
"Aku hanya ingin mengingatkan !. Kau mungkin Se Amin Tapi tidak Se Iman" Ucap Reza bernada ketus.
Menyadari perubahan sikap sang asisten pribadi.
"Dan lagi jangan tertipu dengan wajah polosnya, mungkin saja dia tidak seperti yang kau bayangkan" Ucap Reza dengan tatapan dingin mengintimidasi.
Mendengar ucapan Bos besar nya tersebut Denis hanya menggaruk tengkuknya yang terasa meremang, dengan senyum clengekan yang entah mengisyaratkan apa.
"Assalamualaikum" Ucap Abi Hanif yang baru saja masuk kedalam rumah.
"Waalaikumsalam" ucap Reza kemudian dengan mendongak kearah pintu masuk, memastikan sosok yang baru saja masuk dan mengucapkan salam.
"Nak Reza sudah di sini " Ucap Abi Hanif tampak lega.
"Iya Abi, Setelah mendapatkan kabar, saya langsung kesini " Ujar Reza kemudian
Abi Hanif menganggukkan kepala isyarat memahami.
"Baiklah , Abi tinggal dulu nak Reza" ucap Abi Hanif kemudian, dan dibalas anggukan kepala oleh Reza
Setelahnya Abi Hanif berlalu dari hadapan Reza dan Denis, untuk menuju kamar Putri bungsunya Maryam, ingin segera mengetahui kabar putri bungsunya yang sebelumnya dikabarkan mengalami kecelakaan.
Setelah kepergian Abi Hanif, Reza menghempaskan kasar tubuh kekarnya di sofa ruang tamu, sejenak memejamkan mata untuk mengurai penat yang sedari tadi memenuhi benak dan pikirannya.
"Denis !" Ucap Reza masih dengan posisi mata terpejam.
"Ya Tuan!" Jawab Denis kemudian, dengan mendekatkan posisi duduknya pada sang Bos Besar.
"Ada tugas untukmu dan Lia " Ucap Reza kemudian.
"Lian Tuan !" Ucap Denis membela sesama teman asistennya tersebut.
"Yaa !" Ucap Reza singkat.
"Selidiki semuanya , Aku ingin Kau Usut Tuntas semua kejadian ini " Ucap Reza dengan suara dingin dengan mata yang masih terpejam.
"Baik tuan"
Denis yang telah menyadari tugas apa yang akan di berikan padanya, dengan sigap memberikan kabar pada Lian untuk misi yang baru saja di perintahkan oleh Bos Besarnya tersebut.
__ADS_1
Denis memang merupakan salah satu dari Asisten pribadi Reza yang dapat di andalkan, karena memiliki IQ Diatas rata-rata, selain itu sikap sigap nya yang selalu bisa diandalkan membuat Reza merasa puas memperkerjakan Denis Bertahun-tahun lamanya.
Ditempat lain , Lian yang telah di hubungi oleh Denis segera melacak CCTV dari Mobil yang di kendarai Oleh Pak Roni sebelumnya, Selain itu Lian juga telah meretas CCTV yang ada di sekitar rumah dan halaman Rumah mewah milik Reza, guna untuk mendapatkan informasi yang di butuhkan.
Untuk kemana Reza memang sangat bisa diandalkan, dengan memasang setiap CCTV pada semua mobil miliknya, baik di depan maupun pada belakang mobil, hal itu Reza lakukan karena menyadari akan ada banyak musuh yang selalu mencintai dirinya juga keluarganya. Selain itu juga CCTV yang terpasang pada setiap sudut rumah megahnya.
"Nak Denis Menginap saja untuk malam ini"
Ucap Abi Hanif yang berjalan menghampiri keduanya di ruang tamu, setelah kembali dari kamar Maryam sebelumnya .
Denis yang merasa sungkan seketika melirik ke arah Bos Besarnya tersebut, dan tampaknya Reza pun mengizinkannya, dengan isyarat anggukan kepala oleh Reza.
"Baik Pak Hanif , Terima kasih sebelumnya" Ucap Denis dengan raut wajah sumringah.
"Baiklah, bapak akan minta Bi Minah menyiapkan Kamar Untuk Nak Denis" Ucap Abi Hanif seraya berlalu dari ruang tamu, dan seketika di balas anggukan kepala oleh Denis.
