
Setelah keluar dari Lift Gw sama Putri melangkah berbarengan menuju ke kamar tempat Reza, Udin dan Rio di tempatkan.
"Bimo kenapa cemberut terus sih kamu? di lihatin para suster itu kamu". Putri di samping gw dengan ekpresi tanpa rasa bersalah malah bertanya dan tampak seneng banget itu dia.
"Gimana enggak cemberut Put, cubitan kamu sakit banget". gw menjawab sambil mengusap lengan gw yang jadi korban.
"Kamu sih gemesin dan ada-ada saja tadi, ya itu hukuman buat kamu Bimo". Putri tersenyum seperti seneng banget dia itu abis sakiti gw.
"Kamu punya kpribadian ganda ya Put?". Gw melirik Putri curiga karena menurut pengalaman gw yang sudah-sudah, cewe-cewe Jogja memang cakep-cakep tapi otak mereka pada sedikit geser.
"Kok kamu tiba-tiba tanya gitu Bim, kepribadian ganda itu adalah salah satu penyakit mental. Mana mungkin aku bisa jadi dokter jika berkepribadian ganda". Putri menjawab penuh percaya diri, seakan-akan dia adalah orang yang paling waras disini.
"Tapi kok rasanya kamu berbeda ya dan ada yang berubah gitu dari kamu". Gw ingin mengutarakan apa yang buat gw penasaran.
"Beda dan berubah gimana sih Bimo? kok aku malah enggak tau? Kamu jangan takutin aku gitu deh, aku berubah tua ya?". Putri tertawa dan menutupi bibirnya dengan telapak tangan mulusnya.
"Yeee.. Malah bercanda kamu, mana bisa tau kamu yang bisa liat dan menilai seseorang berubah apa enggak kan bukan diri sendiri tapi orang lain". Gw kek orang pinter aja ngomong seperti ini.
"Kalau gitu menurut kamu, perubahan apa yang ada di dalam diri aku?". Putri masih tampak santai bertanya.
"Saat awal kita bertemu dan kejadian waktu aku sakit kemarin itu kamu lemah lembut Put dan dewasa banget juga kamu tampak selalu serius tapi kok dari tadi ada yang aneh ya kamu ini, beda banget gitu aku liatnya".
Putri memandang gw sekilas dan sudut mulutnya terangkat.
"Malah senyum kamu? Apa tebakan aku salah ya? Apa ini cuma perasaan aku aja?". Gw bertanya memastikan.
"Kamu enggak salah Bim, awal kita ketemu kan kita baru mengenal dan aku belum tau kamu. Aku sebagai dokter harus sopan dong dan juga kamu tolongin karyawan Rumah Sakit, sebagai anak pemilik aku harus tampil dewasa". Putri menjawab pelan.
"Terus saat aku sakit itu, kamu lemah lembut dan sopan banget. Masakin aku juga.. tutur kata kamu juga kek Putri dari Kraton Jogja, bukannya memang itu ya kpribadian kamu yang sebenarnya?".
"Saat itu karena aku belum tau sifat kamu yang sesungguhnya Bimo wajar dong, apalagi tau kamu tuan muda yang tersembunyi aku harus lebih hati-hati, kan kebanyakan para tuan muda kaya sombong dan se enaknya sendiri".
__ADS_1
"Terus kamu berubah gini atas dasar gw gitu?". Gw tetap bertanya walau kagak nyaman ini perasaan gw.
"Aku enggak berubah Bimo, yang kamu liat kemarin-kemarin itu adalah aku yang berhati-hati saja dan enggak mau menyinggung kamu, kalau tau kamu berbeda dari awal mungkin aku udah nyantai dan bisa jadi diri sendiri seperti sekarang ini".
"Berbeda dalam hal apa ini maksudnya Put, kok perasaan gw kagak enak itu dengarnya".
"Hehehe, berbeda dan unik lebih tepatnya. Baru tau aku ada tuan muda yang seperti kamu ini dari kelakuan, cara bicara dan pola fikir juga lidah kamu itu yang selalu ngasal saat bicara dan tidak ada remnya jadi sekarang aku bisa lebih nyaman jadi diri aku sendiri saat bersama kamu dan aku bisa lebih nyakin sekarang jika kamu itu benar-benar unik".
