PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
43. Rumah Kakek Amar


__ADS_3

Melihat Bulir bening merembes dari sudut mata Maryam. Reza seketika meraih Tangan Maryam yang ada diatas pangkuannya.


Gleg. seketika Maryam menelan salivanya.


Maryam merasa sangat gugub, namun meski demikian Maryam merasa hangat dengan perlakuan yang di tunjukkan Reza.


Reza mengusap lembut tangan Maryam yang ada di genggamannya, menarik tangan Maryam kemudian meletakkan di paha Reza.


Sesekali Reza mencium tangan Maryam dan meletakkannya kembali.


"Apa kau sedih ?" Ucap Reza lembut. Maryam menggelengkan kepala


Beberapa saat kemudian Reza menepikan mobilnya.


Tangan Reza seketika meraih belakang kepala Maryam untuk membuka Cadar yang sedang Maryam kenakan


"Ada apa ?" Ucap Maryam seketika, dan langsung menahan tangan Reza yang akan menyentuhnya.


Reza tersenyum dan Segera membuka ikatan kain yang menutupi wajah Maryam.


"Basah.." Reza mengangkat kain cadar yang telah dia lepaskan dari wajah Maryam. Kemudian dengan sigap Reza Mengusap lembut pipi Maryam yang telah penuh dengan Air mata.


Maryam hanya tersenyum dengan sikap manis Reza.


"Biarkan disini, Setelah kering gunakanlah kembali" Ucap Reza


"Terima kasih " Jawab Maryam singkat.


Reza beringsut kembali membenarkan posisi duduknya dan mengenakan Seatbelt nya kembali.


"Tidurlah, itu akan membuatmu lebih tenang" Ucap Reza. Maryam hanya mengangguk dengan senyuman manis di bibirnya.


Beberapa saat kemudian Terdengar Suara Adzan dari Handphone milik Maryam. Seketika Maryam terbangun dari tidurnya.


"Mas Bisakah kita berhenti sebentar, sudah waktunya sholat magrib"


Reza yang sudah mulai terbuka hatinya, menganggukkan permintaan maryam. Segera mencari masjid terdekat untuk melaksanakan Ibadah sholat magrib.


"Kenakan Cadarmu!" Ucap Reza


Tanpa pikir panjang, Maryam segera menggunakan cadarnya kembali.


"Aku tidak ingin Keindahan yang ku miliki, menjadi milik banyak orang juga " Tukas Reza kemudian


"Hah ? " Ucap Maryam yang sedikit kurang fokus, dengan menyempitkan matanya.


"Maksut Mas Reza ?" Tanya Maryam kemudian .


"Hanya aku yang boleh menikmati Wajah Cantikmu, dan aku tidak akan berbagi dengan yang lainya" Ucap Reza lembut dengan senyum simpul


Terlihat satu masjid di ujung jalan. Reza segera menepikan Mobilnya, Mencari tempat parkir yang strategis.

__ADS_1


Reza bergegas keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Maryam, dengan satu tangannya melindungi bagian atas kepala Maryam agar tidak terkena langit-langit mobil.


Maryam semakin Meleleh oleh sikap manis Reza.


"Terima kasih mas " Ucap Maryam . Reza tersenyum


***


Beberapa saat kemudian keduanya telah selesai dengan Sholatnya. Reza lebih dulu keluar dan telah menunggu Maryam di serambi masjid.


"Sudah lama menunggu ?" Tanya Maryam.


"Tidak juga " Ucap Reza dengan meraih tangan Maryam dan mengajaknya segera berlalu.


Keduanya memutuskan untuk langsung pulang, dan memilih makan malam di rumah bersama kakek Amar dan nenek Halimah.


Reza sebelumnya telah menghubungi Kakek dan neneknya, dan berjanji pada keduanya untuk sampai rumah sebelum makan malam, dan akan makan malam bersama keduanya.


Jalanan malam lumayan lengang, hingga Reza dapat menambah kecepatan mobilnya dengan leluasa.


Meski dengan kecepatan yang lumayan tinggi, namun Maryam tidak begitu merasakan guncangan didalam mobil, hal itu dikarenakan desain dan suspensi dari mobil mewah Reza yang sungguh luar biasa, pastinya akan membuat sang pemilik nyaman berada di dalam mobil tersebut.


Tak berselang lama terlihat sebuah Rumah mewah bergaya Eropa, dengan pagar Berukuran besar dan terlihat sangat Mewah, Sebuah kediaman yang lebih pantas disebut istana.


Kediaman Kakek Amar.


