PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
46. Lingerie


__ADS_3

Reza pun semakin merasa khawatir dan cemas, dengan Maryam yang sedari tadi tidak mau untuk keluar.


"Keras kepala sekali dia ini " Gumam Reza dengan sedikit Kesal


"Bagaimana jika dia Sakit!" Batin Reza


Reza semakin merasa gusar, pasalnya semakin lama Reza tidak mendengar suara apa pun dari balik pintu kamar mandi tersebut.


Reza khawatir Maryam pingsan atau terjadi sesuatu lainya.


Reza memutuskan untuk mengetuk kembali pintu kamar mandi tersebut


Tok...! Tok...! Tok...!


"Maryam " panggil Reza


"Maryam Keluarlah" Ucap Reza lagi


"Jika kau merasa tidak nyaman denganku, aku akan keluar" Ucap Reza Kemudian.


Reza menyadari lebih baik dirinya yang mengalah dari pada Harus melihat Maryam terus berada di kamar mandi.


Maryam tidak menjawab Ucapan Reza, namun justru Maryam menempelkan salah satu telinganya pada daun pintu kamar mandi tersebut.


Ceklek .. Blup ...


Tersengat Pintu kamar yang terbuka dan tertutup


Maryam merasa sangat lega, karena Reza telah keluar dari kamar tersebut, tanpa menunggu lama Segera Membuka pintu kamar mandi.


ceklek.


Kedua manik mata Maryam membulat sempurna Menyadari seseorang berada di hadapanyaa


Maryam sangat terkejut mendapati Reza yang tegap berdiri di ambang pintu kamar mandi.


Beberapa saat Maryam membulatkan kedua matanya, merasa tidak percaya jika seseorang yang ada di hadapannya tersebut adalah suaminya.


"Bbuu bukanya Mas Reza tadi bilang akan keluar?" Tanya Maryam terbata


Reza hanya diam dengan perasaan sedikit Kesal, memandang setiap inchi tubuh Maryam, dengan tatapan tajam yang menusuk sampai ke relung hati.


Reza masih Sangat kesal dengan tingkah Maryam yang sangat keras kepala sebelumnya.


Gleg. Terlihat Jakun Reza Naik dan Turun Tanpa Aba-aba


Beberapa saat Reza berusaha menguasai dirinya, berhadapan dengan Maryam yang hanya mengenakan selembar handuk yang melilit sempurna di bagian dada.


Reza berusaha tetap mengontrol dirinya, agar tidak terbawa suasana yang sangat menyulitkan baginya tersebut.


Meski Reza telah berjanji, namun dia tetap laki-laki normal yang akan tergoda jika melihat pemandangan indah di hadapannya.


Terlebih sudah sejak perceraiannya dengan mantan istrinya Reza tidak lagi berhubungan dengan wanita manapun.


Meski banyak wanita dengan tubuh seksi selalu mencoba untuk menggodanya setiap kali ada kesempatan.


Namun Reza tetap acuh pada setiap wanita yang mencoba mengambil hatinya.


Gleg.


Beberapa kali Reza menelan saliva nya

__ADS_1


Keduanya hanya saling memandang manik mata masing-masing dengan perasaan yang tidak dapat di artikan .


Seketika Maryam merasa tubuhnya mendadak melayang, Reza yang telah sigap mengangkat tubuh ramping Maryam menuju Walk in closet.


"Mas! " Ucap Maryam sambil menepuk bahu Reza, meminta Reza untuk menurunkan dirinya.


Reza hanya bergeming meski beberapa kali Maryam memukul bahu kekarnya.


Reza menurunkan Maryam tepat berada di depan sebuah lemari besar.


Maryam merasa terkejut, pasalnya terakhir dia meninggalkan kamar tersebut tidak ada lemari besar itu.


"Perasaan Kemarin tidak ada, Sejak kapan Ada lemari di sini " Gumam Maryam pelan. Namun masih tetap dapat terdengar oleh telinga Reza.


Maryam lantas berfikir sejenak, dimana lemari kecil yang dia gunakan untuk menyimpan beberapa baju tidurnya (Daster) yang belum sempat dia bawa, namun belum sempat dia kenakan selama tinggal satu kamar dengan Reza.


Maryam hanya membawa baju gamis saja dalam koper yang dia bawa.


"Apa yang sedang kau pikirkan? Tanya Reza pelan. dengan posisi tepat berada di belakang Maryam.


Maryam merasa gugub dengan Reza yang juga tidak segera meninggalkannya.


"Itu Lemari baju milikmu" Ucap Reza kemudian


Maryam masih bergeming dan Menatap lemari besar tersebut.


"Lalu dimana baju Maryam mas ?" Tanya Maryam dengan nada polos.


"Aku juga tidak tahu, Kakek Juga tidak memberi Tahuku, Hanya kakek sebelumnya mengatakan jika telah menyiapkan beberapa baju untukmu di sana " Ucap Reza kemudian .


"Benarkah ?" Tanya Maryam dengan perasaan bahagia.


Maryam sangat senang dengan kebaikan hati kakek Amar dan nenek Halimah , pasalnya mereka tidak pernah membedakan perlakuan antara dirinya dengan Reza.


Tanpa menunggu aba-aba Maryam segera membuka lemari besar tersebut.


