PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
79. Sikap Manja


__ADS_3

"Ihh mas apa an sih, Siang-siang tau mas, Malu !" Ucap Maryam dengan mengerucutkan bibirnya


Reza hanya terkekeh kecil dengan melingkarkan tangannya ke pinggang Maryam dan semakin erat hingga ke bagian perut.


***


Seperti biasa rutinitas di pagi hari, Maryam akan menyiapkan segala keperluan Reza untuk ke kantor.


Seperti menyiapkan Stelah jas, dasi, juga sepatu yang akan di kenakan Reza.


Maryam sudah lebih terbiasa dengan sikap manja-manja Reza , sikap yang sangat jauh berbeda dari yang pertama kali dia temukan.


Seorang Reza Abizar El Shirazy yang memiliki hati dingin, kaku, dan juga arogan. Sikap tersebut sangat berbanding terbalik dengan Reza yang sekarang, terutama pada Maryam.


Reza akan sangat manis jika berhadapan dengan Maryam, tidak ada lagi Reza yang dingin dan arogan. Yang ada Reza yang lembut dan penuh perhatian. Namun sikap itu tidak berlaku bagi orang lain. Reza masih tetap sama jika berhadapan dengan orang lain.


"Sayang" Ucap Reza ketika keluar dari kamar mandi, dengan hanya mengenakan selembar handuk yang melilit pinggangnya


Maryam hanya bergeming dan menyiapkan beberapa keperluan reza lainya.


"Rasanya aku ingin terus bersama Istriku sepanjang waktu" Ucap Reza dengan melingkarkan jemarinya di pinggang Maryam.


"Mas !" Ucap Maryam dengan nada kesal.


"Na loh Kok manja banget sih mas " Ucap Maryam kemudian.


"Semangat dong " ucap Maryam lagi dengan senyum sumringah.


Reza hanya bergeming, dengan menenggelamkan wajahnya di celekuk leher Maryam.


"Mas , Kalau nggak kerja Nanti siapa dong yang nafkahin Maryam " Ucap Maryam dengan nada lembut.


"Terus nanti kalau nggak punya uang gimana ?" Ucap Maryam dengan polosnya


Seketika Reza terkekeh mendengar penuturan istrinya. Bahkan Maryam tidak tahu jika Reza termasuk salah satu pengusaha terkaya di Indonesia?


"Kau memang beda sayang, Aku sungguh beruntung" Gumam Reza dalam hati.


"Sayang .. Kau tenang saja Uangku tidak akan habis dengan semudah itu " Ucap Reza dengan nada menggoda.


Maryam hanya mendengus mendengar hal itu.


"Okey Aku percaya Tuan Reza !" jawab Maryam dengan suara dingin


"Udah yuk, semangat ah... Kita Sudah di tunggu kakek dan nenek di meja makan mas" Ucap Maryam merayu.

__ADS_1


Seketika Reza membalik badan ramping Maryam untuk menghadap dirinya.


Reza sedikit menundukkan wajahnya, begitu juga Maryam yang reflek mendongak memandang wajah tampan suaminya.


Tanpa aba-aba Reza mendaratkan sebuah kecupan mesra pada istrinya. Semakin lama semakin dalam dan Semakin terasa cinta antata keduanya dengan semakin dalam gairah diantara keduanya. Maryam pun yang telah terbiasa dengan sikap suaminya seketika membalas ciuman tersebut dengan penuh kelembutan.


Reza semakin mengeratkan pelukannya dengan maryam, seolah Reza sedang melayang dengan aksi keduanya, tanpa mengingat jika hari ini ada beberapa agenda penting dirinya dengan beberapa CEO dari berbagai Perusahaan.


Tring...


Terdengar dering telepon dari handphone milik Reza, Seketika keduanya merasa kaget, terlebih Maryam yang segera mendorong tubuh kekar suaminya.


Beberapa kali Reza mendengus kesal.


"Halo..!!" Ucap Reza dengan suara ketus pada seseorang dari ujung telepon


Beberapa saat Reza telah selesai dengan panggilannya, terlihat raut wajah kesal pada Reza.


Bergegas untuk mengambil baju yang telah di siapkan oleh Maryam, segera dia kenakan, dan di bantu oleh Maryam untuk memasangkan dasi, kemudian memakai.


