
Setelah beberapa saat akhirnya Tama Menutup kuliahnya pada hari itu.
Beberapa mahasiswa bergegas untuk merapikan barang yang mereka bawa sebelumnya.
Dengan mantap Reza beranjak dari duduknya, berjalan menuju tempat dimana Maryam duduk.
Seketika Reza meraih tangan maryam dan menggandengnya Keluar dari kelas.
Hal itu membuat para mahasiswa disana histeris dan tidak percaya
Seorang CEO Muda, Tampan, dan kaya raya, yang menjadi idola para kaum hawa. Menggandeng mesra seorang Maryam yang menurut sebagian orang tidak menarik, dan tidak cocok dengan selera Reza.
Maryam bergeming dengan bisik-bisik yang terdengar jelas di telinganya. Menikmati Hangatnya Dekapan tangan Reza.
Setelah berjalan beberapa langkah dari ruang Maryam, Reza seketika menatap Maryam datar , kemudian beralih menatap Lian setelahnya.
"Apa ada apa tuan?" Tanya Lian gagap , melihat bosnya menatap ke arahnya, dengan tatapan khas tajam yang menusuk. Dengan satu tangan meraih handphone miliknya.
Tuling...
💌... Sebuah notifikasi masuk pada handphone Lian
"Buka Ponselmu" Ucap Reza datar.
Mata Lian mendadak terbelalak melihat nominal yang di transfer oleh Reza baru saja. Terlihat senyum merekah di wajah tampan Lian
Melihat nominal yang di kirimkan Reza,membuat sakit yang di rasakan Lian karena berdiri berjam-jam di depan kelas sebelumnya hilang seketika.
"Berikan kunci mobil ya, kau Tunggu disini, Sebentar lagi pak Roni akan Menjemputmu" Tukas Reza
"Baik tuan " Ucap Lian penuh semangat, dan senyum merekah di wajahnya.
Jangankan hanya menunggu pak Roni, kalau pun bos besarnya menyuruh dirinya untuk jalan kaki pun akan dia lakukan, pasalnya tidak main-main Nominal yang di transfer oleh Reza.
Segera Reza menggandeng kembali tangan Maryam dan berlalu meninggalkan kampus menuju tempat sebelumnya Lian memarkirkan mobilnya.
Maryam berlalu mengikuti langkah Reza dengan sejuta tanya di kepalanya.
Beberapa kali Maryam ingin bertanya, namun segera dia urungkan
Maryam tetap diam "Apa Mas Reza marah ya" Gumam Maryam dalam hati
Reza bergegas membuka pintu mobil untuk Maryam dan melindungi kepala Maryam ketika masuk mobil.
Maryam merasa bahagia dengan perlakuan yang diberikan Reza.
Maryam hanya menunduk dengan senyum manis yang tertutup oleh cadar.
"Mas " ucap Maryam
"Emm...." jawab Reza singkat, dengan senyum manis di bibirnya
Melihat senyuman Reza, seketika Maryam meleleh dibuatnya.
Seperti biasa Reza meraih tangan Maryam dan menggenggam tangan tersebut dengan sesekali mengusap lembut punggung tangan Maryam.
"Adakah sesuatu yang ingin kau lakukan hari ini ?" Tanya Reza.
"Emm... " jawab Maryam dengan menatap mata Reza. Reza tersenyum manis.
__ADS_1
"Aku sungguh, Sayang " Ucap Reza kemudian
Mendengar ucapan sayang dari Reza Maryam tersenyum simpul dibalik cadarnya.
"Benarkah, bukankah mas Reza sangat sibuk ? " ucap Maryam kemudian
"Tidak masalah" Jawab Reza singkat.
"Baiklah kalau begitu Maryam mau ke supermarket mas, ada kebutuhan bulanan yang harus Maryam beli " ucap Maryam dengan membenarkan posisi duduknya.
"Baiklah" Jawab Reza dengan senyum sumringah
Mobil melaju dengan cukup santai, meski Jalanan lumayan sepi. Hal itu Reza lakukan agar dapat lebih lama bersama dengan istrinya.
"Mas .." panggil Maryam
"Ya, Sayang " jawab Reza . Maryam tersipu
"Boleh Maryam tanya dan meminta sesuatu dari mas Reza ? " Tanya Maryam sopan
"Tentu saja, apapun sayang " jawab Reza seketika.
"Emm... Jadi begini mas " ucap Maryam tampak ragu dan malu-malu untuk mengutarakan Ucapannya.
"Ya... Katakan " Jawab Reza dengan fokus pada kemudi.
Maryam tampak menarik nafas panjang dan dalam, kemudian menghembuskan pelan.
Beberapa kali Maryam menelan saliva untuk mengatakan satu hal yang di anggap penting baginya.
