PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
146. Suasana Tegang


__ADS_3

Setelah meninggalkan kediaman Ustadz Hamzah, Tama pun di liputi bayang-bayang dimana kegagalan percintaan beruntun yang terjadi padanya, akan menimpa nya lagi.


Entah sejak kapan, namun Tama menyadari benih-benih cinta telah tumbuh di hatinya, Tama pun bertekad untuk mendapatkan Nissa , bagaimana pun caranya.


Tama mengusap kasar wajahnya.


"Tidak aku tidak boleh gagal !" batin Tama dalam hati.


Setelah bergelut dengan pikirannya sendiri, akhirnya Tama kembali fokus dengan kemudi nya, tidak ingin kejadian yang menimpa Ali kembali terulang lagi karena kecerobohannya dalam berkendara.


***


"Sebelumnya terima kasih atas sambutan yang di berikan pada kami, selanjutnya seperti yang sudah saya sampaikan tempo hari, maksut dan tujuan kedatangan kami adalah untuk melamar nak Nissa untuk menjadi calon istri dari putra kami Maher" Ucap ustadz Furqan dengan lantang dan dada yang membusung.


Deg.


Perasaan yang seketika berkecamuk, mendengar kalimat panjang lebar yang di sampaikan oleh sahabat sang Abi.


Ustadz Hamzah menatap sang putri dengan tatapan yang tidak lagi dapat di artikan, meski semalam Nissa telah mengatakan kesanggupannya untuk menjalani semua ini, namun berat bagi ustadz Hamzah untuk ikut mengiyakan permintaan sahabatnya ustadz Furqan.


Ustadz Furqan bersama istri, juga Maher telah berada di ruang tamu kediaman ustadz Hamzah. Begitu juga dengan Ustadz Hamzah dan Ummi serta Nissa pula yang telah duduk bersama di ruang tamu tersebut, menyambut kedatangan tamunya.


"Sebuah kehormatan bagi kami, Nak Maher dan keluarga datang kemari dengan niat baik" Ucap ustadz Hamzah ramah.


"Maaf sebelumnya" Ucap ustadz Hamzah dengan mengulas senyum


"Ijinkan Abi memberi sedikit masukan untuk Nak Maher dan Nissa" Ucap Ustadz Hamzah pada kedua sejoli yang duduk di hadapannya saat ini.


Nissa hanya mengangguk dengan kepala tertunduk, mendengarkan kalimat yang Abi nya ucapkan.


"Sholat itu ibadah, Puasa itu juga ibadah, Mengaji itu juga ibadah, Dan Berumah tangga itu juga merupakan ibadah" ucap Ustadz Hamzah


"Sejatinya rumah tangga yang akan di lalui seumur hidup, seharusnya berdasarkan keikhlasan dan Niat ibadah, Karena ini ibadah bukan sekedar ibadah, namun ibadah yang sangat panjang" Ucap Ustadz Hamzah dengan mengulas senyum ramah

__ADS_1


"Bukan begitu nak Maher. Nissa ?" ucap ustadz Hamzah mencoba memberi pencerahan dan kembali mengingatkan keduanya untuk sama-sama memantapkan hati sebelum melangkah, dan mengambil keputusan.


Ustadz Hamzah berkata dengan sangat halus dan lembut, namun penuh dengan penekanan, tidak ingin menyinggung Maher dan tentunya keluarganya, tujuan ustadz Hamzah tidak lain hanya ingin mengingatkan, jika memang keduanya berjodoh maka niat awal merupakan ibadah, bukan untuk niat yang lainya, ataupun niat terselubung.


Sangat tidak di benarkan jika menikah hanya menjadi bahan permainan atau alat dalam melancarkan sebuah tujuan.


"Namun kembali lagi dasar dari sebuah pernikahan adalah karena ibadah, maka jika niat yang ada bukan karena ibadah, bagaimana kalian akan menjalani ibadah yang sangat panjang ini" ucap ustadz Hamzah dengan menatap ramah wajah sang sahabat yang sudah mulai terlihat kesal.


