PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
68. Kemarahan Reza


__ADS_3

Mahira menyadari arah pembicaraan keduanya, dimana mereka sama-sama memiliki perasaan terhadap adiknya Maryam.


"Sial, Beruntung sekali dia " batin Mahira kesal


***


Reza kembali ke ruang perawatan Ummi Maya dengan raut wajah masam.


Maryam pun menyadari. Terlihat Guratan kemarahan di wajah tampan suaminya.


"Mas Reza kenapa ?" Batin Maryam dalam hati.


Meski begitu Maryam urung untuk menanyakan sebab perihal suaminya menjadi begitu marah, hal itu Maryam lakukan untuk menjaga perasaan kedua orang tuanya.


"Abi.. Ummi... Reza izin malam ini untuk membawa Maryam pulang" Ucap Reza dengan nada datar kepada keduanya..


Sontak hal itu membuat Maryam kaget, dan menyempitkan dahinya, hal ini tidak sesuai dengan rencana awal keduanya, yang akan menginap beberapa hari.


"Oh.. Iya nak Reza , Abi memahami kesibukan nak Reza di kantor. " Ucap Abi Hanif dengan lembut dan senyuman di bibirnya


"Dan lagi pula kondisi Ummi sudah berangsur membaik , jadi Abi dan Ummi rasa kalian pulang tidak masalah" Tukas Abi Hanif kemudian.


Mendengar penuturan dari ayah mertuanya Reza merasa sedikit lega. Bukan karena Reza tidak betah berlama-lama menemani mertuanya dirumah sakit.


Hal ini Reza lakukan karena dirinya teramat tidak menyukai Tama yang selalu mencari kesempatan untuk dekat dengan Maryam.


Berbeda dengan Reza yang merasa senang, Mahira tampak kesal dengan penuturan yang di sampaikan Reza. Namun Mahira menyadari tidak dapat berbuat lebih, untuk menahan Reza tetap disana.


Setelah menyampaikan maksut dan tujuannya Reza bergegas berpamitan dengan kedua mertuanya, dan mencium punggung tangan Abi hanif dan ummi Maya dengan takzim.


"Mas , Maryam minta waktu 10 menit saya " Ucap Maryam dengan penuh harap dan mata yang berkedip manja.


"Baiklah" Jawab Reza singkat dengan seutas senyum di bibirnya.


" Sayang, aku akan menunggumu di loby" Ucap Reza sembari berlalu, Reza tidak ingin egois dengan Maryam, dia tetap memberikan Maryam waktu untuk sejenak berbincang-bincang sebelum keduanya kembali ke kediaman Reza.


Beberapa saat berlalu, Maryam merasa lega untuk meninggalkan kedua orang tuanya, terlebih berdasarkan penuturan dari dokter Tama sebelumnya kondisi Ummi Maya berangsur membaik.


Tidak ingin membuat Reza lama menunggu dirinya, Maryam bergegas merapikan beberapa barang miliknya, dan berpamitan.


Maryam meraih tangan kedua orang tuanya dan mencium punggung tangan Abi hanif dan ummi Maya dengan takzim.


Segera Maryam berlalu dari ruangan Ummi Maya, untuk menemui suaminya di lobi rumah sakit.


"Maryam ! , Tunggu !" Teriak Mahira


"Iya kak" Jawab Maryam dengan nada lembut.

__ADS_1


"Aku ingin Bicara !, Ikut aku sekarang juga !" Ucap Mahira seraya meraih tangan Maryam dengan kasar dan menariknya ke sebuah lorong yang sepi.


Maryam sedikit merasa kesakitan dengan cengkeraman tangan Mahira yang begitu kuat menariknya.


Brak!!.


Mahira menghempaskan tangan Maryam hingga gadis tersebut terhuyung dan menabrak tembok.


"Auch" Ucap Maryam meringis kesakitan


"Kak, Ada masalah apa ?" Tanya Maryam tampak terkejut dengan ulah Mahira.


Sejenak Mahira memandang ke arah Maryam dari atas sampai bawah , hal itu dia lakukan berulang -ulang kali, hingga membuat Maryam sedikit risih dengan tatapan Mahira padanya.


"Jika tidak ada yang ingin di bicarakan, Maryam permisi " Ucap Maryam sembari berlalu, namun dengan sigap Mahira mencekal tangan Maryam dan kembali menghempaskan tangan tersebut.


"Apa kau merasa sangat cantik? " Ucap Mahira seketika.


Maryam tampak sedikit bingung dengan ucapan Mahira.


