
Pesona Maryam yang terpancar dengan sangat sempurna.
Reza tampak kagum dan sejenak melemparkan senyum lebar pada wanita halal di hadapannya itu.
Maryam membalas senyuman Reza dengan senyum An hangat tanda cinta
***
Keduanya tampak Khusyuk melaksanakan sholat, dengan Reza sebagai imam sholat dan Maryam berdiri tepat di belakang Reza sebagai makmum
Beberapa saat keduanya telah selesai dengan Sholatnya.
Segera Reza membalik tubuh kekarnya, dan menghadap Maryam , segera Maryam meraih tangan Reza menggunakan kedua tangannya dan mencium dengan takzim punggung tangan Reza yang begitu kekar.
Setelahnya Reza mendaratkan sebuah kecupan mesra di puncak kepala Maryam.
Maryam segera meraih mushaf Al-Qur'an miliknya, dan melantunkan ayat-ayat Allah, dengan Reza duduk bersimpuh di samping Maryam mendengarkan setiap lantunan suara lembut Maryam.
Reza merasa teduh dan sejuk dengan setiap kalimat Allah yang di baca oleh Maryam.
Setelah selesai dengan bacaannya, Maryam segera menutupnya dan membaca doa kafaratul majlis seraya mencium mushaf Al-Qur'an miliknya.
Maryam tak lupa bersyukur atas nikmat dari berbagai hal yang saat ini tengah dia rasakan dalam rumah tangga barunya bersama Reza.
Bersyukur kadang menjadi hal yang sulit dilakukan. Tak jarang orang masih merasa kurang meski telah diberikan nikmat yang begitu besar dari Allah SWT
Seringkali pula seorang hanya ingat kepada Allah saat dirinya sedang mengalami kesulitan. Dalam kondisi tersebut, ia memohon kepada Allah dan tak jarang menyalahkan Allah atas ujian yang diberikan kepadanya.
Padahal, nikmat yang Allah karuniakan kepada setiap hamba-Nya tidak terhitung. Mulai dari saat masih di dalam rahim ibu sampai sekarang, nikmat Allah terus mengalir ke dalam kehidupan setiap manusia. Bisa bernapas, kesehatan, makanan, minuman, dan pakaian juga termasuk ke dalam nikmat Allah .
Sebagaimana firman Allah dalam Surat An Nahl ayat 18.
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.” (Q.S. an-Nahl [16]: 18).
Begitu juga dalam Surat Ibrahim Ayat 7
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’”
Surat Al Qamar Ayat 35
نِّعْمَةً مِّنْ عِندِنَا ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى مَن شَكَرَ
Artinya: “sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur,”
Beberapa Surah yang Maryam lantunkan merupakan bagian dari wujud syukur kepada sang pencipta atas segala nikmat Yang diberikan padanya dan Reza suaminya.
Reza tampak terus mengamati pergerakan istrinya yang sangat lembut dan sopan.
"Mas" Ucap Maryam yang mendapati suaminya sedang bengong memandanginya.
Reza tampak kaget dengan sentuhan tangan Maryam, seketika kesadarannya kembali seperti semula.
"Mas Mau Maryam masakin apa ?" Tanya Maryam kemudian. sembari melipat mukenah dan sajadahnya kembali.
"Aku belum lapar, lagi pula ini masih pagi buta sayang" Ucap Reza dengan suara tenang.
"Benarkah ?, Tapi Maryam lapar mas !" Ucap Maryam seketika.
"Kalau begitu kita harus sarapan" Ucap Reza penuh semangat.
__ADS_1
"Nah itu ! , Maryam kan udah tanya , mas mau di masakin apa , untuk kita sarapan ?" Ucap Maryam memberi penjelasan.
"Tapi aku mau sarapan yang lain" Ucap Reza dengan senyum smirk
Maryam tampak mengerutkan dahinya dan berfikir keras.
"Aku hanya ingin sarapan yang itu" Ucap Reza dengan nada menggoda.
"Maksut mas ?" Tanya Maryam penasaran
"Itu!" tunjuk Reza pada dua gundukan besar di bagian dada Maryam yang jelas menyembul, dengan baju yang telah Reza siapkan sebelumnya benar-benar membuat Maryam terlihat mempesona.
Seketika Maryam menyilangkaan kedua tangannya, dan refleksi langsung meletakkan tangannya di bagian dada untuk menutupinya.
"Ya Allah Mas !" Ucap Maryam kesal.
Reza hanya terkekeh.
"Istighfar mas, kamu kok mesum sekali!" Ucap Maryam kemudian
"Mesum kalau sama istri sendiri tidak masalah sayang" Jawab Reza dengan nada Santai
Maryam hanya mendengus dengan menggelengkan kepalanya.
"Sekali lagi yuk" Ajak Reza kemudian tatkala melihat Maryam bangkit dari duduknya.
"Mas" Sergah Maryam.
"Please!" Ucap Reza penuh pengharapan dan raut wajah memelas.
Maryam hanya mendengus kesal dengan tingkah suaminya, Maryam pun juga tidak dapat menolak keinginan suaminya.
Menyenangkan hati suami merupakan ibadah yang sangat baik, dan Maryam pun tidak ingin mendapat murka Allah SWT dengan tidak patuh terhadap perintahnya, dengan menolak ajakan suaminya.
