PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
55. Tata Cara


__ADS_3

Setelah beberapa saat, Maryam bergegas membereskan peralatan sholatnya dan juga Reza.


"Bersiaplah kita akan segera turun, Kakek dan nenek pasti sudah menunggu kita" Ucap Reza.


Tidak menunggu lama, Maryam segera mengenakan cadarnya kembali dan bersama dengan Reza menuju meja makan


Benar saja kakek dan nenek Halimah telah siap menunggu Reza dan Maryam disana .


"Assalamualaikum kakek nenek" sapa Maryam dengan sopan


"Waalaikumsalam Maryam " Jawab keduanya.


Setelah keduanya siap di meja masing-masing, segera kakek Amar meminta pelayan untuk menyiapkan makan malam mereka.


Semua orang makan dengan khidmat, meski Kakek Amar tidak melarang untuk berbicara ketika makan, namun sudah menjadi kebiasaan bagi keluarga kakek Amar untuk diam ketika makan.


Beberapa saat Kakek Amar, nenek Halimah, Reza dan juga Maryam telah selesai dengan makan malam mereka. Reza membantu nenek Halimah untuk mengantarkannya ke kamar disusul kakek Amar.


Maryam masih sibuk dengan piring makan ya yang belum selesai. Hingga Reza selesai mengantar nenek Halimah Maryam juga baru saja menyelesaikan makan malamnya.


"Apa kau sudah selesai ?" Tanya Reza


"Alhamdulillah mas" Jawab Maryam dengan senyuman


Reza segera merentangkan tangannya, menggandeng mesra tangan Maryam menuju kamar mereka.


"Maryam " ucap Reza lembut


"Iya ?" Jawab Maryam singkat


"Suamimu ini sudah mempelajari Tatacara berpetualang yang di sunah kan" Bisik Reza pada Maryam tepat di telinga Maryam


Maryam membulatkan kedua bola matanya mendengar penuturan dari Reza.


"Apa kau sudah siap" Ucap Reza kemudian


Maryam tertunduk malu dengan senyum lebar di wajahnya."InshaAllah mas Maryam siap " Jawab Maryam dengan suara pelan.


Keduanya mempercepat langkah menuju kamar mereka.


Setelah keduanya berada di dalam kamar Reza segera membopong tubuh ramping Maryam menuju tempat peraduan.


Reza membaringkan tubuh Maryam dengan hati-hati , dengan perasaan bahagia dan sorot mata penuh damba.


"Apa kau sudah siap ?" Tanya Reza lagi.


"InshaAllah" Jawab Maryam dengan menganggukkan kepala.


Beberapa saat Reza memandang Maryam, kemudian menarik tangan Maryam pelan.


Maryam refleks mengikuti gerakan Reza. Sedikit merasa bingung.


"Mas Tunggu, kita mau kemana ?" tanya Maryam yang sedikit bingung dengan maksut Reza


Reza bergeming dan hanya tersenyum geli.


"Mas !" Panggil Maryam lagi


"Mas , Kenapa ke karar mandi ?" Tanya Maryam lagi dengan menghentikan langkahnya dan melepaskan gandengan tangan Reza.


"Apa kau lupa ?" Tanya Reza dengan tersenyum geli.


"Maksut Mas ?" Maryam tampak bingung.

__ADS_1


"Bukankah seharusnya Kita Berwudhu, atau berdoa, atau sholat dulu sebelum berpetualang ?" Ucap Reza dengan berbisik di telinga Maryam


Maryam seketika tertunduk malu dengan dirinya sendiri.


"Apa kau benar-benar sudah sangat menginginkannya ?" goda Reza kemudian


"Mas !!" Sergah Maryam dengan mengerucutkan bibirnya.


Reza hanya terkekeh dengan tingkah Maryam


Islam mengatur beragam cara hidup umat muslim, termasuk juga tentang bagaimana cara berhubungan suami istri sesuai sunah dan syariat Islam.


Hubungan suami istri hadir bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis semata, tetapi juga menjadi pahala bahkan membuahkan manfaat bagi kesehatan.


Selain memberikan petunjuk mengenai posisi hubungan suami istri, Islam juga memiliki adab berhubungan yang harus ditaati.


Karena hubungan intim bukan hanya sekedar kenikmatan dan penyaluran gairah seksual tapi juga bernilai ibadah.


Rasulullah SAW menekankan hal ini agar manusia bisa menahan pandangan dan mampu mengaga diri dari sesuatu yang haram.