Glekkkk... Pintu Lemari terbuka dengan sangat lebar.


Terlihat jelas disana beberapa baju tergantung dengan berbagai warna dan Motif yang berbeda-beda.


Namun hal itu justru membuat Maryam terbelalak , hal itu pun sama di rasakan oleh Reza tatkala melihat isi lemari tersebut.


Mata Reza membulat sempurna Melihat Beberapa lingerie yang tergantung rapi di dalam lemari tersebut


Lingerie dengan bahan satin premium, terdapat berbagai warna dan corak.


Segera Maryam menundukkan wajahnya merasa sangat malu.


Flashback On


"Aku tidak tahu baju jenis apa yang di minta Tuan Amar untuk Nyonya Maryam " Ucap Diah


Salah seorang Pelayang yang tengah berada di sebuah Mall besar Untuk membeli segala sesuatu yang di perintahkan oleh majikanya.


"Sama, Seingat ku Mbak Siti tadi bilang kita harus membeli beberapa baju tidur dan Make up Untuk Nyonya Maryam, sama beberapa keperluan lain" Ucap Rini.


Yang Juga merupakan salah satu pelayan kakek Amar.


Tidak ingin berlama-lama Kedua pelayan paruh baya tersebut Bergegas membeli Beberapa lingerie yang sangat cantik, beberapa kosmetik yang berharga sangat mahal, parfum, dan Juga barang-barang lainya.


Flashback Off

__ADS_1


Reza dan Maryam masih terpaku dengan betapa banyaknya lingerie di dalam lemari tersebut. Lingerie dengan beberapa warna, corak, dan motif yang berbeda.


"Siapa yang ..." Batin Reza.


Maryam menarik nafas Dalam dan menghembuskan nya.


Reza menyadari Maryam Tengah dalam suasana hati bimbang.


"Kenakan saja, Aku rasa kakek yang menyiapkan itu juga untuk Mu " Ucap Reza datar , mencoba membuat Maryam tegang.


"Tenang saja Aku tidak akan melakukan Papa pun Padamu" Tukas Reza kemudian sembari berlalu dari Walk in closet


Maryam hanya bergeming mendengar ucapan Reza.


Sejenak Maryam teringat sebuah nasihat yang di sampaikan oleh Umminya


Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam juga telah memberi pesan untuk para istri agar dapat menyenangkan hati suaminya. Salah satunya menciptakan nuansa kemesraan dengan penampilan yang menarik.


Diungkapkan dalam hadist yang dirawayatkan HR. Bukhari, " Sebaik-baik wanita adalah yang jika engkau melihatnya akan membahagiakan dirimu, jika engkau memerintahnya akan mentaatimu, dan jika engkau tidak berada di sampingnya ia akan menjaga hartamu dan dirinya sendiri.”


Seorang istri hendaknya senantiasa menjaga kecantikan, kerapian serta kebersihan saat bersama suami. Mereka harus mampu berdandan seperti yang disukai suaminya.


"Bismillah " Ucap Maryam pelan


Beberapa saat kemudian , meski dengan perasaan ragu Maryam memilih sebuah lingerie berwarna hitam dengan Renda di bagian dada. Lingerie bermotif siluet berbahan satin, Terlihat sangat mewah, tidak lupa Maryam mengenakan blazer dari lingerie tersebut, agar sedikit dapat menutupi Bagian tubuhnya.


Dengan canggung Maryam melangkah keluar dari walk in closet, sudah dengan dirinya yang mengenakan Lingerie tersebut.


Reza yang semula duduk bersandar di sandaran Tempat tidur berukuran king size itu, seketika merasa sangat terkejut bercampur Kagum dengan Kecantikan Maryam yang paripurna.


Reza yang sebelumnya sibuk dengan smartphone miliknya, tanpa sadar smartphone miliknya jatuh begitu saja di kasur.


Kulit Putih dan Halus, Rambut hitam yang tergerai panjang, Leher jenjang milik Maryam dengan kulit putih, Sungguh membuat adrenalin Reza meningkatkan beberapa kali lipat.


Gadis yang sebelumnya selalu dia lihat dengan balutan Kain menutup sempurna di seluruh tubuhnya, kini terlihat mengenakan baju dengan ukuran yang sangat minim, bahkan nyaris memperlihatkan seluruh lekuk tubuhnya.


Gleg.


Reza harus kembali menelan saliva nya beberapa kali.


Maryam berjalan dengan hanya menundukkan wajahnya, Berusaha menguasai rasa malu yang dia rasakan.


Maryam segera beringsut Di bagian sisi tempat tidur lain.


Melihat hal itu Reza hanya menatap Maryam dengan tatapan tajam penuh damba.


"Maryam akan tidur di sebelah sini " Ucap maryam pada Reza dengan menundukkan wajahnya


Reza hanya bergeming mendengar ucapan Maryam tanpa sedikitpun berkedip atau mengalihkan pandanganya dari Maryam.


Merasa aneh dengan sikap Reza , Maryam segera duduk dan menutup seluruh tubuhnya dengan badcover tebal di kasur tersebut.


***


Bersambung


***


Mohon dukungan untuk author ya ka


Jangan lupa Vote dan Hadiahnya

__ADS_1


Supaya author semangat dalam berkarya 🥰


__ADS_2