PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
73. Ibadah Rumah tangga


__ADS_3

Segera Reza mengucapkan doa, tatkala keduanya telah selesai dengan seluruh petualangan malam yang mengantarkan kepada kesempurnaan separuh dari ibadah keduanya.


اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا


Tulisan latin: "Alhamdu lillaahi dzdzii khalaqa minal maa i basyaraa".


Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).


***


Tanpa terasa sebuah cairan kental merembes dari inti Tubuh Maryam , Terasa sakit, dan sedikit perih di sana di bagian inti tubuh Maryam yang mengeluarkan darah segar.


Dengan berakhirnya pergulatan panas diantara keduanya, menandakan sempurnanya separuh ibadah bagi pasangan suami dan istri yang telah halal, begitu juga bagi Maryam dan Reza yang baru saja merasakan indahnya madu cinta dalam rumah tangga mereka.


Kenikmatan surga dunia telah keduanya rasakan malam ini, Maryam yang pertama kali merasakan gairah dalam dirinya, belaian, ciuman, dan usapan lembut dari suaminya begitu membuat candu dalam dirinya.


Begitu lembut Reza memperlakukan Maryam malam ini, Hingga Maryam dapat merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa.


Peluh-peluh mengalir dari pelipis Reza yang seketika menetes pada pipi mulus Maryam. Sejenak tatapan keduanya beradu mesra.


Cup.


Sebuah ciuman mendarat di bibir ranum Maryam.


"Terima kasih sayang" Ucap Reza kemudian . Dibalas dengan anggukan kepala oleh Maryam.


Reza segera menggeser bobot tubuhnya yang sedari tadi mengukung tubuh ramping Maryam di bawahnya. Berbaring tepat di samping tubuh polos Maryam, tubuh yang hanya tertutup dengan selembar selimut tebal disana, karena entah sejak kapan pakaian keduanya tanggal begitu saja karena ulah Reza.


Bahkan Maryam pun tak menyadari, sejak kapan dirinya tanpa sehelai kain pun menempel di badanya.


Reza segera meraih tubuh Maryam dan memeluknya dengan mesra. Reza menenggelamkan wajahnya di celekuk leher Maryam yang berbaring piring membelakangi tubuh Reza.


Meski masih terasa sesak dalam dada, dan lelah yang mendera dari keduanya. Tangan tangan nakal Reza tetap bergerilya di sela-sela dua gundukan besar Maryam.


"Mas !!" Ucap Maryam dengan mengerucutkan bibirnya.


Reza tetap bergeming dan semakin agresif melakukanya.


"Mas Reza Iih" Ucap Maryam lagi dengan nada kesal


Reza hanya terkekeh kecil dengan sikap istrinya.


"Kau akan terbiasa sayang " Ucap Reza dengan berbisik.


"Ya Allah Mas Reza, Stop !!" Ucap Maryam semakin kesal dengan tingkah suaminya.


"Mas ! Kita sudah melakukanya beberapa kali malam ini" Ucap Maryam dengan nada lesu dan memelas, Maryam merasa sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk melakukanya lagi.


Maryam merasa jika Reza begitu kuat dan perkasa hingga dirinya yang baru merasa pertama kali melakukan, begitu kewalahan mengimbangi Hasrat dari suaminya.

__ADS_1


"Okey .. Aku tidak akan melakukanya lagi" Ucap Reza pelan.


"Tetaplah seperti ini, aku mulai menyukainya" Ucap Reza dengan suara menggoda


Maryam mendengus kesal dengan tingkah suaminya. Sejenak suasana menjadi hening dan sepi , hanya tangan nakal Reza yang terlihat ada pergerakan.


"Sayang" Ucap Reza


"Emm.." Jawab Maryam singkat.


"Kau wangi sekali malam ini ?" Tanya Reza lembut, masih di posisi semula dengan menenggelamkan wajahnya di balik celekuk leher jenjang Maryam.


Maryam hanya tersenyum malu mendengar penuturan dari suaminya.


"Apa kau menghabiskan satu botol Parfum" Goda Reza kemudian dengan senyum smirk


"Mass !!!!" Ucap Maryam dengan nada keras, merasa malu dengan ucapan suaminya yang begitu terang-terangan bertanya.


"Ihh Mas Reza Ahh" Ucap Maryam dengan nada kesal.


"Ehh kok ngambek sih, aku kan cuma nanya sayang " Ucap Reza dengan tertawa geli.


"Kenapa harus malu, lagipula aku menyukainya " Jawab Reza tulus, yang seketika membuat hati Maryam luluh.


"Maryam melakukan itu, supaya mas seneng " Ucap Maryam memberi penjelasan.


