
Setelahnya Reza menggenggam tangan Maryam dan menuntunnya untuk keluar dari mobil, dan mempersilahkan Maryam untuk duduk di bangku depan tepat di sampingnya.
Maryam tersenyum bahagia dengan perlakuan suaminya yang sangat manis
***
Ketiganya lantas berlalu dari kediaman Abi Hanif untuk menuju ke Rumah sakit.
Sepuluh menit perjalanan akhirnya ketiganya sampai di parkiran Rumah sakit, Reza dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Maryam
"Terima kasih mas " ucap Maryam di iringi senyuman di balik cadar yang dia kenakan . Reza membalas dengan senyuman
Mahira terlihat berjalan mendahului Maryam dan Reza, bergegas menuju ruangan Ummi Maya.
***
"Bagaimana Abi ?, Ummi sudah lebih baik ?" Tanya Maryam ketika mendapati Ummi nya masih dalam keadaan tidur.
"Alhamdulillah Ummi Sudah lebih baik" ucap Abi Hanif dengan nada lembut.
Maryam mendekat ke arah Ummi Maya dan mengusap tangan yang menampakan guratan Keriput tersebut dengan lembut.
Menjenguk orang sakit menjadi amalan yang sangat dianjurkan, apalagi jika yang sakit adalah keluarga, sahabat, rekan kerja, atau tetangga. Ini bukan sekadar bentuk simpati kita terhadap seseorang, tapi juga menjadi sebuah amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menjenguk orang sakit adalah perbuatan mulia. Kita tidak hanya menghibur kerabat yang sedang sakit, tapi kita juga terdapat keutamaan dan pahala yang besar dalam perbuatan ini. Dilansir dari laman Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad).
Dalam hadis lain juga dijelaskan bahwa menjenguk seseorang yang sedang sakit juga menjadi hak dari seorang muslim kepada muslim lainnya.
“Hak seorang muslim terhadap muslim lainya ada enam. Sahabat bertanya: Apa saja, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Bila engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, bila ia mengundangmu maka hadirilah, bila ia meminta nasihat maka nasihatilah, bila ia bersin dan memuji Allah (mengucap: alhamdulillah) maka jawablah (dengan mengucapkan: yarhamukallah), bila ia sakit maka jenguklah, dan bila ia meninggal dunia maka antarkanlah (jenazahnya hingga makam).” (HR. Muslim).
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Artinya:
“Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” ( HR. Bukhari dan Muslim).
__ADS_1
Dengan Usapan lembut dan doa yang Maryam panjatkan dengan harapan besar agar Ummi nya segera sehat dan pulih kembali seperti sedia kala.
Tidak beberapa lama Ummi Maya terhadap dari tidurnya.
"Maryam.. Mahira" Ucap ummi Maya ketika melihat kedua putrinya berdiri di samping Tempat tidurnya.
Maryam tersenyum bahagia, begitu juga dengan Mahira yang sangat bahagia melihat hal tersebut.
Tok tok tok
Terdengar ketukan dari balik pintu kamar Ummi Maya.
Tap tap tap
Suara sepatu menggema di seisi ruangan.
"Assalamualaikum Ummi" Sapa Dokter Tama bersama Dengan tiga orang perawat yang masuk kedalam ruangan.
"Waalaikumsalam" jawab Bersamaan
"Baik dok" jawab Ummi Maya.
Mahira tampak terkejut dengan sosok dokter yang tengah merawat Umminya. Terlihat Mahira mencoba mengingat sesuatu, "Dokter Tama " batin Mahira
Mahira mengingat jika dokter Tama merupakan Seniornya di fakultas kedokteran saat dirinya baru masuk di Universitas. Namun sayangnya Mahira harus putus di tengah jalan karena satu alasan.
Dokter Tama merupakan seseorang yang dulu sempat dia sukai, namun dokter Tama tidak pernah menanggapi perasaan Mahira, karena Tama telah menyukai Tasya yang tidak lain merupakan Mantan istri dari Reza.
Setelah beberapa.saat dokter Tama telah selesai dengan segala tindakan dan pemeriksaanya.
Segera dokter Tama memberikan penjelasan mengenai kondisi dan perawatan pada Ummi Maya.
Dengan telaten dan teliti Dokter Tama memberikan penjelasan pada Abi Hanif dan khususnya pada Maryam
Jelas terlihat oleh pasang mata Reza yang menangkap Sorot mata dokter Tama yang memandang Maryam dengan rasa kagum.
"Mungkin ada yang perlu di tanyakan ?" Ucap Tama sebelum meninggalkan ruangan
__ADS_1
"InshaAllah tidak dok" Ucap Maryam sopan dengan menundukkan pandangan.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu " Ucap dokter Tama dengan senyuman manis pada Maryam, sembari berlalu meninggalkan ruangan Ummi Maya.
Reza bergegas menghampiri Dokter Tama yang telah berada di luar ruang perawatan.
"Kau tunggu di sini, aku akan keluar sebentar" Ucap Reza berbisik pada Maryam. Seketika Maryam menganggukkan kepala.
Mahira yang menyadari kepergian Reza segera bergegas menyusul untuk mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Reza.
Terdengar oleh pasang telinga Mahira yang mencari sosok Reza , dokter Tama sedang terlibat pertikaian dengan Reza.
Mahira semakin penasaran dibuatnya, dan mencoba menajamkan pendengarannya.
"Istriku Baik-baik saja , Jadi kurasa kau tidak perlu selalu memandangi nya,dengan tatapan mu yang.... " Ucap Reza dengan memicingkan mata.
Seketika Ucapannya terputus berganti dengan pandangan sinis terhadap dokter Tama.
"Tuan Reza !! Ternyata anda tidak berubah sedikitpun " Jawab Tama santai.
"Rupanya Anda begitu tertarik dengan sesuatu yang sudah menjadi milik orang lain !" Ucap Reza dengan tersenyum kecut.
"Menyukai milik orang lain itu lebih baik, daripada merebut sesuatu dari orang lain Tuan Reza" balas dokter Tama dengan nada sindiran.
"Ohya ?" tanya Reza
"Tentu saja Tuan !" Jawab Tama santai
Mahira menyadari arah pembicaraan keduanya, dimana mereka sama-sama memiliki perasaan terhadap adiknya Maryam.
"Sial, Beruntung sekali dia " batin Mahira kesal
***
Bersambung
***
__ADS_1