
"Jangan pernah beraninya kau duduk di situ, Pindah ke belakang!!" Ucap Reza lantang.
"Tapi mas !" sergah Mahira. Reza menatap tajam pada Mahira.
Melihat tatapan tajam Reza , nyali mahira pun seketika menciut.
***
Dengan perasaan kesal Mahira berpindah posisi dari bangku depan ke bangku belakang mobil, menghempaskan kasar Tubuhnya di jok mobil mewah tersebut.
Terlihat jelas perubahan raut wajah Mahira yang menjadi masam, Beberapa kali tampak mendengus kesal.
Setelah perjalanan beberapa saat, Reza akhirnya sampai di kediaman Abi hanif.
Maryam yang mendengar suara mobil suaminya segera berlari menghambur, untuk menyambut kedatangan suaminya tersebut.
Maryam tersenyum lebar ketika melihat suaminya yang tersenyum ke arahnya dengan tatapan penuh cinta, namun raut wajah Maryam berubah seketika, ketika melihat Mahira pun turun dari mobil yang sama bersama dengan suaminya.
Beberapa kali Maryam mengerjap kan mata, namun hal itu benar adanya, Mahira keluar dari mobil Reza.
Ada beberapa pertanyaan yang seketika muncul di pikiran Maryam saat itu, namun dia urung untuk bertanya pada keduanya.
Maryam segera meraih tangan suaminya dan mencium tangan tersebut dengan takzim.
Reza menyadari perubahan wajah dari Maryam. melihat kedatanganya yang bersama kakaknya Mahira
"Apa kau ingin menanyakan sesuatu?" Tanya Reza kemudian. Maryam hanya tersenyum menyadari jika dirinya menyimpan pertanyaan.
"Mas, Sudah sholat Ashar?" Tanya Maryam pada Reza. Maryam memilih untuk membicarakan permasalahan Mahira nanti.
Reza menggelengkan kepala dan merangkul pundak Maryam seraya berlalu dari hadapan Mahira yang masih berdiri mematung di tempatnya semula.
Keduanya lantas berlalu menuju kamar. Maryam segera menyiapkan air untuk Reza mandi dan juga baju yang akan dia kenakan.
Suatu kegiatan yang sudah Maryam lakukan setelah menikah dengan Reza bahkan sebelum Reza berubah sikap pada Maryam , Maryam selalu menyiapkan kebutuhan Reza dengan teliti dan telaten.
Keduanya segera melaksanakan sholat berjamaah dengan Reza sebagai imam sholat. Keduanya tampak khusyuk melaksanakan sholat.
Setelah beberapa saat keduanya telah selesai dengan Sholatnya.
"Mas" Ucap Maryam setelah mencium tangan suaminya, dan Reza mengecup mesra puncak kepala Maryam.
"Iya, Sayang" Jawab Reza.
"Kita ke rumah sakit sekarang ?" ucap Maryam kemudian.
"Tentu saja, apa pun untukmu sayang " Jawab Reza dengan senyum dan tatapan mesra.
Keduanya saling berpelukan mesra dengan beberapa.kali Reza mendaratkan ciuman di puncak kepala Maryam.
"Sayang " Ucap Reza
"Iya mas ?" Jawab Maryam kemudian.
"Bolehkah aku mengajakmu berpetualangan malam nanti ?" Tanya Reza dengan pelukan yang semakin erat.
Maryam menengadahkan wajahnya dan tersenyum manis pada Reza
"Apakah Maryam memiliki pilihan lain selain mengiyakan" Jawab Maryam dengan suara lembut.
Reza lantas mendaratkan kembali ciuman mesra di puncak kepala Maryam.
__ADS_1
***
Keduanya bergegas mempersiapkan diri untuk ke rumah sakit, Maryam menyiapkan beberapa makanan dan minuman herbal untuk kedua orang tuanya.
Maryam sibuk di dapur untuk mengemasi seluruh barang yang di butuhkan, dengan di bantu oleh BI minah yang telah kembali.
"Bi " Panggil Mahira yang seketika mengagetkan Maryam dan BI Minah.
"Iya Ning ?" Jawab bi Minah.
"Tolong bibi Bereskan baju saya yang ada di atas tempat tidur, Saya akan membantu Maryam " Ucap Mahira memberi perintah.
"Baik Ning" Ucap Bi Minah sopan sembari berlalu dari hadapan keduanya.
Menyisakan Maryam dan Mahira di dapur. Maryam tampak sibuk menyiapkan beberapa barang yang harus dia kemas.
Mahira hanya melihat dan mengamati setiap gerakan Maryam. Menatap lekat Maryam dengan tatapan nyalang.
"Kak " Ucap Maryam
"Kak Ira butuh sesuatu ?" Tanya Maryam lagi
Mahira hanya bergeming dengan senyum simpul.
"Ohya Kak, sebentar lagi Maryam sama mas Reza mau ke rumah sakit, Kakak ..." Ucap Maryam kepada Mahira , yang seketika terputus .
