Preman Campus

Preman Campus
ANAK SULTAN MA BEBAS


__ADS_3

Ada yang aneh dengan gw,setelah Bianca bilang gw posesif.


Gw kan cuma mau ngelarang Reza dan Udin bertingkah saat salaman sama dia,nanti bisa panjang banget mereka ngomongnya.


Tapi kenapa ini betina mengartikannya berbeda.Apa emang cewe seperti ini ya? suka mencari arti di setiap ucapan dan tindakakan cowo?


Pusing gw dengan cara berfikir para wanita.Tapi mungkin itu juga yang membuat wanita menjadi spesial.


'


"Bimo itu kenapa ada uang berceceran di lantai?" Suara Bianca memecah suasana yang dari tadi sangat sunyi.


Kenapa gw bisa lupa sama itu duit ya,itu kan duit yang gw lempar ke Udin karena marah tadi.Gw mesti bilang apa ini sama Bianca.


Bukan ikut berfikir 2 manusia jahanam di depan gw malah senyum-senyum,seperti sedang mentertawakan gw.


Seketika ide cermelang muncul di kepala gw setelah melihat senyum Reza dan Udin itu.


"Bimo kok malah bengong? itu uang kamu ya?"Bianca kembali bertanya ke gw dengan suara halusnya.


"Oh iya Bie sorry,itu bukan uang gw tapi uang kedua teman gw ini".


"Tadi pada bercanda mereka dan keterusan dan saling lempar uang,biasalah anak sultan ma bebas.Kalau berantem kagak main tangan tapi pada main tabok sama uang".


Bianca terlihat sedikit terkejut dengan ucapan gw dan melihat ke arah Reza dan Udin.


Dua cebong bersaudara itu juga sedang menatap gw penuh amarah karena telah gw fitnah.Tapi bodo amat kan mereka juga yang buat gw lempar-lempar itu duit.


"Nyet kenapa lu berdua malah liatin gw,cepet bersihin itu duit.Kalian ini ya kalau mau saling lempar-lempar duit kagak pilih-pilih tempat,udah tau ini tempat orang malah seenak jidat kalian sendiri".


Itu dua anak cebong semakin menatap gw tajam, tapi mereka langsung jongkok seketika mungut itu duit saat gw balas itu tatapan dengan tidak kalah tajam nya,anak cebong berani-berani nya natap anak uler,ya mental mereka.


Tapi itu 2 anak cebong pinter banget,rasanya gw pengen teriak saat melihat mereka mungutin duit gw dan langsung masuk ke kantong mereka masing-masing.


Inilah yang namanya ada berkah dibalik musibah dan itu yang Reza dan Udin dapatkan.


"Sorry ya Bie kalau temen gw lancang pada saling lempar duit disini,sebenarnya mereka baik kok.Kadang-kadang aja mereka kumat gini". Gw bicara ke Bianca


"Gak apa-apa Bimo,wajar mereka kan masih muda.Jadi sering terbawa suasana". Bianca menyikapinya dengan dewasa.


Dan dua pemulung itu seperti tidak mendengar pembicaraan gw sama Bianca.


Mereka sedang asik mulung duit,dan terkadang saling sikut untuk mengambil uang di lantai.


"Bimo haus gak? mau aku ambilin minum?" Bianca menawari gw minum dengan senyum tak pernah lepas dari wajahnya saat berbicara sama gw.

__ADS_1


Dan pas banget dia nawarin yang sangat gw butuhkan saat ini,karena dari tadi tenggorakan gw udah kering banget,seperti sawah di musim kemarau.


Karena gw cuma minum setetes bir doang sisa dari Reza dan Udin.


"Kalau gak ngerepotin kamu Bie" Jawab gw pura-pura padahal udah ngarep dari tadi.


"Enggak ngerepotin kok Bim cuma minum ini,kamu minta yang lainpun akan aku kasih". Bianca berkata ambigu.


Gw yang denger itupun jadi panas dingin ini badan,ini betina kok berani banget ya bicara kek gitu,apa lidah dia juga suka kepleset seperti gw.


Untung aja otak gw masih waras,kalau kepala gw isinya otak Reza dan Udin pasti udah minta yang macem-macem.