"Ternyata Kau pun juga tidak lebih baik dariku !, Kau sama murahnya dengan ku ! " Ucap Mahira dengan tatapan nyalang pada Maryam


"Apa maksut kak Ira ?" Ucap Maryam dengan suara tenang. Maryam tetap berusaha tenang dan tidak ingin meladeni kemarahan kakaknya.


"Luar biasa !! Bisa bisanya kau mendekati dua laki-laki sekaligus !!" Ucap Mahira dengan nada sinis.


"Apa kau sengaja mendekati Tama dan Juga Reza sekaligus ? , Dasar Murahan! " Ucap Mahira dengan nada sinis.


"Dan kau sangat paham jika pernikahan ku dengan Reza sudah batal, tapi kenapa kau justru merelakan dirimu sendiri?, Atau kau sengaja menggodanya ?" Ucap Mahira dengan nada ketus dan tatapan mata nyalang.


"Cukup !!" Ucap Maryam dengan nada tinggi, dengan sorot mata yang mulai berembun


"Ohhh... Aku tahu !, kau sengaja menggoda Reza kan , karena kau tahu Reza seorang miliarder?" Ucap Mahira dengan nada sinis


"Apa yang aku katakan salah ?, Kenapa kau sangat marah adikku sayang ?" Ucap Mahira Santai tanpa dosa.


"Ohya satu lagi, kau harus ingat ! , jika aku tidak pergi, kau pun tidak akan Pernah menikah dengan Reza !" Ucap Mahira dengan nada dingin namun penuh penekanan.


Sorot mata yang menampakkan ketidak suka an dan amarah yang telah terpendam.


Tanpa di sadari oleh keduanya Sepasang mata telah mengamati Maryam dan Mahira yang terlihat bertikai di lorong rumah sakit.


Ya. Reza telah berdiri di sudut lorong dengan mengamati keduanya dengan amarah yang sudah tidak dapat dia kendalikan.


Maryam tampak membulatkan kedua bola matanya, tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. kalimat yang sangat menyakitkan yang keluar begitu saja dari mulut kakak yang sangat dia hormati dan dia sayangi selama ini.


Mahira sungguh sangat keterlaluan.

__ADS_1


"Apa kak Ira pikir seperti itu ?" Ucap Maryam dengan suara bergetar menahan tangis yang akan keluar.


Maryam tetap berusaha menguasai dirinya untuk tidak membalas perbuatan Mahira, dengan berusaha meredam amarahnya.


Mahira hanya memainkan bibirnya dengan wajah sinis.


Tampak buliran bening merembes begitu saja dari sudut mata Maryam, mendapati perkataan Mahira yang sungguh sangat menyakitkan, bahkan untuk menyampaikan kebenaran di balik semua ini Maryam sudah sangat tidak sanggup.


Tak di sangka Abi hanif pun berdiri tidak jauh dari kedua anak nya yang tengah ber selisih paham.


"Cukup !!!" Terdengar suara lantang yang menggelegar dan menggema di lorong tersebut.


"Mahira tampak kaget mendapati Reza tengah berjalan ke arahnya dengan sorot mata tajam menusuk dan raut wajah yang telah merah padam.


FLASHBACK ON


Beberapa kali Reza mendengus kesal , melihat jam tangannya, namun Maryam tak kunjung tampak di hadapannya.


"Kemana saja dia huft " gumam Reza lirih.


"Dia tidak benar-benar memanfaatkan 10 menit yang ku berikan " Ucap Reza dengan nada kesal


Reza yang sudah tidak sabar untuk menunggu Maryam, segera Reza beranjak dari duduknya dan berjalan mencari keberadaan Maryam.


"Mungkin masih di kamar ummi" Gumam Reza lagi seraya berlalu dari loby.


FLASHBACK OFF


Mahira sangat terkejut dengan kedatangan Reza yang tiba-tiba dan tanpa aba-aba.


Reza yang sudah tidak mampu menahan amarah, melihat orang lain dengan mudahnya menginjak-injak harga diri wanita yang di cintai nya.


Lantas Reza mengangkat tangannya dan segera mengayunkan tangan tersebut ke pipi mulus Mahira, namun segera tangan Reza di tepis oleh Maryam yang tidak ingin suaminya berlaku kasar.


"Mas !" Ucap Maryam menghentikan gerakan suaminya dengan wajah memelas dan sorot mata berembun.


"Maryam mohon mas " Ucap Maryam dengan nada pilu, berharap suaminya tidak berbuat kasar ada wanita.


Maryam meraih tangan Reza yang begitu kuat mengepal, beberapa kali Maryam mencium tangan Reza dengan lembut, berharap dapat mencairkan amarah Suaminya.


***


Bersambung


***


"Ohya ,

__ADS_1


__ADS_2