PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
42. Pulang Ke Ruman Reza


__ADS_3

"Alhamdulillah selesai " Maryam merasa lega


"Terima kasih" Ucap Reza kemudian. Dibalas anggukan kepala oleh Maryam.


Maryam bergegas bangkit dari duduknya dan mengembalikan semua peralatan P3K yang telah di gunakan sebelumnya.


"Mas butuh sesuatu ? " Ucap Maryam sebelum beranjak meninggalkan Reza


"Sejujurnya aku membutuhkanmu , Tapi..!" Ucap Reza dengan nada menggoda. namun kalimat itu tidak jadi di ucapkan oleh Reza.


Mendengar penuturan Reza Maryam segera berlalu dari hadapan Reza.


***


Reza dan Maryam telah siap di meja makan, menunggu Abi Hanif dan Ummi Maya bersiap, setelah sebelumnya baru saja keduanya tiba setelah dari perkebunan juga pabrik.


Beberapa saat kemudian Abi dan Ummi Maya telah siap di meja makan, Maryam segera melayani suaminya dan kedua orang tuanya.


Suasana makan siang sangat tenang tidak ada suara atau obrolan saat itu, begitu juga dengan Maryam dan Reza yang hanya menunduk sibuk dengan piring dan pikiran mereka masing-masing


Terlebih Maryam ketika bertemu Bi Minah terlihat sangat malu, dan merasa tidak nyaman dengan kejadian yang sebelumnya di lihat bi Minah.


Abi Hanif dan Ummi Maya hanya saling melemparkan pandangan satu sama lain, melihat anak dan menantunya yang mendadak seperti sedang sariawan berjamaah.


***


Setelah selesai dengan makan siang mereka masing-masing, Maryam menemani Ummi Maya yang ingin duduk bersantai di taman belakang rumah mereka.


Melihat beberapa bunga yang bermekaran, menambah tenang suasana hati Maryam dan Ummi Maya.


"Maryam" Ucap Ummi Maya


"Ya Ummi.." Jawab Maryam singkat


"Ummi ingin duduk di sana" ucap ummi Maya lembut.


"Baik Ummi Yuk..." Jawab Maryam ceria dengan seutas senyum di bibir manisnya.


Melihat Umminya yang kembali sehat membuat hati Maryam bahagia.


Maryam menuntun Ummi Maya yang ingin duduk di sebuah saung yang ada di taman tersebut.


Keduanya duduk dan mengobrol bersama, sesekali Maryam bersenda gurau yang seketika mengundang gelak tawa Ummi Maya.


"Maryam " ucap ummi lembut


"Iya Ummi" Jawab Maryam dengan merebahkan kepalanya diatas pangkuan Ummi Maya


Ummi Maya membelai kepala Maryam dengan sangat lembut, membuat Maryam menjadi tenang dan bahagia.

__ADS_1


"Ingat pesan ummi dan Abi, jadilah istri yang baik untuk suamimu, dan layani dia dengan baik, buat dia selalu bahagia, Karena saat ini Ridha Maryam ada padanya" ucap ummi Maya lembut pada Maryam


"InshaAllah Ummi" Jawab ummi singkat


"Kalaupun ada masalah dalam rumah tangga itu sudah hal biasa, segera bicarakan baik-baik jangan menunggu permasalahan menguap begitu saja, dan akhirnya hilang tanpa ada solusi yang jelas" Tukas Ummi Maya kemudian


"Seorang istri juga tidak baik mendiamkan suaminya, begitu juga sebaliknya seorang suami pun demikian" Ucap Ummi Maya lagi


"Salah satu karakter wanita shalihah adalah mampu menyenangkan hati suami ketika suami melihatnya, baik karena pakaian, dandanan, atau sebab-sebab yang lainnya. Lebih-lebih karena sang istri tersebut senantiasa menaati suami dan merespon perintah suami dengan penuh ketaatan, tanpa diiringi rasa sombong (congkak) atau merasa memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada suami." Nasihat Ummi Maya


الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ


“Yang paling menyenangkan jika dilihat suami, mentaati suami jika suami memerintahkan sesuatu, dan tidak menyelisihi suami dalam diri dan hartanya dengan apa yang dibenci oleh suaminya.” (HR. An-Nasa’i no. 3231, dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)


Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.”


