PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
104. Dalang dari Kejadian


__ADS_3

Karena alasan itu Reza memilih untuk tidak berhenti lagi setelah sholat subuh, dan akan tetap melanjutkan perjalanan agar cepat sampai di kediaman Abi Hanif


***


Waktu masih menunjukan pukul 05.57 pagi hari, suasana pagi di kediaman Abi Hanif sungguh sangat menyegarkan, hawa dingin dan udara segar kental terasa.


"Assalamualaikum Ummi " Ucap Maryam dari balik pintu.


"Waalaikumsalam, Tunggu sebentar" Jawab salah seorang dari dalam rumah


Ceklek.


Pintu kediaman Abi Hanif terbuka lebar, terlihat Ummi Maya berdiri di ambang pintu, menyambut kedatangan Maryam dan Reza.


"Masuk Nak" Ucap ummi Maya. Maryam membalas dengan anggukan kepala.


Maryam dan Reza segera menuju kamar dan membersihkan diri keduanya.


Seperti biasa kegiatan dirumah abi hanif akan dimulai setelah subuh, seperti kegiatan memasak, jadi untuk sarapan pagi keluarga ini tidak pernah telat.


"Ning sudah di tunggu Abi dan Ummi di meja makan" Ucap Bi Minah sopan.


"Baik Bi, Maryam segera kesana" ucap Maryam dengan sopan.


Beberapa saat Maryam dan Reza telah selesai membersihkan diri, dan segera menyusul kedua orang tua dan saudaranya untuk sarapan.


Pemandangan pagi hari cukup mengejutkan bagi Reza dan Maryam, yang memang sebelumnya tidak mengetahui jika Tama berada di rumah tersebut


"Ngapain dia disini" Gerutu Reza dalam hati


Tama pun merasakan hal yang sama , sedikit terkejut dengan kedatangan Maryam dan Reza, pasalnya semalam keduanya tidak berada di rumah tersebut.


"Sejak kapan ni orang Dateng" batin Tama, dengan tatapan mengarah pada Reza.


Mereka sarapan dengan begitu khidmat, menikmati setiap suapan yang masuk kedalam mulut mereka. Meski ada sedikit rasa penasaran dalam hati Reza maupun Tama, namun keduanya memilih urung untuk bertanya.


Sarapan pun telah selesai, Maryam membantu pekerjaan Mahira dan BI Minah untuk beres-beres, Begitu juga dengan Ummi Maya dan Abi Hanif yang kebetulan sedang ada tamu, jadi keduanya pamit dari meja makan terlebih dulu.


Menyisakan Reza dan Tama saja di meja makan tersebut.


"Ngapain Lo kesini ?" Ucap Reza yang sudah merasa sangat penasaran


"Lo juga ngapain , Tiba-tiba muncul " Balas Tama kemudian. Reza mendengus kesal.

__ADS_1


"Tenang !, Gue kesini punya tujuan lain, bukan buat goda istri orang" Jawab Tama lagi dengan meninggikan suara suatu oktaf


"Oya ?" Ucap Reza tampak tidak percaya.


"Terserah !" Jawab Tama singkat.


Mendengar jawaban pasrah dari mantan sahabatnya membuat Reza merasa sedang berada pada obrolan masa lalu, dimana Tama juga selalu mengalah jika kalah debat dengan Reza.


"Terus tujuan Lo apa?, Pagi-pagi udah numpang sarapan rumah orang " Ucap Reza ketus. Tama membalas dengan gelengan kepala.


Lagi-lagi sahabatnya itu membuat Reza kembali bernostalgia dengan kebersamaan keduanya.


"Za .. Lo tu dari dulu nggak ada sopan-sopanya ya sama gue !" Ucap Tama


"Udah lama nggak ketemu, sapa kek yang baik, tanya kabar kek, Malah menghujat " Ucap Tama ketus


Reza tampak terkekeh dalam hati melihat tingkah sahabatnya.


Mendengar obrolan antara Reza dan Tama, Maryam pun memilih memberi kesempatan keduanya untuk saling memperbaiki hubungan.


Maryam memilih untuk mengajak Mahira ke taman dan membicarakan mengenai kejadian yang di alami sang Kaka di hari sebelumnya.


Kembali pada Reza dan Tama yang masih setia di meja makan.


Tidak di sangka pula oleh Tama bahwa Reza pun juga tengah menyelidiki kasus yang sama.


