Preman Campus

Preman Campus
PEDIH


__ADS_3

"Emmmm!".


"Emmmmm!".


"Plaak!".


"Plakk!".


Amora memukul-mukul lengan gw saat gw tekan kepala dia dan gw lum*t bibirnya dengan ganas dan brutal.


Tangan dia yang berusaha untuk berontak gw langsung pegang erat dan gw angkat ke atas dan gw tarik ke belakang kepala dia.


Dari adengan ini sangat jelas terlihat gw sedang memaksa untuk mencium Amora dengan tidak membiarkannya bergerak.


Bener kata Lulu, saat ini gw seperti binatang yang sedang kehausan mencoba menghilangkan dahaga lewat bibir ranum Amora.


Mungkin beberapa detik yang lalu Amora tidak mengira gw akan melakukan tindakan seperti ini.


Amora hanya bisa menglinjang saat bibirnya gw mainkan, gw sedot dan gw lum*t dengan ganas.


Otak gw saat ini isinya bukan air lagi ataupun lem, tapi berisi nafsu. Nafsu biadap yang ingin memiliki Amora seutuhnya hati dan tubuh dia.


Bunyi kecupan membahana di dalam mobil baru bernama Betty ini, seakan-akan seperti suara kicauan burung di pagi hari.


Yang bedanya adalah kicauan burung membawa kedamaian dan kesejukan sementara bunyi bertemunya dua bibir membawa ransangan bir*h* dan hawa panas.


Lambat laun Amora mulai pasrah dan mulai terbawa suasana, terhayut akan permainan dosa dan nafsu yang gw berikan.


Tunduk dibawah serangan nikmat dan menyerah dengan api nafsu yang mungkin sudah mulai tersulut di dalam tubuhnya.


Diasat Amora mulai membalas ciuman gw, tangan dia mulai melemah dan pelan-pelan gw giring maju untuk gw taruh di belakang kepala gw.


Gw saat ini hanya mengikuti insting binatang yang mulai bangun pelan-pelan dari alam bawah sadar, meraung-raung dan berjalan cepat menuju puncak kenikmatan sejati.


Mungkin saat ini para setan yang tertidur langsung terbangun, dan para setan yang sedang nongkrong di pohon menikmati sesajen tersentak sekitika, para setan itu mungkin sedang tersenyum lebar dan mulai berlarian meninggalkan kegiatannya menghampiri kami berdua dan duduk dengan rapi berjejer di jok belakang yang masih terbungkus plastik.


Mungkin para setan itu sedang bertepuk tangan saat melihat Amora yang mulai meremas rambut gw, menikmati sensasi bertemunya dua bibir di dalam balutan nafsu.


Atau mungkin juga mereka sedang menelfon para setan lainya untuk segera datang kemari dan nobar kegiatan yang gw lakukan dengan Amora.

__ADS_1


Kedua kuping gw berdengung seakan-akan itu adalah sinyal dari para setan untuk gw melangkah dan berbuat lebih jauh lagi, menyelam ke dasar kolam dosa kemaksiatan tempat para setan berenang penuh suka cita.


Lebih dan lebih, dari dalam hati gw yang terdalam menginginkan lebih dari sekedar ciuman, efek dari terbawa arus bisikan setan.


Jiwa dan hormon muda gw berontak dan menginginkan pelampiasan, mungkin saat inilah waktu yang tepat untuk gw merasakan apa itu nikmat dari bercinta.


Mungkin sekarang adalah waktunya gw untuk melepas keperjakaan gw dan memberikannya kepada Amora.


Tangan gw yang dari tadi menekan kepala Amora untuk ciuman yang lebih dalam, pelan-pelan mulai turun ke pundak Amora.


Inci demi inci dan turun terus hingga pingang, Amora mungkin tidak sadar karena masih terhanyut dengan nikmat ciuman gw.


Mata dia masih terpejam seakan-akan sangat menikmati apa yang gua lakukan di bibir dia.


Dengan hati-hati tangan gw bergerak memegang kancing baju Amora yang paling bawah.


Satu kancing baju berhasil gw buka tanpa Amora sadari dan tangan gw langsung naik lagi untuk membuka kancing baju berikutnya.


Gw semakin panas dingin dan bersemangat, perhatian Amora gw alihkan dengan ciuman dan tangan gw bekerja secara senyap membuka kancing baju kerja warna hitam yang dia pakai.