Pagar otomatis yang Langsung terbuka. Membuat Maryam masih tetap saja mengagumi kecanggihan teknologi di rumah tersebut, meski sudah beberapa hari sebelumnya tinggal disana.


Beberapa pelayan telah bersiap menyambut kedatangan Reza dan Maryam malam itu. Begitu pula nenek Halimah dan kakek Amar yang telah siap menanti kedatangan cucunya.


"Selamat Malam Tuan .. Nyonya ..." Ucap para pelayan


Reza berlalu di hadapan para pelayan dengan ekspresi datar, menghampiri Kakek dan neneknya, berbeda dengan Maryam tersenyum ramah kepada para pelayan yang menyambutnya.


Keduanya segera menghampiri Kakek Amar dan Nenek hikmah untuk mencium punggung tangan mereka dengan takzim


"Assalamualaikum kek , nek .." Ucap Maryam lembut.


" Waalaikumsalam Nak" Jawab keduanya


"Kakek sudah menunggu kalian " Ucap kakek Amar penuh haru.


Setelahnya kakek Amar mengajak untuk menikmati makan malam yang telah di siapkan oleh para pelayan. Dengan Reza yang mengambil alih dorongan Kursi roda nenek Halimah.


Seperti biasa Maryam akan melayani Reza dengan baik, kemudian melayani kedua kakek dan neneknya, baru setelah semua selesai di layani, Maryam baru akan mengambil untuk dirinya sendiri.


***


Beberapa saat Maryam dan lainya telah selesai dengan acara makan malam mereka


"Maryam, Nenek Kangen sekali sama kamu nak" Ucap Nenek Halimah penuh semangat

__ADS_1


"Emm... Maryam juga kangen Sama Nenek" Ucap Maryam dengan nada manja.


"Nenek pingin cerita sama kamu" Ucap nenek Halimah


Tanpa pikir panjang Maryam segera bangkit dari duduknya.


"Maryam permisi ya Kek , Mas..." ucap Maryam meninggalkan Meja makan dengan mendorong Kursi Roda Nenek Halimah.


Keduanya mengobrol mesra di ruang tamu, nenek Halimah yang sangat bahagia dengan kedatangan Maryam.


Disusul kakek Amar yang juga ingin ikut mengobrol bersama cucu menantunya tersebut.


Beberapa obrolan mereka mengundang gelak tawa diantara ketiganya. Tak jarang Kakek Amar tertawa dengan lepas.


Padahal sebelumnya termasuk sangat jarang Kakek Amar akan tertawa dengan begitu lepas, seolah tidak ada beban di hatinya.


Reza yang sebelumnya memilih kembali ke kamar setelah makan malam, Bergegas untuk segera membersihkan diri dan melihat beberapa laporan yang telah di kirim oleh Asisten Pribadinya.


Reza Duduk manis di hadapan laptop ruang kerjanya, dengan fokus dia membaca satu per satu email yang masuk. Tanpa sadar Maryam telah berada di kamar sedari tadi.


Maryam hanya duduk di sofa menunggu Reza menyelesaikan Pekerjaannya, karena Maryam tidak ingin mengganggu Reza dengan masuk ke ruang kecil miliknya. Tempat tidur yang berada di sebelah Ruang kerja Reza.


Meski Maryam merasa sangat letih, beberapa kali menguap, Maryam tetap berusaha terjaga.


"Lama Sekali " Gumam Maryam yang sudah merasa bosan.


Maryam membenarkan posisi duduknya dan Beberapa kali juga tubuhnya merosot karena sudah tidak lagi Kuat menahan kantuknya.


Karena sudah sangat lelah dan mengantuk akhirnya maryam tertidur di sofa empuk tersebut dengan Koper yang masih berada di sampingnya.


Beberapa saat berlalu Reza masih belum menyadari Maryam yang telah menunggunya sedari tadi untuk merebahkan tubuhnya di tempat tidur kecilnya itu.


Reza masih tetap fokus dengan segudang pekerjaan yang telah menantinya.


Beberapa saat berlalu Reza merasa Letih dan Menyandarkan Punggung pada sandaran Kursi kebesarannya.


"Kenapa Maryam Lama sekali, Apa saja yang di bicarakan Kakek" Batin Reza


Reza berencana menyusul keruang tamu untuk melihat istrinya tersebut.


Beberapa langkah Reza keluar dari ruang kerjanya, seketika mata Reza terbelalak melihat Maryam yang tertidur dengan pulas diatas sofa.


Reza segera menyadari jika Maryam telah menunggunya cukup lama, hingga dirinya tertidur diatas Sofa.


***


Bersambung


***


Mohon dukungan Untuk Karya Author ya Kakak 🥰

__ADS_1


__ADS_2