
INFO:
[[Yang sudah baca sampai Part Ini (77) - Kakak bisa Scroll ke atas lagi buat baca di part (72) yaa... Soalnya itu part penting, dan Ketinggalan Masuknya 😂 karna satu dan lain hal 🥰🙏]]
[[Kakak bisa Ulangi Baca yang part 72 nya aja, Supaya keutuhan Cerita nggak keputus 🥰🙏]]
***
Segera Reza mengambil dan memakannya, hal itu dia lakukan untuk menyenangkan hati istrinya, terlebih dengan manfaat yang sangat baik.
Meski sedikit aneh rasanya , Reza tetap memakannya dengan lahap, sama halnya dengan Maryam yang mungkin menginginkan segera memiliki keturunan Reza pun juga berpikir demikian.
***
Reza menghabiskan satu mangkuk kecil Cha Tauge yang disiapkan Maryam sebelumnya.
Maryam sedikit terkejut melihat suaminya yang menghabiskan Cha Tauge dengan lahap.
"Aku akan meminta pelayan membuatnya setiap hari" ucap Reza
Maryam tampak mengerutkan dahinya
"Maksut mas ?" Tanya Maryam seketika.
"Aku juga ingin segera, menumbuhkan benih-benih cinta ku di sana " Ucap Reza dengan pandangan mata genit, melihat perut ramping Maryam.
Maryam tampak terkekeh kecil dengan ucapan suaminya
"Amin" Ucap Maryam seketika
"Semoga Allah mengijabaah setiap keinginan kita ya mas" Ucap Maryam kemudian
"Amin" Jawab Reza dengan senyum sumringah.
Keduanya telah selesai dengan sarapan pagi masing-masing.
Setelahnya Maryam segera membereskan semua perlengkapan makan yang telah di gunakan sebelumnya.
Menyusun dengan rapi pada tempatnya masing-masing setelah selesai di cuci.
"Sayang " Panggil Reza pada istrinya
"Iya mas ?" jawab Maryam kemudian.
"Hari ini kan hari Sabtu, gimana kalau kita pergi ke puncak ?" tanya Reza dengan semangat.
"Maryam sebetulnya ingin mas, Tapi hari ini Maryam ada kuliah dokter Tama " Ucap Maryam lembut dengan senyum di wajahnya.
__ADS_1
Mendengar hal itu Reza seketika senyum di wajah Reza memudar, merasa sedikit kesal. Beberapa kali menghembuskan nafas kasar.
"Lagi-lagi dia " Gumam Reza dalam hati.
***
Maryam telah siap dengan beberapa materi perkuliahannya siang ini.
Dokter Tama yang akan memberikan materi perkuliahan, Juga sudah siap di hadapan para mahasiswa.
Pesona Dokter Tama membuat banyak di antara teman-teman Maryam yang semangat untuk mengikuti kuliah dengan alasan karena dokter Tama lah dosenya.
Tidak jarang teman-teman Maryam mengagumi pesona dari dokter Tama.
Meski begitu lain halnya dengan Maryam yang tampak biasa saja.
Beberapa saat berlalu perkuliahan dokter Tama akhirnya selesai.
Bergegas Maryam keluar dari ruangan, untuk segera menuju Masjid untuk melaksanakan sholat Dzuhur yang sedikit tertunda karena Kuliah dokter Tama sedikit molor.
"Maryam!" Ucap Tama dengan sedikit berlari menghampiri Maryam yang lebih dulu Berjalan
Maryam segera membalikkan badan dan menundukkan pandangannya
"Iya Dok" Ucap Maryam singkat
"Gimana kalau kita makan siang sama-sama" ucap dokter Tama kemudian
"Maaf dok, Tapi saya Tidak bisa" Ucap Maryam
"Karena Reza?" Tanya dokter Tama lagi
Maryam menganggukkan kepala "Saya harus segera ke masjid, Permisi dok" Ucap Maryam Sembari berlalu dari hadapan Tama.
