
Langkah kaki jenjang Reza membuat Maryam sedikit Kewalahan mengimbangi langkah kakinya. Namun Reza selalu dengan sigap menggandeng Tangan Maryam. Hingga Maryam selalu berada di sisi Reza.
Bahkan Mahira pun berlari untuk mengejar keduanya , beberapa kali Mahira mendengus kesal.
***
Beberapa saat menyusuri lorong-lorong panjang rumah sakit, Ketiganya telah sampai di parkiran. Segera Reza membukakan pintu untuk Maryam dan melindungi puncak kepala Maryam dengan satu tangannya.
Mahira masih terbengong-bengong melihat Betapa mewahnya mobil yang di kenakan Reza. Menatap tajam dengan tatapan tidak percaya, Tapi itulah kenyataan yang sedang dia lihat saat ini.
Begitu fokus Mahira memandang kemewahan mobil Reza hingga kedua bola matanya serasa ingin lepas dari tempatnya.
Ya. Sebuah Mobil Rolls Royce , jenis mobil limited edition yang hanya di miliki oleh beberapa Pengusaha kaya di Indonesia dan juga di dunia.
Mahira merupakan gadis yang sangat familiar dengan dunia fashion dan glamor, jadi dirinya cukup tahu jenis mobil apa yang sedang di kendarai Reza saat ini.
Maryam menyadari, kakaknya Mahira masih berdiri memaku di tempatnya semula.
"Kak" panggil Maryam lembut, yang seketika membuyarkan lamunan Mahira
"Ohh... Iii iya... " Jawab Mahira Dengan tergagap.
"Kita pulang sekarang ?" Ucap Maryam lembut dengan senyuman di balik cadar yang dia kenakan.
Segera Mahira menyusul Reza dan Maryam, keduanya telah siap dan hanya menunggu Mahira saja.
Reza tampak acuh dengan kehadiran Mahira yang baginya sangat menjengkelkan.
Ketiganya telah berada di dalam mobil Reza, dengan Reza dan Maryam berada di bagian depan, dan Mahira duduk di bangku belakang.
Mahira masih tidak percaya, memandang ke setiap sisi, dan setiap sudut mobil, dengan interior yang sangat mewah, Masih dengan rasa tidak percaya dirinya menaiki mobil semewah ini, Begitu nyaman dan Sangat tenang, hingga tidak terasa sedikitpun guncangan dari dalam mobil.
"Wow... Luar biasa" Gumam Mahira lirih , mengagumi kekayaan yang di miliki adik iparnya saat ini. Seorang laki-laki yang pernah dia tinggalkan demi Lak-laki lainya.
Mahira tersenyum senyum sendiri di dalam mobil, entah apa yang sedang ada dalam pikirannya saat ini, hanya Mahira yang tahu. Gelagat aneh Mahira pun tidak luput dari pengamatan Reza. Hal itu membuat Reza tersenyum getir dengan tingkah Mahira.
"Sayang , adakah yang ingin kau beli sebelum kita pulang? " Tanya Reza pada Maryam.
"Emm Sepertinya tidak mas" Jawab Maryam lembut dengan senyuman.
Reza meraih tangan Maryam yang ada di pangkuannya, menarik tangan mungil tersebut dan mencium beberapa kali.
Terlihat jelas perubahan raut wajah pada Mahira saat itu. Betapa dirinya sangat jengkel dan Ingin mengumpat pada Maryam namun segera Mahira mengontrol dirinya.
"Ohy Mas, Maryam melupakan satu hal" Ucap Maryam
__ADS_1
"Bisa kita mampir ke supermarket sebentar ?" Ucap Maryam kemudian.
"Tentu saja sayang" jawab Reza dengan nada lembut di iringi senyuman manis di wajahnya.
Senyuman yang terlihat pula oleh Mahira yang tengah duduk di belakang.
Mahira pun meleleh dibuatnya, senyuman Seorang laki-laki yang bagaikan bidadari dalam Perwujutan nyata.
Beberapa saat kemudian Reza memarkirkan mobilnya di sebuah supermarket, segera Reza keluar dan membukakan pintu untuk Maryam.
"Kakak Mau ikut kami ?" Tanya Maryam kemudian
Mahira bergeming dengan pandangan acuh, namun dengan tetap mengikuti keduanya menuju supermarket. Maryam tersenyum melihat tingkah kakaknya.
"Kak, Kakak kalau butuh sesuatu ambil saja, Jangan sungkan " Ucap Maryam dengan nada lembut.
"Hem.. Oke" Jawab Mahira singkat.