2 kancing terbuka.


Sekali lagi perhatian Amora gw alihkan dengan skill ciuman gw yang intensitasnya gw tingkatkan ke level maksimal dan pelan-pelan gw buka 1 kancing penghalang yang tersisa.


Berhasil!. Gw bersorak dalam hati, saat baju Amora sudah terbuka sepenuhnya bagian depan.


Tanpa menunggu lama kedua tangan gw dengan cepat menamkup benda bulat dan kenyal yang masih terbalut BH dan langsung meremasnya kencang.


"Acchhhh..!". Amora mendesah dan terkejut, kedua mata dia terbuka lebar, disaat bibir kami masih menyatu dan tangan gw yang masih meremas.


Tanpa gw sadari Tubuh gw terdorong kebelakang oleh tangan Amora, tautan bibir kami terlepas begitu juga dengan kedua tangan gw.


Suasana hening dan "Plaaak!".


Satu tamparan Indah meluncur dari tangan Amora dan mendarat tepat di pipi gw.


Amora menutupi dadanya dengan kedua tangan dan menatap gw dengan pandangan yang sangat sulit gw artikan.


Rasa sakit dipipi gw tidak seberapa dibandingkan dengan rasa sakit di hati ini, melihat penolakan dari Amora.

__ADS_1


Untuk pertama kalinya gw ditampar oleh wanita yang gw sayang, rasanya tidak bisa diutarakan dengan kata-kata.


Gw menyeka bibir gw sendiri yang basah dengan ibu jari, gw tersenyum tipis merasakan hati ini yang seperti disayat.


"Terima kasih atas tamparannya dan maaf kalau aku terlalu kurang ajar". Gw berucap dan dengan cepat turun dari mobil.


"Bimo tunggu!". Amora teriak dari dalam mobil tapi kagak gw gubris dan terus berjalan menuju kamar kost.


Gw membuka pinta dan langsung masuk ke dalam, Amora yang sudah ikut keluar dari mobil. Gw mendengar langkah kaki dia yang berlari mengejar gw.


Kulkas adalah tujuan gw dan langsung mengambil 2 kaleng bir dingin dan gw buka bersamaan.


Gw tenggak satu persatu hingga habis, berharap air setan dapat meredakan sakit hati ini dan memadamkan panas nafsu di dalam tubuh.


Nafas gw masih memburu dan kagak bisa gw pungkiri gw sedikit kecewa dengan Amora, walaupun disini gw yang salah tapi tetap saja tidak seharusnya gw sebagai cowonya di tampar langsung kek tadi.


Jika ditanya gw meyesal apa kagak ngelakuin hal seperti tadi ke Amora, akan gw jawab dengan lantang. Gw kagak menyesal sama sekali.


Gw pemuda dengan darah panas menggebu-gebu, selama di cafe bintang gw sekuat tenaga mehanan agar kagak tergoda dengan para ayam, saat itu gw masih bisa berfikir jernih dan normal.


Tapi pertahanan gw seketika jembol dan hancur di kala berdua dengan Amora di dalam mobil, berdua dengan wanita yang gw sayang.


Efek bertemu dengan para ayam tadi mungkin membuat gairah di dalam tubuh gw melonjak naik dan tanpa sadar gw lampiaskan ke Amora.


Gw tersenyum seperti orang gila, saat ini juga gw meragukan cinta Amora.


Suara langkah kaki orang berlari terdengar jelas masuk ke dalam indra pendengaran gw.


Sudah sangat bisa gw tebak itu adalah langkah kaki Amora yang mengejar gw masuk ke dalam kamar kost.


"Sayang". Amora berucap lirih.


Gw diam tanpa menjawab dan tanpa berbalik badan pula, tetap memunggungi Amora dan menghadap kulkas.


"Sayang..". Amora memanggil lagi kali ini disertai dengar langkah kaki cepat menghampiri gw.


Tubuh gw goyah dan sedikit terdorong ke depan di saat Amora menabrakan tubuhnya di punggung gw.


Amora peluk erat dari belakang. "Sayang maaf, maafin aku.. Aku reflek dan enggak bermaksud untuk tampar kamu". Sambil mendekap punggung gw Amora berucap lirih.

__ADS_1


Gw diam walaupun merasakan hangatnya pelukan Amora, gw kagak mau ngerespon apa-apa untuk saat ini. Hati gw terlalu pedih untuk berucap.


__ADS_2