Ada rasa sedikit kecewa di hati Tama saat itu.
"Maryam memang berbeda" Gumam Tama lirih melihat kepergian wanita yang di Kaguminya sejak lama
***
Maryam telah selesai dengan Sholatnya dan Segera membereskan Mukena nya kembali dan memasukkan dalam tasnya.
Maryam bangkit dari duduknya, segera Keluar dari masjid dan alangkah kagetnya mendapati Tama telah menunggunya dengan tatapan wajah penuh harap.
Maryam yang menyadari hal itu , segera menundukkan pandangan.
"Maryam" ucap Dokter Tama
__ADS_1
"Maaf dok, Saya harus segera pulang" Ucap Maryam kemudian dengan menundukkan pandanganya
"Boleh saya berbicara sebentar" Ucap dokter Tama kemudian
Maryam sedikit ragu namun, dirinya merasa sungkan , kemudian mempersilahkan Tama untuk berbicara dengan syarat keduanya tetap berbicara di tempat ini (di masjid)
Maryam segera duduk di gazebo masjid besar di kampusnya
Disusul dokter Tama Yang duduk dengan sedikit memberi jarak, agar Maryam merasa nyaman ketika mengobrol dengan dirinya.
Beberapa pasang mata mengamati keduanya dengan tatapan heran, Maryam yang terkenal alim, tengah duduk berdua bersama dosen favorit di fakultas kedokteran tersebut.
Maryam tetap menundukkan pandanganya untuk menjaga fitnah yang mungkin saja akan timbul.
"Dokter ingin bicara apa?" tanya Maryam memecah keheningan diantara keduanya.
"Ohh... Maaf , Jadi ...!" ucap Tama gagap yang langsung ucapan itu terputus karena pandangan tama.tertuju pada satu tempat dimana Reza dengan Tajam memandang kearahnya.
Maryam masih tampak fokus mendengarkan ucapan dosen nya tersebut , namun alangkah kagetnya ketika dirinya mendapati suaminya telah duduk tepat di sampingnya dengan melingkarkan satu tangannya di pinggang Maryam.
"Dokter Tama Ingin bicara apa dengan istri saya !" Ucap Reza tegas dengan mata nyalang memandang Tama yang duduk di hadapannya.
Tama tampak sedikit kaget dengan kedatangan Reza yang tiba-tiba.
"Ini bukan urusan anda tuan Reza Abizar El Shirazy, Saya dosen Maryam, jadi saya berhak berbicara dengannya !" Ucap Tama kemudian dengan tatapan dingin.
hahah Suara tawa Reza terdengar nyaring.
"Anda berbicara soal hak, Saya Suaminya!! Sudah pasti saya lebih berhak atas dirinya !" Ucap Reza dengan nada tegas penuh peringatan.
Tanpa di sadari ketiganya , Perdebatan Tama dan Reza mengundang banyak pasang mata yang penasaran.
Bagaimana tidak mereka sangat terkejut dan penasaran, pasalnya Seorang CEO kaya raya, tampan, dan penuh dengan wibawa, mengaku sebagai Suami dadi salah satu teman mereka yaitu Maryam, yang selama ini terkenal pendiam.
Terlebih dengan perdebatannya dengan Dokter Tama, sangat jelas terlihat diantara pasang mata disana jika dokter Tama pun sangat menyukai Maryam.
"Jika.sudah tidak ada yang perlu di bicarakan, kami permisi" Ucap Tama dengan tatapan dingin.
Reza tidak ingin semakin mengundang perhatian banyak orang yang kepo dengan urusannya.
Setelahnya Reza meraih tangan Maryam dan menarik pelan tangan Maryam untuk berlalu dari hadapan Tama saat itu.
Reza tampak menggunakan Kacamata hitam dengan baju yang lebih kasual dari biasanya. Terlihat lebih tampan bagi para kaum hawa yang melihatnya.
***
Bersambung
__ADS_1
***