Preman Campus

Preman Campus
MAAF


__ADS_3

Lima menit gw nunggu tapi belum dateng lagi itu mbaknya ambilin barang yang dibutuhkan Bianca.


Indomaret ini sepi lagi kagak ada satupun pelanggan yang masuk dari tadi gw jadi merinding sendiri.


Belum ada jam 11 malam semakin lama gw disini semakin menggigil kedinginan karena AC Indomaret ini kenceng banget kek baling-baling bambunya doraemon.


Tidak lama gw mendengar langkah kaki mendekat dan gw lihat kasir tadi berjalan ke arah gw dengan senyum ramahnya. Gw lihat dia membawa banyak barang dan ada tremos kecil segala buat apa coba.


"Maaf mas kalau lama ini barang-barang yang mas butuhkan, lengkap untuk temannya yang sedang datang bulan".


"Maaf mbak banyak amat ini barang, bisa jelaskan kegunaanya? Maklum baru ini saya liat barang-barang seperti ini".


"Yang ini pembalut mas, ini barang wajib untuk wanita yang sedang datang bulan". Dia bicara ramah sambil mengangkat barang kotak berwarna biru bertuliskan Softex anti bocor. Kek iklan cat itu tulisan.


"Iya mbak sedikit banyak saya tau itu barang, tapi yang lainnya ini apa kok ada tremos kecil segala?". Gw melihat tremos kecil berwarna pink dengan bingung.


"Oh ini untuk minum temenya mas, di dalam sudah ada air hangat dan saya campur dengan jahe merah. Bagus untuk meredakan nyeri di perut". Dia memengang tremos kecil menunjukan ke gw, dia buka dan benar ada bau jahe merah keluar dari dalam.


"Terus mbak itu apa lagi?". Gw menunjuk barang kek kantong tapi beresleting.


"Ini isinya air panas mas untuk mengompres perut temenya dari luar, ini juga membantu untuk meredakan nyeri". Dia menjelaskan dengan rinci.


Geleng-geleng kepala gw liatnya, ada barang kek gitu juga ternyata. Setau gw ngompres itu ya di jidat, cewe memang beda perut pakai di kompres segala.


"Kalau itu mbak?". Gw nunjuk box makanan.


"Ini isinya bubur kemasan mas sudah saya hangatkan di microvave bisa di makan temennya, kalau datang bulan nafsu makan berkurang dan yang paling baik itu makan makanan yang lembut". Dia menjelaskan panjang lebar.


"Makasih mbak udah dibantu, tolong dihitung semuanya".


"Iya mas tunggu sebentar". Si kasir mulai menghitung belanjaan gw dengan mesin di depan dia.


"Totalnya 211 ribu mas".


Gw sengra mengambil dompet 250 ribu gw keluarkan dan gw kasih ke kasir.


Setelah memberi struk dan kembalian barang gw di masukan ke plastik putih yang ada logo nama ini mini market.


"Makasih ya mbak untuk bantuannya". Gw beranjak untuk pergi.


"Iya mas sama-sama silahkan datang lagi". Dia menjawab ramah banget.

__ADS_1


Gw langsung keluar Indomaret menuju ke mobil dan semoga aja cewe gw kagak pingsan.


Gw buka pintu depan dan gw masuk liat Bianca malah berada di jok belakang meringkuk tiduran sambil memegangi perutnya.


"Sayang ini barang-barang yang kamu butuhkan". Gw menyentuh pundak dia.


Pelan Bianca membuka mata dan melihat gw, dia diam beranjak bangun dan duduk.


Gw segera mengambil barang-barang yang gw peroleh dari Indomaret.


"Ini pembalut kamu sayang, dan ini tremos kecil isinya air jahe merah hangat untuk meredakan nyeri di perut kamu. Dan box makanan ini isinya bubur hangat, untuk isi perut kamu.


Dan ini untuk mengompres perut kamu dari luar di dalamnya juga ada air panas.


Bianca melihat gw sendu saat gw menjelaskan barang-barang yang gw bawa.


