Preman Campus

Preman Campus
MAU KAMU APA?


__ADS_3

"Aaaaaaa!!" betina bernama Ana itu berteriak histeris saat liat gw lempar kursi kayu ke arah teman dia sesama orang rohis yaitu Satria.


Dia langsung berlari jauh ke sudut ruangan dengan raut wajah ketakutan.


Sementara korban yang gw lempar kursi langsung ambruk ke belakang dan gw kagak tau keadaan dia, karena pandangan gw terhalang meja.


Nissa gw liat masih berdiri melihat apa yang baru saja gw lakukan dengan pandangan tidak percaya, dan masih mencoba mencerna apa yang barusan terjadi di hadapan dia.


Gw berjalan santai meloncati meja dan kaki gw mendarat tepat di perut orang yang baru aja gw hantam kursi.


"Sorry bang kagak sengaja gw, lu sih ngapain tiduran di situ!".


"Ennngggeek!!!". Suara dia saat gw teken kaki gw di perut dia sebelum gw turunin kaki ke lantai.


Kuat juga ini orang kagak teriak,cuma meringkuk dan memegangi perutnya doang.


Gw singkirkan kursi yang gw lempar tadi menjauh.


"Kamu apa yang kamu lakukan?". Nissa mundur beberapa langkah dari gw dan berbicara, tidak ada raut wajah ketakutan gw liat dari dia.


"Sorry bukan maksud apa-apa gw, cuma tangan gw sedikit hilang kontrol aja saat dengar bocah ini sebut gw binatang". Gw menjawab santai dengan senyuman.


"Tapi tidak harus kamu emosi dan melakukan kekerasan seperti itu". Nissa berbicara lembut kritik gw.


"Terus gw harus gimana menyikapinya menurut kamu?. Apa gw harus joged-joged gitu saat ini orang hina gw?". Gw coba pancing dia untuk bicara, karena ingin tau solusi dan pendapat yang di fikirkan.


"Kan bisa dibicarakan baik-baik saling mengakui kesalahan dan berdamai,semua kalau kamu sikapi dengan kekerasan tidak akan berujung baik dan masalah akan semakin besar seperti api yang disiram minyak". Nissa berbicara khas ustadjah yang lagi ceramah di depan banyak orang.


Gw cuma tersenyum mendengar yang dia katakan, yang mungkin menurut dia atau orang lain itu masuk akal tapi tidak buat gw.


"Kenapa kamu tersenyum apa ada yang lucu dari perkataan saya?".


"Semuanya yang kamu katakan lucu sayang! kalimat yang kamu katakan itu hanya berlaku bagi orang-orang yang belum mengenal kejamnya dunia ini".


"Realita hidup kagak semudah yang kamu fikirkan, kamu orang yang mengerti agama pasti tau tentang hal itu, terkadang kekerasan di perlukan untuk menyelesaikan masalah".


"Dan kedamaian yang kamu bicarakan itu hanya akan tercipta jika salah satu dari orang yang bertikai tumbang".


"Saya mengerti maksud kamu, jujur saya belum mengerti sepenuhnya dengan dunia yang luas ini beserta realita hidup di dalamnya". Nissa menjawab serius


"Tapi apa saya salah jika ingin melihat kedamaian dan sifat saling menghormati sesama manusia?". Dia melontarkan pertanyaan lagi ke gw.


ini sebenarnya yang mau wawancara gw apa dia sih kok malah kebalik gini.


Saat gw mau menjawab pria dibelakang gw mencoba bangun berdiri.


Tapi sebelum dia sempat untuk itu gw berbalik dan jambak rambutnya, bang Sat ini mencoba untuk berontak dengan memukul-mukul lengan gw.

__ADS_1


"Buuaakkk!!".


"Buaaakkk!!"


"Buaaaakk!!".


3 hantaman gw di mulut dia membuat dia tergeletak lagi dengan mulut yang ngeluarin darah segar.


Dalam posisi tergeletak dia menatap gw takut dengan posisi rambut dia masih ada ditangan gw.


"Bang Sat, lu diem disini dulu jangan berdiri atau bicara sepatah kata pun. Gw bukan yang ramah, tolong kerja samanya!". Gw mengancam.


Dia hanya mengangguk pelan dengan rambut yang masih gw jambak dan langsung gw lepaskan.


"Oya mana bacot lu yang sebut gw binatang tadi? Bacot lu aja yang gede tapi nyali segede upil!".


Gw berdiri dan melihat ke arah wanita yang berdiri ketakukan di pojok ruangan. Gw tersenyum tipis kearah dia.


"Neng, dirimu disitu aja ya? sudah bagus itu ketakukan di pojokon jangan kemari atau berbuat yang tidak-tidak,kalau mau keluar dari sini normal, tapi jika lu ngenyel! lu keluar dari sini bakalan gw buat berbadan dua!".


