
"Aku hanya ingin lebih lama dengan Istriku" Ucap Reza berbisik pada telinga Maryam.
Seketika Maryam bergidik mendengar bisikan Reza.
Reza segera berlalu dari hadapan Maryam, ketika menyadari Pak Roni telah memperhatikan tingkahnya sedari tadi dengan senyumannya.
Pak Roni Telah berdiri dengan membukakan pintu mobil mewah Reza, Memandang kedua majikanya dengan bahagia. Pasalnya hal ini Baru pertama kali dirinya lihat dari sosok Reza yang Selalu terkesan dingin. Meski sebetulnya hatinya baik.
"Alhamdulillah, Nyonya Maryam memang istri yang baik, dengan kesabarannya mampu mengikis sikap kasar Tuan Reza" Batin pak Roni dengan senyum simpul
"Kenapa pak!! " Tanya Reza membuyarkan lamunan supir pribadinya tersebut.
"Ohh... Maaf, Tidak tuan " Ucap pak Roni terbata.
"Tuan Terlihat lebih tampan jika tersenyum" Ucap pak Roni kemudian.
"Memang sebelumnya saya jelek!" Tanya Reza dengan nada tinggi
"Bukan begitu tuan, hanya saja Sekarang Tuan lebih Terlihat tampan dengan senyuman tuan" Ucap Pak Roni dengan sopan
"Nyonya Maryam sepertinya sangat membuat tuan bahagia" Ucap pak Roni dengan Beraninya
Reza hanya bergeming dengan ucapan supir pribadinya tersebut. Enggan memberikan tanggapan meski apa yang di katakannya sebuah kebenaran.
"Semoga tuan dan nyonya segera di karuniai Momongan" Tukas pak Roni kemudian
Mendengar hal itu kedua mata Reza terbelalak sempurna, dengan tatapan tajam , tatapan yang terlihat dari kaca mobil dan langsung dapat di lihat oleh pak Roni.
Seketika nyali pak Roni menjadi ciut jika sudah berhadapan dengan tatapan tajam Reza.
"Semoga doamu segera di kabulkan pak" Batin Reza dalam hati, Meski dengan tatapan tajamnya , namun sedikit banyak Reza memiliki harapan yang sama dengan apa yang di sampaikan oleh Supir Pribadinya tersebut.
***
π Assalamualaikum Mas Reza, Mas .. Maryam mau minta izin untuk ke kampus hari ini, Maryam ada praktikum hari ini.
Sebuah pesan masuk ke ponsel Reza.
π Waalaikumsalam , Mendadak sekali, Bukankah kamu bilang praktikum akan berlangsung dua hari lagi?
π Maryam juga tidak tahu, tapi sepertinya dokter Tama mengajukan jadwal praktikumnya.
Sialan, Umpat Reza dalam hati ketika melihat pesan dari istrinya.
π Jam berapa Kau ke Kampus ?
π Jam 11 Mas.
πBaik, aku akan minta pak Roni Untuk mengantar mu ke kampus
***
Kembali Reza merasa kesal, mendadak hatinya merasa gusar dengan pesan yang di kirim oleh istrinya.
Pasalnya Reza merasa sangat tidak suka jika Maryam dekat atau sering bertemu dengan Tama, sekalipun hubungan mereka hanya sebatas Dosen dan Mahasiswa seperti yang di katakan Maryam
Namun sebagai laki-laki Reza sangat hafal dan Tahu bagaimana arti dari sikap Tama pada istrinya.
Terlebih mengingat tempo hari, dengan terang-terangan Tama mengakui pada Reza jika Tama tertarik pada Maryam sudah sejak lama, dan akan merebut Maryam darinya.
Reza merasa tidak tenang, beberapa kali dirinya mendengus kesal.
Sikap Reza itu beberapa kali mencuri perhatian dari Lian yang tidak lain merupakan Asisten pribadi Reza, yang saat itu tengah berada di ruangan kerja Reza.
Lian merupakan Asisten yang paling Reza percaya dari beberapa asisten lainya.
"Lia !!!" Ucap Reza
__ADS_1
"Lian pak , Lian nama saya !! Bukan Lia" Jawab Lian Dengan kesal, pasalnya bosnya tersebut selalu memanggil namanya dengan sebutan nama perempuan.
"Saya tahu" Jawab Reza singkat.
Seketika Lian menghampiri Bos besarnya tersebut, dengan membungkukkan badan tanda hormat.
"Cari Tahu, Dimana istriku Kuliah dan Di jurusan apa dia Kuliah?" Titah Reza pada asisten pribadinya
Seketika Lian merasa heran, dan menyempitkan kedua bola matanya , heran dengan perintah yang di berikan oleh bos besarnya tersebut
"Bukanya Tuan bisa menanyakan langsung pada Nyonya Maryam" Ucap Lian dengan sopan.
"Apa kau sudah bosan dengan pekerjaanmu?" Tanya Reza dingin
"Berani kau membantahku!" Ucap Reza kemudian
"Baik Tuan baik!" Lian segera mundur dan bergegas melakukan apa yang di perintahkan bos besarnya.