"Hamzah ! maksut kamu apa ?" ketus ustadz Furqon yang sudah tidak lagi dapat mengontrol emosinya.


Ustadz Hamzah mengulas senyum di wajahnya "Aku hanya memberi nasihat untuk anak-anak kita Furqon, bukankah itu baik untuk keduanya" ucap ustadz Hamzah


Menikah menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan dalam agama Islam dan menjadi sunah Rasulullah Saw. Ada banyak anjuran menikah, baik yang dicantumkan dalam hadis maupun firman Allah Swt. Ada beberapa ayat tentang pernikahan yang tercantum dalam Al-Quran.


Mulai dari dasar menikah, janji Allah mengenai pernikahan, maupun ketentuan pernikahan itu sendiri


Allah SWT menegaskan bahwa Ia telah menciptakan manusia berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan agar manusia bisa berkembang biak dan mengembangkan keturunan.


Artinya:


Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu Yang menciptakan kamu dari satu jiwa, dan darinya Dia menciptakan jodohnya, dan mengembang-biakan dari keduanya banyak laki-laki dan perempuan; dan bertakwalah kepada Allah swt. yang dengan nama-Nya kamu saling bertanya, terutama mengenai hubungan tali kekerabatan. Sesungguhnya Allah swt. adalah pengawas atas kamu.” (QS. An-Nisa Ayat : 1 ).


Kembali Ustadz Hamzah memberi penjelasan pada sahabat nya tersebut.


Menikah memiliki banyak keutamaan, salah satunya ialah untuk menghindari maksiat zina di antara laki-laki dan perempuan. Di sisi lain, menikah juga dikatakan bisa menentramkan hati serta meningkatkan ketakwaan pada Allah SWT.


وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


Artinya:


“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum Ayat 21).


ustadz Furqan yang mendengar hal itu sejujurnya sedikit tercubit, bagaimana bisa calon besan nya berkata demikian.

__ADS_1


"Kamu meragukan keilmuan ku ?" Ketus ustadz Furqan dengan wajah semakin padam


Ustadz Furqan pun mengartikan ucapan ustadz Hamzah dengan lain.


"Hamzah, Maksut kamu niat kami tidak baik !" Ketus ustadz Furqon


Nissa terhenyak mendengar sanggahan dari ustadz Furqon


"Kamu mau menolak lamaran putraku ?, Begitu maksut mu ?" Ucap ustadz Furqan lagi dengan bersungut menahan amarah.


Lagi -lagi ustadz Furqan mengartikan lain.


Ustadz Hamzah hanya menghela nafas panjang, dia tahu reaksi sahabatnya itu akan selalu seperti itu, bahkan Ustadz Hamzah sudah tidak heran dengan hal itu.


"Bukan seperti itu Furqon, Aku hanya ---" Ucap ustadz Hamzah menggantung


"Sudah ! Sudah ! kamu hanya beralasan, aku tahu itu " ketus Ustadz Furqon dengan nada meninggi.


"Kau sudah terlalu banyak bicara Hamzah" ucap ustadz Hamzah lagi. Menolak ucapan ustadz Hamzah.


Deru nafas yang seolah memanas , seketika memenuhi ruangan.


Seisi ruangan mendadak merasa tegang, beberapa kali terlihat Nissa yang mengusap bahu sang Abi untuk menenangkan ustadz Hamzah, meski tanpa itu pun ustadz Hamzah akan tetap dapat mengontrol emosinya.


"Baiklah tidak masalah kamu menolak kami, Tapi Ingat kembalikan semua yang dulu pernah ku pinjamkan padamu, atau kau harus melimpahkan tanah ini atas kepemilikan ku" Ucap ustadz Furqan dengan menampakkan wajah liciknya.


"Abi !" Pekik Maher yang tidak terima sang Abi mengatakan hal memalukan itu.


"Astaghfirullah Furqon, Istighfar" sergah Ustadz Hamzah mengingatkan.


Istri ustadz Furqon pun seolah mendukung keputusan sang suami untuk meminta kembali haknya selama ini.


***

__ADS_1


__ADS_2