Dia hanya mengangguk-angukkan kepalanya cepat.


Gw segera berbalik badan melihat Nissa dan tersenyum.


"Emang kamu harus berbuat kejam seperti ini ya?" Dia bertanya seolah-olah yang gw lakukan itu adalah perbuatan terkejam.


"Tadi kamu bilang ingin melihat kedamaian dan orang-orang saling menghormati kan? jangan harap kamu bisa melihat itu semua!".


"Selama masih ada orang-orang serakah akan kekuasaan, harta dan wanita. Kedamaian yang ingin kamu liat tidak akan terwujud".


"Dan lagi orang-orang saling menghormati kamu bilang, hahahaha!". Gw tertawa terbahak-bahak.


"Apa ada yang salah? baguskan kalau manusia bisa saling menghormati. Tidak akan terjadi kejadian seperti yang kamu lakukan ini". Nissa masih berbicara dengan tenang menyampaikan pendapatnya.


"Kamu tau **** yang katanya ormas islam terbersar di Indonesia? kamu juga pasti tau kan apa yang mereka lakukan saat bulan puasa? Pengrusakan dan menutup paksa resto yang buka,padahal negara mempercayai 5 agama, orang non muslim pun butuh makan. Itu saling menghormati yang kamu harapkan?!".


Kali ini dia terdiam menatap gw, dan gw kagak bisa mengartikan tatapan itu.


Bisa itu adalah tatapan kagum bisa juga adalah tatapan kebencian tapi gw bodo amat.


"Satria jangan!! Nissa tiba-tiba teriak. Dan saat gw akan berbalik.


"Pranggkk!!! sebuah gelas pecah mengantam kepala bagian belakang gw.


Gw lengah terlalu fokus beri kuliah tentang kehidupan ke Nissa sehingga Anjing ini bangun dan counter dari belakang.


Gw langsung menengok ke belakang dan satu tangan memeriksa kepala belakang gw yang berdarah.

__ADS_1


Pria di depan gw tersenyum puas dan langsung maju menyerang dengan pukulan ke tubuh gw.


"Buuggg!!"satu pukulan mendarat du rusuk gw.


"Buuggk!!" Pukulan lainnya mendarat lagi di perut.


"Nissa sudah kodrat alam yang kuat akan menindas yang lemah!" Gw berbicara dan langsung memegang kepala Satrio dengan kedua tangan dan.


"Praaakkkkk!!!". Gw adu kepala dia sama kepala gw.


Dia sempoyongan ke belakang memegangi keningnya.


"Sudah kodrat alam juga kaum mayoritas akan selalu menindas kaum minoritas". Gw ambil kursi kayu berjalan ke dan.


"praaaakkk!! Gw hantamkan ke kepala Satrio.


"Brukk!! Dia jatuh dengan darah segar keluar dari kepalanya tapi dia masih sadar.


"Huaa..huuaaa.. toloooooong!!". Dia berteriak histeris saat tangan dia berlumuran darah memegang kepala.


"Inilah dunia yang gw maksud sayang". Gw berbalik dan berbicara lagi ke Nissa


"Sebelum terlambat kamu cepat bangun dan segera kembali ke mode kamu sebelum bicara sama gw, mode dimana kamu nyakin dan sangat berharap banyak akan kedamaian dan saling menghormati antar sesama".


Gw berbalik dan hendak pergi, sudah puas olahraga gw, kepala juga sedikit pening karena berdarah bagian belakang".


"Tunggu!" Nissa bicara menghentikan langkah gw.


"Ada apa lagi? cipika-cipiki kita nanti saja gw lagi kagak mood!".


"Bukan itu!" Dia menjawab cepat


"Kamu masih berminat masuk rohis?".


"Sorry gw udah kagak beminat dan tolong sampai disini saja semoga kita tidak bertemu lagi". Gw berbalik dan melangkah pergi


"Tunggu!!". Dia stop gw lagi,sialan ini cewe dikira gw angkot apa yak, mentang-mentang bening.


Gw berbalik dan tanpa bicara berjalan pelan maju ke arah Habibah Faza Khairunnisa.


"Kamu mau apa? bicara dari situ saja". Dia panik dan mundur kebelakang.


"Kepala gw berdarah, mata gw tidak bisa liat kencantikan kamu dengan benar". Gw berbohong dan terus berjalan maju.


Nissa terus mundur sampai mentok ke rak buku besar.


"Kamu mau apa?" Dia menunduk bertanya saat jarak kita cuma tinggal sejengkal.

__ADS_1


"Seharusnya gw yang tanya mau kamu apa?".


__ADS_2