
"Nying gimana kalau aku belikan kamu apartement untuk kamu tempati dengan Nina?". Gw berbicara mengutarakan ide yang ada di dalam kepala.
Sebuah ide yang akan memudahkan gw untuk menjauhkan nying-nying dari Amora karena bakalan uji nyali gw, saat masih 1 kost dengan 2 wanita yang gw sukai, bisa terjadi perang dunia.
Walau nanti juga bisa terjadi itu perang tapi setidaknya bisa gw tunda terlebih dahulu dengan memisahkan tempat tinggal nying-nying dan Amora.
"Nyong kamu jangan bercanda di siang bolong seperti ini, enggak lucu tauk! Udah ah aku pesenin kamu makan".
Nying-nying berdiri dan langsung gw pegang tangan dia, gw tarik untuk duduk kembali.
"Apa lagi sih nyong?". Nying-nying terlihat tidak senang.
"Aku belum selesai bicara nying-nying dan juga siapa yang bercanda? Aku serius mau belikan kamu apartement".
Nying-nying terdiam dan memandang gw serius. "Kamu mau ngelatih aku jadi cewe matre ya nyong?".
"Ngaco kamu! Emang kamu anak anjing apa pakai dilatih segala? Lagian kan aku yang ngasih bukan kamu yang minta, matre darimananya coba?".
"Aku enggak tau kamu semenakutkan ini nyong? Baru pacaran aja kamu udah mau belikan apartement apalagi kalau naik ke hubungan lebih serius".
"Hubungan serius suami istri maksud kamu nying?".
Nying-nying malu-malu menganggukkan kepalanya. "Pokoknya aku enggak mau nyong kamu belikan apartement". Nying-nying berucap dengan nyakin.
"Alasannya nying?". Gw bertanya dan kagak buru-buru untuk memaksa, gw mau cari celah di antara alasan yang akan diberikan nying-nying.
"Yang pasti aku ingin mandiri nyong tidak bergantung sama kamu, jujur saat ini aku masih minder punya kekasih seperti kamu dan aku punya ambisi dan berusaha untuk berdiri sejajar dengan kamu". Nying-nying mengungkapkan alasannya.
"Tolong kamu mengerti dan dukung aku nyong, setidaknya biar aku tidak terlalu malu disaat kamu memperkenalkan aku dengan orang tua kamu nanti".
"Ini adalah usaha aku untuk memperjuangkan kamu dan memperjuangkan harga diriku sendiri sebagai wanita, aku nyakin pasti aku bisa".
Nying-nying berbicara panjang lebar yang secara tidak langsung perkataannya itu membuat aku sedikit terkejut.
"Ok nying aku mengerti maksud kamu dan aku paham dengan itu, tapi kamu melupakan satu hal penting".
"Hal penting apa nyong?".
__ADS_1
"Kenyakinan dan tekad tidak menjamin 100 persen keberhasilan suatu usaha dan alasan yang kamu ucapkan adalah sesuatu yang berproses untuk sampai tujuan yang ingin kamu capai, benar kan ucapan aku?".
Nying-nying mengangguk pelan dan mengiayakan.
Dalam sebuah proses apalagi proses dalam kehidupan, itu bagai sebuah jalan nying dan tidak selamanya jalan yang kamu tempuh itu akan selalu mulus seperti kulit kamu ini". Gw mencubit pipi nying-nying lembut.
"Sakit nyong!". Nying-nying menurunkan tangan gw dari pipinya.
"Sebenarnya maksud kamu apa sih nyong? kamu mau bicara serius apa mau ngegoda aku?". Nying berucap sambil mengusap pipinya.
"Selingan aja itu nying biar kamu tersenyum dan maksud aku itu adalah ada kalanya nanti kamu akan bertemu jalan buntu dan jalan terjal dan proses yang ingin kamu lalui itu".
"Apa kamu bisa melalui itu seorang diri wahai kekasihku nying-nying?".
"Bisa!". Nying menjawab mantap.
"Kamu jangan remehin aku nyong, aku punya semangat yang besar dan siap untuk halangan apapun dan aku nyakin bisa melaluinya". Nying-nying berucap dengan sangat percaya diri sekali.
Gw mengambil nafas dan tersenyum kecil mendengar itu.
"Umur tidak menjamain tingkat pemikiran seseorang, kamu boleh lebih dewasa dari aku soal umur tapi aku nyakin soal jatuh bangun kehidupan dan asam manis realita aku lebih berpengalaman dari kamu".
