PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
70. Berpetualang Part 3


__ADS_3

"Dan terima kasih kau telah bersama dan memahami setiap perlakuan buruk ku" Ucap Reza kemudian.


Nada Suara lembut Reza yang seketika meluluhkan hati Maryam.


Terlihat senyum simpul di balik cadar yang di kenakan Maryam. Reza segera meraih tangan Maryam.


"Kita Pulang Sekarang " Ucap Reza dengan penuh semangat.


Maryam menganggukkan ajakan Reza dan membalas genggaman tangan Reza dengan erat.


Seperti biasa Reza akan membukakan pintu mobil dan melindungi kepala Maryam dengan satu tangan ya.


"Terima kasih mas " Ucap Reza dengan riang gembira dan senyum bahagia. Reza pun membalas senyuman manis yang terukir di wajahnya


Butuh waktu dua jam perjalanan untuk Samapi dikediaman Reza.


"Sayang ..." Ucap reza


"Em. Iya mas ?" Jawab Maryam singkat


"I love you " Ucap Reza dengan nada suara lembut.


Maryam tampak aneh dengan kalimat yang baru saja dia dengar, pasalnya Reza terlihat sangat kaku dalam pengucapan kalimat tersebut.


"Iya mas Reza, Maryam juga " ucap Maryam dengan senyum geli melihat tingkah konyol suaminya.


"Kok , Juga !, Apakah Calon dokter sepertimu tidak belajar bahasa Inggris ?" Tanya Reza dengan kesal mendapati reaksi Maryam yang terkesan biasa baginya.


"Aku akan belajar dari suamiku " Ucap Maryam kemudian dengan nada menggoda. Seketika Reza tersenyum puas dengan jawaban Maryam.


Keduanya tampak bahagia, dengan canda dan tawa mengiringi perjalanan keduanya.


Meski perjalanan keduanya cukup jauh dan cukup banyak memakan waktu, namun terasa menyenangkan bagi Reza dan Maryam.


Tidak berselang lama keduanya telah Samapi di pintu gerbang kediaman Reza.


Tidak seperti biasa, Maryam melihat ke arah jam tangan miliknya, "08.45, Tumben sepi" Gumam Maryam dalam hati.


Tidak ada penyambutan seperti biasanya, dan lampu rumah tersebut di matikan dengan sengaja.


Reza membuka pintu mobil untuk Maryam, seketika Maryam meraih tangan suaminya, dengan perasaan Was -was


"Mas !" ucap Maryam, terlihat raut wajah takut dari nada bicaranya.


"Em.." Jawab Reza singkat.


"Tumben sepi , Tidak biasanya, ini juga mas kenapa lampu di matiin semua" Ucap Maryam dengan mengeratkan genggaman tangannya pada pergelangan tangan Reza.


"Atau listriknya mati ?" Ucap Maryam menerka


Reza terlihat menahan tawa dengan tingkah istrinya, tapi dia sangat menikmati suasana saat itu.

__ADS_1


FLASHBACK ON


"Bi Siti , lakukan seperti apa yang saya katakan" Ucap Reza melalui sambungan telepon


"Baik Tuan " Jawab bi Siti sopan pada majikannya.


Reza telah merencanakan kejutan untuk Maryam, dengan beberapa bantuan dari Asisten pribadi dan juga pelayan yang ada di rumahnya.


Tidak tanggung-tanggung Reza memesan Beberapa kamar hotel hanya untuk mengungsikan Kakek Amar dan Nenek Halimah beserta para pelayannya malam ini.


Reza ingin Malam ini hanya ada dirinya dan Maryam di rumah dengan suasana romantis tanpa ada gangguan dari siapapun dan apapun.


Pasalnya Reza merasa rencana nya untuk melakukan petualangan bersama sang istri selalu gagal dengan adanya beberapa kejadian aneh. Dari hal itu Reza belajar .


Reza meminta asistennya untuk membuat sebuah Makan malam romantis dan Merubah suasana kamarnya menjadi Lebih romantis, sesuai dengan Arahan yang sudah dia sampaikan sebelumnya, tidak lupa di bantu oleh para pelayan.


Setelah semua siap, Reza menginstruksikan Denis dan Lian untuk membawa kakek dan neneknya juga para pelayang menuju hotel yang telah dia siapkan sebelumnya.


FLASHBACK OFF


"Serius mas ini, Kok gelap banget, apa mati lampu ?" Tanya Maryam lagi dengan menyusuri lorong rumah besar dan mewah tersebut.


"Ah rasanya tidak mungkin, rumah sebesar ini tidak memiliki genset" Ucap Maryam semakin meracau, merasa khawatir


"Mas ..! Kok mas Reza ketawa sih " Ucap Maryam lagi karena mendapati Reza menertawakan dirinya.


"Kamu lucu !" Ucap Reza dengan terkekeh kecil.


