PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
74. Rasa Sakit Maryam


__ADS_3

Meski merasa risih dengan tangan kekar Reza yang memeluk erat dirinya, namun Maryam tetap pasrah dan tidak ingin bergerak yang nantinya justru akan membangunkan suaminya dari tidur lelapnya.


Tidak berselang lama Maryam pun ikut tertidur dengan nyenyak di dalam dekapan dada bidang dan bahu seluas samudra milik Reza.


***


Keduanya tidur dengan sangat nyenyak di sisa malam panjang mereka yang hanya tinggal menyisakan beberapa jam saja .


Tidak lama kemudian terdengar suara adzan berkumandang, meski dengan rasa sakit yang di rasakan Maryam di sekujur tubuhnya, dia berusaha untuk tetap bangun dan menjalankan kewajiban nya pagi itu sebagai umat muslim.


"Mas " Ucap Maryam


"Mas Reza, Bangun Yuk" Ucap Maryam lagi dengan menggoyangkan lembut tubuh Reza yang masih memeluknya dengan erat


"Emmmh" Ucap Reza dengan menggeliatkan tubuhnya, namun kembali terlelap.


"Ya Allah mas Reza " Ucap Maryam dengan menggoyangkan lebih keras bahu kekar Reza.


Merasa istrinya sedang cemberut, Reza yang sebetulnya telah bangun sedari tadi pun terkekeh kecil, merasa gemas dengan istri kecilnya tersebut.


"Oke , Yuk kita mandi " ucap Reza dengan nada menggoda. Maryam mengerutkan dahinya sejenak berpikir dengan tawaran Reza.


"Kita mandi sendiri-sendiri saja mas, Maryam takut nanti mas Reza macam-macam" Jawab Maryam dengan nada lirih.


"Kalaupun macam-macam juga halal kok sayang" ucap Reza menggoda


"Udah ahh, Maryam mandi dulu" Ucap Maryam kemudian


Maryam segera duduk dari tidurnya, Namun baru saja Maryam menurunkan satu kakinya ke lantai, Maryam merasakan nyeri teramat sangat di bagian inti tubuhnya.


"Auchh" Pekik Maryam dengan memegangi perut bagian bawahnya


Mendengar Maryam yang meng Aduh, Reza segera bangkit dari tidurnya.


"Kau baik-baik saja sayang" Ucap Reza dengan nada khawatir


"Iya mas, Maryam baik-baik saja" Ucap Maryam lembut dengan senyum manis pada suaminya. sembari mengenakan kembali lingerie tipisnya yang dia kenakan semalam.


Sejenak Maryam terdiam, namun bukanya semakin membaik, rasanya semakin nyeri ketika Maryam mencoba melangkahkan kakinya diatas lantai marmer kamar reza .


"Auch" Ucap Maryam lagi dengan meringis kesakitan.


Menyadari hal itu , Segera Reza menyibak selimut yang dia gunakan untuk menutup tubuh polosnya.


Terlihat jelas pada kedua bola mata Reza, di sana terdapat noda merah berwarna merah segar yang sudah hampir mengering.


"Darah !" Gumam Reza lirih

__ADS_1


Sejenak Reza tersenyum simpul melihat noda merah yang menempel pada Seprai kasur yang berwarna putih tulang tersebut. Noda yang membuat Reza menyunggingkan senyum simpul di bibirnya.


Perasaan bahagia bercampur haru tatkala melihat bercak-bercak noda darah disana. Hal itu membuat Reza menyadari satu lah, jika istrinya tengah betul-betul merasakan sakit teramat semalam.


Dan Reza menyadari jika Maryam menahan rasa sakitnya demi memuaskan dan menuntaskan hasrat suaminya. Reza tampak sangat bahagia dan bersyukur.


"Bahkan aku tidak mendapatkannya dari Tasya saat itu , ketika malam pertama kami " Gumam Reza dalam hati dengan senyum kecut di bibirnya


"Terima kasih Sayang, Kau benar-benar menjaganya untukku, Dan telah kau serahkan sepenuhnya padaku malam ini" Gumam Reza , bersyukur Allah SWT memberikan istri se baik Maryam.


Segera Reza bangkit dari tempat tidur berukuran king'Size tersebut.


Maryam merasa tubuhnya menjadi ringan, bagai melayang di udara. Mendapati Reza telah mengangkat tubuhnya bagai bridal style menuju kamar mandi.


