PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
119. Mengajak Junior Berpetualang


__ADS_3

Keduanya tampak larut dalam suasana haru bercampur bahagia.


"MashaAllah, Semoga Allah SWT memudahkan langkah nak Denis" Ucap ustadz Hamzah dengan santun.


"Amiin" Jawab Denis singkat dengan mengulas sebuah senyuman di wajahnya.


"Temui Bapak di masjid sebelum solat magrib" ucap ustadz Hamzah


"Baik pak " jawab Denis dengan anggukan kepala.


Meski tidak mengetahui tujuan dari ajakan ustadz Hamzah namun Denis menurut saja, dan menerima perintahnya.


Kemudian Ustadz Hamzah menjelaskan beberapa tata cara yang perlu di perhatikan dan di lakukan Denis sebelum benar benar melangkah. Dan Denis hanya menurut dengan anggukan kepala sopan.


Terasa waktu bergulir begitu cepat,dan saat yang di janjikan pun tiba, kurang lebih tiga puluh menit sebelum sholat magrib Denis telah siap di dalam masjid menunggu kedatangan ustadz Hamzah.


Suasana sore itu terlihat ramai dengan banyaknya santri yang juga sudah berada di masjid.


Tidak berselang lama dengan wajah teduh Ustadz Hamzah masuk kedalam masjid, menampakan senyuman keramahan.


Setelahnya Denis di minta untuk duduk di bagian tengah masjid, Denis yang telah mengetahui tujuan dari hal tersebut pun segera menurut dan melangkah maju, mendekat pada Ustadz Hamzah.


"Nak Denis sudah benar-benar mantap ?" tanya Ustadz Hamzah lagi memastikan kesiapan dari Denis.


Denis pun menjawab dengan anggukan pasti. Seketika terlihat senyum pada beberapa orang di sana termasuk beberapa santri.


Setelah itu Ustadz Hamzah membimbing Denis untuk mengucapkan kalimat Syahadat, meminta nya untuk mengikuti setiap Kalimat syahadat yang di ucapkan oleh ustadz Hamzah.


"Alhamdulillah" Ucap para jamaah masjid yang saat itu tengah menyaksikan.


Sedetik kemudian terlihat Denis menunduk dengan meneteskan bulir bening dari sudut matanya.


Meski mungkin saja langkahnya setelah ini akan semakin berat, namun Denis merasa bahagia dan bersyukur dengan status nya saat ini, yang telah menjadi seorang mualaf.


***


Masih di waktu yang sama namun tempat yang berbeda, Reza yang tengah duduk bersandar pada sofa kamar dengan memangku Maryam.


Memberikan usapan lembut pada perut datar Maryam, Namun yang saat itu justru memberikan sensasi geli pada Maryam.


"Sayang ?" Tanya Reza dengan lembut


"Iya mas " Jawab Maryam.


"Bolehkan malam nanti aku mengunjungi junior ?" Ucap Reza dengan berbisik tepat di telinga Maryam


Maryam yang mendengar hal itu sedikit terperanjat kaget, Maryam Membulatkan kedua bola matanya, merasa sedikit bingung dengan jawaban yang akan dia berikan pada sang suami.


Pasalnya ini akan menjadi Petualangan pertama setelah Maryam dinyatakan positif hamil, jadi Maryam merasa takut dan khawatir jika terjadi sesuatu pada junior yang ada dalam perut nya.


"Mas " Ucap Maryam dengan suara tak kalah lembut.


"Em" Jawab Reza singkat dengan menenggelamkan wajahnya di celekuk leher Maryam


"Maryam takut mas, Apa kita tidak akan menyakitinya ?" Ucap Maryam dengan wajah Cemas


Mendengar penuturan dari Maryam Reza tidak kehabisan akal, "Aku sudah menanyakan ya pada Tama, Tidak masalah kita melakukanya " ucap Reza dengan senyum smirk


"Apa Dokter Tama?" Sergah Maryam dengan rasa kaget, Reza hanya menganggukkan kepala di bahu Maryam

__ADS_1


"Mas Reza benar-benar menanyakan nya ?" Ucap Maryam lagi penuh selidik


"Tentu saja !" jawab Reza singkat.