***
Setelahnya Lian berlalu dari hadapan Reza
"Kenapa broo... Pucet amat tuh muka" Ucap Denis , yang juga merupakan Asisten Reza yang lain.
"Biasa" Jawab Lian datar
"Kena omel bos lagi?" tanya Denis.
Lian hanya bergeming, mendengar pertanyaan Rekannya yang pasti sangat tahu jawabannya.
"Kalau tau jawabannya ngapain Nanya !" Ucap Lian ketus
Seketika membuat Denis Tertawa terbahak-bahak.
"Puas Lo, gue kena omel?" Ucap Lian
***
Tok .. tok ... tok...
"Masuk !" ucap Reza dingin
Segera Lian masuk kedalam ruang Bos besarnya tersebut
"Silahkan Tuan" Lian menyodorkan dokumen berisi semua permintaan Reza sebelumnya.
Reza membaca setiap informasi dengan teliti
"Mahasiswa Kedokteran?, Sejak Kapan dia kuliah di kedokteran " Gumam Reza merasa heran
Lebih heran lagi Lian, Lian yang masih berada di ruangan bosnya sangat terkejut dengan ekspresi Reza yang merasa heran dengan Informasi yang baru dia ketahui mengenai istrinya. Tanpa sadar Lian menggelengkan kepala dengan rasa heran.
"Lia!" panggil Reza sedikit berteriak
Dengan mendengus kesal "iya Tuan" Jawab Lian seketika
"Panggil Denis sekarang " Ucap Reza kemudian
Setelahnya Lian berlalu dari ruangan Reza.
Beberapa saat kemudian Lian telah kembali bersama Denis.
"Maaf tuan, Ada apa Tuan Memanggil saya " Tanya Denis dengan membungkukkan badan tanda hormat.
"Rescedule semua jadwal saya hari ini, Saya tidak mau tau bagaimana caranya!" Ucap Reza dengan nada tegas
"Tapi tuan , Hari ini ada..." Jawab Denis , namun langsung di potong Reza sebelum Denis selesai dengan kalimatnya.
__ADS_1
"Tidak ada tapi-tapian" Tukas Reza
"Baik tuan" Ucap Denis kemudian dengan menundukkan badan.
"Dan kau Lia ! " Ucap Reza pada Lian
"Lian Tuan ,Nama saya Lian !" protes Lian dengan kesal.
"Saya tahu" Jawab Reza santai
"Ambil baju pesanan saya di butik, sekarang juga!" Ucap Reza datar, memerintah Lian
"Baik tuan" Jawab Lian
Setelahnya kedua asisten itu segera berlalu dari ruangan bos Besar mereka.
"Lia..." Goda Denis dengan suara mendayu
"Sialan" Jawab Lian
Seketika hal itu mengundang gelak tawa dari Denis.
"Aku rasa jiak kau perempuan, mungkin aku juga akan menyukaimu Lia !" Goda Denis lagi dengan tawanya.
"Sepertinya Ada yang tidak beres dengan otakmu! " Ucap Lian pada temanya itu dengan mendengus kesal.
Keduanya Keluar dari ruangan Reza dengan perasaan masing-masing. Denis yang harus menreschedule semua agenda rapat hari ini, dan itu tidak lah mudah baginya untuk begitu saja membatalkan.
Sementara Lian merasa heran dengan titah Reza kali ini yang sedikit aneh, Lian sangat memahami Bos besarnya tersebut.
"Perasaanku Tidak enak, Pasti akan ada sesuatu yang tidak beres setelah ini, Aku ikuti saja maunya" Batin Lian masih dengan perasaan kesal.
Beberapa saat kemudian Lian telah siap dengan dua paper bag pesanan Reza sebelumnya.
Bergegas Lian mengantar pesanan bos besarnya tersebut.
"Silahkan Tuan " Ucap Lian sembari menyodorkan dua papar bag pesanan Reza.
Beberapa saat kemudian Reza meraih paper bag tersebut dan melongok isi nya.
"Ini Untukmu" Ucap Reza dengan melemparkan satu paper bag kearah Lian.
"Saya !" Ucap Lian dengan perasaan bahagia, pasalnya Lian sudah tahu apa isi dari paper bag tersebut.
"Tumben Bos Ngasih hadiah" Batin Lian dalam hati.
"Ganti Kemeja mu dengan itu!" Tukas Reza kemudian.
"Sekarang tuan ?" Jawab Lian dengan sedikit bingung
"Besok!!" jawab Reza dengan nada tinggi.
"Baik tuan " Jawab Lian polos.
"Astaga!! apa kau benar-benar akan melakukanya besok ?" Tanya Reza lagi.
"Ganti sekarang juga !! " Tukas Reza kemudian.
"BB Baik tuan" Jawab Lian dengan terbata.
Setelahnya Lian keluar dadi ruangan Reza.
***
Bersambung
***
__ADS_1
Jangan lupa Dukunganya ya untuk author π₯°βΊοΈπ