Preman Campus

Preman Campus
SEGEL HIDUNG


__ADS_3

"Bimo traktiran yang aku janjikan.Kamu mau sekarang?" Ucap Sasa pelan dan menunduk.


Jantung gw yang deg-deg an gara-gara kecupan Sasa,kini semakin berpacu seperti suara mesin traktor yang siap untuk membajak sawah.


Jujur tawaran Sasa itu sangat mengiurkan bagi seorang cowo seperti gw, yang tidak pernah sekalipun berciuman bibir.


Tapi apa Sasa benar-benar nyakin tentang ini,secara status kita kan masih berteman, dan belum naik keranah yang bisa manggil sebutan ayah bunda atau papi mami.


Gw berjalan mendekat kearah Sasa yang masih menundukan kepalanya, dan saat gw sampai di depannya pun dia masih menunduk. Dan tidak berani mengangkat kepala liat gw.


Ini anak dapat keberanian dari mana bilang mau cium bibir gw,kalau beradapan langsung gini aja malu-malu.


Sebangsat-bangsatnya gw.di kepala gw masih ada yang namanya otak dan akal sehat.Gw masih membedakan mana yang baik dan yang buruk,Gw tau Sasa nawarin itu karena mau balas budi, ucapan terima kasih karena gw dia bisa jadi manager di butik bunda, dan karena gw juga dia bisa sedikit tenang untuk hadapi mantannya.


Walaupun gw ceplas ceplos kalau ngomong sama orang, itu hanya sekedar bacot gw,lidah kagak punya otak dan kagak punya tulang, jadi wajar kalau ngomong kagak gw saring.


Gw ingin dan mau tapi tidak dengan cara balas budi seperti ini,gw kagak suka.


Gw pegang pundak Sasa yang sedikit gemetar,karena tegang mungkin.


Gw elus rambutnya pelan dan pegang dagunya naik untuk kita saling tatap.


Dia melihat gw dengan wajah merahnya,sungguh ciptaan Tuhan yang indah wajah di depan gw ini.


"Sa,terima kasih gw sangat suka atas tawaran kamu,tapi gw nyakin semua ini bukan karena kemauman kamu sepenuhnya".


"Mungkin di alam bawah sadar,kamu ingin berterima kasih sama gw,tapi gw kagak mengharapkan yang seperti ini".


"Di saat kita tidak memiliki status yang sesuai untuk melakukan itu".


"Disaat kamu baru aja putus dan mau memulai semua dari awal lagi,gw kagak mau merusak itu semua dengan ke egoisan gw yang ingin mencari kesempatan terhadap kamu".


"Semua yang gw lakuan untuk kamu,itu tulus dan tidak mengharapkan imbalan apapun".


Sasa melihat gw dengan senyum yang menghiasi bibirnya.


"Kamu seakan tau semua tentang aku Bim dan aku sudah sangat nyaman berada di dekat kamu".


"Memang benar semua yang kamu ucapkan,aku ingin memulai dari awal lagi tentang hidup dan keluarga aku,aku ingin jadi wanita yang kuat dan mandiri".

__ADS_1


"Jujur aku tertarik dengan kamu Bim,kamu perhatian,baik,humoris dan mempunyai hati yang hangat".


Udah segitu doang dia muji gw,masak kagak ada pujian tampan dan ganteng gitu.


"Tapi aku juga sadar aku baru putus dan .."


Sebelum Sasa melanjutkan bicara, gw majukan wajah gw dan gw tempelkan hidung gw ke hidung dia,gw gesek sebentar dan gw tarik kembali.


"Anggap saja itu segel hidung yang merubah pertemanan kita menjadi sahabat,dan jika nanti kamu udah siap kita buat segel kebawah sedikit dari hidung untuk merubah persahabatan menjadi status yang lebih".


"Sekarang kamu nikmati dulu hal-hal yang belum pernah kamu rasakan,manjakan diri kamu dengan sesuatu yang kamu sukai,gw masih tetap berdiri disini di tempat yang mudah kamu temukan jika kamu mencari".