"Iya sayang..." Jawab Reza kemudian


"Lalu?" Tanya Reza kemudian


"Masih sisa sedikit he he" Jawab Maryam dengan senyum cekikikan


"Sama saja sayang" Ucap Reza kemudian.


"Tapi tidak masalah, Aku akan menyiapkan Banyak parfum untuk istriku nanti" Ucap Reza dengan nada congkak


Maryam terkekeh kecil dengan tingkah suaminya.


"Mas " Ucap Maryam


"Emm" Jawab Reza kemudian


"Bobok Yuk... Ngantuk" Ucap Maryam di sela-sela obrolan keduanya.


"Tapi masih pengen" Ucap Reza dengan nada manja


" Please mas!, Kita masih bisa melakukanya lagi besok" Ucap Maryam penuh harap


"Sekali saja !! Setelah ini kita tidur " Ucap Reza kemudian.

__ADS_1


"Tadi juga ngomongnya gitu, sekali terus tidur, sekali terus tidur, tapi ini udah berkali-kali mas !!" Ucap Maryam kesal


Reza terkekeh melihat kemarahan istrinya, melihat wajah Cemberut Maryam membuat Reza semakin gemas.


Tidak heran Reza melakukanya berkali-kali, hal ini karena memang setelah perceraiannya , reza sama sekali tidak pernah melakukan hal itu dengan wanita manapun.


Meski banyak wanita menggoda dan dengan terang-terangan rela menyerahkan dirinya pada Reza, tapi tidak satupun dari mereka membuat Reza tertarik.


Hanya dengan Maryam, Reza merasakan bertemu dengan seorang pawang yang mampu menguasai arogansi dari dirinya selama ini.


Kelembutan, dan sikap sabar Maryam yang mampu meluluhkan hati Reza yang telah beku karena rasa dendam yang teramat dalam.


Setelahnya Maryam hanya pasrah dengan tangan-tangan nakal Reza yang mulai aktif lagi bergerilya di setiap sisi tubuhnya.


Reza kembali melancarkan aksinya dengan berpetualang untuk yang ke sekian kali di malam pengantin yang bukan merupakan malam pertama mereka.


Beberapa saat berlalu Reza kembali menghempaskan tubuhnya dengan peluh-peluh yang menetes di pelipis nya.


Dengan lembut Maryam mengusap keringat Reza dengan kedua tangannya.


"Sudah ?" Ucap Maryam pelan di sela-sela deru nafas Reza yang masih ngos ngosan, seperti sedang lari maraton.


Reza hanya menganggukkan kepalanya, dengan senyum bahagia terukir dari wajahnya, terlebih dengan usapan lembut Maryam di pipi nya.


"Puas ?" Ucap Maryam lagi. Reza hanya tersenyum


"Kita tidur sekarang !!" Ucap Maryam kemudian, dengan membetulkan kembali selimutnya yang telah acak -acakan karena aksi brutal suaminya.


02.45 , Keduanya tidur dengan saling memeluk mesra satu sama lain.


Dengan posisi sangat intim, tanpa adanya jarak antara keduanya.


Reza merasa sangat bahagia, setelah sekian lama dirinya merasakan kembali surga dunia, begitu juga dengan Maryam yang merasa bahagia, mendapat anugrah kenikmatan yang baru pertama dia rasakan bersama pasangan halalnya.


Dengkuran halus terdengar di telinga Maryam , meski begitu halus keluar dari mulut Reza, namun Maryam dapat dengan jelas mendengar karena posisi keduanya teramat sangat dekat.


Meski merasa risih dengan tangan kekar Reza yang memeluk erat dirinya, namun Maryam tetap pasrah dan tidak ingin bergerak yang nantinya justru akan membangunkan suaminya dari tidur lelapnya.


Tidak berselang lama Maryam pun ikut tertidur dengan nyenyak di dalam dekapan dada bidang dan bahu seluas samudra milik Reza.


***


Bersambung


***


Alhamdulillah terima kasih untuk semua readers Fillah yang telah dan selalu setia dengan cerita ini.


Semoga Allah selalu membalas kebaikan semua untuk Komen, like , dan Subscribe, Coin , dan tentunya Vote . Author Ucapkan Banyak terima kasih.

__ADS_1


Dan yang Kasih bintang 1 atau yang memang tidak suka dengan cerita ini sebaiknya skip saja ka, cari cerita yang mungkin sesuai dengan keinginan Readers semua.


Jujur saya hanya manusia , mood yang naik turun terlebih ketika komen yang tidak baik atau bintang 1 , jujur itu sangat menyakitkan 🙏🙏🙏.


__ADS_2