PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
108. Kabar Bahagia


__ADS_3

Setelah memastikan kondisi Maryam jauh lebih baik, dan meminta Bi Siti menyiapkan Jahe hangat dan beberapa biscuit untuk Maryam. Reza bergegas untuk menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Tidak masalah bagi Reza jika dia menyiapkan segala keperluan ya sendiri, mengingat kondisi Maryam yang juga sangat lemah.


Selama Reza membersihkan diri, Reza meminta Bi Siti untuk menyuruh satu pelayan untuk menemani Maryam.


Setelah mendapatkan perintah dari majikanya, segera bi siti datang bersama seorang pelayan, dan meminta sang pelayan untuk membalurkan minyak angin pada kaki Maryam dan memijatnya lembut.


Beberapa mendapatkan pijatan lembut dari sang pelayan, Maryam merasa jauh lebih baik, tidak seperti sebelumnya.


Setelah mencium aroma minyak angin pun , rasa mual yang di rasakan Maryam berangsur berkurang.


Tidak berselang lama Reza telah selesai dengan ritual mandi, kemudian menyuruh kedua asisten rumah tangganya tersebut untuk beristirahat.


"Sayang ,Bagaimana, apa sudah lebih baik ?" tanya Reza lagi dengan menyandarkan tubuhnya di sisi sebelah Maryam pada sandaran tempat tidur berukuran king'Size tersebut.


"Maryam baik-baik saja mas" Ucap Maryam dengan meraih satu tangan sang suami dan menciumnya beberapa kali


Melihat sikap manis Maryam itu Reza merasa sangat senang.


"Apa kau ingin makan sesuatu ?, Bi Siti tadi bilang kalau kau belum makan !" Ucap Reza


Maryam tampak sedang berpikir " Entah lah mas, sepertinya Maryam tidak ingin makan apapun" Ucap Maryam kemudian.


"Tapi kau harus mengisi perutmu sayang, lihatlah wajah mu sangat pucat " Tukas Reza kemudian


"Mungkin aku hanya merindukanmu " Ucap Maryam dengan nada menggoda dan senyuman manis menghiasi wajahnya.


"Benarkah ?, Apa kau sedang menggodaku" Ucap Reza dengan tatapan tak kalah menggoda


"Aku hanya sedang merindukanmu mas tidak lebih" Ucap Maryam dengan mengerucutkan bibirnya.


"Kalau aku menginginkan lebih !" Pinta Reza.


"Mungkin Maryam tidak akan menolak, cuma---" Ucapan Maryam menggantung, ketika Reza menutup bibir Maryam dengan satu telunjuknya.


"Bagaimana aku akan tega meminta lebih, melihatmu seperti ini saja aku sangat tidak tega" Ucap Reza


Maryam tersipu Malu dan meraih tubuh sang suami untuk memeluknya dan membenamkan kepalanya di dada bidang sang suami.


***


Pagi hari


Maryam merasa perutnya kembali seperti sedang di aduk, merasakan mual dan ingin muntah.


Tidak ingin mengganggu Reza yang masih terlelap, Maryam segera menyibak selimut yang dia kenakan dan berjalan secepat mungkin menuju kamar mandi.


Reza yang mendengar suara Maryam tengah di kamar mandi, segera bangkit dan menyusul sang istri.


"Sayang , Kau kenapa ?" Tanya Reza panik. Maryam hanya menggeleng lemah


Beberapa kali Maryam merasakan ingin muntah, namun tidak ada sesuatu yang dia keluarkan karena sebelumnya Maryam memang tidak makan apa pun.

__ADS_1


"Kita ke rumah sakit sekarang !" Ucap Reza , Maryam hanya menjawab dengan gelengan kepala


"Aku tidak ingin sesuatu terjadi denganmu !" Tukas Reza dengan wajah panik.


Hal ini cukup membuat kesabaran Reza Habis, pasalnya Maryam selalu menolak untuk di ajak ke rumah sakit.


Setelah Maryam lebih baik, Reza segera memapah Maryam untuk duduk di sofa.


Setelah meminum jahe hangat yang di buat langsung oleh Reza, Maryam merasa lebih baik, dan tidak lagi merasakan mual dan muntah.


Maryam duduk di sofa dengan menyandarkan kepalanya pada bahu sang suami, sejenak memejamkan mata dan menghirup pelan minyak angin yang dia oleskan pada pelipis dan bawah hidung.


"Mas" Ucap Maryam dengan suara lirih


"Em" Jawab Reza singkat dengan mengusap lembut puncak kepala Maryam dan sesekali memberikan ciuman disana.


"Sejujurnya Maryam masih tidak yakin, hanya saja apa yang Maryam rasakan beberapa hari ini, mirip dengan ka Mahira saat hamil waktu itu" ucap Maryam lirih


Reza membulatkan kedua matanya dan menundukkan wajah, melihat wajah sang istri yang memejamkan mata di dadanya.


"Benarkah ?" Ucap Reza dengan tatapan berbinar . Maryam membalas dengan anggukan kepala


"Atau jangan-jangan kau hamil ?" sergah Reza kemudian.


"Maryam tidak tahu pasti mas, hanya saja gejalanya sama , Tapi Maryam tidak ingin berharap lebih dulu, takut kecewa " Ucap Maryam lagi dengan wajah sendu.


"Untuk meyakinkan, Bagaimana jika nanti kita periksa saja?" Ajak Reza. Maryam mengangguk dengan penuh semangat.


Baik Reza maupun Maryam memang sangat menantikan kabar baik ini, namun keduanya tidak ingin terlalu berharap, mereka selalu memasrahkan segalanya pada sang Maha Pencipta.


