
Beberapa saat keduanya telah menyelesaikan sholat, segera Maryam meraih tangan suaminya dan mencium dengan takzim.
Cup.
Dengan mesra Reza mengecup puncak kepala Maryam, dan membuat pandangan keduanya saling beradu.
Senyum yang tidak pernah lepas dari bibir keduanya, tergambar begitu Reza dan Maryam sangat bahagia.
"Tunggu sebentar, aku punya sebuah hadiah untukmu " Ucap Reza pelan dengan senyuman
"Ohya, Apa mas ?" Jawab Maryam penuh semangat.
Segera Reza beranjak untuk mengambil sesuatu yang telah dia siapkan sebelumnya.
Begitu juga dengan Maryam yang segera bergegas membereskan peralatan sholatnya, dan menyimpan kembali pada tempatnya.
***
Beberapa saat berlalu Reza telah kembali ke kamar, dengan membawa sebuah kotak beludru berwarna biru yang berukuran sedang.
"Maryam ? " Ucap Reza ketika memasuki kamar.
"Sayang.. Kau dimana ? Ucap Reza lagi ketika tidak mendapatkan jawaban dari Maryam .
"Oh , iya mas, sebentar Maryam sedang di kamar mandi " Jawab Maryam dengan sedikit berteriak.
Mendengar jawaban Maryam, seketika Reza tersenyum lega.
"Kok lama ?" Ucap Reza dengan tidak sabar.
"Sebentar ya mas" Jawab Maryam lagi.
Ceklek.
Tidak berselang lama pintu kamar mandi terbuka.
Terlihat Maryam yang keluar dari kamar mandi, begitu anggun dan cantik, mengenakan sebuah Lingerie berwarna hitam pekat, Tidak menerawang namun jelas memperlihatkan lekuk tubuh Maryam yang begitu indah, Rambut panjang hitam yang tergerai hingga kebagian pinggul.
Lingerie yang menampakkan Leher jenjang Maryam, Juga pada bagian Bahu dan lengan yang sangat putih dan mulus.
Sungguh pemandangan yang tidak akan pernah Reza dapat hindari.
Geleg.
Beberapa kali Reza menelan saliva nya secara kasar, Berusaha menguasai gejolak yang sudah tidak lagi dapat di kontrol.
Senyum merekah sempurna di bibir manis Reza. Begitu juga Maryam yang memandang ke arah suaminya dengan senyum bahagia..
Keduanya kini saling beradu panang meski dengan jarak yang lumayan jauh, Reza masih tidak berkedip melihat begitu indah pemandangan dihadapannya.
"Mas" Panggil Maryam
"Mas Reza" panggil Maryam dengan melangkah maju mendekati Reza berdiri
__ADS_1
"Mas ? Mas Reza ?" ucap Maryam lagi ketika berada tepat di hadapan Reza, yang sedari tadi memandangnya dengan tanpa berkedip.
"Mas Reza " Ucap Maryam, dengan usapan lembut di dada Reza, yang seketika membuyarkan lamunan Reza.
"Astaghfirullah" Ucap Reza seketika.
"Kenapa mas?" Maryam tampak kaget.
"Nggak cocok ya bajunya sama Maryam ?" Tanya Maryam kemudian
"Apa Maryam terlihat aneh ?" Tanya Maryam dengan memandang dirinya sendiri.
"Tidak sayang, Kau sangat cantik, Sangaaatttt Cantik" Jawab Reza dengan memegang kedua pundak Maryam Yang polos, dengan usapan lembut menenangkan.
"Benarkah?" Tanya Maryam kemudian
"Tentu saja, Bahkan bidadari pun akan iri melihatmu" Ucap Reza berbisik tepat di telinga Maryam
Maryam tersipu Malu dengan ucapan Reza. Rona wajah yang seketika berubah menjadi merah.
Setelahnya Reza memeluk Maryam dengan sangat lembut, Begitu pula Maryam yang mulai membalas pelukan Reza dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Reza dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Reza
Beberapa kali Reza mengusap lembut rambut hitam Maryam yang tergerai lurus hingga pinggang.
Menghirup aroma wangi dari rambut Maryam yang, memiliki Aroma khas, dan mulai menjadi candu bagi Reza saat ini.
Begitu pula Maryam yang sangat menikmati setiap usapan lembut dari Reza, tenang berada di pelukan Reza, hangat dan terasa melegakan dengan aroma maskulin dari tubuh Reza.