Sejujurnya memang inilah yang di harapkan Denis, Tubuhnya sudah sangat lelah jika harus mengemudi dengan jarak yang lumayan jauh dan dalam kondisi malam hari dengan suasana sepi.
Membayangkannya saja Denis merasa bergidik ngeri, jika harus melakukanya sendiri.
"Syukurlah, Pucuk di cinta Ulam Pun Tiba, ahahah... Bisa sambil menyelam minum air nih " Gumam Denis dalam hati dengan senyum yang mengembang di sudut bibirnya.
Namun seketika Denis dibuat takut, Melihat tatapan tajam Reza yang sudah bagai mata busur yang siap membidik mangsa, Denis merasa sedikit was was.
"Aku sudah memperingati mu !" Ucap Reza singkat, sembari melenggang pergi meninggalkan Denis yang masih berada di ruang tamu.
Denis hanya tersenyum canggung , yang menampakkan barisan gigi putihnya.
Beberapa saat berlalu Denis masih setia duduk diatas sofa ruang tamu, dengan memainkan Smartphone miliknya yang terhubung dengan Sosok Lian di seberang sana.
"Kamarnya sudah siap " Suara lembut seseorang dari arah belakang, yang seketika membuat Denis merasa kaget.
"E--em iya" Jawab Denis gagap.
Sejenak tatapan keduanya beradu, dan seketika Mahira Menundukkan kembali pandanganya.
Menyadari sosok Mahira yang berdiri tepat di belakangnya pun Denis merasa sedikit kaget dan salah tingkah, dengan debaran jantung yang sudah tidak terkontrol.
"Tenang dodol, Malu-maluin banget sih" gumam Denis dalam hati merutuki sikap memalukannya.
__ADS_1
"Mari saya antar " Ucap Mahira kemudian.
Mahira sengaja mengambil alih tugas Bi Minah sebelumnya, karena bi Minah diminta Ummi Maya untuk menyiapkan makanan untuk Reza dan juga Denis.
Setelahnya Denis hanya mengekor kemana langkah kaki Mahira membawanya, Tiba di sebuah pintu ruangan yang telah terbuka menampakkan sebuah tempat tidur berukuran sedang didalam sana.
"Silahkan masuk, Disana ada Baju ganti, bisa kau pakai " ucap Mahira dengan pandangan menunduk.
"Baik, Terima kasih " Ucap Denis dengan senyum sumringah.
"Ohya, Istirahatlah, Sebentar lagi Bi Minah Akan Mengantarkan makananmu " Ucap Mahira kemudian
"Kenapa tidak dirimu saja !" Ucap Denis dengan seketika mengatupkan kedua Bibirnya, menyadari kebocoran mulutnya yang sudah akut.
Merasa salah bicara Denis hanya tersenyum slengekan dengan mengusap tengkuk yang terasa meremang.
Menyadari hal itu Mahira hanya bergeming, tak memberikan jawaban apapun, dan segera berlalu dari hadapan Denis.
Karena tidak ingin lebih lama dengan Asisten Reza yang sudah seperti Tangan Kanan bagi Reza tersebut.
Selain karena tidak ingin berurusan dengan Denis, Mahira juga tidak ingin terjadi fitnah diantara keduanya, jika dirinya lebih lama lagi meladeni Denis.
"Ya Tuhan ! Bodohnya aku !, Setelah ini dia pasti akan sangat jijik Melihat wajahku " Ucap Denis meracau.
Dengan menghembuskan nafas kasar Denis masuk kedalam kamar yang telah di siapkan sebelumnya, untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa sudah sangat lelah.
Menimang beberapa saat ucapan sang bos besar, tentang siapa yang dengan sengaja melakukan tindakan kriminal pada sosok Istri dari Bosnya tersebut.
Sudah dapat di bayangkan oleh Denis , apa yang akan di lakukan oleh Reza jika memang kecelakaan yang terjadi adalah sebuah kesengajaan.
Meski belum mendapatkan jawaban dari Teka teki tersebut, tapi Denis yakin jika memang dilakukan karena kesengajaan pasti pelakunya adalah orang terdekat.
"Entah lah , otak ku perlu istirahat dan di upgrade , sebelum benar-benar hang" Gerutu Denis yang masih saja memikirkan pekerjaan disaat waktu untuk beristirahat.
***
Bersambung
***
__ADS_1
Terima kasih Telah setia menanti Tulisan Author yang masih banyak salahnya.
Peluk Cium dari jauh untuk para Reader kesayangan author 🥰