Setelah menyelesaikan sholat keduanya sibuk dengan dzikir pagi dan membaca Mushaf Al-Qur'an.


Berdoa memohon pada sang Pencipta, agar apa yang di harapkan oleh keduanya segera terwujud atas kuasanya.


Bahkan terlihat Maryam hingga menitihkan air mata dalam doa yang dia panjatkan dalam hati.


Setelah selesai Maryam merapikan kembali sajadah dan mukena yang telah di gunakan untuk sholat dan meletakkan kembali pada tempatnya.


Reza memilih untuk tidak ke kantor hari ini, dan memilih untuk menemani Maryam ke dokter. Reza yang menyibukkan diri dengan smartphone miliknya dan menghubungi sang asisten, untuk melakukan Re schedule beberapa pertemuan penting.


Sementara Maryam memilih untuk segera membersihkan diri.


***


Tidak butuh waktu lama keduanya telah siap di meja makan untuk sarapan bersama , sarapan yang hanya mereka lakukan berdua, karena kakek Amar dan nenek Halimah yang masih berada di luar kota dan belum kembali.


Karena kemarin Maryam tidak begitu bisa menikmati makanannya, pagi ini Maryam merasa sangat lapar, dan mengambil cukup banyak makanan.


Melihat hal itu Reza merasa sangat senang. Terlebih melihat kondisi Maryam yang baik-baik saja.


Namun belum juga seluruh makanan yang Maryam masukan kedalam mulut sampai kedalam lambung, Maryam merasakan kembali perutnya yang bagaikan di aduk.


Maryam yang menyadari dirinya akan muntah, segera berlalu menuju wastafel dapur , karena disana merupakan tempat yang paling dekat yang dapat dengan cepat Maryam jangkau, untuk mengeluarkan semua isi perutnya.

__ADS_1


Reza yang melihat Maryam akan muntah segera menyusul dan kemudian memijat lembut tengkuk Maryam dan memberikan usapan pada punggung sang istri, berharap apa yang di lakukan dapat mengurangi rasa tidak nyaman nya.


Beberapa pelayan pun juga ikut terkejut dan panik dengan sang majikan, diantara mereka bahkan ada yang telah menebak jika Maryam tengah mengandung.


Setelah kondisi Maryam cukup baik, Reza mengajak Maryam untuk kembali duduk, dan seperti sebelumnya, Reza akan memberikan jahe hangat untuk Maryam yang dia buat menggunakan tangannya sendiri.


"Bagaimana sayang, Apa kita tunda saja ke rumah sakitnya ?"Tawar Reza , yang menyadari kondisi Maryam tidak baik-baik saja.


Mendengar hal itu segera Maryam menjawab dengan gelengan kepala.


"Tidak mas kita harus tetap ke dokter" Ucap Maryam


"Apa kau baik-baik saja ?" Tanya Reza lagi.


"InshaAllah Maryam baik-baik saja mas" Ucap Maryam dengan senyuman manis di wajahnya.


***


Beberapa saat menempuh perjalanan akhirnya keduanya telah tiba di rumah sakit, Reza telah membuat janji sebelumnya dengan seorang dokter spesialis kandungan kenamaan, langsung di persilahkan masuk untuk di lakukan pemeriksaan.


Seorang dokter SpOg Wanita yang di pilih Reza untuk menangani sang istri.


"Baik pak, ada yang bisa saya bantu" Ucap dokter Anita dengan sopan


"Begini dok, sejak kemarin istri saya mengalami mual dan terus menerus muntah-muntah, apakah istri saya hamil dok ?" Ucap Reza yang memberondong dokter Anita dengan segala macam pertanyaan.


Bahkan karena tidak sabar, Reza sampai tidak memberi kesempatan Maryam untuk berbicara dengan sang dokter, untuk sekedar menyampaikan keluhan yang dia rasakan.


"Ohh , baiklah pak, untuk hal itu perlu di pastikan dahulu apakan ibu Maryam hamil atau tidak" Jawab dokter Anita sopan.


"Untuk tindakan pemeriksaan kami akan lakukan USG terlebih dahulu " Ucap dokter Anita lagi


"Mari buk, Berbaring di sini, saya akan periksa " Ucap dokter Anita pada Maryam


"Baik dok " Jawab Maryam sopan


Setelah mendapat instruksi dari dokter Anita , Maryam segera merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.


Dokter Anita mulai sibuk dengan tugasnya, terlihat senyum simpul dari wajah cantik sang dokter wanita tersebut.


"Bagaimana dok" tanya Reza tampak penasaran dengan hasil pemeriksaan.


"Alhamdulillah pak, Ibu Maryam saat ini sedang hamil" ucap dokter Anita kemudian.


Sontak hal itu membuat Reza dan Maryam merasa sangat bahagia, bahkan Reza pun langsung meraih tubuh Maryam yang masih berbaring di atas tempat tidur untuk segera memeluknya.


Reza yang menyadari dirinya mengganggu pekerjaan dokter Anita, segera memberi ruang pada sang dokter untuk kembali memeriksa Maryam.


Setelah memastikan semuanya, dokter Anita mempersilahkan Maryam untuk kembali duduk.


Kemudian dokter anita memberikan penjelasan , jika usia kandungan Maryam saat ini memasuki enam Minggu dan kondisinya baik-baik saja.


Setelahnya dokter Anita memberikan beberapa pengarahan dan bagi ibu hamil di Trimester satu.

__ADS_1


***


__ADS_2