Segera Reza dengan sigap melepaskan sarung yang masih menempel di pinggangnya, menyisakan celana bokser hitam di sana.
Segera Reza meraih tangan Maryam, dan menuntunnya ke atas tempat peraduan keduanya.
Tidak lupa Reza mengawali aktifitas paginya dengan berdoa sebelum berpetualang dengan kekasih halalnya.
Pagi itu terdengar suara ******* lembut dari keduanya yang semakin beradu mesra, saling bersahutan antara Reza dan Maryam di tengah dinginnya udara pagi hari.
Menikmati setiap sentuhan lembut dan hentakan pada inti tubuh masing-masing.
Gejolak hasrat yang tidak lagi dapat di bendung, dan hanya dengan sentuhan lembut tersebut mampu membuat keduanya mendesah penuh irama.
Merasakan kembali indahnya madu asmara rumah tangga yang baru saja mereka rasakan.
Untung saja, setiap kamar di rumah megah Reza terdapat peredam suara, jadi tidak akan ad Asatu orang pun yang akan mendengar aktifis panas Reza dan Maryam pagi itu.
Hingga Hampir matahari sedikit menampakkan cahaya nya, Reza masih belum selesai dengan aktifitas paginya.
Reza begitu sangat menikmati setiap pergerakannya dengan sang istri.
Meski Maryam merasa sudah sangat lemah, namun Reza tetap memacu kudanya untuk terus berpetualang di lembah kenikmatan.
Hingga pada satu titik Reza benar-benar menyerah dan sudah tidak lagi melakukan aksi nya.
Keduanya tidur di atas kempat tidur dengan tanpa sehelai benangpun disana, hanya sebuah selimut menjadi penutup dari keduanya.
Terdengar suara nafas yang masih memburu karena sesak dalam dada akibat aktivitas panas Sebelumnya.
__ADS_1
"Terima kasih sayang" Ucap Reza dengan kecupan mesra di puncak kepala Maryam.
Maryam hanya tersenyum dan mengangguk lemas.
"Mas, aku lelah sekali" Ucap Maryam seketika.
Reza tersenyum mendengar kejujuran dari istrinya yang sangat polos.
"Kita mandi sekarang yuk mas !" Ucap Maryam kemudian.
"Katanya capek, kau istirahat saja dulu sayang" Ucap Reza merasa kasihan terhadap istrinya.
"Nggak ah, Maryam mau buat sarapan buat mas Reza" ucap Maryam dengan suara lirih karena masih sangat lemas dan lelah setelah mengimbangi permainan suaminya pagi ini.
Reza tersenyum bahagia penuh haru, bahkan di tengah rasa lelahnya, Maryam masih tetap ingin melayani suaminya dengan baik.
"Baiklah" Ucap Reza singkat.
Setelahnya Reza kembali mengangkat tubuh ramping Maryam menuju kamar mandi.
Kemudian keduanya melaksanakan mandi besar untuk yang ke dua kalinya di pagi hari itu.
Setelah beberapa saat Reza dan Maryam telah selesai dengan ritual mandi mereka.
Keduanya keluar dadi kamar mandi bersamaan, dan menuju Walk in closet, Maryam menyiapkan pakaian untuk suaminya dan tentu untuk dirinya sendiri.
Melihat pada kaca besar di ruangan Walk in closet tersebut, Maryam sedikit di buat tercengang.
"Mas" Ucap Maryam dengan nada menekan.
"Emm..." Jawab Reza masih dengan mengenakan bajunya.
"Coba mas kesini sebentar" Ucap Maryam menunjuk beberapa tanda merah di badanya.
Reza segera mengikuti isyarat sang istri, keduanya tampak berdiri di depan cermin besar tersebut, dengan Maryam yang masih mengenakan selembar handuk yang melingkar di dadanya.
Posisi Reza berdiri tepat di belakang Maryam yang telah lebih dulu berdiri di depan kaca.
"Ini apa mas ?" Tanya Maryam lirih
"Ohh itu" Ucap Reza dengan terkekeh. Maryam menganggukkan.
"Itu tanda cinta sayang, Tanda kalau kamu cuma milikku saja " Ucap Reza lirih tepat di telinga Maryam
"Kok bisa sampai seperti ini mas ?" Tanya Maryam dengan mengerutkan dahinya.
Seketika Reza mempraktekkan salah satu adegan panas nya ketika menciptakan tanda kepemilikan tersebut.
Segera Reza menyusup kedalam celekuk leher Maryam dan menyesapnya lembut, membuat sebuah tanda cinta di sana, reflek Maryam memejamkan kedua bola matanya, dan mengeluarkan ******* manja.
"Nih... Jadi " Ucap Reza santai dengan menunjukan sebuah tanda baru di sana.
Maryam tampak menyempitkan matanya dan seketika mengerutkan dahinya.
"Mas kok gitu sih" Ucap Maryam kesal. Reza hanya terkekeh.
"Lalu kapan ini akan hilang?" Tanya Maryam penuh selidik
"Entah lah" Ucap Reza sembari menganggap kedua tangannya.
***
__ADS_1
Bersambung
***