Mereka aja yang sedang mungut duit,terdiam seketika mendengar ucapan Bianca.


###


Mungkin melihat gw yang sedang melamun dan tidak menjawab,Bianca berdiri dan berucap. "Bimo mau minum apa biar aku ambilin sekarang?".Bianca mencoba terlihat tenang saat bicara.


Gw pun tersenyum lembut ke arah Bianca yang telah berdiri.


"Ambilin 1 botol air mineral aja untuk gw Bie?"


"Temen kamu gak minum Bim?" Bianca melihat 2 cebong yang duduk lagi setelah jadi pemulung mungutin duit gw di lantai.


"Cak ti ati ya kalau ngomong,emang kita Unta ada air dipunggung".Reza mulai protes.


"Emang loe Bim,gak ada kasian-kasiannya sama kita,padahal kita uda baik banget sama kamu,ya kan dek Za?"


"Tul..betul itu cak Din".


Sialan 2 cebong ini malah berakting melas si depan Bianca.


Dan Bianca hanya tersenyum kecil melihat kedua temen sableng gw.


"Udah lah Bim,aku ambilin 3 minuman ya,untuk kalian".


"Terima kasih kakak" Reza terlihat bahagia.


"Maaf ya senior jadi merepokan,kalau ada kesempatan akan saya dan traktir nanti untuk membalas budi". Udin bangs@t pinter banget ini bocah kadang-kadang,bisa liat kesempatan gitu.


"Terima kasih,tapi maaf saya tidak biasa makan diluar.Saya hanya makan dirumah sama kakak saya dan terkadang sama Bimo".Bianca melihat gw,dan menhancurkan harapan Udin menjadi berkeping-keping.


Emang bener juga gw pernah makan malam sekali dirumah Bianca,dan masakan dia enak banget.


"Iya Nyet Senior kita ini biasa makan dirumah dan masak sendiri di bantu asisten rumah tangganya".

__ADS_1


"Dan makanannya enak banget,tidak kalah sama resto-resto di luar sana" Gw pamer ke dua anak cebong karena udah pernah makan di rumah Bianca.


"Bimo kalau suka masakan aku,bisa kok datang tiap hari.Nanti aku masakin". Bianca bicara dan tersenyum malu-malu.


Yang buat dua sahabat gw terlihat seperti kehilangan semangat hidup mendengar Bianca tawari gw makan lagi dirumahnya.


Gw balas dengan senyuman tawaran dari Bianca,masak iya gw numpang makan di rumah dia tiap hari.Mungkin juga Bianca hanya basa-basi karena gw puji masakannya.


"Bie katanya kamu mau ambilin minum kok malah berdiri aja, gak jadi ya?".


"Hehehe,maaf Bim.Aku ambilin 3 minuman ya?".


"Iya 1 botol air mineral kecil untuk gw,da 2 galon besar untuk dua temen gw".


"Plaakk! Bianca pukul pundak gw pelan dengan tangan putihnya.


"Bimo mana kuat aku bawa 2 galon air".


"Iya cak dirimu kira kita kebo apa,dikasih minum 2 galon air".


"Perhatian loe emang sering kelewatan bemo".


"Sorry nyet,bercanda gw".


"Dan Bie tolong itu tangan kamu lepas dari pundak gw.Kalau gw kerasukan bisa bahaya nanti kamu,keluar dari sini bisa berbadan dua".


Muka Bianca tampak merah seperti pantat bayi,dengan segera dia tarik tangannya dari atas pundak gw.


"Bim aku ambilin kamu minum dulu ya!". Bianca bicara dan langsung berjalan cepat keluar ruangan.


Gw langsung pukul-pukul pelan mulut gw ini,yang terlalu antusias jadi sering kepleset.


.


.


.


.


.


.


â– Kendala saat gw nulis itu adalah, mencoba menulis keadaan dan suasana di novel ini serinci mungkin sehingga para pembaca dapat dengan mudah memvisualisaikan didalam fikiran mereka saat membaca,gw sudah berusaha tapi kalau ada yang kurang tolong dimaafkan karena gw anak kampung yang sedang belajar menulisâ– 

__ADS_1


__ADS_2