"Tenang saja kau tidak perlu khawatir, Rumah ini tidak akan membiarkan orang asing masuk" Ucap Reza santai dengan menggandeng tangan Maryam


"Maksutnya ?" Sergah Maryam kemudian


"Rumah ini sangat canggih Maryam, kau tidak perlu khawatir akan ada maling masuk, dan mengganggu kita malam ini " Ucap Reza dengan nada menggoda.


Maryam terlihat memicingkan matanya, mencari kebenaran dari wajah suaminya.


Setelah beberapa saat keduanya tiba di depan pintu kamar mereka.


Ceklek .


Terlihat Begitu banyak lilin di dalam kamar, yang menampakkan suasana Syahdu dari temaram lampu -lampu lilin yang menyala , tidak hanya itu ribuan kelopak mawar bertaburan di dalam ruangan besar tersebut.


"MashaAllah" Ucap Maryam spontan mengagumi keindahan kamar..


"Mas " Ucap Maryam penuh haru.


"Kau suka ?" Tanya Reza pada Maryam yang sudah melingkarkan Kedua tangan kekarnya di pinggang ramping Maryam.


"Tentu saja " Jawab Maryam dengan anggukan kepala.


"Mas Reza kapan menyiapkan ini ?" Tanya Maryam penasaran. Reza hanya tersenyum dengan pertanyaan Maryam

__ADS_1


Maryam belum menyadari seberapa kuat dan hebatnya Reza, bahkan lebih dari itu dia bisa lakukan dalam waktu sekejap jika Maryam menginginkannya.


"Reza semakin mengeratkan Pelukannya dengan posisi punggung Maryam yang bersandar pada dada bidang Reza.


***


Maryam masih menikmati indahnya setiap sudut ruangan yang disulap dengan begitu epik. Sementara Maryam tengah asyik dengan pandangannya, Reza memilih membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Beberapa saat berlalu Reza telah selesai dengan ritual mandinya dan telah mengenakan baju yang di siapkan oleh Denis.


"Sayang, Bersihkan dirimu, dan pakailah baju yang telah di siapkan" Ucap Reza sembari menunjuk sebuah boks Besar yang telah di siapkan oleh kedua Asisten pribadinya..


Maryam tersenyum dan segera berlalu dari hadapan suaminya.


sebelum maryam.benar-benar masuk kedalam kamar mandi, Reza telah sigap menarik tangan istrinya tersebut.


"Aku menginginkanmu malam ini !, Apa kau siap memulai petualangan kita " Ucap Reza dengan Bisikan mesra tepat di telinga Maryam.


"InshaAllah mas " Jawab Maryam singkat dengan debaran jantung yang tidak menentu.


Maryam segera membersihkan dirinya, mengikat gigi, sedikit memberikan sentuhan pada kulitnya menggunakan lulur.


Beberapa saat kemudian Maryam telah selesai dengan ritual mandinya, Maryam bergegas membuka kotak yang telah di siapkan sebelumnya.


Terdapat sebuah gaun Berwarna Hitam Pekat dengan bahan Sutra, menampakkan lengan Maryam yang jenjang dan bagian dada yang terlihat menonjol sempurna.


Maryam terlihat begitu mempesona mengenakan baju haram yang selama ini tidak pernah dia kenakan. Maryam menggerai rambut panjangnya hingga menyentuh pinggang, Dan menggunakan Parfum di beberapa bagian tubuhnya untuk menyenangkan hati suaminya.


Ceklek


Beberapa saat berlalu Maryam membuka pintu kamar mandi, dengan perasaan ragu , Maryam keluar dari sana dan berjalan menghampiri Reza yang berdiri mematung melihat kemolekan tubuh istrinya.


Bagaimana Reza tidak tergoda, Maryam terlihat begitu sempurna, Reza sering melihat wanita lain mengenakan gaun mini, tapi baginya itu biasa-biasa saja, berbeda dengan Maryam, Maryam tampak sangat mempesona dan berkelas mengenakan gaun tersebut.


"Mas" Ucap Maryam membuyarkan lamunan Reza


"Mas Reza ?" Ucap Maryam lagi dengan sentuhan lembut di dada bidang Reza


"Emm... Maaf, Kau sangat cantik" Ucap Reza spontan dengan nada gelagapan. Maryam tersenyum lebar


"Mas kenapa pakai baju ini, tidak salah ?" Tanya Maryam tampak penasaran


"Kita kan hanya akan tidur, Kenapa harus mengenakan gaun ?" Tanya Maryam lagi.


Suttt.... Reza meletakkan satu jari telunjuknya di bibir Maryam, yang seketika membuat Maryam terdiam


"Aku masih memiliki satu kejutan lagi untukmu " Ucap Reza pelan dengan senyuman.


***


Bersambung

__ADS_1


***


__ADS_2