PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
60. Kecemburuan Mahira


__ADS_3

Seketika mata Maryam berbinar mendengar ucapan dokter Tama


"Alhamdulillah" Ucap Beberapa orang di sana bersamaan


"Terima kasih dok" Ucap Abi Hanif dengan menjabat tangan Tama


***


Beberapa saat berlalu perawat yang sama, yang sebelumnya datang bersama dokter Tama telah kembali ke Ruang ICU untuk bersiap memindahkan Ummi Maya ke ruang perawatan.


Ketiganya terlihat sangat teliti dan hati-hati dalam menangani ummi Maya.


Setelahnya Ummi Maya di pindahkan ke ruang perawatan. Reza khusus meminta Ruangan Paviliun atau ruang perawatan super VIP untuk Ummi Maya.


Ummi Maya terlihat tersenyum pada Abi Hanif , Maryam dan yang lainya tatkala keluar dari ruangan ICU, meski terlihat raut wajah pucat dan senyum yang tertutup dengan Sungkup Oksigen.


Abi Hanif, Maryam , Reza , Mahira Juga Pak Darman dan BI Minah Berjalan menyusuri lorong mengikuti langkah para perawat membawa ummi Maya menuju ruang perawatan.


Ya. Sebuah Ruangan Paviliun Kamar Super VIP. Abi Hanif melongo ketika para perawat membawa mereka keruangan tersebut.


"Tunggu... Tunggu... Maaf sus, Sepertinya ada yang salah" Ucap Abi Hanif dengan nada bingung.


"Saya mengurus administrasi pemesanan kamar di VIP 1 , bukan di Paviliun" Ucap Abi Hanif memastikan


Ketiga suster tersebut tersenyum ramah pada Abi Hanif


"Kami hanya menjalankan Tugas pak, Ini Sesuai permintaan Tuan Reza, untuk menempatkan Bu Maya di ruangan Paviliun guna menunjang kenyamanan selama Pengobatan, dan pemulihan" Ucap salah satu suster.


Seketika Abi Hanif membulatkan kedua bola matanya dengan menatap Reza , mencari kebenaran di wajah Taman Reza. Reza hanya tersenyum


"Nak Reza, Apa benar ?" Tanya Abi Hanif


Maryam , Abi Hanif , dan Mahira memandang bergantian ke arah Reza.


"Tidak Masalah Abi " Ucap Reza dengan senyum getir merasa tidak nyaman.


Setelahnya suster meletakan beberapa perabotan Ummi Maya dan Menstel Ulang alat-alat medis yang masih terpasang, Seperti Kateter, Oksigen dan lainya .


Setelah itu Suster memberikan pengarahan kepada keluarga khususnya yang berjaga di ruangan.


Maryam dan Abi Hanif tampak serius mendengarkan pengarahan dari Salah satu suster senior disana.


"Ada yang perlu di tanyakan pak ?" Ucap salah satu suster setelah menyelesaikan tugasnya.


"InshaAllah tidak sus" jawab Maryam sopan.

__ADS_1


"Baiklah Pak , Buk, Kami permisi dulu, jika ada apa2 Langsung pencet tombol, Perawat akan segera datang" Ucap salah satu diantara mereka memberikan pengarahan


Setelahnya ketiga perawat tersebut berlalu dari ruangan Paviliun yang di tempati Ummi Maya atas perintah Reza sebwlumnya.


Ummi Maya masih di minta untuk tidak banyak melakukan aktifitas dan mengurangi berbicara, hal ini berkaitan dengan kerja jantung yang masih belum optimal, sehingga keluarga hanya diizinkan berjaga satu sampai maksimal tiga orang saja.


Pak Darman dan BI Minah dengan setia menunggu di luar ruangan, menantikan kabar dari Abi Hanif ataupun Maryam.


"Maryam, Abi titip Ummi sebentar, Abi akan bicara dengan pak darman di luar" Ucap Abi Hanif lembut pada putrinya.


"Baik Abi, InshaAllah Maryam akan Jaga Ummi" Jawab Maryam dengan nada lembut.


Abi Hanif merasa Tenang, meninggalkan Ummi Maya bersama Anak Bungsunya tersebut.


Setelahnya Abi Hanif berlalu meninggalkan Maryam, Reza, Mahira juga Ummi Maya yang tertidur karena efek obat yang baru saja di berikan..


Reza tidak pernah melepas genggaman tangannya pada Maryam, berusaha menguatkan dan memberikan semangat pada istrinya tersebut.


