PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
36. Imam Sholat


__ADS_3

Maryam saat ini sangat enggan untuk kembali berdebat dengan Reza.


Suasana hatinya sudah sangat kacau dan raganya yang sudah sangat lelah. Hingga dia hanya menjawab pertanyaan Reza se kenanya.


Maryam bergegas menata sajadah dan mengenakan mukenanya, untuk segera melaksanakan ibadah yang telah terlewatkan.


"Tunggu!" Ucap Reza memecah fokus Maryam


Maryam hanya memicingkan matanya dan sedikit bingung dengan Ucapan Reza.


"Aku akan mengambil wudhu, Tunggulah sebentar, aku akan menjadi imam sholat mu" Ucap Reza datar dengan berlalu menuju kamar Mandi


Setelah Reza berlalu dari hadapannya, Maryam masih termenung, berdiri memaku, dan beberapa kali mengerjakan matanya.


Masih ada sedikit rasa tidak percaya dengan Reza yang tiba-tiba ingin menjadi imam sholat.


Karena Sebelumnya jangankan menjadi imam sholat, Reza bahkan selalu menolak jika di ingatkan Maryam untuk sholat.


Reza akan dengan sigap memberikan alasan untuk menolak ajakan Maryam ketika tiba waktunya sholat.


"Alhamdulillah" Gumam Maryam


Selama menunggu Reza mengambil wudhu, Maryam bergegas menyiapkan satu sajadah lagi untuk Reza, Menggelar dan merapikan sajadah tersebut.


Beberapa saat kemudian Reza telah selesai dan siap untuk melaksanakan sholat bersama Maryam yang menjadi makmum.


Melihat Reza yang keluar dari kamar mandi dengan titik-titik air di wajahnya, seketika jantung Maryam berdegup kencang, nafas yang terasa sesak dan Pandangan mata yang entah mengisyaratkan apa.


Bagaimana tidak Maryam ternganga, dengan sosok sempurna yang dia temukan dalam kehidupannya,tengah berada di dalam kamarnya saat ini.


Tanpa sadar mengucapkan "MashaAllah, Tampan" Gumam Maryam lirih


"Sudah siap" Tanya Reza kemudian sembari memposisikan diri tepat di atas sajadah yang telah di siapkan Maryam sebelumnya.


Maryam yang masih bengong, kemudian tersadar dengan ucapan Reza dan "Siap!!" jawab Maryam seketika


Setelahnya Maryam dan Reza melaksanakan sholat dengan khusuk, bahkan serasa tidak pernah ada pertengkaran sebelumnya.


Reza yang dengan suara lembut membaca setiap surah bacaan sholat, terdengar sangat merdu di kedua pasang Telinga Maryam.


Meski hanya bacaan Kul'hu dan Kul'hu yang bisa Reza baca dengan fasih dan lancar saat itu. Namun tidak mengurangi Khusyuknya Sholat diantara keduanya.


Beberapa saat kemudian keduanya telah menyelesaikan sholat nya.

__ADS_1


Maryam yang reflek mengulurkan tangan dan Meraih tangan Reza. Membuat Reza terbelalak sekaligus kaget dengan Tangan lembut Maryam yang tiba-tiba menyentuhnya.


"Salim, Mas !" Ucap Maryam kemudian.


"Hemm..." Jawab Reza singkat.


Tanpa berkata apapun Reza segera bangkit dan menuju sofa , dimana sebelumnya Maryam meletakkan makanan dan minuman untuk ya.


Reza merasa sangat lapar setelah perdebatan ya dengan Maryam sebelumnya.


Menyadari hal itu Maryam yang masih duduk diatas sajadah miliknya dengan melipat Sajadah yang dikenakan Reza sebelumnya, hanya diam tanpa berkata apapun pada Reza, namun dengan sesekali melemparkan pandangan pada Reza.


Setelah merapikan sajadah yang di kenakan Reza Maryam bergegas meraih mushaf Al-Qur'an miliknya untuk membaca beberapa surah didalamnya.


Surat Luqman Ayat 12


وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمَٰنَ ٱلْحِكْمَةَ أَنِ ٱشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ


Artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".”


Maryam merasa sangat teduh dengan membaca surah tersebut, surah yang berisi tentang ucapan syukur atas nikmat yang telah di berikan.


Setelah beberapa saat Maryam menyelesaikan Bacaannya dan bergegas merapikan sajadah dan mukenanya.


Melipat dan merapikan kembali peralatan sholat nya dan meletakkan di tempat sebelumnya.