"Oh iya tau aku sekarang, jadi intinya kamu baru liatkan kan tuan muda yang slengekan, koplak dan bergaya gembel gini?".
"Cerdas kamu Bim, bisa tebak fikiran aku dengan tepat".
"Put kamu belum pernah dianiaya tuan muda gila kan ya?".
"Sepertinya belum pernah itu, Memangnya kenapa?". Putri menjawab dan langsung berlari kecil sambil tertawa manja.
Keknya salah deh perkiraan gw tentang itu cewe, cantik-cantik juga gelo keknya. Gw tersenyum mengelengkan kepala heran dan langsung menyusul Putri.
Saat ini gw dan Putri berdiri di depan pintu warna coklat bertuliskan VVIP 1.
Gw diam dengan perasaan ragu dan takut jika nanti melihat keadaan anak-anak yang mengenaskan.
"Bimo semua akan baik-baik saja, kamu harus sabar. Teman-teman kamu masih dalam pengaruh obat bius pasca operasi jadi masih tertidur mereka, kamu bisa masuk sekarang".Putri yang tau ekpresi gw berubah segera berucap menguatkan dengan kata-katanya.
"Thanks Put, boleh gak kalau aku masuk sendiri saja.. Aku ingin sendiri dulu sama mereka, aku enggak mau kamu liat sisi lemah aku". Gw memandang Putri sendu.
"Bimo semua orang itu pasti mempunyai sisi lemah karena kita hanya manusia biasa, begitu juga dengan aku. Jika saat ini kamu ingin sendiri tidak usah meminta maaf, aku sepenuhnya mengerti kok. Teman-teman kamu sangat beruntung punya sahabat seperti kamu". Putri tersenyum lembut memandang gw.
"Baik sekarang kamu masuk, aku akan kembali ke UGD dulu jika nanti kamu butuh sesuatu atau ada yang ingin kamu tanyakan jangan ragu buat hubungi aku ya? pasti aku langsung kesini". Putri menepuk pundak gw pelan.
"Terima kasih kak Putri atas semuanya, kamu dokter terbaik yang pernah aku temui".
__ADS_1
"Aaaahhh! Sakit, kenapa dicubit lagi sih aku kak?".
"Suasana udah tenang dan haru malah kamu rusak dengan kata kak! Emang aku kakak kamu apa?". Putri langsung cemberut.
"Kan aku berusaha berterima kasih secara sopan Put, kamu kan lebih dewasa dari aku jadi wajar dong aku panggil kakak".
"Aku enggak suka dan enggak mau kamu panggil gitu Bimo, enggak ada di dalam fikiran aku yang menganggap kamu sebagai adik".
"Kalau gitu di dalam fikiran kamu anggap aku sebagai apa?".
Putri tampak memandang gw aneh dengan mata tajam dan hidung mekar kek orang lagi ngambek.
"Bimo menyebelin!". Putri berucap dan pergi gitu aja ngelewati gw.
Kenapa sih itu cewe kagak ada angin kagak ada hujan jadi sewot gitu, tadi kan masih baek-baek aja. Gw berguman pelan dan berbalik badan melihat punggung putri yang berjalan menjauh.
1 detik
2 detik
3 detik
Putri di kejauhan tampak berhenti dan menengok ke belakang dan pandangan kami bertemu satu sama lain.
"Emm ada apa? Ada yang ketinggalan ya?". Gw bertanya pelan karena Putri hanya diam dan memandang gw tajam.
Tanpa menjawab dia kembali berbalik badan dan terus berjalan pergi dan memasuki lift.
Emang ya cewe itu kagak bisa ditebak jalan fikirannya, pantes aja jadi ciptaan Allah yang paling misterius. Ribet dan kagak se simpel cowo.Tapi walaupun begitu 99 persen cowo di dunia ini mau berjuang demi mereka karena salah satu kesenangan kami para pria ada di bawah pusar mereka. Itu adalah kata-kata ngaco yang saat ini ada di dalam otak gw.
'Ok Pangeran Bimo! Kesampingkan dulu itu betina, saat ini bukan waktunya lu buat mikirin ini, di dalam ruangan depan lu ada 3 orang yang butuh kehadiran dan semangat dari elu". Gw berguman memberi kenyakinan untuk diri gw sendiri.
__ADS_1
Pelan gw membuka pintu dan langsung masuk ke kamar trio wek-wek berada.