti mengenal Suara keributan itu " Jawab Reza masih dengan menyesap kopi miliknya.


"Apa perlu saya mengurusnya tuan ?" Tanya Denis lagi.


"Tidak perlu , aku akan kesana sendiri " Jawab Reza sembari beranjak dari duduknya.


Meski Reza ingin membereskan sendiri keributan yang ada di cafe tersebut , tapi Denis tetap mengikutinya dari belakang, karena tidak ingin sesuatu terjadi pada Bos besarnya tersebut.


Reza semakin mendekat dan benar saja keributan tersebut datang dari Mahira dan seorang laki-laki yang familiar di bagi Reza.


"Randy ?" gumam Reza dengan menyempitkan kedua matanya, masih dengan mengamati keduanya dari jarak yang cukup jauh.


Randy yang tidak lain adalah kekasih Mahira, merupakan anak dari direktur pelaksana, di salah satu anak cabang perusahaan Reza.


Melihat pertikaian diantara keduanya Reza hanya tersenyum getir dengan menggelengkan kepala. Menyaksikan setiap umpatan-umpatan yang keluar langsung dari mulut Mahira yang juga di balas umpatan oleh kekasihnya.


Beberapa saat Reza bergegas menerjang kerumunan yang ada di sekitar Mahira dan Randy, tatkala Randy dengan berani mengangkat tangan dan melayangkan satu tam*Aran ke pipi Mahira, dan mengangkat tangan lagi untuk melayangkan tamparan ke dua, namun segera tangan tersebut di tepis oleh Reza.


***


Bersambung

__ADS_1


***


Jangan lupa Dukunganya ya ka 🤗


__ADS_2