Rasulullah SAW bersabda:


يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.


Artinya:


"Wahai para pemuda, siapa yang mampu menikah di antara kamu semua, maka menikahlah.


Karena ia lebih dapat menahan pandangan dan lebih menjaga ********.


Siapa yang belum mampu, hendaknya berpuasa karena ia sebagai tameng," (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan lainnya).


Berikut beberapa tata cara serta adab berhubungan suami istri sesuai sunah, yakni:




Bersihkan seluruh anggota badan, termasuk alat kelamin. Baik suami maupun istri harus mandi agar wangi dan terlihat segar.


Menyenangkan suami dengan berpenampilan menarik adalah salah satu hal yang diajarkan.


Setelah mandi serta menggosok gigi cara berhubungan suami istri sesuai sunah yang bisa dilakukan adalah berwudu agar menjadi suci.


Bukankah bercinta juga termasuk ibadah? Maka sebelum melakukannya ada baiknya untuk menyucikan badan.


Mandi dan wudu pun dapat membuat badan terasa segar sehingga bisa lebih rileks ketika akan berhubungan intim.


Tubuh yang wangi juga dapat menyenangkan pasangan, bukan?



Jangan lupa Berdoa dan berniat



Cara berhubungan suami istri sesuai sunah selanjutnya adalah dengan membaca doa dan niat.


Sebelum melakukan hubungan suami istri, dapat mengajak suami untuk berdoa bersama, seperti di bawah ini:


بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا


Artinya: "Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami."

__ADS_1


Doa tak hanya dilakukan sebelum, tapi juga saat air mani atau ****** keluar serta saat hubungan **** telah berakhir.


Doa ini baik diucapkan terutama bagi pasangan yang ingin mendapatkan keturunan dari aktivitas bercinta yang dilakukan.


Ketika suami mengeluarkan air mani, ucapkanlah doa sebagai berikut:


اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً


Artinya: "Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik."


Setelah aktivitas bercinta telah selesai, jangan lupa juga untuk membaca bersama-sama doa ini:


اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا


Artinya : "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan)."



Bercinta Dengan Niat Menyenangkan Suami



Berniat menyenangkan pasangan juga jadi bagian dari adab serta tata cara berhubungan suami istri sesuai sunah dan syariat Islam.


Istri yang baik dalam Islam adalah dia yang berniat menyenangkan suaminya dalam segala hal yang dilakukannya, termasuk saat bercinta.


Dalam Islam, membahagiakan suami itu penting karena surga istri ada di bawah kaki suaminya. Suami pun juga harus memperlakukan istrinya dengan baik.


Karena hubungan intim suami istri tentu dilandasi dengan niat untuk saling memberi kesenangan pada diri sendiri dan juga pasangan.



Dilakukan dengan Santai, Didahului dengan Cumbuan



Tata cara berhubungan suami istri sesuai sunah selanjutnya adalah didahului dengan cumbuan.


Dalam Islam, hubungan intim suami dan istri sepatutnya menyenangkan dan dapat dinikmati oleh kedua belah pihak. Untuk itu, komunikasi antar pasangan sangat penting, ya.


Beritahu pasangan apa hal yang dapat merangsang dan jangan ragu untuk bercumbu terlebih dahulu atau foreplay sebelum berhubungan ****.


Foreplay adalah tindakan yang didorong dalam Islam dan bisa dilakukan oleh suami atau istri sebelum memulai hubungan seksual yang sebenarnya.


Tindakan yang disarankan selama pemanasan dalam Islam termasuk membelai payudara istri dan **** oral untuk merangsang organ sensitif.


Pada salah satu hadis pun mengamini jika cara berhubungan suami istri sesuai sunah tidak sepatutnya dilakukan terburu-buru dan langsung intercourse.


"Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu melakukan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu.” (HR.Tirmidzi)


Cumbuan memiliki peran penting dalam tata cara berhubungan suami istri sesuai sunah.


Selain dapat mengurangi ketegangan dan meningkatkan gairah cumbuan juga dapat menunjukkan rasa kasih dan sayang antara pasangan.


Juga dapat membuat suasana tempat bercinta dengan wangi-wangian, dekorasi atau apa pun yang bisa membuat aktivitas intim ini semakin panas dan tentunya berkesan.


Setelah beberapa saat keduanya telah siap untuk melaksanakan sholat berjamaah.


***


Bersambung


***

__ADS_1


Jangan lupa Dukunganya ya ka 🤗


__ADS_2