Beberapa saat kemudian Maryam mendongakkan kepalanya menghadap ke atas untuk melihat wajah suaminya yang begitu tampan .
Reza pun seketika menundukkan wajahnya melihat Maryam yang tengah memandang wajahnya.
"Mana hadiahku ?" Tanya Maryam masih dengan berada dalam pelukan Reza
Reza tersenyum melihat wajah Maryam yang sudah seperti anak kecil yang merengek meminta mainan.
Raza lantas meraih , menggenggam, dan menarik lembut tangan Maryam dan mengajaknya duduk di sisi tempat tidur.
Kemudian Reza meraih sebuah kotak yang sudah dia siapkan dan memberikannya pada Maryam yang telah menunggu sedari tadi.
Maryam tampak terlihat sangat bahagia menerima hadiah pertama yang diberikan oleh Reza. Tanpa sadar kedua bola mata Maryam berembun menerima sebuah kado spesial dari Reza.
Reza yang menyadari terdapat bulir-bulir bening menetes dari sudut mata Maryam, seketika menghapus dengan menggunakan kedua tangannya
"Kenapa menangis, Apa kau tidak suka ?" Tanya Reza yang dengan mengeryitkan dahinya.
"Maryam bahagia mas, Hadiah ini merupakan Hadiah pertama yang mas Reza berikan " Ucap Maryam dengan tersenyum bahagia.
Mendengar penuturan dari Maryam, Reza tersenyum simpul.
"Buka lah Sayang " Ucap Reza dengan mengedipkan mata.
Bergegas Maryam membuka kotak yang ada di hadapannya, dengan perasaan haru dan penuh bahagia.
__ADS_1
Maryam terbelalak melihat Hadiah yang di berikan oleh Reza padanya.
Sebuah kalung yang memiliki harga cukup Fantastis dengan desain khusus yang Reza persembahkan untuk Maryam.
Kalung Berlian Permata biru. Ya itulah kado yang Reza berikan untuk Maryam, Jenis perhiasan dengan harga termahal di dunia.
"Mas , Ini terlalu mahal " Ucap Maryam Lembut, dengan menutup kembali kotak perhiasan tersebut.
"Tidak, Perhiasan ini Tidak sebanding dengan dirimu " Ucap Reza meyakinkan Maryam.
"Tapi mas..." Sergah Maryam
"Tidak ada Tapi tapi an Maryam " Jawab Reza dengan mengambil perhiasan dari tangan Maryam dan memakaikan perhiasan tersebut di leher jenjang Maryam.
Maryam menyentuh liontin pada kalung tersebut yang memancarkan warna biru dengan begitu indahnya, kontras dengan kulit Maryam yang sangat putih.
"Terima kasih mas " Ucap Maryam
"Tentu saja sayang" Jawab Reza dengan menarik Maryam kedalam pelukannya lagi.
Setelahnya Reza mengangkat tubuh Maryam dengan lembut dan membaringkan Maryam di atas tempat peraduan keduanya. Dengan posisi Reza yang berada di atas tubuh ramping Maryam.
Sejenak pandangan mata keduanya beradu dengan intens, pandang mata penuh damba dan dengan Debaran jantung yang tidak menentu dari keduanya.
"Apa kau sudah siap Berpetualang Malam ini?" Tanya Reza Lembut . Maryam mengangguk kan kepala.
"Petualangan yang pertama bagimu, Ini mungkin akan terasa sedikit sakit Sayang" Ucap Reza kemudian.
"Apa kau sudah benar-benar siap sayang ?" Tanya Reza berbisik dengan mencumbu mesra telinga Maryam. Yang seketika membuat Maryam bergidik geli.
"InshaAllah, Malam ini Maryam serahkan seluruh HAK Mas Reza atas diri Maryam Sepenuhnya " Jawab Maryam dengan suara lembut di iringi senyuman manis di bibirnya.
Senyuman yang seketika membuat Debaran jantung Reza semakin Tak menentu.
"Dan InshaAllah Maryam Sudah sangat Siap mas " Ucap Maryam dengan suara serak.
Reza bergegas mencumbu Maryam mulai dadi puncak kepala mengusap lembut dan mengucapkan doa.
بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami."
"Tring..." Suara dering telepon Terdengar di pasang telinga keduanya.
***
Bersambung
***
Jangan Lupa Dukunganya ya ka 🤗
__ADS_1