
"Kita kan hanya akan tidur, Kenapa harus mengenakan gaun ?" Tanya Maryam lagi.
Suttt.... Reza meletakkan satu jari telunjuknya di bibir Maryam, yang seketika membuat Maryam terdiam
"Aku masih memiliki satu kejutan lagi untukmu " Ucap Reza pelan dengan senyuman.
***
Reza meraih tangan Maryam dan menuntunnya berjalan ke luar kamar.
"Tunggu ! " Teriak Maryam sebelum Reza membuka pintu kamar.
"Mas, Maryam nggak mungkin keluar dengan pakaian seperti ini !" Ucap Maryam dengan mengerucutkan bibir.
"Tenang saja, Tidak ada orang lain selain kita di rumah ini" ucap Reza lembut.
Maryam tampak mengerutkan dahinya, sejenak untuk berfikir.
"Tapi...!" Ucap Maryam, yang segera di potong oleh Reza.
Suttt...!
"Mas Reza yakin ?" Ucap Maryam
"Tentu saja " Jawab Reza seketika. Reza tampak kembali menuntun Maryam.
"Lalu kemana perginya orang-orang mas?" Tanya Maryam dengan rasa penasaran. Reza hanya tersenyum.
Tentunya Maryam tidak akan pernah tahu jika kepergian orang yang ada di rumah Sudah dia persiapkan sebelumnya.
Selain Maryam yang bahagia malam ini, tentunya para pelayan dan yang lainya juga merasa bahagia, pasalnya Reza pun menyiapkan sebuah hotel dan makan malam mewah untuk para pelayan nya.
***
Setelahnya Reza menuntun kembali Maryam menuju kolam renang , terlihat temaram lampu- lampu menghiasi seluruh kolam, Tidak hanya itu hiasan bunga-bunga anyelir merah dan putih menambah kesan romantis suasana malam itu. Maryam terlihat sangat bahagia .
"Bukan bulan madu yang indah, Namun aku harap kau menyukainya" bisik Reza tepat di telinga Maryam .
"Tentu saja mas, ini sangat indah, Maryam suka" Ucap Maryam dengan rasa haru dan bahagia yang menyelimuti.
Seketika sudut mata Maryam berembun dan Meloloskan bulir bulir bening di sana.
"Terima kasih mas" Ucap Maryam lirih dengan memeluk Reza erat.
Reza sedikit kaget, pasalnya Maryam tidak pernah se agresif itu, yang ada dirinya yang selalu memeluk dan mencium Maryam terlebih dahulu.
Reza pun membalas pelukan Maryam dengan lembut, mengusap rambut hitam dan panjang Maryam yang tergerai indah.
Reza segera menarik sebuah kursi yang telah di siapkan para pelayan sebelumnya, tepat di samping kolam renang yang berhiaskan lilin-lilin kecil disana.
Sebuah dinner romantis yang telah di siapkan untuk Reza dan Maryam. Reza tampak puas dengan semua hasil yang di lakukan karyawan dan asisten nya yang serba dadakan.
"Kau suka ?" Tanya Reza lembut.
__ADS_1
"Tentu saja " Jawab Maryam dengan seutas senyum di bibirnya.
Setelahnya Maryam dan Reza makan malam dengan suasana romantis malam itu, keduanya tampak bercengkrama dan saling bercanda satu sama lain menikmati suasana malam dan temaram lampu-lampu lilin.
"Maryam tidak pernah sebelumnya mendapatkan surprise seperti ini" Ucap Maryam seketika di sela-sela makan malam keduanya.
"Benarkah ?" Tanya Reza. Maryam menganggukkan kepala.
"Ehem" Reza tampak ber dehem
"Bukankah, sebelum banyak laki-laki yang menyukaimu ?" tanya Reza penuh selidik dengan mengerutkan dahi
Maryam hanya tersenyum mendengar penuturan Reza. dan perubahan mimik wajah Reza.
"Entah lah, atau Mungkin benar, banyak yang menyukai Maryam, Tapi yang datang dan melamar hanya mas Reza" Ucap Maryam dengan polos dan nada suara lembut.
"Benarkah ?, aku yang pertama?" Ucap Reza penuh semangat.
"Tentu saja" Jawab Maryam cepat.
"Tama ?" Ucap Reza seketika.
"Dokter Tama ?" Tanya Maryam. Reza tampak menganggukkan kepala dengan mulut yang mengunyah makanan.