"Bahkan dia masih bisa Marah-marah dengan Rasa Laparnya, Sungguh Luar Biasa !! , Lihatlah Maryam Bahkan sedikitpun dia tidak menyisakan sebutir nasi pun disana" Batin Maryam dengan Menyempitkan dahi.


Reza terlihat sangat lelah, hingga dia langsung terlelap setelah menghabiskan makanannya.


Maryam bergegas menghampiri Reza yang tertidur di sofa, untuk menyimpan semua peralatan makan yang telah selesai di gunakan oleh Reza.


Maryam segera keluar kamar, dan membawa naman berisi piring kotor ke dapur, mencuci dan meletakkan kembali di rak masing-masing


Setelah selesai dengan tugasnya Maryam bergegas kembali ke kamar.


Seperti biasa , didalam kama Maryam melakukan rutinitasnya dengan menggunakan skincare miliknya, Mengganti baju dengan Baju tidurnya, dan bersiap untuk merebahkan diri diatas kasur empuk miliknya. tanpa menghiraukan Reza yang terlelap diatas sofa.


Beberapa saat meminang pikirannya, Maryam merasa tidak tega dengan Reza yang terlelap diatas sofa dengan posisi tidur yang tidak nyaman.


Meski ragu, Maryam tetap berusaha Mendekati Reza untuk membetulkan posisinya, supaya tidurnya lebih aman dan nyaman.


Dengan pelan Maryam berjalan menghampiri Reza , meletakkan 1 Bantal di ujung sofa panjang tersebut. Menggeser kepala Reza perlahan Agar tidak bersandar di bahu sofa.

__ADS_1


Selanjutnya Maryam menuju bagian bawah, mengangkat satu kaki Reza , Pelan pelan agar tidak membangunkan Reza. Begitu juga dengan saki yang lain.


Maryam melakukannya dengan sangat hati-hati, bahkan nyaris tidak menimbulkan suara sedikitpun .


Setelah Maryam selesai dengan tugasnya, kemudian beranjak, akan mengambilkan selembar selimut untuk Reza.


Belum juga Maryam berbalik tangannya telah di tarik oleh Reza


Maryam yang tidak siap dengan pergerakan Reza yang tiba-tiba , seketika terhuyung dan Jatuh tepat diatas tubuh kekar Reza dengan bahu yang seluas samudra.


"Auch... " Ucap Maryam refleks ketika kepalanya terbentur roti sobek milik Reza


Tanpa suara Reza segera meraih tubuh Ramping Maryam, Mendekapnya pada dada bidang tersebut. Masih dengan mata terpejam


Reza mengeratkan dekapannya pada Maryam, agar Maryam tidak banyak bergerak yang bisa menyebabkan dirinya jatuh.


Maryam masih dengan kebingungannya, melihat Reza dengan matanya yang masih terbenam, namun bertingkah konyol.


Merasa takut jika sewaktu-waktu Reza melepaskan dekapannya, Maryam akan mudah saja terjun bebas ke lantai.


Sebelum itu terjadi Maryam berusaha melepaskan dekapan Reza yang begitu erat. Maryam berusaha menggeliat agar dapat melonggarkan pelukan Reza terhadapnya


Namun sepertinya hal itu sia-sia saja Maryam lakukan, Perbandingan tubuh mereka yang tidak imbang, reza dengan otot kekarnya dan Maryam yang hanya bertubuh ramping seolah tanpa tenaga.


Maryam mulai mendengus kesal dengan tingkah Reza saat itu, Terus dan terus berusaha menggeliatkan badanya agar bisa terlepas.


Begitu juga dengan Reza, semakin Maryam menggeliat, Reza pun juga semakin mengeratkan dekapannya. Meski masih dengan mata terpejam


Karna Begitu kuatnya Maryam berusaha hingga dia hampir dapat melepaskan diri dari dekapan Reza. Namun ternyata salah


"Brug.. "


"Brug.."


Maryam yang seketika terjatuh di lantai, dimana sebelumnya Maryam berpegangan dengan kemeja milik Reza, hingga Reza pun ikut tersungkur di lantai bersamaan nya. Dengan posisi Maryam berada di bagian bawah dan Reza berada di bagian atas menimpa tubuh kecil Maryam


***


Bersambung


***


Mohon Dukunganya untuk karya saya ya

__ADS_1


Jangan lupa vote dan hadiahnya 🥰🙏


Supaya author tambah semangat berkarya.


__ADS_2