Sasa langsung memeluk gw setelah mendengar ucapan gw.


"Makasih Bimo,aku akan selalu jaga hati ini dan menguatkannya agar bisa disamping kamu suatu saat nanti"


Gilee bukanya ini Sasa udah sangat terjerat sama pesona gw.


Gw juga peluk hangat dia,"Gw akan tunggu moment itu tiba".Ucap gw pelan.


Dan kamipun masih dalam mode teletubies sebelum mendengar suara 2 orang pada teriak-teriak di luar sana.


Sasa melepaskan pelukannya dan mengangguk dengan senyum.


###


Gw buka horden dan cendela,gw ambil juga hp gw di bawah pintu.


Dan saat gw buka pintu kamar, hujan masih turun yang membuat gw diem seribu bahasa adalah di sana di teras ada dua anak manusia berbadan bulat dan satunya berambut mohawk,Udin dan Reza sedang hujan-hujanan dengan cuma memakai boxer doang.


Udah pada saraf itu dua anak cebong,Sasa yang melihat itu langsung gw tutup matanya dan dia hanya tertawa.


"Bimo temen-temen kamu pada kenapa itu?"


"Biarin aja Sa mungkin telat minum obat mereka".


Sasa pun kembali tertawa dengan mata yang masih gw tutup.


Dan dua anak cebong itu melihat ke arah kami,terutama gw dengan pandangan tajam.

__ADS_1


"Pada ngapain lu nyet,kagak pernah liat aer hujan lu,girang amat".


Mereka berdua diam,dan berjalan menuju ke arah baju dan celana yang mereka lepas.


Mereka ambil dan berjalan ke arah gw dan Sasa yang masih di depan pintu.


"Pada mau ngapain lu!! pakai gak itu baju dan celana!".


Mereka masih menatap gw tajam dan berjalan masuk ke kamar gw.


Gw lepas tangan gw dari mata Sasa.


"Bim kelihatannya temen kamu marah".


"Biarain aja nanti juga kalau gw lempar danging pada riang lagi".


Sasa tersenyum,"Temen kamu unik ya,kayak kucing".


"Iya rencana nya gw mau kembalikan mereka ke habitat aslinya di kebun binatang".


Sasa selalu tersenyum indah saat gw melempar guyonan receh.


"Bimo aku ke atas dulu ya siap-siap nanti kalau manager Rina datang aku kabari kamu".


"Ok,kamu siap-siap gi,jangan lupa kain segita tiga untuk menghangatkan rumput ilalang dan danau dibawa juga".


"Bimoooo ihhhh,mesum banget kamu" Sasa mencubit gw pelan dan berlari ke lantai atas.


Gw berjalan ke dapur kost dan mengambil air putih untuk minum sambil mikirin gimana caranya jinakin 2 anak cebong yang lagi marah sama gw itu.


Gw juga kagak abis fikir kenapa gw hoki banget bisa kenal sama cewe-cewe cakep di Jogja sini,gw juga sial,karena disini juga gw bersahabat sama 2 anak cebong itu.


Semoga Melky cepet lulus dan mau saat gw angkut untuk kuliah disini,gw butuh orang yang bisa berfikir normal dan tangguh untuk berada di samping gw.


Melky adalah leader Basis 69 saat ini setelah gw lulus dan kuliah si Jogja,dia adalah seorang memikir ulung.Strategi dia di dalam setiap pertempuran basis,selalu akurat dan gw butuh orang seperti dia,kagak pelawak macam Udin dan Reza.


Gw juga harus mikir masalah Si Jono kang tatto kampret,gw mesti cari bangunan baru untuk dia buka lapak tattonya lagi di Jogja ini.


Dan sekarang satu hal lagi yang ada di dalam fikiran gw,yaitu mencari tau si apa Rora gadis kecil yang muncul di ingatan gw.

__ADS_1


__ADS_2