"Entah lah, tapi Maryam merasa biasa saja, tidak ada yang spesial, Lagi pula Maryam sudah bersuami". Ucap Maryam
"Jadi untuk apa Maryam memikirkan orang lain" ucap Maryam dengan nada santai.
"Sungguh ?, Kau tidak menyukai Tama?" ucap Reza lagi penuh selidik.
Reza hanya terkekeh kecil mendengar jawaban polos dari istrinya.
"Tentu saja tidak!" Jawab Reza tegas namun dengan senyuman manis.
Maryam dan Reza melanjutkan makan malam keduanya dengan suasana tenang dan Syahdu.
Beberapa saat keduanya telah selesai dengan makan malam masing-masing. Seluruh hidangan yang telah di siapkan para pelayan berpindah ke perut masing-masing.
Maryam tampak berdiri untuk melonggarkan isi perutnya yang ramping agar makanan yang baru saja di makan tidak begitu menyesakan perutnya.
Melihat setiap sudut tempat yang di siapkan Reza begitu indah dan sangat romantis, tak membuat Maryam jenuh untuk beranjak.
"Apa kau tidak kedinginan, mengenakan baju ini ?" Tanya Reza dengan melingkarkan tangan kekarnya di pinggang Maryam.
Maryam menoleh dengan senyum di bibirnya.
"Sedikit" Jawab Maryam tampak malu-malu.
"Kalau begitu aku akan menghangatkan mu" Ucap Reza dengan senyum penuh damba.
Seketika Reza semakin mengeratkan pelukannya hingga melingkar sempurna di perut Maryam.
Hal itu membuat jantung Maryam berdesir kencang, hingga dadanya terasa sesak.
__ADS_1
Reza terlihat menyandarkan dagu nya di bahu Maryam, dan menenggelamkan wajahnya di sana.
Beberapa kali Reza menghirup aroma wangi dari rambut Maryam yang tergerai sangat indah.
"Kau sangat harum " Ucap Reza masih dengan posisi sebelumnya. Maryam tampak tersenyum meski sebetulnya dia merasa sangat geli.
"Mas" Ucap Maryam
"Emm" Jawab Reza dengan wajah tertutup rambut Maryam.
"Jangan seperti ini, Aku malu" Ucap Maryam seketika
Reza tampak mengangkat kepalanya dan membalikkan badan Maryam menghadap dirinya.
"Kenapa begitu ?" Tanya Reza.
"Maryam tidak terbiasa seperti ini mas" Ucap Maryam dengan suara lirih.
"Tenang saja aku akan membuatmu Terbiasa" Ucap Reza dengan sorot mata penuh damba.
"Ayo kita masuk, kau akan masuk angin jika berlama-lama di sini" Ucap Reza
Seketika tubuh Maryam melayang di udara, dengan sigap Reza meraih tubuh ramping Maryam dan mengangkatnya bagai bridal style
Maryam melingkarkan kedua tangannya ke leher jenjang Reza.
Reza melangkah pasti, dengan tatapan tertuju pada wajah cantik Maryam. Menyusuri lorong rumah besar dan megah tersebut.
"Mas" ucap Maryam
"Em" Jawab Reza singkat.
"Maryam bisa jalan sendiri, sepertinya mas Reza kesulitan" Ucap Maryam yang melihat Reza berkeringat di seluruh wajahnya.
"Apa aku sangat berat ?" Tanya Maryam spontan. Reza mengerutkan dahinya
"Bahkan Kau lebih ringan dari beban yang aku angkat setiap pagi di tempat fitnes" Ucap Reza santai
"Lalu kenapa mas Reza berkeringat ?" tanya Maryam polos dengan nada penasaran
Reza hanya dapat menghembuskan nafas pelan, pasalnya dia tidak mungkin baginya mengatakan jika adik kecilnya saat ini sudah benar-benar bangun, dan siap untuk diajak berpetualang.
Reza sudah sangat mendambakan saat saat berpetualang bersama wanita halalnya ini.
"Kenapa mas ?" Tanya Maryam lagi
"Apa kau sakit ?" Tukas Maryam yang tampak memelas dengan suaminya yang berkeringat deras.
Reza tetap bergeming dengan pertanyaan Maryam, dan hanya terus melangkah menuju kamar keduanya.
Semakin lama semakin Reza tidak dapat mengontrol dirinya , rasanya adrenalin dalam dirinya semakin meningkat tak terkendali.
***
__ADS_1
Bersambung
***