"Katakan saja Maryam, apapun permintaanmu" Ucap Reza lagi setelah beberapa saat Maryam tidak juga mengatakan apa yang ingin dia katakan
Reza tampak sedikit terkejut dengan ucapan Maryam dan beberapa saat memicingkan matanya.
"Tentu saja tidak ! ." Jawab Reza santai
"Bagaimana aku berpetualang , aku sangat sibuk Maryam,"
"Jangankan untuk berpetualang, berpikir untuk berpetualang saja aku tidak pernah" Jawab Reza dengan santainya.
"Atau maksudmu kau ingin Liburan ?, Turki, Paris, Swis atau kau mau kemana , Katakan aku akan menyiapkan ya ?" Ucap Reza santai.
Mendengar jawaban Reza yang salah mengartikan ucapannya, membuat Maryam terkekeh dan hampir tidak dapat menahan Tawanya.
"Kenapa ada yang lucu ?" Tanya Reza yang melihat Maryam menahan Tawanya
"Emm Mas" Ucap Maryam lembut, kini Maryam sedikit mulai berani menyentuh tangan suaminya. Reza tersenyum bahagia dengan Perlakuan Maryam.
Maryam meraih tangan Reza yang ada di paha, dengan satu tangan lainya fokus pada kemudi. Menggenggam satu tangan Reza dengan kedua tangan Maryam.
Menyisipkan jadi jemari Maryam diantara jari jemari Reza, dan keduanya saling menggenggam erat, dengan satu tangan Maryam mengusap lembut punggung tangan Reza yang dia Letakan di atas pangkuannya.
Reza tahu jika saat ini Maryam sudah mulai untuk membuka hati untuk dirinya, dan hal itu membuat Reza sangat senang melebihi dia mendapatkan tender besar.
Maryam seketika memposisikan duduk ya agar lebih nyaman ketika berbicara dengan Reza, meski pandangan Reza fokus kedepan .
"Mas ..." Ucap Maryam pelan dengan senyum manisnya.
"Emm.." jawab Reza singkat
__ADS_1
"Maksut Maryam bukan berpetualang yang itu mas " Maryam tampak ragu
"Maksut Maryam, Berpetualang bersama Maryam mas " ucap Maryam dengan menahan rasa malunya.
"Bersama mu ?" Ucap Reza
"Tentu saja aku akan melakukanya, jika kamu mau. Aku akan minta Lian mengurus Jadwalku, dan kita akan segera berangkat untuk berpetualang kemanapun kamu mau" Ucap Reza santai.
"Sungguh ?" Tanya Maryam
"Tentu saja , Apapun Untukmu sayang " Jawab Reza dengan senyum percaya diri. Maryam merasa geli dan sekali lagi menahan tawanya.
"Sungguh ?, Mas Reza berpikir tentang berpetualang di alam liar, atau pergi untuk berlibur ? " Tanya Maryam
"Apa mas Reza betul- betul berpikir tentang hal itu ? Tanya Maryam pelan menelisik .
"Lalu?" ucap Reza penasaran
Maryam tampak malu-malu untuk menyampaikannya.
"Maksut Maryam, berpetualang bersama Maryam Diatas tempat peraduan kita mas Reza " Jawab Maryam dengan wajah yang memerah dan seketika pipinya menjadi panas
Maryam berusaha menguasai rasa malunya dengan menutup wajahnya menggunakan satu tangan.
Reza terbelalak dengan ucapan Maryam merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari bibir Maryam.
Segera Reza menepikan mobilnya mencari tempat yang aman untuk memarkirkan mobil.
Dengan sigap Reza melepas Seatbelt dan memposisikan duduknya menghadap ke Maryam yang tengah merona dengan wajah merahnya.
"Apa kah aku tidak salah dengar ?" tanya Reza penuh semangat
"Benarkah ?" Ucap Reza lagi.
"Apa kau siap ?" tanya Reza dengan Nada lembut dan semangat 45 . Maryam mengangguk pelan dengan senyuman malu-malu.
"Iyesss!! Akhirnya" Ucap Reza dengan suara lantang yang hanya di dengar oleh keduanya.
"Tapi dengan satu syarat mas " Ucap Maryam pelan
"Tentu saja , Katakan .." Ucap Reza semangat
"Hanya satu " Ucap Maryam pelan
"Maryam ingin Sebelum melakukanya mas Reza belajar tentang tata cara berpetualang bersama Maryam " Ucap Maryam dengan pelan dan jantung berdebar kencang.
"Apakah ada tata caranya ?" Jawab Reza polos
"Tentu saja mas, Semua Sudah Allah atur, Termasuk kehidupan berumah tangga " Jawab Maryam lembut dengan senyuman
"Baiklah aku akan belajar " Ucap Reza semangat dengan senyuman merekah di bibir nya yang indah.
***
Bersambung
***
Mohon dukungan untuk author ya ka 🤗 Supaya Author tetap semangat berkarya 🥰
__ADS_1