"Ada yang kurang ya? bilang biar aku cariin lagi untuk kamu".


Bianca menggelengkan kepalanya, rasa bersalah gw lihat dari sorot matanya menatap gw.


"Ya udah aku keluar dulu kamu butuh privasi untuk memakai itu barang, jangan lupa bubur dan jahe merahnya dimakan dan diminum".


Tanpa mendengar jawaban Bianca gw langsung turun dari mobil auto gw disambut lagi dengan udara dingin malam ini.


Gw ngeluarian rokok dari kantong, buka dan ngelus dada gw lihat isinya, tinggal 1 batang itu pun patah.


Gw lempar dan buang ke tempat sampah yang ada di dekat gw bungkus rokok berserta koreknya yang kagak nyala.


Gw berdiri dan masuk lagi ke Indomaret.


"Selamat dantang ka...". Itu kasir berhenti bicara lagi dan menatap gw. Seperti de ja vu aja ini adengan.


"Mas nya kok datang lagi ada yang kurang ya?". Dia langsung bertanya saat gw berjalan menghampiri.


"Katanya tadi mbak suruh datang lagi saat saya pergi, ini saya datang".


"Hehehe, itu kan cuma formalitas mas, bencanda ya masnya". Dia masih tersenyum ramah melihat gw.


"Saya mau beli rokok mbak tolong ambilkan gudang garam filter ya mbak sama koreknya sekalian".


"Oh mau beli rokok ya? Sebentar saya ambilkan". Dia berbalik badan dan mengambil rokok dan korek di dalam rak.

__ADS_1


"Ini mas, totalnya 32 ribu".


Gw membayar dan segera berjalan ke luar lagi. Tapi berhenti saat mau membuka pintu dan melihat kasir cakep itu lagi.


"Kenapa mas ada yang masnya butuhkan lagi?". Dia bertanya melihat gw.


"Bukan mbak, kenapa mbaknya diam dan tidak suruh saya datang lagi?".


Itu kasir malah tertawa terbahak-bahak dan kali ini kagak dia sembunyikan tawanya seperti tadi yang berlagak acting kelilipan.


"Ya ampun mas, baru ini lho saya tau ada orang seperti masnya ini".


"Saya juga baru tau ada wanita semanis ini kalau ketawa". Gombal mukiyo melunjur dari mulut gw.


Bodo amat sama penampilan gw yang acak-acakan dan amburadul.


"Awas lho mas nanti cewe yang ada di dalam mobil itu marah kalau tau masnya godain saya".


Gw tersenyum mendengar itu tanpa menjawab cuma mengangguk pelan gw langsung keluar Indomaret.


Kagak mau ambil resiko gw disaat Bianca masih dalam mode singa lapar kek gitu, ketauan gw godain cewe lain bisa digiling gw nanti.


Lama-lama di dalam malah semakin bahaya, lidah gw sering kpleset kalau deket wanita cakep.


Gw berjalan lagi ke dalam mobil bersender di pintu luar dan nyulut rokok.


Menghisap dalam dan menghembuskannya keluar, gw ulangi lagi beberapa kali untuk menghangatkan ini mulut.


Gw kagak akan masuk mobil sebelum Bianca memberikan izin. Dia di dalam mungkin melihat gw yang berdiri di luar.


Entah dia sudah selesai apa belum memakai itu pembalut, jujur gw rada kesel saat dijadikan sasaran kemarahannya.


Gw menghisap rokok lagi dan melihat ke atas, langit tanpa bintang dan tertutup mendung hitam, seperti mau hujan lagi.


Tiba-tiba pintu belakang mobil terbuka dan muncul Bianca, dia berjalan 2 langkah berdiri di depan gw.


Kedua matanya basah melihat gw dan gw tersentak saat dia menghambur maju masuk ke dalam pelukan gw.


Auto rokok gw buang dan menangkap tubuh sintal Bianca.


"Bie kamu kenapa lagi tubuh aku kotor ini".

__ADS_1


"Bimo maaf, maafin aku!". Dia terisak di dalam pelukan gw.


__ADS_2