Sesekali Reza mengusap punggung dan mengecup lembut tangan Maryam, tersenyum dengan begitu manisnya.


Maryam merasa hangat dan bahagia di perlakukan begitu baik oleh Reza.


"Mas, Terima kasih" Ucap Maryam pelan dengan nada lirih.


Reza mengangguk dengan senyuman di bibir manisnya.


***


Kemesraan yang di tunjukan oleh Reza tidak sedikitpun luput dari pandang mata Mahira saat itu.


Mahira hanya dapat diam dengan tersenyum kecut kepada keduanya. Memandang dengan tatapan tidak suka.


Beberapa saat Kemudian, Reza mengajak Maryam duduk di sofa ruangan, Agar Maryam lebih nyaman untuk beristirahat, karena setelah semalaman mereka semua istirahat dalam posisi duduk tegap.


Beberapa kali terlihat oleh Mahira, Reza yang dengan sengaja menunjukkan kemesraan ya dengan Maryam, Mahira merasa sangat kesal, dan jengkel dibuatnya, hatinya pun saat ini tengah terbakar dengan hebatnya.


"Bisa-Bisanya kalian bermesraan di tempat ini" Gumam Mahira dalam hati.


Ditengah suasana kalut dengan urusan pribadinya, begitu juga dengan Keadaan Ummi Maya saat ini, Mahira merasa sangat kacau, dan cemburu dengan Adiknya sendiri yang begitu mesra dengan calon mantan suaminya tersebut.


Mahira baru menyadari betapa dirinya sangat bodoh telah meninggalkan Seseorang seperti Reza.


CEO kaya, tampan, Dewasa, dan Memiliki segudang prestasi dan kekayaan meski dengan statusnya yang duda. Namun hal itu tidak menjadi masalah bagi kaum hawa yang mengidolakan sosok Reza.


Begitu juga Mahira saat ini, yang mulai menaruh hati pada Reza dan memiliki rasa cemburu pada adiknya sendiri.

__ADS_1


Beberapa kali Reza tampak mengajak Maryam untuk berbicara , menghibur Maryam yang seketika membuat Maryam terkekeh dengan perlakuan manis Reza.


Ceklek.


Setelah Beberapa saat kemudian Abi Hanif kembali kedalam ruangan Perawatan Ummi Maya.


"Assalamualaikum" Ucap Abi Hanif ketika masuk kedalam ruangan.


"Waalaikumsalam " Jawab ketiganya.


Abi Hanif segera menyusul Maryam yang tengah duduk di sofa ruangan dengan Reza yang duduk di samping Maryam.


Mahira hanya tampak duduk di samping tempat tidur Ummi Maya dengan menatap intens ke arah Reza juga Maryam


"Maryam, Pulanglah .. Abi akan berjaga disini" Ucap Abi Hanif


"Tapi Abi , Maryam akan di sini menemani Abi" Tukas Maryam menolak Perintah Abi hanif.


"Tidak nak, kau harus pulang untuk melayani suamimu" Ucap Abi Hanif memberi penjelasan


"Sore nanti saja kalian kesini lagi, dan bawakan beberapa baju Abi dan Mukena Ummi Mu" Tukas Abi Hanif kemudian.


"Baik Abi" Jawab Maryam dengan tertunduk


"Abi tidak papa, lagi pula Ummi mu sudah berangsur membaik" Ucap Abi Hanif.


"Oya, Ajak sekalian kakakmu untuk istirahat di rumah" Ucap Abi Hanif kemudian.


"Baik Abi" Jawab Maryam singkat.


Setelah ketiganya cukup berbincang, Maryam pamit pada Abi Hanif untuk pulang, segera Maryam dan Reza meraih punggung tangan Abi Hanif dan menciumnya dengan takzim, begitu juga di ikuti oleh Mahira


"Ayo kak Kita pulang Sekarang" ajak Mahira kepada kakaknya.


Mahira hanya bergeming dengan ajakan Maryam.


Ketiganya bergegas keluar dari ruangan Ummi Maya, dengan Reza selalu menggenggam tangan Maryam bersamanya.


Langkah kaki jenjang Reza membuat Maryam sedikit Kewalahan mengimbangi langkah kakinya. Namun Reza selalu dengan sigap menggandeng Tangan Maryam. Hingga Maryam selalu berada di sisi Reza.


Bahkan Mahira pun berlari untuk mengejar keduanya , beberapa kali Mahira mendengus kesal.


***


Bersambung

__ADS_1


***


Jangan lupa Dukunganya ya ka 🤗


__ADS_2