Maryam merasa sedikit kesal, pasalnya kenapa harus pada Tama dia bertanya, bukankah dia bisa bertanya pada dokter wanita, Sejujurnya Maryam merasa sangat malu jika hubungan ranjangnya di ketahui orang lain terlebih itu seorang pria.


"Malu ?" Tanya Reza kemudian


Mendengar hal itu Maryam hanya mengerucutkan bibirnya "Iya lah mas " gerutu Maryam kemudian.


Menyadari kemarahan sang istri, bukan merasa bersalah justru Reza merasa lucu, dan semakin ingin menggoda Maryam.


"Sayang , Please!" pinta Reza lagi penuh harap


Maryam hanya bergeming dengan membuang muka, dan belum memberikan jawaban apa pun pada sang suami.


"Aku telah menahan ya cukup lama, Aku sangat merindukanmu Sayang " Ucap Reza lirih tepat di telinga Maryam. Hal itu sukses membuat bulu kuduk Maryam berdiri.


"Mas " ucap Maryam dengan suara mendayu, dan tatapan tajam pada Reza.


Mendengar itu Reza semakin terkekeh dengan sikap yang di tunjukan oleh Maryam. Semakin hari istrinya tersebut semakin menggemaskan dan semakin menjadi candu bagi Reza.


***


Waktu bergulir begitu cepat namun Reza masih sibuk di ruang kerja, ruang kerja yang berada di dalam kamarnya, Menyibukkan diri dengan beberapa dokumen penting yang harus dia selesaikan.


Banyak pekerjaan yang harus dia tangani sendiri, pasalnya Denis saat ini tengah cuti untuk beberapa waktu.


Meski merasa sedikit kerepotan dengan pekerjaan tanpa adanya Denis, Reza tetap merasa bahagia, pasalnya saat ini sang asisten pribadi tengah mencari jati diri, selain itu juga untuk mencari tambatan hati.


Waktu menunjukan pukul 09.45


Suara yang selalu ingin Reza dengar, bahkan hanya mendengar suaranya saja mampu membuat tengkuk Reza meremang, dan ingin segera melahap sang pujaan hati.


Menatap kearah sumber suara membuat Reza merasa jantungnya berdegup dua kali lebih cepat dari sebelumnya.


Bagaiman tidak dia merasa kepanasan, Maryam yang saat ini tengah berdiri di depan pintu ruang kerjanya, bersandar pada pintu, dengan menggunakan Lingerie tipis berwarna hitam pekat berbahan satin premium.


Menampakan kulit putih yang kontras dengan baju yang dia kenakan, menambah pesona dan gairah pada diri Reza.


Melihat pemandangan indah di hadapannya, Reza tidak ingin buang-buang waktu, Segera Reza mengayunkan tangannya meminta sang istri untuk mendekat ke arahnya.


Dengan malu-malu Maryam berjalan pelan mendekati Reza yang menatapnya dengan tatapan penuh damba.


Melihat raut wajah istrinya yang sudah merah tomat, membuat Reza semakin gemas,dan seketika menarik tangan Maryam kemudian mengangkat nya, membuat Maryam duduk tepat diatas pangkuan Reza.


Sejenak Tatapan keduanya beradu mesra , Tatapan yang saling mengunci dengan deru nafas penuh tak beraturan. Beberapa kali Reza mendaratkan kecupan di Bahu Maryam yang tidak tertutup sehelai benangpun , hanya sebuah tali spaghetti yang terlihat menempel di sana.


"Sayang " Ucap Reza dengan suara berat


"Em " jawab Maryam singkat


"Apa kau menggodaku " tanya Reza kemudian, dengan memainkan rambut lurus Maryam yang tergerai indah.


Maryam hanya mengerucutkan bibirnya, merasakan keanehan pada sang suami. Maryam hanya berpikir bukankah semua ini yang di inginkan oleh suaminya tadi, kenapa justru jadi dirinya yang tertuduh sebagi penggoda.


"Mas A--- !" Ucap Maryam dengan suara kesal


Cup.

__ADS_1


Sebuah kecupan mendarat sempurna pada bibir kenyal Maryam, hingga dirinya tidak melanjutkan ucapan sebelumnya.