"Mas " Ucap Maryam dengan senyuman manis


Seketika Reza luluh melihat raut wajah cantik Maryam yang memancarkan senyuman indah di sana.


"Jangan justru sudah marah-marah sebelum bekerja, Tidak baik !! " Tukas Maryam kemudian dengan tangan terampil Maryam memakainya dasi di leher jenjang suaminya.


"Jika di niatkan untuk ibadah, semua akan terasa mudah, dan InshaAllah berkah mas" Ucap Maryam lagi dengan suara lembut


Mendengar penuturan Maryam, seketika kemarahan Reza memudar, terlebih pada kalimat mencari nafkah untuk istri dan anak, Reza semakin dibuat terharu dan bahagia.


"Anak ?" Tanya Reza mengulangi dengan senyum smirk


Maryam mengerutkan dahinya "Tentu saja" Jawab Maryam singkat.


"Apa kau sudah sangat ingin memilikinya, Kau masih muda " Ucap Reza dengan tatapan menggoda dan nada suara lembut.


Maryam hanya mendengus kesal dengan ucapan Reza.


"Lalu jika Maryam masih muda lantas tidak harus berfikir soal anak ?" Tanya Maryam penuh penekanan


"Kalau mas Reza menunggu Samapi Maryam berusia lebih dewasa, Lihat Umur mas juga semakin Tua" Ucap Maryam dengan suara terkekeh menahan tawanya


"Apa kau pikir aku sudah tua " Jawab Reza kemudian dengan mengerucutkan bibirnya.


"Bukan begitu mas " Ucap Maryam dengan senyuman lebar di wajahnya.

__ADS_1


"Baiklah kalau kau ingin segera memiliki anak, sebaiknya hari ini aku libur saja" Ucap Reza penuh semangat.


Maryam hanya mengerutkan dahi , tampak sedang berpikir.


"Lalu ?" Tanya Maryam singkat


"Lalu.. kita akan membuat anak kita sekarang" Ucap Reza mendayu


Maryam tampak geram dengan ucapan suaminya, sia-sia saja dirinya memberikan semangat, jika hasilnya Reza tetap tidak ingin ke Kantor.


"Kok cemberut sih istriku" Ucap Reza dengan suara manjanya


"Oke, oke aku akan ke kantor demi istriku ini..." Ucap Reza mengalah. Tidak ingin membuat Maryam semakin kesal.


Reza mengalah selain karena ingin menyenangkan hati Maryam juga karena memang dirinya hari ini sangat sibuk.


Setelah Reza siap dengan segala persiapan untuk ke kantor, keduanya bergegas untuk menuju meja makan, dimana kakek Amar dan nenek Halimah telah menunggu keduanya.


Beberapa saat keduanya telah tiba di ruang makan, segera Reza menarik satu kursi di sampingnya untuk Maryam duduk, setelahnya Reza baru duduk.


"Sepertinya suamimu Lebih bersemangat sejak menikah" Ucap kakek Amar pada Maryam dengan nada menggoda.


Maryam hanya tersenyum simpul di balik cadar yang dia kenakan.


"Tidak salah bukan kakek memilih Maryam untuk mu ?" Tanya Nenek Halimah.


Reza hanya menunduk malu dengan ucapan menggoda dari kakek dan neneknya.


"Ayo lah kek, nek, itu dulu ! , Sekarang Reza menyesal" Ucap Reza dengan suara lirih.


Kakek Amar masih jelas mengingat, bagaimana usahanya untuk meluluhkan hati Reza ketika akan di jodohkan dengan Maryam.


Pasalnya Reza selalu menolak dengan pilihan sang kakek, Reza yang menganggap sosok Maryam merupakan wanita yang kolot, dan terkesan misterius.


Namun nyatanya Reza justru sangat bahagia setelah menikah dengan Maryam.


Kakek dan nenek Halimah pun juga sangat bahagia dengan hadirnya Maryam dalam kehidupan sang cucu. pasalnya sudah sejak beberapa tahun Reza menyendiri, hatinya semakin keras dan semakin arogan.


Beruntung setelah kehadiran Maryam, sedikit demi sedikit merubah sikap Reza yang sebelumya.


***


Bersambung


***

__ADS_1


__ADS_2