"Ya, aku akan ikut!" Jawab Mahira ketus
Maryam tersenyum lebar mendengar jawaban kakaknya, meski dengan nada ketus, setidaknya dengan kedatangan Mahira akan mempercepat penyembuhan Ummi nya.
Beberapa saat berlangsung Maryam telah siap dengan segala kebutuhan yang akan dia bawa.
"Sayang!" Panggil Reza
"Alhamdulillah mas, InshaAllah ini sudah semuanya" Jawab Maryam dengan suara lembut.
"Kita berangkat sekarang mas ?" tanya Maryam kemudian . Reza menganggukkan kepala.
Reza segera meraih barang-barang yang telah di siapkan Maryam , dan meraih tangan Maryam.
"Mas , Tunggu !" Ucap Maryam menghentikan langkahnya
Reza tampak mengeryitkan dahi
"Maryam pamit bi Minah dulu " Ucap Maryam dengan seulas senyum manis.
"Baik, Aku akan menunggumu di luar " Jawab Reza
Setelahnya keduanya berlalu, Maryam yang mencari bi minah untuk berpamitan, dan Reza yang bergegas menuju mobil untuk menata beberapa barang bawaan.
Maryam dengan langkah cepat menghampiri Reza yang berdiri di samping mobil, siap dengan pintu mobil yang telah terbuka.
Maryam bergegas menghampiri Reza dan masuk kedalam mobil.
"Maryam !" Panggil Mahira seraya memegang tangan Maryam dari arah belakang.
"Iya kak" Jawab Maryam dengan rasa kaget
Reza menatap acuh pada Mahira.
"Boleh ya Kakak duduk di depan" Ucap Mahira dengan memelas
__ADS_1
"Ohh.." Jawab Maryam singkat dengan seutas senyum. di bibir
"Lagi pula Kakak merasa mual kalau duduk di belakang" Ucap Mahira lagi dengan penuh permohonan.
Tanpa pikir panjang Maryam sedikit bergeser dan membiarkan Mahira masuk ke bangku depan mobil.
"Terima kasih" Ucap Mahira dengan senyum lebar di wajahnya.
Maryam segera membuka pintu belakang dan masuk kedalam mobil.
Reza menatap nyalang dengan senyum getir tampak di wajahnya, melihat tingkah dua orang wanita di hadapannya.
"Keluar!" Ucap Reza dengan membuka pintu bagian depan.
"Keluar!" Ucap Reza lagi , sontak membuat Maryam dan Mahira terhentak kaget
"Mas, Sabar .. Mas tidak papa, Lagi pula Kak Ira tidak terbiasa duduk di belakang" Ucap Maryam memberi penjelasan.
"Ohya ?" Jawab Reza kemudian
"Mas , Lagi pula kenapa kau sangat bereaksi, Maryam saja tidak mempermasalahkan" Ucap Mahira dengan nada manja.
"Jangan Pernah memanggilku dengan sebutan itu ! " Ucap Reza. Merasa risih dengan panggilan MAS yang keluar dari mulut Mahira
"Oke oke.. ! aku minta maaf" ucap Mahira.
"Tapi aku sungguh tidak bisa duduk di belakang Za " Ucap Mahira dengan nada memohon dan raut wajah penuh kesedihan.
"Emm...Baiklah" Ucap Reza dengan senyum seringai, setelahnya Raza membuka pintu belakang dan duduk di sebelah Maryam
"Mas!" Ucap Maryam , tampak kaget mendapati sang suami duduk di sampingnya. Reza bergeming dengan ucapan Maryam dan menyandarkan satu tangan di bahu Maryam.
"Kau sangat ingin duduk di depan bukan ?" Ucap Reza pada Mahira yang menolehkan kepalanya ke arah belakang.
Mahira tampak terkejut dengan reaksi Reza.
"Baiklah, kalau kau sangat ingin di depan, tidak masalah, aku akan di belakang bersama istriku"Ucap Reza dengan senyum manis kepada Maryam yang ada di sampingnya.
Maryam tampak tersenyum lebar di balik cadar yang dia kenakan, melihat tingkah suaminya.
"Tapi!!" Sergah Mahira merasa tidak suka dengan keputusan Reza.
"Lalu siapa yang akan membawa mobil ini ?" Ucap Mahira
"Siapa lagi, tentu saja kau !" Ucap Reza santai dengan nada sinis
Mahira mendengus kesal dengan jawaban Reza.
"Ohya satu lagi, Aku sudah mengatakan padamu sebelumnya, Hanya istriku saja yang berhak duduk dan berada di sampingku !!" Ucap Reza dengan nada penuh penekanan.
Mahira semakin kesal dibuatnya. Seketika Mahira keluar dari mobil dan membanting pintu dengan sangat keras..
"Brak..!" Sontak membuat Maryam yang masih berada di dalam merasa kaget.
Setelahnya Reza menggenggam tangan Maryam dan menuntunnya untuk keluar dari mobil, dan mempersilahkan Maryam untuk duduk di bangku depan tepat di sampingnya.
Maryam tersenyum bahagia dengan perlakuan suaminya yang sangat manis
***
Bersambung
__ADS_1
***