Maryam hanya mengangguk mendengar penuturan Umminya, dan hanya menundukkan pandanganya. Menyadari mungkin saja Ummi dan Abi nya menyadari sikap Maryam terhadap Reza.


Tanpa disadari oleh keduanya, sepasang mata yang sedari tadi melihat telah mendengar obrolan antara ibu dan anak tersebut.


"Mereka mendidik Maryam dengan sangat baik, sampai ilmu rumah tangga pun mereka mengajarkan dengan baik, sedangkan diriku ? batin Reza


Beberapa saat kemudian ummi Maya kembali ke dalam rumah untuk beristirahat setelah sebelumnya berkutat dengan kegiatan di kebun dan pabrik mereka.


Menyisakan Maryam yang masih duduk di taman sendiri mengingat pesan orang tuanya.


"Maryam!"


"Mas Reza , Sejak kapan ?" Batin Maryam


"Iya, apa mas Reza butuh sesuatu ?" Jawab Maryam kemudian


Reza tidak menjawab, dan langsung duduk di samping Maryam.


Suasana mendadak menjadi hening dan tenang, tanpa obrolan dari Reza maupun Maryam, hanya suara daun yang tertiup semilir angin.


"Aku hanya ingin mengatakan, sepertinya sore ini kita sudah harus pulang" ucap Reza


"Oh.. " Jawab Maryam dengan anggukan kepala.


"Apa kau keberatan ? " Tanya Reza


"Tentu saja tidak" Jawab Maryam dengan senyum simpulnya.


"Baiklah Maryam akan segera berkemas" Ucap Maryam lagi sembari berlalu dari hadapan Reza


Sejujurnya Maryam masih betah tinggal di rumah orang tua nya, Tapi Maryam sadar sekarang dirinya bukan lagi seorang anak, melainkan seorang istri.


Terlebih mengingat kesibukan Reza yang sangat padat, sudah pasti dirinya tidak akan bisa berlama-lama tinggal di rumah Mertuanya.

__ADS_1


Sebelum ke kamar Maryam menghampiri kedua orang tuanya yang berada di ruang keluarga.


"Abi..Ummi..." Ucap Maryam


"Iya nak" Jawab Ummi


Setelahnya Maryam mengatakan kepada Ummi dan Abi nya jika dirinya dan Reza akan pulang sore ini. Meski terasa berat bagi Maryam.


***


Setelah melaksanakan sholat ashar dengan Reza menjadi imamnya, Maryam bergegas membawa keluar seluruh barang-barang yang telah dia kemas sebelumnya.


Maryam membawa cukup banyak barang karena sebelumnya memang Maryam menginap lebih dari satu Minggu, sementara Reza hanya membawa beberapa baju saja.


Reza memasukan koper dan barang lainya milik Maryam kedalam Mobil.


"Ummi , Abi , Reza Dan Maryam Pamit pulang, InshaAllah kami akan sering-sering berkunjung" Ucap Reza pada kedua mertuanya


"Baik nak Reza , Sering-seringlah berkunjung, Hati-hati di jalan" Ucap Abi Hanif


"Maryam segera kabari Ummi setelah sampai" Ucap Ummi Maya dengan mata berembun.


"Baik Ummi" Jawab Maryam dengan wajah sendu.


Setelah selesai berpamitan dengan kedua mertuanya Reza dan Maryam meraih tangan keduanya untuk mencium tangan Abi Hanif dan Ummi Maya dengan takzim.


"Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam "


Mobil segera berlalu dari kediaman Abi Hanif dan Ummi Maya


***


Perjalanan yang di tempuh kurang lebih memakan waktu dua jam.


Sepanjang perjalanan Maryam mengalihkan pandanganya kearah luar jendela. Sesekali Reza menatap Maryam dengan senyum manisnya.


Melihat Bulir bening merembes dari sudut mata Maryam. Reza seketika meraih Tangan Maryam yang ada diatas pangkuannya.


Deg.


Maryam merasa gugub, meski demikian Maryam merasa hangat dengan perlakuan yang di tunjukkan Reza.


***


Bersambung


***

__ADS_1


Jangan Lupa Dukunganya untuk Author ya


Terima kasih 🥰🙏


__ADS_2