
Pisau made in pasar yang berlumuran darah gw pegang erat di tangan kanan dan gw dalam mode siaga penuh menanti serangan datang dari pemuda yang membawa kunci made in inggris.
Dia masih berlari menuju ke arah gw dengan wajah merah padam penuh akan amarah yang menggebu-gebu.
Sedikit demi sedikit jarak diantara kami dia kikis dan gw sudah dalam mode siap tempur sepenuhnya.
"Mampus loe anjing!". Dia berteriak dan gw siap untuk menghindar Tapi.
"Wussssss!" Dia bukan mengayunkan itu kunci melainkan dia lempar.
Kunci inggris terbang di udara dan berada beberapa cm di depan muke gw.
Gw yang kagak nyangka itu bocah punk akan melakukan itu, tidak bisa menghindar karena jarak gw dan dia yang begitu dekat.
SIALAN!! Gw mengumpat dalam hati di saat kunci inggris itu melayang menuju wajah gw.
Reflek gw merem menantikan ciuman dari kunci inggris.
"Sayanggg!". Teriakan bianca dari dalam taksi terdengar saat liat gw terhunyung ke belakang dengan darah segar yang keluar dari hidung gw.
Lemparan itu orang sialnya tepat mengenai wajah gw dan lebih tepatnya kena ini hidung.
Gw sumbat dengan jari tapi darah merah masih terus saja keluar, gw pegang batang hidung gw sedikit retak gw rasakan.
"Hahahaha! Mampus loe". Mohawk biru tertawa lebar dengan cepat dia maju dan mengambil lagi kunci inggris yang tergeletak di tanah.
Gw yang dari tadi fokus menghentikan pendarahan di hidung mau tidak mau berdiri tegak lagi dan waspada terhadap serangan susulan dari pemuda itu.
Dia berlari cepet lagi dan saat tiba di depan gw, kunci inggris dia ayunkan menyamping menyasar kepala gw.
"Wussssss!". Ayunan itu mengenai angin karena gw segera menunduk untuk menghindar.
"Jleebbb! Craaaass!". Selagi menunduk gw tancapkan pisau di paha dia menembus celana dan daging.
"Aaaaaaa! Bangsat!". Ayunan kunci sekarang berubah menjadi pukulan dari atas karena gw menunduk tepat di depan dia.
__ADS_1
Pisau dengan cepat gw cabut dan segera berguling ke kiri 3 kali untuk mengindar dan sedikit menjauh, gw langsung berdiri untuk kembali bersiaga.
Mohaek biru memegangi pahanya yang gw tusuk, darah segar pun keluar merembes di celana dia.
"Creeeett!". Gw ayunkan pisau untuk menghilangkan dan membuang bercak darah di atasnya.
"Ayo tong semakin menyenangkan ini! berhubung dilihat banyak orang. Kita buktikan produk lokal apa produk luar yang lebih hebat". Kagak peduli dengan hidung gw yang masih ngeluarin darah dan batangnya yang nyeri, gw tantang lagi dia.
"Hiyyaaaaa!". Dengan paha berdarah dia teriak dan lari lagi ke arah gw.
Gw kagak diam lagi menunggu dia menyerang, gw sedikit menunduk dan langsung melesat menyambut serangan dia.
Dia mengayunkan kunci inggris gw menghindar, gw coba tusuk perutnya dia pun dengan cepat menghindarinya.
Skill menghindar kami berdua sama-sama muncul saling menghindari serangan masing-masing.
Gw dan dia sama-sama tau 1 kali lagi aja kena tusukan atau pukulan kunci inggris sudah dapat dipastikan yang terkena duluan adalah yang kalah karena senjata yang kami berdua sama-sama mematikan.
Adu nyawa antara kami berdua terus berlanjut, kagak peduli ini dipinggir jalan dan di depan mini market.
Gw tidak hanya memainkan pisau tapi juga dengan tendangan yang sesekali gw lancarkan dan mengenai bagian perut dia.
Pemuda itu juga sama tendangan dia lakukan di sela-sela ayunan kunci inggrisnya.
Perbedaan tinggi badan dan panjang kaki di antara kita membuat gw lebih unggul karena gw bisa menghindari tendangan dia.
Tapi dari segi kelincihan badan dia yang pendek dan kecil unggul dari gw.
Nafas kami berdua saling memburu, stamina berangasur-angsur mulai terkuras, hanya nafsu membunuh dan nafsu untuk saling mengalahkan yang menjadi semangat kami untuk terus saling melancarkan serangan.
"Traaaang!!". Ayunan kunci inggris gw tangkis dengan pisau dapur ibu kantin.
Karena ketebalan dan daya tahan pisau yang kecil, gw sampai terhunyung ke samping kebawa power ayunan dari kunci inggris.
"Terima ini anjing!". Dia segera maju dan bersiap untuk memukul punggung gw.
__ADS_1
"Ogah!". Gw menjawab dan kek macan meloncat ke depan.
"Buggggk!". Pukulan itu melesat ke bawah dan mengenai tanah.
Gw segera bangkit dan berdiri dan untungnya darah yang keluar dari hidung sudah berhenti mengalir.
Kami berdua saling memandang dengan tajam, pemuda itu seakan tidak terpengaruh dengan luka tusuk yang gw ciptakan di paha dia.
Sekali lagi dia mengacungkan kunci ingrisnya ke arah gw dan gw juga kagak mau kalah pisau dapur ibu kantin juga gw acungkan ke arah dia.
Adu mental dan adu intimidasi terjadi setelah pertarungan sengit kami berdua.
Wajah dia yang dari tadi memerah marah dan emosi kini terlihat tampak tenang dan mengatur nafas.
"Gw akui kemampuan loe bang! Kelihatannya gw salah cari musuh hari ini". Masih mengacungkan kunci inggrisnya dia berbicara.
Kok jadi panggil gw bang ini bocah, apa coba motifnya.
"Jangan bilang loe mau nyerah tong! bukannya lu laki ya?". Gw menjawab dengan posisi sama masih dengan mengacungkan pisau dapur ibu kantin gw.
"Ha-ha-ha-ha! bagi orang yang hidup di jalanan seperti gw, menyerah sama saja mati!". Dia tertawa dan menjawab.
"Sungguh kata-kata yang bagus tong, gw juga akui kemampuan lu tapi itu saja kagak cukup buat ngalahin gw, main lu kurang jauh untuk ngimbangi kemampuan gw!".
"Jangan terlalu jumawa bang! Pahlawan pun terkadang bisa kalah dari penjahat jika dia terlalu sombong dan percaya diri". Dia menatap gw sinis.
"Sayangnya gw bukan pahlawan, gw sama kek elu. Kita sama-sama sampah tapi ada satu hal yang membedakan kita".
"Perbedaan?! Apa ada bang perbedaan di antara sampah? Kita itu sama-sama tidak berguna".
"Otak! gw sampah yang ber otak yang bertindak dengan nalar bukan dengan nafsu seperti yang lu lakukan tadi, tidak semua orang bisa kamu lecehkan tong dan lu sama temen lu telah menarik sumbu emosi gw yang paling mudah tersulut yaitu orang tua gw".
"HaHahaHa, gw yang tidak tau wajah orang tua dari kecil iri sama loe bang bisa punya emosi seperti itu, tapi ini adalah percakapan terakhir kita bang! Mari segera kita akhiri".
"Lu jual gw beli tong, keluarin semua yang lu punya bakalan gw tunjukan ke elu apa itu gelut jalanan yang sesungguhnya".
__ADS_1
"Gw akan menantikan itu bang! gw juga akan tunjukan cara bertarung sampah yang sesungguhnya".