Keduanya tampak saling melemparkan senyum dan tertawa bersama. Tidak jarang memang keduanya memiliki pemikiran yang sama.


Bahkan hal itu dulu sering terjadi, sebelum kedua sahabat itu merenggang.


Namun melalui kejadian yang menimpa Mahira dan Maryam ini membuat hubungan keduanya sedikit membaik, meski belum seperti semula.


Meski Reza masih terlihat memberi jarak diantara keduanya.


Untuk saat ini tujuan keduanya sama yaitu untuk menemukan dalang dibalik kejadian yang menimpa Maryam dan Mahira.


Baik Reza maupun Tama saat ini tengah membicarakan hal serius mengenai kejadian tersebut, yang di ketahui ternyata di lakukan oleh orang yang sama.


Setelah di selidiki ternyata pengendara sepeda motor yang telah mencelakai Maryam, sama dengan pengendara yang mencelakai Mahira.


Hal itu Tama temukan setelah mencari bukti-bukti dan urutan kejadian melalui CCTV di kediaman Abi Hanif dan di area masjid. Yang memang CCTV tersebut di kelola oleh pak RT setempat.


"Permisi , Selamat pagi " Terdengar melalui pasang telinga Reza dan Tama yang tengah serius dengan obrolan keduanya, seseorang mengetuk pintu.

__ADS_1


Terlihat Denis yang tiba-tiba muncul, Hal itu membuat Tama sedikit merasa terkejut, dengan kedatangan Denis yang se pagi ini.


Berbeda dengan Tama yang terkejut dengan kedatangan Denis, Reza justru Menampakkan ekspresi biasa saja. Karena Reza paham betul apa tujuan Sanga asisten datang sepagi ini.


Denis segera menghampiri bos besarnya tersebut yang masih duduk di meja makan sebelumnya, berdiri tepat di samping Reza dengan membawa amplop coklat berukuran besar.


"Bagaimana Denis ?" Ucap Reza dingin .


"Saya sudah membawa semua bukti tuan" Ucap Denis.


"Namun sebelum tuan melihat semua bukti ini, ijinkan saya menyampaikan satu hal" Ucap Denis kemudian


Reza menggoyangkan satu tangannya , isyarat pada Denis untuk mengatakan informasi yang dia miliki.


Kemudian Denis tampak serius menyampaikan hasil penyelidikan yang telah dia lakukan terhadap kecelakaan yang menyimpan sang istri bos besarnya tersebut.


Denis lantas menceritakan jika pengendara motor yang mengikuti mobil yang di kemudian oleh pak Roni, memiliki plat nomor yang sama dengan pengendara yang menabrak Maryam.


Dan kabar baiknya, beberapa anak buah Denis telah berhasil menemukan keberadaan sang pengendara sepeda motor tersebut, dan mengatakan mereka hanyalah orang suruhan, yang memang di tugaskan untuk mencelakai Maryam.


Denis mengatakan Sasaran utama adalah Maryam, namun berkaitan dengan Mahira itu murni karena salah sasaran.


"Bagaiman bisa begitu ?" Tanya Reza dengan tatapan terkejut, begitu juga Tama yang seketika mengerutkan dahinya.


"Benar tuan Untuk Kejadian yang menimpa Nona Mahira memang karena sebuah ketidaksengajaan" ucap Denis


"Karena mereka menganggap jika Nona Mahira merupakan Nyonya Maryam " Ucap Denis lagi.


Reza tampak mengerutkan kedua alisnya "Sialan, siapa yang berani Bermain denganku " Batin Reza


"Apa kau sudah menemukan dalangnya ?" Tanya Reza


"Sudah Tuan " Jawab Denis.


"Dalang dari kejadian ini adalah nona Tasya " Ucap Denis dengan mantap.


Reza tampak mengerutkan dahinya, menampakan urat-urat di wajahnya karena rahangnya yang mengeras.


Tama pun tidak kalah terkejut mendengar informasi yang di sampaikan oleh asisten pribadi dari sahabatnya tersebut.


"Aku rasa kita tidak sebaiknya tidak memberi tahu Maryam maupun Mahira " Usul Tama , yang seketika membuyarkan lamunan Reza.


Sejenak berfikir, Reza merasa betul ucapan Tama, karena jika Maryam mengetahui hal itu sudah pasti dia akan mengatakan tidak perlu memperpanjang masalah, dan hal itu lah yang tidak akan bisa Reza terima.

__ADS_1


__ADS_2