"Ehhh Mas , Maryam bisa sendiri" Ucap Maryam merasa kaget dengan pergerakan cepat dari suaminya.


"Kau yakin ?" Tanya Reza kemudian


"Tentu saja, Maryam bisa jalan kok mas " Ucap Maryam dengan senyum manis


"Waktu sholat subuh akan habis, jika kau berjalan seperti siput" Ucap Reza dengan nada lembut. Maryam tersenyum mendengar penuturan Reza.


"Apa Rasanya masih sakit ?" Tanya Reza kemudian.


"Hu'um" Jawab Maryam dengan raut wajah memelas, dengan anggukan kepala


Reza terkekeh mendengar jawaban istrinya yang sangat jujur.


"Setelah ini kau akan terbiasa, dan setelah itu kau tidak akan lagi merasa sakit" ucap Reza memberi penjelasan.


"Benarkah ?" Tanya Maryam tampak penasaran


"Tentu saja itu benar sayang " ucap Reza semangat.


Maryam hanya mengangguk paham dengan penjelasan Reza.


"Tapi ada beberapa hal yang harus di lakukan sayang supaya tidak sakit lagi kalau melakukanya" Ucap Reza dengan nada suara menggoda.


"Benarkah ?, Bagaimana caranya mas ?" Ucap Maryam penuh semangat


" Maryam mau dong ! , Semalam itu sakit banget soalnya, Maryam pikir tidak akan sesakit itu " Ucap Maryam sambil menggerutu.


"Kau benar-benar ingin tahu caranya?" Tanya Reza seketika


"Tentu saja mas !" Jawab Maryam dengan senyum sumringah


"Caranya... Kita harus melakukanya sesering mungkin " Ucap resa dengan suara lembut dan nada menggoda.

__ADS_1


Seketika Maryam membulatkan kedua bola matanya mendengar jawaban Reza. Maryam pikir benar-benar ada cara yang bisa mengurangi rasa sakitnya. nyatanya Reza hanya menggoda dirinya


Setelahnya Maryam tampak kesal dan mengerucutkan bibirnya.


"Benar sayang, aku tidak berbohong, aku juga tidak sedang menggoda mu ! " Ucap Reza.


"Itu memang caranya agar kau tidak merasakan sakit, Kita memang harus sering melakukanya sayang" Ucap Reza serius.


Maryam tampak mengerucutkan bibirnya dengan beberapa kali Mendengus kesal.


***


Keduanya berendam dalam air hangat bersama, Reza dengan lembut membasuh tubuh Maryam dari peluh-peluh yang menempel, memberikan usapan lembut, dan beberapa kali mendaratkan ciuman nakal di punggung mulus Maryam.


Maryam hanya pasrah dengan terus memberikan sabun pada tubuhnya.


Setelahnya Reza dan Maryam telah selesai dari ritual mandi besarnya.


Reza lebih dulu keluar dari kamar mandi , meninggalkan Maryam yang masih mengambil air wudhu.


Reza keluar dadi kamar mandi bergegas mengganti pakaian dan menyiapkan pula pakaian untuk Maryam. setelahnya Reza menggelar sajadah untuk keduanya melaksanakan sholat subuh.


Maryam keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan selembar handuk yang melIlit sempurna di dada nya.


Reza tampak sedikit tercengang, tatkala melihat Maryam yang keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan selembar handuk, dengan rambut panjang yang tergerai dengan sedikit basah di sana.


Sejenak memacu kembali adrenalin nya saat ini, namun segera Reza beristigfar, Reza menguasai dirinya dengan menarik nafas dalam, berusaha mengontrol gejolak dalam dirinya.


"Sadar Reza kalian harus sholat subuh, Tahan Tahan Reza" Ucap Reza dalam hati


Maryam sedikit terkejut, tatkala mendapati Reza telah menyiapkan baju untuknya dan meletakkannya diatas meja walk in closet.


Segera Maryam mengenakan baju yang di siapkan oleh suaminya, dan bergegas menyusul Reza yang telah siap untuk melaksanakan sholat subuh


Maryam mengenakan mukenanya, Maryam terlihat semakin cantik, dan anggun Dengan balutan kain putih dari mukena yang di kenakannya.


Pesona Maryam yang terpancar dengan sangat sempurna.


Reza tampak kagum dan sejenak melemparkan senyum lebar pada wanita halal di hadapannya itu.


Maryam membalas senyuman Reza dengan senyum An hangat tanda cinta


***


Bersambung


***

__ADS_1


__ADS_2