
Setelahnya Reza meraih tangan Maryam dan menarik pelan tangan Maryam untuk berlalu dari hadapan Tama saat itu.
Reza tampak menggunakan Kacamata hitam dengan baju yang lebih kasual dari biasanya. Terlihat lebih tampan bagi para kaum hawa yang melihatnya.
***
Tanpa suara dan tanpa kata, Keduanya berlalu dari tatapan para mahasiswa yang ada di sana, dengan Reza tetap menggandeng mesra tangan Maryam.
Beberapa saat kemudian keduanya telah sampai di parkiran. Seperti biasa Reza akan membukakan pintu dan melindungi kepala Maryam dengan satu Tangannya.
Mobil mewah Reza berlalu meninggal area kampus.
"Mas " ucap Maryam dengan suara lembut , memecah keheningan diantara keduanya.
Reza hanya bergeming
"Mas Reza marah ?" Tanya Maryam kemudian
"Tidak" Jawab Reza singkat.
Meskipun mendengar jawaban tidak dadi Reza , Maryam tetap melihat raut wajah yang tidak menyenangkan di sana.
Setelahnya Maryam hanya menghembuskan nafas pelan, Maryam pun ikut terdiam , tidak ingin banyak bicara , Maryam takut jika ada yang salah dengan ucapannya akan membuat Reza lebih murka lagi.
Seketika Reza meraih tangan Maryam yang ada di atas pangkuannya, mencium mesra tangan lembut Maryam dengan penuh cinta
"Aku tidak suka kau dekat dengan Tama" ucap Reza kemudian
"Aku tidak suka wanita ku dekat dengan laki-laki lain selain diriku.
"Aku tidak suka dan aku tidak akan sanggup melihat itu" Ucap Reza dengan nada lirih
Maryam melihat sorot mata penuh kecemburuan dari diri Reza.
"Mas" Ucap Maryam lembut
"Emm" Jawab Reza singkat
"Mas Reza cemburu?" Tanya Maryam seketika.
Reza tampak kaget dan terkejut mendengar kata cemburu, entah lah sudah sejak kapan dirinya menjadi seperti saat ini. Reza hanya bergeming dengan pertanyaan Maryam
Menyadari hal itu Maryam membuka Seatbelt nya dan mendekat ke arah Reza , kemudian dengan segera mendaratkan satu kecupan di pipi Reza.
Tindakan Maryam yang reflek menciumnya, membuat Reza membelalakkan kedua bola matanya , tidak percaya.
__ADS_1
"Jangan marah mas" ucap Maryam mengakhiri ciumannya.
Reza hanya terkekeh melihat tingkah istrinya yang mencoba menenangkan dirinya.
"Lagi" ucap Reza dengan nada manja
Maryam tampak memicingkan matanya.
"Aku mau lagi" Ucap Reza lagi dengan menunjuk sisi lain pipinya.
Maryam hanya menghembuskan nafas melihat tingkah suaminya.
"Fokus mas! , Kita bisa lanjutkan nanti " Ucap Maryam seketika dengan mengerucutkan bibirnya.
"Benarkah ?" Tanya Reza penuh semangat.
"Kita bisa melanjutkannya lagi" Ucap Reza kemudian
Maryam tersenyum dan menganggukkan kepalanya, isyarat mengiyakan ucapan suaminya.
Keduanya telah sampai di halaman rumah mewah Reza , kedatangan keduanya telah di sambut oleh para pelayan yang juga telah selesai dengan acara liburan dadakan mereka.
Para pelayan menyambut keduanya dengan senyum sumringah.
"Selamat Siang Tuan Reza "
Ucap para pelayan bersamaan tatkala menyambut kedatangan majikanya.
Maryam membalas sapaan dengan menganggukkan kepala dan senyum manis di balik cadarnya.
"Mas ?, Maryam ketemu kakek sama nenek dulu ya" Ucap Maryam ketika melangkah masuk
Reza tampak mengerutkan dahinya, sedikit tidak suka jika jauh dari istrinya.
"Ada apa , Lagi pula kakek dan nenek pasti sedang istirahat" Tukas Reza kemudian.
Melihat suaminya yang cemberut Maryam merasa tidak enak hati. Dan menurut saja apa kemauan suaminya.
Reza segera meraih tangan istrinya dan menggandeng mesra
Ingin rasanya Reza mengangkat tubuh ramping tersebut, namun tidak mungkin ia lakukan karena di rumah sudah banyak pelayan yang bekerja kembali. Reza tidak ingin membuat Maryam menjadi malu karena ulahnya.
Setibanya di kamar, belum juga Maryam meletakkan tas dan segala bawaannya, Reza telah lebih dulu meraih tubuh ramping tersebut dan memeluknya dari belakang.
"Mas" Ucap Maryam
__ADS_1
"Emm" Jawab Reza singkat dengan menenggelamkan Kepalanya di celekuk leher Maryam yang masih mengenakan jilbab.
"Mas kok jadi manja banget sih" Ucap Maryam kemudian
"Manja sama istri sendiri boleh kan ?" Ucap Reza dengan senyum di wajahnya. Maryam hanya mendengus dan setelahnya tersenyum simpul.
"Mas, Maryam blm makan lhoo" ucap Maryam seketika.
"Laper" Ucap Maryam lagi dengan mengerucutkan bibirnya.
"Hah kok bisa ? , Istri seorang Reza Abizar El Shirazy Bisa sampai kelaparan ?" Ucap Reza dengan nada penuh tanya
Maryam hanya mendengus kesal dengan pertanyaan suaminya yang tidak sadar jika dia Lapar karena ulahnya.
"Mas ! , Gimana Maryam nggak kelaparan, Orang tadi habis dari kampus mas Reza... " Maryam memutus kalimatnya
"Yang tadi ngambek di jalan siapa ?" Ucap Maryam kemudian dengan nada sindiran
Reza terkekeh dengan ucapan Maryam yang merasa kesal karena dirinya.
"Oke oke Maaf sayang" Ucap Reza memohon
"Lalu istriku yang cantik ini mau makan apa ?" Tanya Reza kemudian dengan senyum cengingisan.
Maryam tampak berfikir.
"Mas juga belum makan kan ?, Gimana kalau kita makan nasi goreng spesial ? Maryam akan masak untuk kita " Ucap Maryam dengan semangat dan wajah cerah ceria.
"Kita bisa minta tolong pelayang saja sayang, Tidak perlu dirimu " Ucap Reza dengan menarik tangan Maryam untuk duduk di sofa.
"Tapi mas, Maryam ingin masak buat suami Maryam ini " Ucap Maryam dengan manja-manja..
Mendengar hal itu Reza seketika tersenyum lebar dan meraih tubuh istrinya yang duduk tepat di sebelahnya.
Meraih dan mengangkat tubuh Maryam dan meletakan dalam pangkuannya.
"Mas Mas !!" Ucap Maryam dengan memukul bahu Reza , merasa kaget dengan tindakan refleks Reza.
"Ihh mas apa an sih, Siang-siang tau mas, Malu !" Ucap Maryam dengan mengerucutkan bibirnya
Reza hanya terkekeh kecil dengan melingkarkan tangannya ke pinggang Maryam dan semakin erat hingga ke bagian perut.
***
Bersambung
__ADS_1
***