Melihat Maryam tanpa penolakan, membuat Reza kembali melancarkan aksinya dengan memagut lembut Bi Bi r kenyal Maryam yang saat ini selalu menjadi candu bagi Reza, dan selalu terus ingin menari di sana.


Maryam yang saat ini mulai bisa mengimbangi permainan sang suami pun juga membalas pagutan tersebut dengan sangat lembut, keduanya larut dalam kenikmatan surga dunia.


Setelah beberapa saat tautan antara keduanya, Maryam merasa kehabisan nafas dan berusaha mencari oksigen di sekitarnya. Keduanya tertawa bersama melihat raut wajah masing-masing yang begitu merona.


Reza mengusap lembut, saliva yang masih menempel pada sudut bibir Maryam menggunakan ibu jarinya. Seketika Maryam tertunduk malu dengan meremas ujung Lingerie yang dia kenakan.


"Aku menginginkanmu sayang" Bisik Reza tepat di telinga Maryam, dan Maryam pun menganggukkan permintaan Reza.


Dengan Wajah berbinar dan perasaan bahagia Reza membopong tubuh sang istri bagai pengantin baru. Meletakkan tu buh Maryam dengan penuh rasa cinta dan sangat hati-hati.


"Kau sudah siap ?" Ucap Reza, Maryam mengangguk pasti dengan wajah berbinar, meski ada rasa takut namun sejujurnya Maryam pun menginginkan hal ini.


Melihat jawaban pasrah dari Maryam , membuat Reza semakin bersemangat untuk melancarkan aksinya.


"Tunggu !" Ucap Maryam.


Mendengar ucapan Maryam, Reza yang sudah berada di atas awang-wang harus kembali ke mode semula "Ada apa sayang ?" tanya Reza sudah dengan suara serak dan berat.


"Baca doa dulu mas !" Ucap Maryam lirih dengan senyuman nyengir di wajahnya.


Reza menghembuskan nafas kasar "Aku sudah membacanya dalam hati " Jawab Reza kemudian.


Setelah suasana kembali kondusif, Reza beranjak membenarkan posisinya semula, Berpose bagai sang penunggang kuda, dan dengan dirinya yang sudah siap untuk melayang ke nirwana surga dunia.


Terlihat wajah yang sudah memerah merasakan gugup, takut dan malu yang menjadi satu.


Reza tidak menutup matanya, setiap kali Reza melakukanya dengan Maryam dia selalu membuka mata, Reza tidak ingin melewatkan moment berharga, menyaksikan setiap geleyar panas yang di tunjukan oleh sang istri.


"Tunggu !" Lagi lagi Maryam menghentikan aksi Reza Yang sudah berada di ujung penantian


Kembali Reza harus mendengus kesal "Apa lagi sayang ?" tanya Reza


"Lakukan Dengan lembut dan Hati-hati ya mas " Pinta Maryam dengan tatapan penuh permohonan


Mendengar hal itu Reza hanya tersenyum "Tentu saja , Aku hanya ingin mengunjungi junior" Ucap Reza lagi dengan suara serak.


Maryam hanya mengulas sebuah senyuman manis di wajahnya.


"Ada lagi ?" Kini tampak Reza yang justru Balik bertanya pada Maryam. Mendengar pertanyaan dari sang suami Maryam hanya menjawab dengan senyum dan gelengan kepala.


"Baiklah, Let's go Kita Mulai Petualangan" Ucap Reza penuh semangat.


Setelah nya Suasana menjadi hening, hanya suara-suara yang memancing keindahan malam saja sayup-sayup terdengar oleh dinding kamar tersebut.


Benar saja Reza betul-betul melakukanya dengan sangat lembut dan penuh kehati-hatian, hingga Maryam merasa sangat nyaman dan tidak ada perasaan takut.


Keduanya kembali menikmati indahnya madu asmara untuk yang kesekian kalinya, tak pernah ada rasa bosan. Saling memberi dan saling menerima, menyatukan inti dalam gelora asmara.


***


Bersambung


***


Jangan Lupa komen dan like nya ya. Terima kasih juga buat yang sudah support ya

__ADS_1


Peluk jauh dari Author untuk para reader semuanya.


__ADS_2