"Denger ya wanita yang paling aku sayang Vanesha Aprilia, bicara itu sangat mudah sangat berbeda dengan realita hidup. Apa kamu fikir dengan semangat dan kerja keras saja akan menjamin kamu berhasil?".
"Itu semua omong kosong dan kamu terlalu banyak nonton drama kalau percaya itu".
"Mungkin kamu begitu bersemangat hari ini dan apa kamu nyakin semangat kamu itu besok tidak luntur karena suatu hal?".
"Jika kamu mau berhasil gunakan semua kesempatan yang ada selama itu baik dan bisa membantu kamu, dan saat ini kesempatan itu berada tepat di depan kamu".
"Mana nyong kesempatannya? Kok aku enggak liat?". Nying-nying malah bercanda clingak-clinguk melihat ke belakang gw.
"Iya mungkin mata kamu tidak melihat nying tapi hati kamu sudah melihat dengan jelas dan benar, karena hati kita saling memandang saat ini".
"Hahahaha! Nyong kata-kata kamu bikin aku merinding tauk". Cewe bar-bar ini malah ngakak, kagak ngarti apa yak sekarang ini gw sedang berusaha bujuk dia.
Ayo Bimo kamu pasti bisa, jangan biarkan nying-nying satu kost sama Amora ini demi keselamatan kamu sendiri. Gw bicara dalam hati memberi semangat pada diri sendiri.
__ADS_1
"Merinding berarti takut kan nying? kan ada aku disini apa yang musti kamu takuti? Kesempatan ini dengan suka rela menawarkan diri untuk bantu kamu, apa kamu nyakin akan menolaknya?".
"Pak Jokowi saja jadi presiden perlu kendaraan yang bernama partai ****, apa kamu nyakin bisa menjadi mantu keluarga Pramono hanya dengan jalan kaki? Fikirkan itu baik-baik sayang". Gw akhiri hasutan gw ke nying-nying sampai disini, otak gw terlalu panas karena bicara serius dari tadi.
Nying-nying terdiam untuk sesaat tampak dia sedang berfikir dan mungkin saja mencerna semua kata-kata yang gw ucapkan.
"Nyong?". Nying-nying memanggil pelan dengan nada bicara yang nampak serius.
"Iya nying?". Gw menjawab tegang.
"Kepala kamu baik-baik saja kan nyong? Enggak ada yang sakit kan? kamu jangan memaksakan diri bicara serius dan penuh arti seperti itu, aku takut kamu enggak kuat dan pingsan". Nying-nying mengulum senyumnya melihat gw.
Dan tentu saja gw auto begong kek orang bego, gemuruh amarah mulai timbul dari dalam tubuh gw. Seketika gw bangun dari sofa dengan cepat.
"Nyong kamu mau kemana? Ngademin fikiran ya?". Nying-nying memengan lengan gw sebelum gw beranjak dan berjalan pergi.
"Kok tau kamu?! Iya aku mau ke kutub utara buat ngademin ini kepala yang panas, sekalian mau bertemu pinguin. Keknya pinguin akan senang jika diberi kesempatan bertemu aku".
"Hehehe, buat apa kamu ke sana nyong jika depan kamu ini udah ada penguin yang lucu". Nying-nying menampilkan wajah baby face nya dengan ekpresi yang imut dan menggemaskan, dia mengedipkan kedua matanya berbarengan.
Gw yang liat itu tidak kuasa untuk tidak tersenyum, tergoda dan terpesona, pengen banget gw mengumpati hati gw yang lemah ini.
"Nying siap-siap ya?". Gw yang masih berdiri berbicara pelan menghadap nying-nying yang masih duduk di sofa panjang depan gw.
"Siap-siap apa nyong?".
"Kamu duluan itu yang menggoda aku dengan wajah mengemaskan kamu itu".
"Nyong aku cuma bercanda jangan buat aku takut dengan pandangan kamu itu".
"Kamu perlu di hukum nying". Gw langsung menerjang tubuh nying-nying.
"Aaaacchh!". Teriak manja nying-nying menggema di ruangan disaat tubuh nying-nying gw tindih di atas sofa.
"Ampun nyong! Ampun! Geli.. Jangan jilati wajah aku!".
"Aaaaccchh..! nyooong-nyoooong..!".
__ADS_1