Reza hanya menggelengkan kepala melihat sikap angkuh dari Mahira, sangat Berbeda dengan Maryam istrinya.
"Boleh aku membeli beberapa pakaian ?" Tanya Mahira tanpa sungkan
Maryam merasa tidak enak, hingga seketika Maryam melihat kearah Reza , dan seketika Reza pun menganggukkan kepala tanpa memberikan jawaban.
"Tentu saja kak, Pilihlah yang kakak sukai" Jawab Maryam dengan senyuman.
Mahira yang ingin membeli beberapa pakaian dan Maryam yang ingin membeli beberapa kebutuhan dapur juga beberapa Bahan untuk membuat minuman herbal yang akan dia buat untuk Abi Hanif.
"Apa kau tidak ingin membeli pakaian juga ?" Tanya Reza kemudian. Maryam tersenyum
"Pakaian Maryam masih bagus mas, Lagi pula Maryam akan membeli jika Maryam telah Membutuhkannya " Ucap Maryam memberi penjelasan dengan senyuman manis di wajahnya.
"Dalam Islam pun kita dilarang untuk berlebih lebihan Mas" Ucap Maryam kemudian.
Reza membalas senyuman Maryam yang tidak tampak olehnya kemudian menggenggam erat bahu Maryam dan keduanya berjalan beriringan menyusuri lorong-lorong supermarket.
"Mas sepertinya sudah semua" Ucap Maryam
"Hanya itu saja ?" Tanya Reza kemudian.
"Ini sudah lebih dari cukup mas " Jawab Maryam dengan suara lembut. Reza tersenyum
"Kau selalu saja membuatku kagum Maryam" Gumam Reza dalam hati.
Keduanya segera bergegas menuju kasir, disana terlihat Mahira telah menunggu Maryam dan juga Reza, yang berdiri di samping antrian kasir.
Mahira tampak mengerucutkan bibirnya, merasa kesal menunggu Maryam cukup lama.
__ADS_1
Maryam membelalakkan kedua bola matanya, melihat betapa banyak baju yang di ambil Mahira.
"Astaghfirullah... Ya Allah ... Kak ini , sebanyak ini ?" Tanya Maryam kepada Mahira dengan tatapan menelisik
"Tentu saja, apakah ini berlebihan ?" Tanya Mahira dengan muka masam ya seolah merasa bersalah.
"Bukan begitu Kak, Tapi..." ucapan Maryam terputus, ketika Reza memegang tangannya, memberikan isyarat agar membiarkan Mahira melakukan apa yang ingin dia lakukan.
"Tapi mas..!" Ucap Maryam dengan rasa tidak enak hati.
Reza Tersenyum dan menganggukkan kepala.
Maryam hanya menghela nafas panjang dan dalam kemudian menghembuskan perlahan. Maryam sangat merasa tidak enak hati dengan tingkah kakaknya.
Pasalnya Maryam tidak ingin mempergunakan uang pemberian Reza untuk hal-hal yang tidak begitu penting.
Melihat Maryam yang kesal, membuat Mahira tersenyum seringai, merasa dirinya telah di bela oleh Reza.
Maryam lantas mengeluarkan blackCard Yang diberikan Reza sebelumnya, untuk membayar semua belanjaan dirinya dan Mahira.
Mendadak Mahira kembali di buat terkejut, dengan Kartu yang di sodorkan oleh adiknya kepada petugas kasir.
"Apa.. Bahkan Reza memberikannya kartu itu?" Gumam Mahira dengan tidak percaya.
Setelah Maryam membayar semua tagihan belanjaan dirinya dan Mahira, kemudian ketiganya berlalu dari supermarket menuju parkiran.
Tampak Mahira sedikit kesulitan membawa barang belanjaan miliknya.
"Maryam Batu kak" Ucap Maryam lembut dengan merentangkan tangannya, menawarkan bantuan pada Mahira
Mahira belum sempat mengulurkan beberapa Paper bag kepada Maryam, segera Reza menggenggam tangan Maryam , menarik dan menuntun Maryam menuju mobil.
Melihat hal tersebut Mahira merasa kesal. Beberapa kali tampak Menghembuskan nafas kasar.
"Kau Itu Nyonya Maryam Abizar El Shirazy, Bukan Pelayan atau pengawalnya" Ucap Reza ketus dengan pandangan tajam pada Mahira.
Mahira semakin kesal dengan ucapan yang terlontar dari mulut Reza.
Maryam tersenyum simpul mendapati sikap manis dari Reza yang selalu membuatnya merasa diatas awan.
***
Bersambung
***
Jangan lupa Dukunganya ya untuk author 🥰
__ADS_1